
Happy reading!
-
-
-
Semuanya terkejut termasuk para karyawan toko yang bekerja, mendengar dominic akan membeli semua herbal angle breath.
"Master apa kau serius?" Tanya eloise masih dengan wajah terkejutnya.
"Harga mahalnya bukan main lho tuan dominic." Shannon memperingati, dominic hanya terkekeh, lalu menyipitkan matanya.
"Kau terlalu meragukan ku," ujar dominic kemudian matanya kembali mengarah pada leia, "nona vanitas aku bisa membeli semuanya kan?" Tanya dominic.
Leia awalnya terdiam sebentar kemudian ia tersenyum, tentu saja dengan senyum bisnis, "tentu saja master hartmann silahkan lewat sini untuk menyelesaikan administrasi nya, richo tolong siapkan seluruh angle breath nya untuk dikirimkan ke perpustakaan violetfay."
"Ba-baik nona, maaf kapan pengiriman nya dilakukan?" Tanya karyawan pria bernama richo.
"Tentu saja sekarang." Balas leia, karyawan itu mengangguk kemudian dengan cepat pergi, sembari menyeret salah satu temannya yang sedang bekerja untuk membantunya.
"Sebenarnya tidak apa jika kau mengirimnya di lain hari." Ucap dominic, leia menggeleng dan tersenyum.
"Tentu saja tidak bisa master, saya berterima kasih banyak master telah membeli semua herbal itu, sebagai bonus kami akan mengirimnya hari ini secepatnya dan beberapa herbal lain." Ujar leia, dominic tersenyum puas.
"Sepertinya aku akan menjadi langganan mu mulai hari ini."
"Sebuah kehormatan untuk saya." Ucap leia dengan sopan, setelah menyelesaikan administrasi, ruangan untuk minum teh telah siap, mereka berempat memasuki ruangan tersebut dan menikmati sajian teh dan berbagai menu kudapan, dominic memilih untuk memesan semuanya untuk memanjakan eloise dan shannon.
Tentu saja mereka menolak karena itu terlalu berlebihan, tetapi dominic tidak menanggapi dan tetap memesan nya, sedangkan leia dengan senyum bisnis senang melayani pesanan dominic, tentu saja hari ini dia akan dapat banyak keuntungan.
Setelah penyajian seluruh menu, eloise dan shannon tidak bisa menghabiskan semua kudapannya dan dominic tidak memakan banyak, sedangkan masih banyak kudapan yang belum di sentuh, tetapi seluruh menu tersebut sudah dibayar, leia pun meminta pelayan untuk membungkus kudapan yang belum di sentuh dengan yang baru untuk mereka bawa, tapi dominic minta dikirimkan bersamaan dengan herbal itu, karena ia tidak ingin repot-repot membawanya.
Dominic mengeluarkan hespirvit nya Achilles untuk ikut dalam pengiriman agar dapat menerima pesanan dominic masuk ke akademi karena dominic sebelumnya sudah melapor pada keamanan disana kalau dia sedang tidak ada di tempat, dengan adanya achilles pesanan dapat masuk karena semua orang sudah tahu achilles sebagai hespirvit dominic.
Eloise dapat membaca wajah achilles yang sebenarnya sangat keberatan dengan permintaan dominic, tetapi ia tetap menuruti perintah tuannya.
Setelah dari toko Moonlight, dominic langsung meminta shannon untuk mengantarkan mereka ke penjahit yang biasa di pesan oleh permaisuri, setelah sampai di tempat, dominic meminta di buatkan gaun untuk upacara kedewasaan eloise dan shannon.
"Astaga master aku tidak apa-apa." Eloise menolak.
"Kau ini, sudahlah pilih saja desain dan ukur badan mu, tidak mungkin aku menarik ucapan ku, kau mau aku malu? Hm?" Ancam dominic, eloise mendengus berat dan akhirnya memilih.
"Apa aku juga harus? Aku kan hanya ksatria." Tanya shannon yang juga sebenarnya keberatan.
