MY MATE

MY MATE
48



Author Pov


Karena ciuman semakin dalam yang Deey berikan membuat Ashley kehabisan nafas. Dengan masih sedikit rasa sadar, Ashley memukul bahu Drey agar melepaskan ciuman mereka. Drey yang mendapati pukulan Ashley dengan tidak rela melepaskan ciuman mereka.


Saat Drey melepaskan panggutannya. Ashley langsung menjauh dari tubuh Drey dan menghirup banyak-banyak oksigen diruangan tersebut. Sedangkan lelaki yang sama terengah-engah nafasnya tersenyum simpul melihat Matenya hampir kehilangan oksigen karenanya, tidak! Karena Greyson yang sudah membuat Drey tidak berpikir jernih.


Drey menarik kembali tubuh Ashley, menyandarkan kepala Ashley didada bidangnya, tangan kanannya mengelus pipi kiri Ashley sambil berkata. "Maafkan aku sudah membuatmu hampir kehabisan nafas, salah sendiri memiliki bibir semanis vanilla. Jika bukan karena kau kehabisan nafas, tidak akan aku lepaskan jika perlu."


Sedangkan Ashley yang sudah bisa mengatur nafasnya sedetik kemudian tangannya melayangkan pukulan didada bidang Drey yang keras. "Dasar!" Kata Ashley kesal.


"Astaga aku bahkan merindukan saat kau merasa kesal karenaku," kekeh Drey gemas melihat tingkah laku Ashley, namun dirinya pun baru menyadari jika wajah Ashley memiliki kantung mata hitam dibawah mata. "Kau tidak tidur berapa hari? Matamu bengkak, kau habis menangis?" Kata Drey lagi.


Secepat mungkin Ashley langsung bangkit dari sisi Drey dan berkata. "Tidak, aku hanya sedikit lelah saja."


"Kau berbohong kepadaku, Sweetheart. Tubuhku menerima energi lain dari tubuhmu karena kita sudah terikat, maka apapun yang dirasakan oleh pasangannya, akan dirasakan juga oleh pasangan satunya." Jelas Drey.


Kali ini Ashley seperti seroang penjahat yang tertangkap polisi dan diintrogasi sampai tidak terelakkan harus menjawab apa. "Aku ingin mengambilkanmu makanan, kau tunggu disini." Kata Ashley cepat sambil berdiri dari tempat tidur.


Drey tidak bereaksi apa-apa terkecuali tersenyum geli melihat tingkah Ashley yang tengah bersemu merah karena malu, gadis tersebut keluar dari ruangan dengan langkah yang cepat dan meninggalkan Drey sendiri.


Tubuh seorang Werewolf terkenal dengan cepatnya menyembuhkan luka, begitu pun dengan Drey yang sudah kembali segar besoknya. Pack hari ini sangat ramai, para Maid, omega, dan seluruh rakyat Moon Stone Pack sibuk karena sedang mendekorasi tempat untuk pernikahan dan pengangkatan Luna yang diadakan besok karena mendadak.


Semuanya berlarian kesana kemari mengurus dekor, acara diselenggarakan disamping pack yang tanahanya sangat luas. Tidak hanya itu Luna Qiandra memilih lokasi tersebut dia meminta jika bunga-bunga yang dia tanam juga menjadi saksi pernikahan mereka, tidak masuk akal memang.


Ashley diminta untuk memantau pekerjaan tersebut bersama Geigi, sedangkan Luna Qiandra, Alpha Sean dan Liena sedang memilih makanan yang akan disuguhkan. Drey tengah memberi tahu Shawn dan juga Emily bahwa dirinya sudah sembuh dan akan segera melangsungkan acara, tidak lupa Khaterina pun diundang besok.


Tidak hanya itu, Beta Alrick memberi tahu kepada Drey saat dirinya terkapar lemah semua para Warrior menyerang habis Pearl Moon Pack tanpa ada yang tersisa. Drey hanya mengangguk dan memberikan tanda terimakasih kepada Beta Alrick atas pekerjaan yang bagus.


Disisi lain dimana Geigi dan Ashley berada yang tengah memantau dekorasi yang dipilih serba putih dan banyaknya bunga Lily dan melati. Salah satu anggota menghampiri Ashley dan Geigi untuk menanyakan dekorasi apa selain warna putih. Dengan sangat antusias Geigi menambahkan jika warna biru akan sangat indah dipadu dengan warna putih.


