
Author Pov
"Melakukan Mating denganmu." Ucap Drey lagi, Ashley terpaku, ini adalah janjinya pada kedua orangtuan Drey. Dia harus menepati walaupun dia belum siap sepenuhnya.
"Ashley? Jika kau belum siap aku masih....." Ucapan Drey terpontong oleh ucapan Ashley.
"Tidak, aku siap melakukannya, Drey!" Kata Ashley cepat sambil meremas tangannya.
"Jadi?" Ucap Drey sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Aku,, Drey bisakah tidak disini melakukannya?" Tanya Ashley sambil mengedarkan pandangannya disetiap sudut ruangan yang hampir hancur seperti kapal pecah.
Drey mengikuti arah pandang mata Ashley yang menatap ruangan ini. "Aku tahu, kau ingin dikamar kita bukan?" Kata Drey dengan nada menggodanya.
Ashley yang dapat menangkap nada aneh dari Drey pun membuat bulu-bulu halusnya meremang geli, dia menatap Ashley lalu bangkit dari sofa dan menjauh dari Drey.
"Aku tunggu dikamar." Ucap Ashley cepat sambil berlari kecil menghindari pipinya yang sudah memerah karena malu, kakinya melangkah menuju pintu ruangan pribadi Drey.
Saat membuka pintu tersebut, Ashley dikejutkan oleh keberadaan kedua orangtua Drey, Geigi, Beta Alrick, Gamma Louis beserta anggota pack yang berjaga.
"Nak Ashley, apa kau baik-baik saja? Apa Drey melukaimu? Katakan padaku!" Kata Luna Qiandra menghujami banyak pertanyaan.
"Mom tenanglah. Aku baik-baik saja." Ucap Ashley sambil memegang kedua tangan Luna Qiandra. Mendengar ucapan Ashley membuat Luna Qiandra bernafas lega begitupun dengan semuanya.
"Syukurlah kau baik-baik saja, kita sangat mencemaskanmu." Sahut Alpha Sean.
Ashley hanya tersenyum menanggapi. "Aku permisi kekamar dulu Mom, Dad, Ge. Semuanya." Pamit Ashley.
"Kau mau ke kamar untuk apa kak?" Tanya Geigi menahan tangan Ashley.
"Aku,,, aku ada sesuatu yang harus aku kerjakan." Jawab Ashley gelagapan, Geigi yang melihat gerak gerik Ashley menatap curiga.
"Kerjakan sesuatu? Ah aku mengerti apa maksudmu." Ucap Geigi sambil tersenyum menggoda Ashley.
Seketika semburat merah menghiasi pipi Ashley karena malu. Dia tidak menjawabnya melainkan meninggalkan mereka dan berlari kearah kamar.
Geigi tertawa sedangkan Alpha Drey dan Luna Qiandra hanya tersenyum geli mendapati menantunya. Tak lama sosok Drey keluar dari ruangan tersebut, menampilkan wajah dingin dan tegasnya saat keluar. Beta Alrick, Gamma Louis dan para penjaga membungkukkan sedikit badannya sebagai hormat.
Sedangkan kedua orangtua Drey dan Geigi langsung menghentikan tawa mereka. "Kenapa kalian tertawa?" Tanya Drey tidak suka.
"Mengapa kau bertanya begitu sinis, kak?" Kata Geigi kembali tertawa.
"Kau tidak boleh seperti itu, cepat keluar Matemu sudah menunggu didalam kamar!" Ucap Luna Qiandra sambil menahan senyumnya.
"Kalian telah menggoda Mateku!" Ujar Drey tidak suka.
"Tidak, aku hanya bertanya saja. Tapi kak Ashley malah berlari kearah kamar kalian tanpa bicara." Ucap Geigi.
Drey menatap mereka bingung, tapi tujuannya saat ini adalah mendatangi Ashley yang sedang menunggunya didalam kamar. Mungkin hari ini adalah waktu yang tepat untuk mereka.
Drey melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan tersebut termasuk keluarganya juga. Luna Qiandra, Alpha Drey dan Geigi semakin tertawa saat Drey melakukan hal yang sama yaitu memilih pergi begitu saja.
"Beta Alrick, Gamma Louis panggil para omega untuk membersihkan ruangan ini dan beli kembali barang-barang yang sudah rusak dengan yang baru." Kata Alpha Sean yang diangguki oleh kedua algojo tersebut.
Disisi lain, Drey sudah berada tepat didepan pintu kamarnya. Ralat maksudnya kamar miliknya dan juga Ashley. Drey menarik nafasnya dalam dan membuangnya secara perlahan, mengumpulkan segala keberanian untuk menemui Matenya.
"Diamlah kau!!" Jawab Drey tak kalah kesalnya. Lalu memutuskan Mindlink secara sepihak.
