
Author Pov
Sudah sekitar tiga hari berlalu sejak Drey berbicara seperti itu, mereka jadi tidak terlalu menghabiskan waktu bersama. Drey selalu memiliki alasan ada urusan pekerjaan entah itu dikantornya atau dipack ini, memang benar adanya tapi bagi Ashley sifat Drey seperti sedang menghindarinya.
Hari-harinya dia habiskan dengan berdiam diri dikamar atau jika Geigi tidak ada kelas dikampus maka Geigi yang menemani Ashley. Sangat bosan, itu yang Ashley rasakan, walaupun ada Chara. Tapi jika tidak ada Drey terasa berbeda dengannya.
"Nak Ashley." Sahut Luna Qiandra sambil membuka pintu kamar.
Ashley yang sedang termenung ditempat duduk segera bangkit dan menghampiri Luna Qiandra. "Ada apa, Mom?" Tanya Ashley.
"Kita harus pergi dari sini!" Kata Luna Qiandra dengan suara begitu cemas.
"Kenapa harus pergi?" Ucap Ashley dengan wajah yang membutuhkan penjelasan.
"Akan aku jelaskan nak, tapi tidak untuk sekarang. Ini demi keselamatanmu juga, Drey yang meminta!" Ujar Luna Qiandra dengan menarik paksa tangan Ashley dan keluar cepat dan kamar menuju ruang bawah tanah.
Ditengah perjalanan menuju ruang bawah tanah, Ashley melihat para Werewolf dipack ini keluar dan berjaga-jaga. Namun, mata Ashley menangkap sosok pria yang tidak asing dimatanya. Pria itu tengah berbicara dengan Drey tapi bukan bicara biasa, raut wajah marah, benci dan dendam besar menyelimuti wajahnya.
Saat tangannya masih ditarik oleh Luna Qiandra, mata Ashley terus menatap kesosok lelaki tersebut. Dia tidak mengingatnya sama sekali dimana dia pernah bertemu, tetapi Ashley langsung terkejut dan memalingkan wajahnya saat lelaki misterius yang berbicara dengan Drey, Beta Alrick, Gamma Louis dan Alpha Sean tersebut menatapku dengan nyalang seakan dia ingin menghabisinya.
"Sebentar lagi kita akan sampai, berjanji padaku untuk tidak keluar dari ruangan itu sampai kondisi dipack ini aman." Ucap Luna Qiandra sambil membuka pintu ruang bawah tanah.
Para penjaga menundukkan sedikit tubuhnya sebagai hormat. Begitupun dengan Werewolf yang lainnya dipack ini, Ashley yang masih bingung hanya tersenyum kikuk saat membalasnya. Tidak lupa juga sudah ada Giegi didalam situ.
"Kak Ashley!! Kau baik-baik saja, aku sangat mengkhawatirkanmu." Ujar Geigi sambil memeluk erat Ashley.
"Duduk dulu nak, akan ku ceritakan." Kata Luna Qiandra sambil menepuk tempat duduk disampingnya. Ashley menurut dan duduk disamping Luna Qiandra.
"Moon Stone Pack sedang diserang secara tiba-tiba oleh Pearl Moon Pack. Namun untungnya Gamma Louis mengetahui rencana yang dibuat oleh Traffic, maka sebelum kawanan Pearl Moon Pack datang. Pasukan kita sudah berjaga-jaga, kau harus tetap disini. Drey tidak ingin kau terluka." Jelasnya Luna Qiandra sambil menggenggam tangan Ashley.
"Tra... Traffic?" Ucap Ashley dengan terbata-bata.
"Kau kenal dengannya?" Tanya Luna Qiandra.
"Entahlah, tapi aku merasa tidak asing mendengar namanya dan saat aku melihat wajahnya dijalan menuju ruangan ini. Wajahnya pun seperti tidak asing." Ujar Ashley.
"Tenang saja. Jika ini menyangkut masa lalumu, Mommy juga memiliki masalalu yang kelam bersamanya." Kata Luna Qiandra pelan agar para rakyatnya tidak mendengarkan.
"Tapi Mom, Drey disana sedang bertarung. Aku tidak bisa berdiam diri disini, untuk apa selama ini aku berlatih bertarung jika kemampuanku tidak ada gunanya dan berdiam diri disini!" Ucap Ashley kepada Luna Qiandra dengan nada campur.
"Aku tahu nak, aku tahu! Tapi ini sangat berbahaya untukmu, kau harus percaya dengan Drey. Dia seorang Alpha sudah dilatih secara fisik, sudah seharusnya dia melakukan hal itu untuk melindungi pack ini dan para rakyatnya." Kata Luna Qiandra menaikkan satu oktaf suara.
"Apa yang dikatakan oleh Mom ada benarnya juga, Kak." Sahut Geigi yang sedari tadi menyimak percakapan mereka.
