MY MATE

MY MATE
45



Author Pov


Alpha Sean, Ashley dan Beta Alrick sudah berangkat sekitar 20 menit yang lalu meninggalkan Moon Stone Pack. Mereka memilih berjalan kaki karena lebih mudah melewati medan jalan daripada harus memakai kendaraan beroda empat.


Beta Alrick yang memandu perjalanan yang sudah diberitahukan letak yang benar oleh Wyersa. Setelah 1 jam lamanya perjalanan, tiba ditengah hutan yang sangat lebat mereka akhirnya mendapati rumah tingkat yang sangat tua. Bahkan seperti rumah hantu yang setiap temboknya terdapat tumbuhan dan lumut yang memenuhi tembok rumah tersebut.


Awalnya Ashley tidak yakin untuk memasuki rumah, namun rasa takutnya kali ini dia tepis untuk keselamatan Matenya yaitu Drey yang tengah mempertaruhkan nyawanya.


"Apa kau sudah siap, Nak?" Kata Alpha Sean sambil melirik kearah Ashley yang berada disampingnya.


"Tentu saja, Dad." Jawab Ashley terdengar begitu takut akan nada bicaranya.


"Apa kau takut?" Tanya Alpha Sean.


"Tidak, aku tidak takut. Untuk apa aku takut jika Daddy bersamaku disini." Ujar Ashley dengan senyuman tipisnya.


Alpha Sean hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Mate dari anak lelakinya, Alpha Sean tersenyum sembari mengelus lembut surai rambut Ashley.


"Aku bangga mempunyai menantu pemberani sepertimu, Nak. Ayo masuk." Kata Alpha Sean dengan layaknya berbicara pelan dan lembut kepada sang putri kandung.


Ashley mengangguk patuh, Beta Alrick mengikutinya dari belakang tubuh Alpha Sean dan Ashley dengan bermaksud berjaga-jaga juga jika terjadi penyerangan hewan buas mendadak.


Mereka sudah sampai didepan pintu besar utama rumah tua tersebut. Saat tangan Alpha Sean ingin mengetuk pintu, tiba-tiba pintu tersebut sudah terlebih dahulu. Ashley terkejut namun sebisa mungkin mengontrol untuk merileks kan kembali tubuhnya.


"Tidak usah takut, ayo masuk." Kata Alpha Sean sembari menggenggam tangan Ashley. Gadis tersebut menurut dan mengikuti langkah sang mantan Alpha Moon Stone Pack. Begitu pun dengan Beta Alrick.


Saat memasuki ruangan utama atau disebut ruang tamu, Ashley menatapny begitu kagum. Pasalnya pandangn rumah diluar dan didalam sangatlah berbeda, benar-benar berbeda sampai membuat Ashley tak menyangka. Oke anggap saja ini berlebihan.


Seorang wanita yang begitu sangat cantik dengan kulit putih, rambut emas dan manik mata kuning emas begitu sangat mengagumkan akan sosok wanita bertudung merah tersebut.


"Apa yang membuat kalian kemari?" Tanya wanita tersebut yang Ashley yakini dia adalah seorang Misca yang Wyersa katakan.


"Apa kau Xastel? Seorang Misca yang masih bertahan hidup?" Tanya balik Alpha Sean.


Wanita Misca tersebut yang bernama Xastel mengangguk membenarkan maksud dari Alpha Sean. "Kalian kemari ingin meminta bantuanku agar bisa menyelamatkan salah satu keluargamu yang terkena racun Wolfsbane dan serbuk bunga Mortem bukan?" Kata Xastel.


Alpha Sean dan Ashley nampak terkejut. Karena Xastel sudah mengetahui untuk apa mereka datang kemari sebelum menceritakannya. "Tidak perlu terkejut seperti itu, aku ini seorang Misca tentu saja sudah membaca pikiran kalian. Apalagi saat kalian berada dijarak 50 kilometer dari sini, aku sudah mengetahuinya." Lanjutnya.


Xastel mempersilahkan mereka duduk disofa empuk seperti sofa diMoon Stone Pack. Alpha Sean berdehem lalu berkata. "Kau benar, anakku seorang Alpha di Moon Stone Pack. Dia sudah satu hari lebih tidak sadarkan diri karena racun yang sudah menyebar dijantungnya. Aku memerlukan bantuanmu." Kata Alpha Sean.


"Apa kau Alpha Sean yang selalu aku dengar dengan ketegasan dan kekejamannya pada masa menjabat sebagai Alpha?" Tanya Xastel namun arah matanya menatap kearah Ashley yang masih seperti orang bingung.


