Not An Angel

Not An Angel
31



Happy reading!


-


-


-


Raven memilih untuk memeriksa bangkai monster besar itu, dan mengabaikan pedang panjang hitam pekat yang tertancap di batu samping monster itu.


Pria itu menendang-nendang kaki monster itu, tangan kanannya sudah bersiap untuk mengeluarkan pedang.


Tidak ada reaksi apapun.


Kemudian pria itu memeriksa monster itu dari sisi yang lain, lalu mata raven menangkap sesuatu, pria itu melihat sebuah permata yang berada di dekat tangan kanan monster tersebut, raven berjongkok untuk melihat lebih dekat permata itu.


Warnanya hitam dengan kemerahan di bagian tengahnya, pria itu ingin menyentuhnya tapi ia sedikit ragu akan terjadi sesuatu, tapi mengingat reithel memberi batu permata berupa vocorgi yang bisa membuat mereka berkumpul dalam waktu cepat, jadi raven memutuskan untuk memegang permata itu.


Satu sentuhan di jari telunjuknya, permata itu tidak bereaksi apapun, kemudian raven mengambil permata itu dan berdiri, lalu memperhatikan permata itu lebih dekat, namun tiba-tiba, permata itu pecah, dan raven langsung menjatuhkannya.


Whusshh!


Api berwarna hitam muncul melingkari raven, bangkai monster itu dan pedang yang tertancap di batu, raven memundurkan langkahnya, kemudian pria itu mengeluarkan pedangnya dan menoleh ke berbagai arah, raven langsung mengeluarkan batu permata pemberian reithal dan membantingnya hingga pecah dan terdengar sebuah bunyi nyaring nan kencang.


Ngingggg!!!


Seketika, reithel, dominic, sebastian, tristan dan feitan langsung menoleh dan dengan cepat mereka pergi ke sumber suara, sedangkan raven masih memposisikan dirinya bersiaga, tiba-tiba ia merasakan pergerakan dari bangkai monster itu, raven memundurkan lebih jauh dirinya dengan monster itu, di sekitar monster itu, raven melihat beberapa tali yang mengkilap tidak terlalu terlihat seakan mengendalikan monster itu.


"ARRRRGGHHHH!!!" monster itu berteriak, tubuhnya sudah bangkai, dan hawa sihir kutukan menyelimuti nya dengan tebal, monster itu mengangkat tangannya dan keluar sebuah senjata berupa gada besar dengan banyak duri, monster itu mengarahkan gada itu ke arah raven berdiri, pria dengan cepat berhasil menghindar dari serangan monster itu.


"Pangeran raven!" Suara dominic terdengar kencang memanggil raven, pria bermanik zamrud itu mencari keberadaan dominic dan lainnya tapi ia tidak melihat apapun selain dinding api hitam yang mengurungnya semakin tinggi.


"Pangeran raven! Apa kau bisa mendengar ku?!" Dominic kembali berseru, raven ingin menjawab, tetapi monster itu menghalangi raven dengan mengayunkan gadanya dan kembali menyerang raven.


"Aku bisa!" Raven bersusah payah untuk menghindari serangan monster tersebut.


"Dominic! Aku sedang di serang oleh monster tingkat 3 yang di hidupkan lagi! Kau cari pengendali monster itu, dan tangkap dia!" Perintah raven, sembari terus bergerak menghindari monster itu.


"Bagaimana dengan mu pangeran?!" Tanya dominic,


"Aku tidak bisa mengeluarkan mu, karena sepertinya kau terkurung di realisasi sihir!" Tambah dominic, raven terkejut, padahal dimatanya ia hanya melihat api yang mengurungnya, tapi pria itu masih bisa melihat pepohonan hutan eastwood.


Lengah, monster itu mengayunkan gada nya ke arah raven dan berhasil membuat pedang pria itu terpental jauh hingga patah.


"Cih! Dominic cepat kau cari saja pengendali sialan itu!" Seru raven.


"Baiklah, aku mohon bertahanlah pangeran!" Seru dominic.


"Reithel siapkan sepenuhnya kekuatan mu untuk penyembuhan, aku tidak yakin pangeran akan keluar dari situ tanpa luka." Ujar dominic, reithel mengangguk, lalu mengeluarkan bucae nya, dan muncul sebuah buku berwarna biru muda dengan sebuah simbol pada sampulnya dari tangannya.


Sedangkan feitan dan tristan berusaha untuk menyerang lapisan luar realisasi sihir tersebut.


"Sialan kenapa tidak mempan!" Tristan frustasi masih berusaha mengayunkan tombaknya untuk menghancurkan lapisan sihir dari realisasi sihir tersebut.


Kembali ke raven, pria itu tidak lagi bisa menggunakan pedangnya untuk perlindungan dari serangan monster tersebut selain menghindarinya, tetapi raven tidak bisa terus menghindar, karena monster itu semakin lama dapat membaca gerakannya.


Raven melihat ke arah pedang yang tertancap di batu tersebut, dia berpikir keras apa harus mengambil pedang itu atau tidak, karena pedang itu tampak memiliki banyak sekali sihir kutukan.


Raven adalah keturunan kaisar, yang berarti 100% tubuhnya mengandung sihir suci, jika raven menggunakan sihir kutukan, akan terjadi ketidak seimbangan pada sihir raven, dan itu bisa menyebabkan kematian.


"Sial...apa yang harus ku lakukan." Raven berguman.


