MY MATE

MY MATE
29



Drey Pov


Kalian ingin tahu mengapa aku keluar dari kamar dan meninggalkan Mateku sendiri didalam kamar? Entah kenapa tiba-tiba aroma dari Ashley sangat memabukkan, bahkan lebih memabukkan seperti biasanya. Ada apa dengannya?


Wolfku yaitu Greyson melolong geram kepadaku karena aku menahannya untuk tidak berganti shift denganku dan menandai Ashley sekarang juga.


Tidak! Bukannya aku pengecut, hanya saja aku tidak ingin gegabah dan membuat mateku merasa takut kepadaku. Aroma Vanilla yang keluar dari tubuhnya membuatku tidak bisa menahannya, maka dari itu aku langsung keluar dari kamar untuk menghindar dan menghilangkan pikiran kotorku.


Aku duduk didepan ruang keluarga, sudah satu jam aku membaringkan tubuhku disofa panjang. Belum ada niat untuk kembali kekamar dan menemui Ashley, tiba-tiba kedua orangtuaku datang dan menghampiriku yang sedang melamun.


"Drey? Sedang apa kau tidur disofa? Ada apa dengan kamarmu? Dimana Ashley?" Tanya ibuku dengan pertanyaan beruntut.


"Sayang, kalau bertanya satu-satu jangan membuat Drey bingung menjawabnya." Ucap Ayahku yang aku tebak dia tahu permasalahanku.


"Biarkan saja." Jawab Ibukku, ah sudahlah ibuku suka sekali marah kepada ayah.


"Mom, Dad, aku ingin bertanya kepada kalian." Kataku membuka suara dan membenarkan posisi tidurku menjadi duduk.


"Tanyakan saja." Kata mereka dengan serempak.


"Apakah Daddy pernah merasakan aroma Mom tiba-tiba bertambah menyengat dan memabukkan?" Tanyaku dengan nada hati-hati.


Mereka menatap satu sama lain dengan wajah bingungnya. "Pernah, memang kenapa?" Ujar ayahku.


"Aku.... Aku merasakan aroma dari Ashley semakin kuat dan memabukkan, hampir saja aku..." ucapanku tergantung karena aku bingung menjelaskannya.


"Kau tidak tahan untuk menandai Ashley?" Tebak Ibuku sambil mengangkat sebelah alis kanannya.


Awalnya aku ragu untuk menganggukkan kepalaku, namun aku harus mengetahuinya bukan? Aku menganggukkan kepalaku pelan. Ibuku hanya merespon dengan senyuman dan tatapan menjahili?


"Oh Sean, lihatlah anakmu ini. Dia sama persis sepertimu dulu saat memasuki masa ini." Kata Ibuku sambil tertawa bahagia.


Sedangkan ayahku dia berkata. "Aku seperti itu saat sudah menikahi dan menjadikanmu Luna, tidak seperti anak ini."


Apakah ayahku sedang mengejekku saat ini? Dasar. "Aku bertanya kepada kalian dengan serius, mengapa bercanda dan mengulang masa lalu kalian." Ucapku kesal.


Mereka tertawa lagi. "Ayolah, kalian sedang memasuki masa Heat." Ujar Ibuku setelah berhenti tertawa.


"Heat? Apa maksudmu, Mom?" Tanyaku dengan heran.


"Astaga bagaimana seorang Alpha tidak mengetahui apa itu Heat. Apakah aku salah meneruskan ke-pemimpinanku pada pack ini untuknya?" Ucap ayahku dengan nada mengejek yang aku tangkap.


Aku memutar bola mataku jengah. "Oh ayolah!" Kataku kesal.


"Sean kau tidak boleh seperti itu. Anakku jelas tepat menjadi seorang Alpha yang kuat, tegas dan berjiwa kepemimpinan sepertimu." Bela ibuku.


"Baiklah, baiklah." Ucap ayahku pasrah.


"Heat adalah kondisi dimana seorang Shewolf dan Hewolf yang sudah menemukan Matenya akan merasakan hasrat yang besar untuk menandai Matenya. Biasanya sangat sulit untuk ditahan." Jelas ibuku dengan nada serius.


"Benarkah seperti itu?" Tanyaku.


"Apakah kau tidak percaya kepada Mommy mu sendiri, dude?" Ucap Ibuku heran.


"Ah tidak, bukan begitu maksudku. Tapi penjelasan dari Mommy itu benar adanya, aku belum siap untuk kembali kedalam kamar dan menemui Ashley." Ucapku sambil menundukkan kepalaku lemah.


"Apakah kau belum menandai Ashley?" Tanya Ayahku.


"Tidak." Ucapku singkat.


"Kau gila!! Heat yang sedang Ashley alami saat ini akan menarik perhatian para werewolf lelaki, sekali pun dia sudah memiliki pasangannya atau pun itu seorang Alpha, kau harus melakukan mating dengan Ashley segera mungkin. Jika itu tidak ingin hal buruk terjadi kedepannya." Ucap Ayahku dengan sedikit kesal dan berkata panjang.


"Aku tidak ingin membuat Ashley merasa tidak nyaman dan takut kepadaku." Ujarku begitu pelan.