"Tolong jangan membuat ku berkata dua kali shannon, tidak usah memikirkan uang nya, pilih saja." Ujar dominic, kemudian ia sembari menikmati kopi susu yang di sajikan karyawan di toko itu.
"Ah tolong buatkan mereka dua setel gaun masing-masing, satu untuk upacara kedewasaan dan festival bunga." Tambah dominic.
"Kurasa untuk festival tidak perlu gaun bagus." Saut eloise, dominic mendengus panjang, ia lelah dengan penolakan eloise dan shannon.
"Tolong jangan membuatku berkata kesekian kalinya, kalian berdua pilih saja sudah, aku lelah sungguh." Dominic lalu memberikan cek kosong pada sang penjahit, dan penjahit itu menerima dengan senang hati, disini sudah di lihat kalau eloise dan shannon tidak bisa menolak lagi.
Lalu mereka pun memilih desain gaun mereka, shannon dan eloise memilih desain gaun yang hampir mirip, mereka berkata ingin kembaran, dan mereka juga meminta penjahit untuk membuat panjang gaunnya di atas mata kaki, karena jika melebihi itu akan mempersulit mereka jalan.
Penjahit itu mengangguk mengerti, gaun untuk festival sudah terpilih, mereka bingung untuk memilih gaun upacara kedewasaan karena mereka hanya di baptis di kuil dan ikut meresmikan nama mereka di aula kekaisaran, dan mereka tidak akan ikut pesta dansa, karena pesta itu hanya untuk bangsawan, shannon bisa saja ikut karena gelarnya sebagai ksatria tetapi dia tahu eloise tidak akan ikut maka itu shannon memilih absen dari pesta nanti.
"Kurasa kau akan tetap ikut eloise." Tukas dominic di tengah perbincangan kedua gadis itu ketika memilih desain gaun.
"Ketika rapat guru terakhir, aku mengobrol dengan reithel di tengah perbincangan thihana bertanya pada reithel apakah dia akan ikut ke pesta dansa debutante, karena beberapa bangsawan tahu kalau eloise adalah tunangan reithel, lalu pria itu bilang ia tetap akan ikut." Mendengar penjelasan itu eloise terkejut.
"Tunggu tapi kan–" shannon mengangkat tangan nya untuk menghentikan ucapan eloise, kemudian ia menatap kearah penjahit.
Sang penjahit memahami maksud shannon lalu ia mengajak pergi karyawan keluar dari ruangan mereka hingga tersisa bertiga.
"Eloise apa kau sudah berbicara empat mata dengan duke castillon?" Tanya shannon, eloise seketika terdiam, dari reaksinya, dia bisa tahu apa jawabannya, shannon mendengus.
"Aku tidak membela, duke castillon tidak salah, aku rasa dia mengatakan itu karena dia merasa masih bertanggung jawab sebagai tunangan mu untuk mendampingi mu di pesta itu." Jelas shannon.
"Kakak..." Eloise merengut, dominic mendengus.
"Aku yakin besok reithel ada di tempatnya, karena itu bicaralah dengannya." Ujar dominic, eloise mendengus pelan.
"Oh tentu saja jadi, mau di pakai atau tidak aku tetap membeli, sudah ku bilang bukan, aku tidak suka menarik kata-kata ku." Dominic memotong kalimat shannon, kedua gadis itu mendengus.
Dominic berjalan keluar, dan tidak lama sang penjahit dan beberapa karyawan nya kembali masuk, dan pilihan desain pun kembali lanjut.
Sang penjahit memberikan buku desain nya pada shannon dan eloise.
"Ini adalah desain gaun yang biasa di pesan untuk upacara kedewasaan, silahkan di lihat-lihat." Ujar penjahit tersebut, eloise membuka buku itu dan seperti yang dia duga semua desainnya sangat kesan mewah, justru itu tidak terlalu disukai keduanya.
"Ini terlalu berlebihan." Komentar shannon.
