MY MATE

MY MATE
16



Slamor duduk di singgah sananya dengan tatapan lurus ke depan. Entah apa yang sedang ia pikirkan sekarang.


"King, apa kau ingin aku mencari tentang gadis itu? " tanya jenglo.


Slamor tak bergeming, ia hanya diam dan menatap lurus ke depan. Ia benar-benar merindukan wanita yang sudah membuat nya mabuk saat ini. Entah mengapa Slamor merasa jika ia sangat menginginkan Sara menjadi Ratunya.


"King!! " lirih Jenglo lagi karena tak kunjung di sahuti oleh Raja mereka.


"Sabar lah Jenglo, aku yakin aku akan bertemu dengannya lagi" ucap Slamor tersenyum tipis.


Jenglo hanya bisa mengangguk patuh, ia hanya berniat untuk membantu kingnya.


"Terus fokus pada penyerangan pack bluemoon itu" titah Slamor.


"Maaf king, pack itu kembali kuat, aku menjadi bingit dengan hal ini" jelas Jenglo.


Slamor menggeram, kedua tangannya mencengkram erat tangan singgah sananya.


"Apa yang terjadi, bukankah kemarin mereka melemah! " bentak Slamor marah.


"Benar king, seperti nya mereka kembali membawa mate alpah bodoh itu kembali ke pack" jawab Jenglo.


"Sial! " umpat Slamor. Berita tentang ramalan bahwa seorang gadis yang menjadi mate Rava memiliki kekuatan yang sangat besar, Slamor menggeram tak Terima karena semakin sulit ia melumpuhkan musuhnya itu.


"Lakukan apa pun untuk menghancurkan mereka!! " titah slamor dengan nada dinginnya. Suasananya sangat berbeda sekat, jika tadi selamat bersikap biasa sajah, kini telah berubah menjadi sangat dingin dan terasa aura kekejaman melingkupinya.


Baik king"Jawa Jenglo menunduk hormat lalu pergi dari sana.


"Aku tak akan membiarkan kalian hidup tenang!! " ucap Slamor penuh tekat.


Rava duduk di meja kerjanya dengan tumpukan berkas yang harus ia selesaikan sekarang.


Sekarang Rava menjadi lebih semangat jika mengingat Sara menciumnya.


Benar benar sudah terbalik sekarang, dulu Rava sangat membencinya dan kini perlahan rasa itu berganti menjadi cinta. Meski kadang rasa benci itu muncul ketika Rava mengingat tentang tragedi itu.


"Itu bukan kesalahannya" tutur Arvie melalui mind linknya.


"Aku tahu" Jawab Rava mencoba untuk menerima kenyataan yang pernah di ceritakan oleh mama dan papanya.


"sekarang fokus lah untuk menyelesaikannya, agar aku bisa menemui mate ku" ucap Arvie langsung mendapat dengusan dari Rava.


Arvie hanya memerintah nya saja, tidak mau membantu nya untuk menyelesaikan semua ini.


"Itu masalah manusia, bukan masalah ku" jawab Arvie membaca pikiran Rava saat ini.


"Dasar serigala bodoh! " bentak Rava kesal. Arvie tidak mengubrisnha, ia memilih diam dan beristirahat di dalam sana.


Beralih pada Sara yang kini menatap sungai yang sejak dulu menjadi tempat favoritnya. Sara menatap pantulan tubuhnya di dalam genangan air.


"Apa aku sangat cantik? " gumam Sara bertanya pada dirinya sendiri.


"Tentu saja kamu cantik" jawab seseorang membuat Sara langsung terinjak kaget lalu membalikkan tubuhnya.


"Kau?? " tunjuk Sara mengingat siapa pria yang berdiri di depannya saat ini.


"Kau masi mengingat ku rupanya" jawab Slamor tersenyum, Sara tidak merasa was was dengan orang ini.


Sara pernah bertemu dengan pria ini bebrapa waktu yang lalu.


"Aku hampir tidak mengenali mu" ungkap Slamor menatap Sara dari atas hingga bawah.


"Hmm aku sedikit merubah penampilan ku" ucap Sara beralasan, tak di jelaskan pun Slamor tahu jika Sara bukanlah serigala biasa. Slamor juga merasakan aurah yang berbeda dari gadis yang berdiri di depannya saat ini.


