Not An Angel

Not An Angel
25



Happy reading!


-


-


-


"Sihir umum?" 


Arion bertanya padaku, aku mengangguk.


"Aku ingin belajar teknik dasar sihir umum, dan di buku ini." Menunjukkan sebuah penjelasan di buku yang ku baca tadi.


"Aku tidak mengerti maksud dari melapisi sihir, bisa kau beri aku sebuah contoh?" Tanya ku, arion terdiam sebentar.


"Aku tidak masalah, tapi kenapa kau ingin belajar sihir? Kau ingin menjadi penyihir kah?" Tanya arion, aku mengangguk.


"Iya, dan aku ingin masuk ke akademi ini, melalu ujian masuk jalur beasiswa nanti." Arion mengangkat kedua alis nya, lalu tersenyum.


"Wah itu bagus sekali, aku yakin kau bisa berhasil." Ujar nya, aku tersenyum.


"Terima kasih." Ucapku, pria itu mengangguk.


"Apa sebelumnya kau pernah menggunakan sihir." Terlintas di benak ku dimana aku hampir membakar seluruh halaman perpustakaan tadi.


"Su-sudah sih...." Jawab ku dengan nada ragu.


"Kalau begitu lebih mudah, baiklah ku beri contoh caranya." Ia mengangkat tangan kanannya, dan mengarahkan pada salah satu buku yang ia pinjam.


Aku melihat sesuatu seakan melapisi buku itu, dan buku itu melayang.


"Wahh." Aku kagum melihat nya.


"Ini hanyalah sebagian kecil dari teknik dasar sihir, dan karena sebelumnya kau sudah pernah menggunakan sihir dari dirimu, secara otomatis power gate mu akan terbuka, dan mana mulai mengalir dalam tubuh mu dan itu membuat mu bisa melihat mana." Jelasnya.


Aku ber-oh ria sembari mengangguk.


'Jadi karena itu aku bisa melihat sihir yang berbeda dari sebelumnya.'


"Kunci seluruh sihir pada umumnya adalah pengendalian mana, jika kau bisa mengendalikan mana yang keluar dalam tubuh mu, maka kamu bisa membentuk dan menggunakan teknik dasar sihir dengan variasi lebih banyak dengan mudah.


Aku sedikit rumit untuk menjelaskan pengendalian mana, tetapi yang terpenting adalah kau bisa mengendalikan emosi dan dirimu sendiri, itu yang terpenting.


Ada banyak orang yang biasanya akan kesulitan saat pengendalian mana di awal, tetapi jika kau terus latihan maka itu tidak akan terjadi lagi.


Ketenangan adalah kunci, berpikir untuk mengendalikan bukan di kendalikan, jangan biarkan mana mu keluar masuk sebebasnya." Jelas arion.


Aku mengangguk, lalu aku mencobanya, aku mengarahkan kedua tanganku pada salah satu buku yang di berikan master pada ku.


Dan aku melihat sesuatu melapisi buku itu, kemudian aku mengangkat tangan ku secara perlahan dan aku berhasil mengangkat barang itu.


Aku tersenyum lebar melihatnya, kemudian menatap arion dengan senang.


"Aku berhasil!" Ucapku, arion tersenyum.


"Selamat ya~" ujar nya, kemudian tertawa pelan.


"Omong-omong eloise, ujian masuk akademi jalur beasiswa sulit lho, kurasa mempelajari sihir sendiri kurang bagus." Ujar arion.


"Kau benar..."


"Kalau begitu ak–"


"Tapi tenang saja, aku akan di ajari oleh master dominic kok, beliau bilang kita akan berlatih di tempat lain saat liburan musim panas akademi." Ucapku senang, Arion terdiam sebentar lalu tangan nya menggosok tengkuknya.


"Be-begitu ya...tunggu, master Hartmann maksud mu?" Arion melepas tangannya dari tengkuknya dan bertanya dengan wajah terkejut, aku mengangkat kedua alis ku, dan mengangguk.


"I-itu berarti, kau menjadi murid nya?" Arion bertanya lagi, aku mengangguk mantap, tapi masih menatap arion penuh tanya, karena pria itu tampak terkejut sekali.


"Apa ada masalah?" Tanyaku.


"A-ah tidak...hanya saja sulit di percaya, master Hartmann mengangkat seorang murid, banyak orang yang mengajukan diri mereka sebagai murid, bahkan pangeran gionard juga, tetapi master Hartmann menolak mereka." Aku sangat terkejut mendengar seperti itu.


Pada waktu itu justru, master dominic lah yang mengangkat ku, aku tidak mengajukan sama sekali untuk menjadi muridnya, tapi begitu tahu soal ini, rasanya...


"Apa kau serius?" Tanya ku, arion mengangguk.


"Iya ahaha, karena itu aku terkejut sekali kala mendengar master Hartmann mengajari mu, tapi baguslah kau mendapat mentor yang bagus, ini membuatku semakin yakin kau akan lulus ujian masuk." Ujarnya, tapi aku tidak begitu mengidahkan kalimatnya.


Ting tong!


"Bel masuk sudah bunyi, aku harus segera kembali, sampai jumpa eloise." Ucap arion.


"Ah iya, sampai jumpa arion, hati-hati di jalan." Balasku sembari melambaikan tanganku.


Aku terdiam menatap pintu dimana arion pergi keluar, aku menurunkan tanganku.


"Bahkan pangeran gionard juga, tetapi master hartmann menolak mereka."


Aku teringat kalimat arion tadi, ia bilang master menolak pangeran gionard, maksudku, dia adalah putra mahkota.


Seharusnya itu tidak bisa terjadi, orang yang bersikap tidak sopan pada anggota keluarga kekaisaran, hidupnya sudah di pastikan hancur, di tambah keberadaan pangeran raven sebagai anjing penjaga kaisar.