"Kubilang tidak perlu khawatir soal uang." Tukas dominic.
"Maksud kami bukan itu." Shannon dan eloise berbarengan, dominic tertawa pelan dan ber-oh ria.
"Baiklah kalau begitu saya buatkan desain baru, saya sebenarnya mendapat inspirasi untuk mendesain gaun kalian, bisakah kalian sebutkan apa yang kalian suka dan tidak suka?" Shannon dan eloise menoleh satu sama lain.
"Aku tidak suka gaun yang terlalu mengembang, dan memiliki lengan yang berumbai dan desain yang rumit, aku suka dengan gaun sederhana tapi elegan dan memiliki sulaman naturalis, dan aku suka permata jika ada sebuah permata safir di gaun itu." Shannon menjelaskan pertama, eloise terdiam sebentar.
"A-aku sama seperti kakak, tidak suka gaun yang terlalu mengembang dan lengan berumbai, tetapi aku suka lengan gaun yang panjang, desain sederhana dan elegan, dan aku suka bunga poppy." Sang penjahit mendengarkan sembari mencoret-coret kertasnya, ketika penjahit itu hendak menunjukkan desainnya, dominic menahan.
"Akan lebih seru jika itu kejutan, kami tunggu ya." Ujar dominic dan tersenyum, shannon dan eloise mendengus.
⬛⚪⬛
Aku sedang sarapan bersama master, setelah kemarin dari penjahit, kakak meminta izin untuk pergi karena salah satu ksatria bawahannya di perintah pangeran raven untuk memanggil kakak, dan jalan-jalan kami berakhir di situ.
"Setelah ini kau mau apa?" Tanya master sembari meminum air putih, aku melirik langit-langit ruangan sembari berpikir.
"Hmm, belajar?" Aku menjawab, master mendengus panjang, dan mengangkat sebelah alisnya.
"Kau tidak ke reithel?" Aku terkejut dan mengangkat kedua alisku, kemudian aku menatap ke arah lain sembari merengut, master berdiri kemudian mengeluarkan rokoknya.
"Kau harus bicara padanya jangan kabur dari masalah." Tukas master, lalu hendak menyalakan rokoknya.
"Jangan merokok di dalam." Saut valkyrie dan arjuna, kedua hespirvit itu tengah memilah laporan master, mendengar itu master hanya cengir dan pergi keluar.
Aku hendak merapihkan alat makan yang tadi ku pakai, tetapi valkyrie menghentikan kegiatan ku.
"Tidak perlu eloise, biar aku saja yang merapihkan, kau bisa melanjutkan kegiatan mu." Ujar valkyrie.
"Eh, tapi kalian kan sedang sibuk." Arjuna menggeleng.
"Sebentar lagi selesai kok, tidak perlu khawatir." Ucap arjuna, akhirnya aku menuruti mereka kemudian kembali ke kamar ku dan melanjutkan hendak belajar ku.
Tetapi ketika aku memegang pena ku, aku teringat dengan kalimat master.
"Kau harus bicara padanya jangan kabur dari masalah."
Aku menaruh pena ku, kemudian menyandarkan tubuhku ke kursi, aku menatap langit-langit kamar, kemudian berpikir.
'Aku harus pergi ke sana bukan untuk memastikan nya?'
Aku berdiri dan mengambil jubah tipis ku, aku berpikir untuk berteleportasi hingga ke jalan dimana mansion reithel berada.
Aku menutup mataku dan berhasil teleportasi, tetapi ketika aku membuka mata ku, aku bingung karena yang kulihat bukanlah pagar tinggi mansion atau jalan melainkan sebuah ruangan.
"Lho kok bukan di jalan ya." Ucap ku bingung, aku menoleh ke belakang dan terkejut melihat reithel yang tengah berdiri juga menatapku dengan terkejut.
Pria itu mengenakan kemeja putih panjang yang kancingnya di lepas tiga dari atas dan celana bahan hitam.
'Sial, aku salah teleport...'
-
-
-
To be continued