"Bagaimana bisa kau berada di sini? " tanya Sara tak di jawab Slamor, pria itu malah duduk di salah satu akar pohon besar.


"Apa ada masalah? " tanya Sara.


Slamor menatap nya sebentar lalu menghela nafas berat.


"Aku memiliki musuh, sebenarnya aku tidak tahu ini benar atau tidak, tapi mereka membuat ratu ku lenyap" jelas Slamor. Sara menjadi tersentuh mendengar cerita sedih Slamor.


"Apa yang terjadi? mengapa ratu mu lenyap? " tanya Sara penasaran.


"Aku tidak tahu apa salah dari clan kami, yang pasti kau tahu aku dari klan mana" jawab Slamor yang di angguk oleh Sara, ia bisa merasakan jika Slamor berdarah Demon.


Sebelum sebelumnya Sara tak ingin berdekatan dengan pria ini meski pria ini terus membuntuti nya. Tapi hari ini aurah pria ini terlihat bersahabat.


"Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi semoga kau kuat" tutur Sara tersenyum.


Slamor pun ikut tersenyum melihat senyum manis Sara. Hatinya terhanyut oleh senyum manis itu.


"Apa yang kau lakukan di sini? " tanya Slamor mengalihkan perhatiannya.


Sara mengangkat bahu, ia selalu menghabiskan waktu di sini jika merasa bosan di taman belakang pack.


"Aku hanya menyukai suasana disini" jelas Sara.


"Kau dari pack mana? " tanya Slamor penasaran, ia masih ragu Sara ini sejenis serigala apa, dari aurahnya Sara bukanlah serigala biasa, atau mungkin berdarah campuran.


"Aku rasa kau tidak perlu tahu" jawab Sara mengedipkan matanya membuat Slamor mendengus kesal.


"Aku harus pergi" ucap Sara tak sempat Slamor menjawab Sara sudah melesat pergi.


"Ah sial" umpat Slamor berdiri dari duduknya. ia selalu saja kehilangan gadis itu begitu saja. "Kau membuatku semakin penasaran"


"Dari mana kau? " tanya Lisa kesal, ia sejak tadi menunggu Sara di bangku ini. Kemarin mereka sudah janjian akan bertemu di taman belakang pack, tapi Sara malah tidak ada.


"Maaf, aku tadi dari sungai" jawab Sara dengan nada menyesal.


"Apa?? kau pergi dengan siapa? " tanya Lisa khawatir, tentu saja karena sungai itu adalah perbatasan dengan clan demon dan juga vampir. Sangat berbahaya jika pergi sendiri ke sana.


"Hei tenang lah, aku bisa jaga diriku dengan baik" jawab Sara santai.


"Tapi kau juga tidak boleh pergi sendirian ke sana" peringatan Lisa membuat Sara hanya mengangguk pasrah jika tidak maka tak akan berhenti omelan dari Lisa.


"Baiklah, mari kita lakukan yang sudah kita rencanakan" ucap Sara mengalihkan pembicaraan.


Lisa membenarkan ucapan Sara, lalu mengeluarkan sebuah buku yang terlihat sangat kuno. Seperti nya itu adalah buku sejarah.


"Dari mana kau menemukannya? " tanya Sara takjub, ia meraih buku itu kemudian membuka lembar demi lembar.


"Aku kenal dengan penjaga buku sejarah seluruh clan" jawab Lisa.


"Wah semuanya ada di sini, apa aku boleh meminjamnya? " tanya Sara menatap Lisa dengan tatapan memohon.


Lisa tampak berfikir, ia tengah menimbang meminjamkan atau tidak. Karena buku ini harus di kembalikan 2hl hari setelah peminjaman.


"Kau harus cepat membacanya, karena buku ini akan hilang dalam 2 hari. " Ucap Lisa membuat Sara mengangguk mengerti.


Bulu sejarah akan menghilang secara tiba-tiba jika waktu peminjam telah habis, buku itu akan kembali pada tempatnya. Semua buka yang ada di perpustakaan sejarah sudah di mantrai, tak ada yang dapat mencurinya.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mempelajarinya sekarang" ucap Sara langsung melesat pergi.


"Tap.. " Ucap Lisa terhenti karena Sara sudah pergi begitu saja.


"Dasar.. " dengus Lisa kesal, lalu memutuskan pergi dari sana.