⬛⚪⬛


Sedangkan dominic pria itu dengan cepat melacak sihir yang sama dengan realisasi sihir tersebut, pria itu menemukan seseorang berjubah hitam yang tengah menggerakkan kedua tangannya, dan di jarinya terdapat benang yang hampir tidak terlihat, dengan secepat kilat, dominic langsung menahan orang itu dengan tangannya, dan dengan sihir nya ia menahan gerakan orang tersebut.


"Lepaskan sihir mu sekarang juga atau kau akan menerima lebih sakit dari ini."


Orang itu menyeringai, "sayang sekali penyihir keabadian, sehebat apapun kau, tapi bisa terperangkap dengan mudah." Orang itu bicara dengan suara menggema, dan tidak jelas identitasnya.


Crack!


Dominic langsung melepaskan orang itu dan hendak mengambil langkah pergi, tetapi terlambat, cairan kental hitam itu mengurung dirinya hingga membentuk sebuah tempurung.


⬛⚪⬛


Disisi lain raven berusaha menghindar mati-matian, pria itu tidak punya pilihan lain, ketika ia menghindari serangan yang terakhir, pria itu melihat celah untuk pergi ke tempat dimana pedang hitam pekat itu tertancap.


Raven langsung berlari kencang dan melompat ke atas batu itu tanpa jeda waktu langsung mencabut pedang itu dari batu nya.


Bayangan hitam keluar dari celah bekas pedang itu tertancap dan memasuki pedang hitam itu, sebuah simbol muncul pada pegangan pedang itu.


"Argh!" Raven Melihat sihir kutukan pada pedang itu mulai menjalar ke tangannya, dengan cepat pria itu melompat dan menghunuskan pedangnya ke dada monster itu.


Crash!


Raven berhasil menusuk monster itu dengan pedang, raven mengarahkan tangan kirinya ke kepala monster itu, sebuah lingkar sihir besar muncul dan cahaya keluar dari tangan raven.


Cahaya itu memasuki tubuh monster itu, monster itu meronta-ronta dan dengan tangan kanannya, raven memperdalam tusukan nya hingga sihir kutukan itu menular ke tubuh monster itu.


Tubuh monster itu retak dan akhirnya hancur karena terjadi tabrakan sihir antara sihir suci dengan sihir kutukan.


Raven mengambil jarak pada tubuh monster itu yang sudah hancur, nafasnya terengah-engah, pria itu berjengit menahan sakit pada tangan kanan nya, raven hendak melempar pedang itu tetapi tangannya tidak bisa bergerak seakan menempel pada pedang tersebut.


"Arghhh!" Raven kembali berteriak kesakitan, kemudian ia terjatuh sembari tangan kirinya memegang pergelangan tangan kanannya.


Api yang mengurung nya seketika padam, dan tampak reithel, sebastian, feitan dan tristan berada di pinggir api itu.


"PANGERAN!" seru tristan, feitan dan reithel bersamaan.


Reithel segera memberi sihir penyembuhan pada tubuh raven tapi tidak berpengaruh, pria itu kebingungan apa yang harus ia lakukan, kemudian ia melihat tangan kanan raven yang memegang pedang terkutuk itu.


"Tristan, feitan menjauh!" Seru reithel , mereka berdua yang awalnya berada di dekat tubuh raven mengambil jarak, kemudian melihat tangan kanan raven yang terlihat ada tanda hitam yang menjalar ketubuhnya.


"Apa itu!?" Seru tristan panik, di tambah ia melihat raven yang merintih kesakitan.


⬛⚪⬛


Cairan hitam kental yang mengurung dominic mendadak membeku, kemudian timbul retakan dan akhirnya hancur.


Dominic keluar dari kurungan itu dengan raut wajah benar-benar kesal.


Pria itu berjongkok lalu menempelkan telapak tangan kanannya ke tanah, terbentuk sebuah lingkar sihir berwarna tosca.


Dengan batin raven berusaha mencari pengendali monster yang menyerang raven dengan melacak sihir kutukan yang sama dengan realisasi sihir tersebut.


Dominic berdecih, realisasi sihir itu menghilang dan hawa sihir kutukan dari pengendali tersebut ikut menghilang, pria itu gagal menemukan nya.


Dominic dengan cepat langsung berteleportasi ke tempat dimana raven terkurung, dia sangat terkejut kala melihat situasi disana.


Realisasi sihir itu menghilang, dan tubuh monster itu sudah hancur menjadi banyak pecahan, yang lebih terkejutnya adalah kondisi raven.


"Sial!" Dominic berlari mendekat ke arah raven, reithel mengarah kan pandangan pada pria bernetra tosca tersebut.


"Sihir penyembuhan tidak mempan, apa yang harus kita lakukan?" Tanya reithel dengan nada sedikit panik, dominic mendengus, kemudian pria itu mengarahkan tangan kanan nya ke kepala raven, sebuah lingkar sihir berwarna emas muncul, lalu garis yang berbentuk seperti akar pohon muncul di tubuh raven seakan menahan sihir kutukan itu untuk menjalar lebih jauh ke tubuh pria itu.


Tubuh raven sekarang dalam keadaan setengah terkena sihir kutukan dan setengahnya masih normal, dan pria itu masih terus merintih kesakitan.


"Ayo kita bawa ke kuil!" Seru raven, kemudian ia menteleportasi kan seluruh orang disana menuju kuil.


-


-


-


To be continued


❇️ Eloise's Study Note ❇️


▫️Bucae: Buku khusus sihir yang berfungsi untuk menyimpan mana, selain itu juga sebagai pencatat mantra rumit untuk mempercepat sihir nya keluar, contoh sihir rumit adalah sihir penyembuhan dsb.