MY MATE

MY MATE
12



Bolak-balik, kiri kanan Rava merasa gelisah, Entah apa ia tak tahu penyebabnya.


"Perih" gumam Rava mengusap pergelangan tangannya yang tiba-tiba terasa perih dan ngilu, padahal tidak luka.


"Ini bukan dari kita Rav, ini yang sedang Mate kita rasakan. " Ujar Arvie membuat Rava diam.


Rava semakin gelisah, tubuhnya terasa panas. Pria itu memutuskan untuk keluar, mencari udara segar.


"Kenapa kamu? " tanya Melani melihat putranya yang terus terusan mengibaskan tangannya ke leher dan anggota tubuh lainnya.


"Gak tau, semua terasa begitu panas. " balas Rava tanpa menghentikan kegiatan nya.


Melani menatap meneliti, otaknya berfikir keras apa yang terjadi pada putranya.


"Bulan purnama!! " pekik Melani menutup mulutnya, sementara Rava bingung dengan ucapan sang mama. Apa hubungannya dengan bulan purnama, jika bisanya bulan purnama ia hanya membutuhkan berburu.


"Cepat lihat Sara!!! " titah Melani.


"Kenapa sih mah. "


"Sekarang bulan purnama di umur Sara yang ke 21" jelas Melani panik, wanita itu meremas kedua tangan nya.


"lah kan.,, "


"Udah sana lihat dia, kamu pasti akan tahu" potong Melani mendorong tubuh Rava.


"Aakkhhhhh, panas!!! " pekik Sara merintih kepanasan, tubuhnya terasa seperti di sirami cabe terus memanas.


"Sari apa yang terjadi dengan tubuh ku? " tanya Sara.


"Regenerasi, malam ini malam purnama yang paling terang di bulan ini, umur kita sudah 21 tahun" Jelas Sari.


"Lalu kenapa tubuh ku terasa terbakar? "


"Itu gejalanya Ra, kamu bersiap yah. Aku merasakan hal yang luar biasa akan terjadi" jelas Sari lagi.


Sara terus menggeliat kepanasan, tubuhnya yang di rantai membuatnya sedikit lebih kesusahan. Di tambah lagi rantai perak yang terus bergesekan dengan lukanya menambah rasa sakit pada tubuhnya.


"Akhhh!!!!!!!!! " teriak Sara, ketika ia tak tahan lagi dengan rasa panas yang semakin panas keluar dari tubuhnya.


Rava yang baru tiba melotot melihat perubahan yang mulai muncul pada Matenya.


"Buka rantainya" titah Melani yang juga ikut dengan putra nya.


"Akh!!!!!!!!!!! " teriak Sara.


Krak!!!!


Trang!!!!


Sara berubah menjadi Seekor serigala betina yang sangat cantik, warna bulunya semakin cantik dan terlihat begitu Halus.


Rantai yang melingkari pergelangan tangannya putus terlepas tak kuat, menahan tangan dan kaki Sara.


Sari Menatap tajam ke arah Rava, dengan elegan serigala Silver keputih-putihan itu melangkah mendekati nya.


Tak dapat berbicara, sejujurnya Rava sangat terpesona dengan keindahan Matenya.


"Sangat cantik" puji Melani.


"Jangan kira kau akan lolos dari ku! " tutur Rava tersenyum sinis.


"Aku tak akan lari, kau ingin aku tetap disini kan? demi keamanan Pack mu" balas Sari tersenyum sinis.


"Tentu saja" balas Rava.


"Yah, itu pasti. Karena kau adalah Alpha yang lemah!!! memanfaatkan sesuatu untuk melindungi kawanan, bukan dengan kekuatan mu sendiri" cibir Sari kemudian melangkah pergi, keluar dari penjara.


"Ahh malu sekali " sahut Melani mencibir, kemudian ikut berlalu menyusul Sari.


"Ada apa alpha?, saya merasakan sesuatu yang kuat tadi" ucap Malvin yang baru saja tiba di penjara.


"Sialan!!!!! '


" Hahahaha, menarik juga Mate ku" puji Arvie membuat Rava semakin kesal.


Malvin yang tidak tahu apa apa hanya diam melihat kekesalan sang Alpha.


"Sara! " panggil Melani. Gadis itu menoleh, tubuhnya terasa lemas sekarang. Ia tak tahu jika bulan purnama membuat nya selelah ini.


"Luna, maafkan aku" ucap Sara menunduk hormat, ia merasa bersalah karena tidak menyapanya tadi. Sari terlalu merasa kesal dengan Rava sehingga tak memandang sekeliling nya.


"Tidak apa, aku senang melihat mu lagi"


"aku juga senang melihat Luna" balas Sara tersenyum pada Melani.


"Sayang, maafin Rava dia masih labil. Tolong jangan dendam dengan nya"


"Maaf Luna, mungkin permintaan mu sangat sulit untuk ku kabulkan" lirih Sara kemudian berlalu pergi.


"Mengapa Mama berkata seperti itu padanya! " ujar Rava yang mendengar percakapan keduanya.


"Karena aku tak ingin dia membenci mu, belahan jiwanya" balas Melani kemudian meninggal kan Rava sendiri.


"Hei kau!! " teriak Sunah ketika melihat Sara melintasi taman. Wanita itu menarik lengan Sara dengan kasar.


"Ada apa? " tanya Sara menatap Sunah tajam, mata hijau nya terlihat begitu mengerikan, spontan Sunah melepaskan cengkraman nya. Perubahan pada diri Sara membuat nya bergetar.


"Apa yang terjadi? " tanya Sunah, Sara masih belum menyadari kenapa wanita itu ketakutan padanya berbalik dan pergi begitu saja.


"Apa yang dia takut kan! "gerutunya melenggang melewati taman.


Memang Sara yang dulu tidak lah Sara yang sekarang, wajahnya terlihat semakin tirus, mata berubah menjadi warna hitam Hijau bening membuat nya semakin terlihat kuat dan yah, mungkin sedikit takut. Alisnya yang begitu indah terlihat tegas dan tubuhnya memancarkan aurah yang begitu kuat.


" Hai, Sari!!! apakah ini diriku?? " tanya Sara ketika ia bercermin pada genangan air sungai.


"Kau sangat cantik" puji Sari.


"Hei aku adalah kau, kita itu sama. Kita benar-benar berubah" puji Sara di ujung gerutunya.


"Yah terserah kau saja" balas Sari pasrah"


Sara terus menatap pantulan wajahnya pada air yang tergenang itu, tak bosan bosan ia terus tersenyum dan mengagumi wajahnya.


🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