Ashley hanya tersenyum melihat Geigi yang begitu antusias dari pada dirinya. Anggota tersebut mengangguk dan kembali mengundurkan diri dari hadapan mereka berdua. Hampir 1 jam mereka memantau dibawah langit dengan awan yang mengapung indah diatas sana.


Gamma Louis menghampiri mereka dan mengajak kearah Aula kastil yang sudah ada Drey disana untuk acara pernikahan mereka nanti. Sesampainya didepan pintu besar aula, pintu tersebut terbuka dengan lebar, semua yang berada diluar menundukkan sedikit badannya saat Ashley dan Geigi masuk menyusul Drey.


Ditambah lagi, kalung yang terpampang jelas disana dengan beludru berwarna biru disana. Drey yang melihat Matenya hanya mematung menatap dua benda tersebut terlihat kesal, Drey melangkahkan kakinya mendekati Ashley dan langsung memeluknya menaruh kepalanya diceruk leher Ashley sambil berkata. "Kau mengabaikanku dan tidak melihatku disana, kau terlalu fokus pada dua benda sialan itu. Aku sangat cemburu kepada benda tersebut yang kau tatap dengan lekat, Shey."


Dengan nada seperti anak kecil yang tengah merajuk kepada ibunya membuat Geigi memutar bola matanya malas karena melihat kejadian tersebut didepan matanya. Sedangkan Ashley bergidik ngeri mendengar suara Drey yang hilang ketegasannya.


"Kau ini aneh Drey!" Kata Ashley sambil mencoba melepaskan pelukan Drey karena tidak enak dilihat oleh Geigi, Beta Alrick dan Gamma Louis.


"Kau yang aneh, lebih baik kita kembali ke kamar. Aku sudah malas disini, jika perlu kejutan kalung dan mahkota itu dibuang saja jika perhatian untukku kau alihkan kepada benda tersebut." Ujar Drey masih dengan merajuk namun dengan nada kesal.


Ashley berhasil menarik pelukan Drey dan menatapnya dengan memegang kedua wajah Drey. "Baiklah aku minta maaf soal itu, tapi tidak harus seperti itu Drey. Jangan dibuang benda-benda tersebut." Cegah Ashley dengan suara lembutnya.


"Aku tidak akan membuangnya, tapi dengan satu syarat." Ucap Drey dengan nada misterius dan gerlingan mata yang membuat siapapun melihatnya akan dengan refleks bulu kuduk merinding.


Ashley yang melihat gejanggalan dari mata Drey yang seperti tertutup kabut berusaha berpikir jernih agar apa yang dia duga belum tentu yang Drey inginkan. "Apa?" Tanya Ashley dengan nada sedikit meragu, bukan meragu lagi tapi sudah sangat ragu dan sedikit takut.


Sebelum menjawab, Drey melihat sekelilingnya terlebih dahulu. Lalu melihat kembali kearah Ashley dengan sedikit mengedipkan matanya. Tiba-tiba tubuh Ashley melayang saat kedua tangan Drey menggendongnya ala bridal style.


Ashley memekik terkejut saat tubuhnya Drey angkat secara mendadak. "Kyaaa!!! Drey turunkan aku." Pekik Ashley sambil memukul dada bidang Drey.


"Syarat yang aku berikan, akan aku beritahu dikamar nanti." Ucap Drey sekali lagi dengan mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum manis, karena tindakkan dari Drey membuat degub jantung Ashley berdetak tak karuan, wajahnya memerah karena malu.


Tanpa menunggu waktu banyak Drey melangkah keluar dari kastil tersebut dan meninggalkan Geigi, Beta Alrick dan Gamma Louis yang seperti patung melihat kejadian yang dilakukan seorang Alpha.


Geigi tersadar langsung menggelengkan kepalanya lalu berteriak kencang. "KAK DREY KAU TIDAK BOLEH MACAM-MACAM DENGAN KAK ASHLEY INI BELUM WAKTUNYA!!!"


Drey yang sudah membawa Ashley juau darinya tidak membalas teriakan dari adik perempuannya. Sedangkan Beta Alrick dan Gamma Louis menutup kedua telinganya saat mendengar teriakan Geigi yang melengking ditelinga.


***°TO BE CONTINUE°


Hari ini aku bakalan up 2 kali atau 3 kali😂 soalnya aku ada acara nanti so aku percepat aja hehehe. Semoga suka part ini dan part lainnya, jangan lupa kali vote, like&comment sebanyak mungkin😘🤗


See you next part🌻***