"Queen Luna." Ucap Xastel didalam hati sambil tersenyum tipis, sangat tipis sampai mereka tidak mengetahuinya.


"Luna Ashley? Benarkah itu? Kau sedang bingung dengan tempat ini? Aku sengaja memanipulasi rumah diluar seperti rumah yang tidak terawat dan tua. Namun, bukan berarti aku tidak merawat didalam rumahku ini bukan?" Ucap Xastel terkekeh pelan. Suara tawa kecilnya mampu menghipnotis siapapun. Sampai akhirnya dia terdiam.


"Bagaimana kau bisa mengetahui namaku?" Tanya Ashley polos.


"Sudah ku bilang jika aku seorang Misca, apapun aku mengetahuinya," Xastel menjeda sedikit ucapannya. "Aku bisa membantu kalian, namun aku ingin sedikit membaca garis tangan Mate dari anak lelakimu ini Alpha Sean." Ujar Xastel dengan raut wajah yang misterius.


"Apa kau bersedia nak?" Tanya Alpha Sean kepada Ashley. Sedangkan Ashley hanya mengangguk saja sambil memberikan telapak tangannya.


Xastel langsung menaruk telapak tangan kanannya diatas tangan kanan Ashley. Mantra asing keluar dari mulut Xastel sambil menutup kedua matanya. Tak lama sebuah cahaya keluar dari telapak tangan Ashley begitupun dengan ketiga cahaya baru diatas kepala mereka.


Biru, merah dan hijau cahaya seperti kristal mengintari kepala Ashley. "Aku sangat senang hari ini, seorang Queen Luna datang mengunjungi tempatku. Salam hormat Queen Luna," kata Xastel sambil menundukkan sedikit kepalanya.


"Cahaya apa itu?" Sahut Alpha Sean.


"Itu adalah ketiga kekuatan dari Moon Goddess, itu adalah sebuah berkat untuk Queen Luna kita. Setiap satu kekuatan memiliki kekuatan istimewa. Biru untuk Air dan angin, merah untuk api dan tanah, sedangkan hijau untuk mengendalikan kekuatan alam" Jelas Xastel dengan sedikit senyuman diwajahnya.


Ashleu terkejut. "Untuk apa Moon Goddess memberikan kekuatan itu kepadaku?" Kata Ashley dengan nada yang sulit dijelaskan.


"Karena kau adalah Queen Luna. Moon Goddess memilihmu karena kau bisa mengendalikan kekuatan itu dengan baik, melindungi packmu dan semua anggota Moon Stone Pack." Ujar Xastel.


"Aku sangat bangga dan beruntung moon goddess memberikan menantu sepertimu untukku." Kata Alpha Sean sambil mengelus rambut Ashley.


"Moon Goddess sangat meminta kepadamu untuk menjadi Queen Luna yang bertanggung jawab dan juga kuat seperti yang Moon Goddess inginkan," ucap Xastel sambil menarik nafasnya. "Baiklah, kembali ketopik awal, aku akan membantu kalian untuk menyembuhkan Alpha Drey, bawa aku ke Moon Stone Pack sekarang. Karena nyawa Drey dan racun tersebut akan menyerang keseluruh tubuh lambat laun." Lanjut Xastel panjang lebar.


Ashley tersadar dna menepuk keningnya pelan. Dia bangkit dari tempat duduk dan berkata. "Tunggu apa lagi! Ayo kita kembali ke Moon Stone Pack!! Drey pasti sudah menunggu." Kata Ashley dengan nada menggebu-gebu.


"Sabarlah Shey, kita pasti akan kesana sekarang juga." Ucap Alpha Sean sambil menyusul Ashley berdiri dari tempat duduk.


"Alpha Sean, mobil sudah datang. Aku menyuruh salah satu Warrior membawa kemari agar kita cepat sampai karena hari juga sudah menjelang gelap." Sahut Beta Alrick sambil membungkukkan sedikit badannya.


"Bagus kalau begitu, mari kita pergi. Tidak usah terlalu lama membuang waktu." Ucap Alpha Sean yang diangguki kepada mereka semua.


Sebelum pergi Xastel menaruk tiga kristal tersebut dikantung cokelat dan mengambil sebuah tongkat kecil entah untuk apa dan melangkah pergi dari rumah tersebut.


***°******TO BE CONTINUE°***


Up!! Jangan lupa kasih like,vote&comment untuk part selanjutnya.🎉


See you next part🌻