Jika sampai sekarang master tidak ada masalah dengan kekaisaran, ada kemungkinan master memiliki pengaruh yang sangat besar di sana.


Jika memikirkan master dominic, aku tidak pernah berpikir ia adalah orang yang berbahaya, walaupun sifatnya kadang membuat kesal, tapi pada dasarnya bagiku dia adalah orang yang bijak dan rasional juga pandai bicara, lebih tepat nya, agak sarkas.


'Aku sudah menduga, master dominic sebenarnya sangat kuat, bahkan dia tidak terlihat takut dengan pangeran raven ketika pria itu datang ke sini.


Master dominic sangat misterius, apa yang di pikirnya sangat tidak tertebak, tapi.


Aku membuka kembali buku yang belum selesai ku baca.


"Aku harus tetap fokus belajar, soal itu, aku akan bertanya lagi pada master nanti."


⬛⚪⬛


Sring!


Dhuarr!!


Seorang wanita mengangkat kapak besar ke pundaknya, di hadapannya ada banyak orang berjubah hitam yang menatap wanita itu dengan ketakutan.


"Cih, MATILAH!!!" Salah satu orang berjubah itu melempar pedang yang terbuat dari sihir hitam, wanita itu menyeringai.


Ia menangkap pedang itu dan menghancurkannya dengan tangan kosong.


"Dasar manusia sampah, kau pikir dengan itu kau bisa membunuh ku?" Beberapa di antara mereka melangkah mundur, wanita itu tertawa keras dengan singkat.


"Yah sebenarnya, aku ingin sedikit bermain lebih lama tetapi, tuan ku memintaku untuk menyelesaikan ini semua dengan cepat." Wanita itu memegang kapak besar itu ke arah kanan.


Dan orang-orang berjubah hitam itu lari ketakutan, sedangkan wanita bersurai jingga panjang itu tersenyum lebar.


"Matilah, serangga." Kemudian mengayunkan kapak besar itu.


Blarr!!


Kapak itu membunuh semua orang-orang berjubah itu seketika tanpa tersisa satupun yang hidup.


Wanita itu mendengus kemudian kembali mengangkat kapaknya ke pundak nya.


"Mereka bahkan lebih menyedihkan dari belatung."


"Valkyrie!" Wanita itu menoleh ke sumber suara, tampak arjuna berada di atas jurang, Valkyrie melompat hingga mencapai di posisi yang sama arjuna berdiri.


"Bagaimana?" Tanya arjuna.


"Tentu saja sudah ku babat habis, aku yakin tidak tersisa." Ujar wanita itu sembari berjalan, arjuna berjalan mengikutinya.


"Kau tidak menggunakan Nobirma mu kan?" Tanya lagi arjuna.


"Hah, untuk apa aku membunuh belatung itu dengan nobirma ku, hanya dengan satu tebas kapak ku saja mereka sudah mati, jangan meremehkan ku." Valkyrie mendelik ke arah arjuna, pria itu mendengus.


Mereka berjalan kedalam hutan kemudian sampai di sebuah sungai, di tengah sungai tampak achilles yang tengah berdiri dengan seseorang yang duduk di hadapannya.


"Bagaimana achilles?" Tanya arjuna, achilles menendang orang itu ke arah mereka, membuat orang itu terkapar di dekat arjuna dan Valkyrie berdiri.


"Apa ini? Kenapa wajahnya begitu?" Tanya arjuna kala melihat wajah orang tersebut yang berubah menjadi mayat dengan kulit hitam dan tanda aneh seperti akar menjalar ke seluruh wajah mayat itu, achilles mendengus.


"Ia bunuh diri dengan sihir kutukan, agar kita tidak bisa mengambil informasi mereka." Jelas achilles.


"Sialan, dia sengaja menggunakan sihir kutukan agar jiwa mereka tidak terbaca dengan sihir." Arjuna kesal.


Crash!


Valkyrie menginjak kepala mayat itu hingga hancur.


"Mengesalkan, dasar orang gila." Valkyrie mengumpat, arjuna mendengus.


"Kalau begitu biar aku menghubungi tuan dulu untuk mengabarkan kondisi ini." Arjuna berjalan ke arah lain, hingga tersisa Achilles dan Valkyrie.


"Apa kau sudah menghabisi mereka?" Tanya achilles.


"Tentu saja, dengan sekali tebasan." Ujar Valkyrie dengan bangga, achilles mendengus.


"Dasar wanita bar-bar." Achilles berguman.


"Aku bisa mendengar mu brengsek."


⬛⚪⬛


"Begitu ya..." Dominic menjawab setelah arjuna melaporkan apa yang terjadi, mereka berkomunikasi melalui pikiran mereka, di antara hespirvit lainnya milik dominic, arjuna lah yang memiliki kemampuan komunikasi indra sangat baik, bahkan pria itu bisa mengirim ingatan nya pada dominic.


"Benar, maaf sekali tuan." 


Jawab Arjuna di seberang sana, dominic mendengus.


"Baiklah, lanjutkan pekerjaan kalian." Kemudian dominic menutup komunikasi nya, pria itu menyandarkan tubuhnya pada bangku yang ia duduki.


Pria itu menatap langit-langit ruang guru, dan menghembuskan nafas panjang.


"Bunuh diri ya..."


-


-


-


To be continued


❇️ Eloise' s Study Note❇️


▫️Nobirma: adalah kekuatan terkuat yang di hasilkan dari senjata hespirvit, ada banyak macam bentuknya, tergantung dari hespirvit tersebut, biasanya sebelum di keluarkan mereka akan merapal beberapa kalimat semacam mantra sihir