MY MATE

MY MATE
08



Di sebuah ruangan yang cukup luas nampak seorang laki-laki yang sangat tampan dan mempesona tengah duduk dengan tenang, di belakang pria tampan itu ada 2 orang laki-laki yang tampan tapi tidak bisa menandingi ketampanan pria yang tengah duduk di depan mereka. Salah satu dari 2 laki-laki itu ada yang rambutnya berwarna pirang dengan mata yang berwarna biru laut dan sebuah pedang di sebelah kiri pinggangnya, lalu laki-laki yang satunya lagi rambutnya berwarna merah darah yang sangat pekat juga warna bola matanya yang agak merah dan jangan lupakan pedang juga.


Mereka nampak tengah menunggu seseorang.


Di belakang para pria itu terdengar suara sepatu yang menyentuh lantai yang membuat mereka bertiga merasa penasaran lalu menoleh kearah belakang mereka.


Mereka terkejut dengan penampilan gadis kecil yang tengah berjalan ditangga. Gadis itu nampak sangat imut dan menggemaskan dia memakai baju berwarna peach, celana hitam dan rambut yang dikuncir kuda. Benar-benar imut.


Pria yang nampak paling tampan dari ketiga pria itu menggeram dia terlihat tidak suka dengan cara kedua orang bawahannya yang menatap gadis kecil itu dengan penuh minat. Seketika kedua orang itu tersadar bahwa tuannya sedang marah dan mereka segera menundukkan kepala, mereka takut kalau tuannya akan memenggal kepala mereka.


"Apa yang kau butuhkan dariku Alpha Daren?" gadis itu adalah Alisya dan pria yang menggeram tadi adalah Daren, mantan mate Alisya.


Daren segera menormalkan emosinya agar lebih tenang. "Sayang, aku ingin minta maaf padamu" Daren berucap dengan suara yang terdengar bergetar seolah dia sangat menderita. "Untuk apa kau minta maaf padaku?" Alisya nampak sangat membenci Daren sampai ketulang tulangnya. "Aku tidak tau tentang semua ceritanya dan aku langsung menyimpulkan bahwa kaulah yang membuat kakakku hilang, tapi ternyata itu semua adalah kesalahan terbesarku, aku malah menyakitimu dan membuatmu menderita dan aku juga telah...." Daren tak sanggup untuk mengatakan kata Mereject pada Alisya lidahnya terasa sangat kelu untuk bicara.


"Jadi sekarang kau mau apa?" Alisya nampak masih dengan raut wajah yang seperti dinding tembok.


Daren merasa bahwa apa yang telah dia perbuat pada Alisya tidak termaafkan dan itu membuat Daren khawatir. "Aku ingin kau memaafkanku dan kau mau kembali padaku, aku merasa sangat hancur saat mengetahui bahwa aku telah melukai belahan jiwaku sendiri yang hanya disebabkan oleh egoku sendiri" Daren memberanikan diri untuk mengatakan apa yang ingin dia sampaikan kepada Alisya.


"Kau tidak perlu minta maaf mungkin aku sudah memaafkanmu tapi untuk kembali padamu aku rasa itu tidak mungkin" Alisya menjawab seadanya dan untuk kata mungkin itu bermaksud bahwa mungkin saja pemilik tubuh ini sudah memaafkannya kan dia juga tidak tau dan untuk dirinya sendiri, bagaimana mungkin Aghnia akan memaafkan seseorang dengan mudah? sungguh konyol mungkin ada tapi itu pasti replikanya saja.


"Tapi kenapa kau tidak mau kembali padaku? apa kau mencintai seseorang? siapa dia?! aku akan menghabisinya!!" Daren merasa sangat sakit pada hatinya saat dia memikirkan Alisya dengan pria lain, dia merasa sangat sesak.


"Apa gunanya aku memberitahumu? Kau itu hanya Mantan Mate ku". Alisya memberi penekanan pada kata mantan mate karena dia ingin memberitahu Daren bahwa mereka sudah tidak memiliki hubungan ataupun ikatan apapun pada mereka.


"Tapi kita bisa memulainya lagi dari awal" Daren begitu putus asa terdengar dari nada bicaranya yang seperti sedang memohon.


"Tapi, tadi pagi kau bilang bahwa kau akan segera menikah, dan kau disini ingin aku kembali kepadamu? bukankah itu terlalu egois? kau lebih mementingkan perasaanmu dibandingkan dengan perasaan orang lain!" Alisya sudah sangat muak dengan segala perkataan Daren menurutnya itu hanya membuang waktu Alisya yang berharga.


"Aku tetap tidak akan kembali padamu walau kau rela mati demiku"


"Memang apa yang harus aku lakukan agar kau mau kembali padaku!!"


Brak!!


Tiba tiba terdengar suara pintu mansion yang dibuka secara paksa. Dari sana muncul dua orang pria salah satu dari kedua pria itu adalah Aaron dan satunya lagi tentusaja sang beta yaitu Daniel.


Aaron nampak sangat marah terlihat dari wajahnya yang memerah. "Menjauh dari Mateku" Aaron menyuruh Daren agar menjauh dari Alisya dengan menekan kata mateku.


"Apa yang kau maksud Alpha Aaron" Daren mulai merasa emosional yang mulai memuncak. Dia tidak suka kalau pasangannya diakui oleh orang lain.


"Apa kau tidak mengerti apa yang aku bicarakan?" Aaron tersenyum sinis saat menghadapi Daren sang Mantan mate Alisya ingat Mantan mate.


"Tinggalkan mateku dan pergilah dengan jauh dari mateku" Aaron menekan setiap kata yang dia ucapkan. "Apa kau pikir Alisya-ku adalah matemu? huh! bukan lelucon yang bagus" Daren mulai memancing Aaron.


Aaron begitu marah saat matenya disebut milik orang lain "Tidak akan aku biarkan!!" Aaron mulai menyerang Daren, mereka berkelahi di halaman belakang mannsion.


Disana Aaron sudah berubah menjadi seekor serigala besar begitu juga dengan Daren.


Alisya yang melihat keadaan semakin kacau dia langsung melerai mereka agar berhenti. Tapi saat dirinya ingin mendekat Alisya makah terkena cakar dari kedua Alpha yang sangat kuat sehingga dia kehilangan kesadarannya.


Setelah itu hanya tinggal kegelapan yang menyelimuti dirinya.