"Tapi ini sudah menjadi tradisi turun temurun dari para tetua werewolf. Kau harus melakukannya dan Ashley harus siap akan hal itu." Kata Ibuku.


"Kau kembali kedalam kamarmu Drey, jangan biarkan Ashley sendirian. Dan bilang kepadanya, jika ini sudah tugas kalian untuk melakukan mating." Ucap Ayahku menasihati yang dianggukkan juga oleh Ibuku.


Ini saatnya! Aku harue bisa masuk dan menahan aroma dari tubuh Ashley agar tidak memabukkan saat hidungku menghirup aromanya.


"Ashley." Ujarku saat membuka pintu kamar. Tapi tidak ada dia disini.


"Sweetheart kau dimana?!" Teriakku lagi.


"Aku disini!" Sahut Ashley dengan suara yang aku yakini berada dibalkon kamar yang terhubung dengan taman belakang.


Aku menghampirinya, aroma vanilla kembali menyambut indra penciumanku. Grey menggeram kembali saat menemukan sosok Ashley yang tengah berdiri membelakangiku.


Aku memeluknya dari belakang dengan refleks atau dorongan dari Grey? Entahlah. Aku menyembunyikan wajahku kedalam ceruk lehernya, menghirup begitu banyak aroma tubuhnya. Ashley bergeming geli dan merasa terkejut karena pelukkan tiba-tiba.


"Aku ingin mengklaim mu sekarang juga." Ucapku dengan posisi yang masih sama.


Aku bisa merasakan tubuh Ashley menegang saat mendengar ucapanku. Sudah kutebak reaksi darinya, dia tidak menjawabnya membuat diriku merasa kecewa dan seperti Ashley tidak mengharapkanku.


"Mom dan Dad bilang saat pertama kali seorang Shewolf dan Hewolf bertemu, maka mereka sudah dikatakan menjadi suami istri dan harus melakukan Mating segera mungkin sebagai tanda kepemilikan." Ujarku lagi meneruskan pembicaraan.


"Aku...." saat Ashley ingin menjawab aku langsung memotong ucapannya.


"Tapi jika kau belum siap aku akan menunggumu untuk siap, Shey. Aku tidak ingin membuatmu merasa tidak nyaman dan takut kepadaku." Kataku.


"Maafkan aku, Drey." Ucap Ashley sambil membalikkan tubuhnya dan memeluk tubuhku. Entah mengapa aku merasa kecewa walaupun Ashley tidak menjawabnya secara langsung, dari kata Maafkan aku saja aku sudah menyimpulkan jika dia belum siap akan hal itu.


"It's oke, Sweetheart." Ujarku begitu pelan juga tegar dan membalas pelukannya.


Beberapa menit kami memeluk seperti ini. Aku melepaskan pelukkannya. "Apakah aku boleh meminta sesuatu dan berkata sesuatu?" Tanyaku sambil menundukkan sedikit badanku agar sejajar dengan tubuh Ashley.


Dia mengangguk dengan senyuman. "Katakan saja." Katanya.


"Aku ingin sekali kau menciumku terlebih dahulu, untuk kali ini saja." Ucapku. Ashley menatapku bingung dan ragu.


"Really? Baiklah, aku akan melakukannya sebagai pengganti aku belum siap untuk melakukan hal itu." Ujarnya dengan masih tersenyum. Aku berusaha menunjukkan senyumku juga.


Dia mendekatkan bibirnya tepat dibibirku. Kita berdua sama-sama memejamkan mata untuk meresapi segala rasa yang membuncah didalam dada. Hanya sedikit aku memanggut bibirnya, lalu dilepaskan dan tersenyum.


"Terimakasih," kataku.


Dia hanya mengangguk, "lalu? Kau ingin berkata apa, Drey?" Tanyanya.


"Soal bercak merah dilehermu. Itu bukanlah ulah dari serangga, melainkan dari diriku yang memberikan tanda kiss mark kepadamus secara diam-diam saat kau teridur, maafkan aku." Ucapku sangat jujur.


"Oh ya? Ternyata serangga yang menggigitku sangat besar bukan?" Katanya sambil melipatkan kedua tangannya didepan dada. Tunggu, aku sedikit aneh atas reaksi dari Ashley. Mengapa dia tidak marah?


"Apakah kau tidak marah kepadaku?" Tanyaku hati-hati.


"Apakah kau menginginkan aku marah kepadamu?" Tanya balik Ashley. Aku langsung menggelengkan kepala dan memeluk erat kembali tubuh Ashley.


"Aku mencintaimu!!"


"Aku juga." Katanya.


 


***°TO BE CONTINUE°


 


Hai maaf ya kalo sifat Ashley seperti ini. Sebenernya aku juga kesel dan kasihan sama Drey, tapi ya gimana alurnya aku susun kaya gini🤣. Oke deh jangan lupa vote,like&comment buat DreyShey dan ngelihat kapan mereka akan melakukan miting😁


Heat \= saat serigala mempunyai hasrat besar untuk melakukan hubungan se***al.


Mating \= Penyatuan atau menandai tanda dileher matenya.


See next part guys🌻***