"Berdoa saja yang terbaik untuk keselamatan mereka diluar sana." Ucap Luna Qiandra yang kini melembutkan kembali ucapannya.
Ashley hanya mengangguk, walaupun didalam hatinya merasa cemas akan keadaan Drey. Tentu saja, Drey adalah Matenya, pasangan hidup yang ditakdirkan Moon Goddess untuk dirinya, tentu saja sekarang Drey adalah sebagian dari hidupnya.
Sudah sekitar dua jam mereka berdiam diruang bawah tanah ini. Tiba-tiba pintu tersebut terbuka menampilkan sosok Beta Alrick dengan nafas tersenggal-segal karena lelah.
"Salam Luna." Kata Beta Alrick sambil membungkukkan badannya hormat.
"Kawanan Pearl Moon Pack berhasil melarikan diri. Alpha Drey sedang mengejak Traffic yang kabur dalam perang tersebut, tapi beberapa anggota dan juga Alpha Sean sedang mengejar Alpha Drey." Ucap Beta Alrick memberitahu.
Ashley terkejut, perasaan cemas dan khawatirnya bertambah kali lipat. "Drey..." Lirih Ashley pelan, namun masih bisa didengar oleh Luna Qiandra dan Geigi.
Mereka menengok kearah Ashley. "Kak, kau baik-baik saja?" Tanya Geigi sambil memegang kedua bahu Ashley.
"Apakah Drey akan baik-baik saja?" Tanya balik Ashley kepada mereka.
"Tenang saja nak, Daddy sedang mengejar Drey. Aku yakin dia baik-baik saja," kata Luna Qiandra menenangkan, lalu berbalik menatap Beta Alrick. "Apakah sekarang kondisi pack sudah aman?" Lanjutnya.
"Dari yang kita pantau, sepertinya kita masih harus berjaga-jaga. Takut jika kawanan dari Pearl Moon Pack kembali lagi, tapi Luna Qiandra dan kalian tidak usah khawatir dan boleh kembali kerumah masing-masing. Kita akan menjaga kalian." Ucap Beta Alrick.
Luna Qiandra hanya menganggukkan kepalanya dan membalikkan tubuhnya menatap semua para rakyat Moon Stone Pack. "Kalian sudah bisa kembali kerumah masing-masing, beristirahatlah. Kalian tidak usah cemas lagi, semua akan menjaga pack ini." Ujar Luna Qiandra.
"Terimakasih Luna Qiandra, Luna Ashley, Nona Geigi." Ucap mereka serempak. Yang dibalas senyuman hangat oleh ketiga perempuan tersebut.
Mereka sudah kembali kerumah pack masing-masing, begitu pun dengan tiga perempuan tersebut. "Kau istirahatlah sudah malam." Ucap Luna Qiandra saat memasuki rumah besarnya. Yang diikuti oleh Beta Alrick dan beberapa penjaga.
"Bagaimana aku bisa beristirahat jika Drey saja tengah bertarung diluar sana." Kata Ashley sambil terduduk disofa panjang dan menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan.
"Jadi, apa yang akan kau lakukan sekarang?" Tanya Luna Qiandra.
"Aku akan menunggunya kembali, Mom." Jawab Ashley.
"Aku akan menemanimu kak." Sahut Geigi dengan senyumannya. Ashley tersenyum hangat kepada Geigi.
"Kalau begitu Mommy juga akan menemanimu!" Ujar Luna Qiandra. Senyum Ashley bertambah lebar.
"Terimakasih semua." Kata Ashley terharu sambil memeluk bersama.
Tiga puluh menit berlalu, pintu utama rumah terbuka lebar menampakkan banyak lelaki dengan kondisi yang sangat acak-acakkan dan wajah begitu lelahnya.
Ashley, Luna Qiandra dan Geigi serempak berdiri dari sofa dan menghampiri Drey dan Alpha Sean.
"Drey... kau baik-baik saja?" Tanya Ashley dengan nada khawatir dan air mata yang sudah terjatuh.
"Aku baik-baik saja, mengapa kau menangis? Aku tidak suka melihatnya." Ucap Drey dengan suara lelahnya, tangannya bergerak untuk menghapus air mata Ashley.
"Aku mengkhawatirkanmu." Kata Ashley begitu pelan dan memeluk Drey yang pelukkannya dia rindukan selama tiga hari ini, begitu pun dengan Drey.
"Kalian boleh istirahat." Ujar Alpha Sean kepada para warriornya. Mereka mengangguk dan membungkukkan sedikit badannya lalu pergi meninggalkan mereka.
"Kalian juga harus istirahat, bersihkan badan kalian." Ucap Luna Ashley kepada keluarganya. Mereka mengangguk dan kembali ke kamar masing-masing.
***°TO BE CONTINUE°
Maaf nunggu lama😭 Aku gak tau dapet feel nya apa nggak dipart ini, semoga aja dapet😪 Jangan lupa vote, like&comment ya guys😁
See you next part🌻***