Drey perlahan membuka pintu kamar, melangkahkan kaki dan menutup kembali pintu tersebut. Terlihat Ashley yang tengah berdiri diteras kamar membelakangi Drey. Dengan langkah tegas, Drey mendekatkan dirinya kearah Ashley.
Memeluk tiba-tiba tubuh Ashley sehingga dengan refleks Ashley berjingkat kaget. Drey menaruh dagunya kebahu Ashley, menghirup aroma rambut Ashley.
"Sedang menungguku, huh?" Kata Drey terus memeluk tubuh Ashley.
"I...iya. Aku menunggumu untuk kau tandai." Ucap Ashley begitu saja sambil mencodongkan lehernya kearah Drey dan memejamkan matanya rapat-rapat.
Drey hanya diam tak bergeming, Ashley masih dalam posisi yang sama. Tiba-tiba Drey berdecak pelan lalu terkekeh geli. Ashley yang mendengar Drey tertawa membuka matanya kembali.
"Kenapa kau mentertawaiku?" Kata Ashley dengan wajah kesal.
"Kau pikir aku ini seorang vampir saat kau mencodongkan lehermu aku langsung menggigitnya?" Ujar Drey dengan telunjuk jari yang menelusuri leher Ashley dengan eksotis, dan berhasil membuat perempuan tersebut meremang.
Bola manik mata Drey silih berganti, kadang biru terang atau emas. Kabut gairah terpancar dikedua bola mata Drey saat dirinya membalikkan tubuh Ashley dan semakin menipiskan jarak diantara mereka.
Jantung Ashley yang sudah berdegub kencang tak beraturan sedari tadi, membuat lelaki tampan itu bisa mendengarnya pun mengukir sebuah senyuman. Itu menandakan jika Ashley sama gugupnya dengan dirinya sekarang.
"Apakah ini akan sakit?" Tanya Ashley dengan cemas.
"Sangat," tegas Drey. "Tetapi cepat atau lambat hari ini akan terjadi, dan saat aku sudah memulai maka aku tidak bisa berhenti..." kata Drey sambil mengelus pipi Ashley yang merona merah.
"...Maafkan aku jika nanti membuatmu sakit, tapi ini adalah resiko saat melakukan Mating." Lanjutnya lagi.
Ashley yang mendengar penuturan dari Drey menelan salivanya. Tapi tanpa ragu Ashley berkata. "Aku siap." Itu artinya Ashley menyanggupi konsekuensi yang dihadapinya sekarang.
Drey tersenyum saat Ashley berkata seperti itu. Walaupun Drey tahu Ashley sangat gugup dan takut saat ini, terlihat dari kedua tangannya yang mengepal. Ashley yang kembali menutup matanya dengan erat membuat senyum dibibir Drey tidak luntur.
Ini adalah waktu yang tepat untuk menandainya sekarang, namun Drey memilih melakukan hal lain terlebih dahulu. Tangan Drey terselip didagu Ashley dan mengangkat wajahnya, mendekatkan wajah Drey diwajah Ashley. Sedetik kemudian Drey mencium bibir milik Ashley yang sudah dia rindukan selama empat hari ini.
Awalnya hanya dari kecupan saja yang Drey berikan, namun lama kelamaan ciuman itu menuntut ingin lebih. Drey memperdalam ciumannya dengan Ashley, tidak memberikan celah untuk Ahsley agar berpikir jernih.
Menggigit pelan bibir bawah Ashley membuat sang empu refleks membuka mulutnya dan kesempatan Drey untuk memasukan lidahnya dan memperdalam ciuman. Seakan dibuat terlena oleh Drey membuat Ashley terbawa oleh permainan Drey.
Ashley yang sudah terbuai oleh Drey tidak menyadari jika tubuhnya sudah dibawa oleh Drey diatas tempat tidur tanpa melepaskan ciumannya.
Ashley melengguh, tanda telah dikuasai gairah oleh permainan pria itu. Sebuah senyuman kemenangan terpancar dibibir Drey disela-sela dirinya mencium bibir Ashley.
Ciuman tersebut merambat turun keleher mulus Ashley, seakan terhipnotis gadis itu mengalungkan kedua tangannya dileher Drey. Ashley seakan-akan sedang diterbangkan oleh lelaki yang ditakdirkan untuknya diatas awan. Gairah yang berhasil diciptakan Drey membuat Ashley pasrah kepada pusaran gairah yang diciptakan sang Alpha.
°TO BE CONTINUE°
Hai!! Maaf baru up hehe. Yah sayang banget belum nyampe 90% di Mating mereka🤣 nanti aku up lagi jangan lupa kasih vote, like&comment untuk DreyShey dan author agar rajin up dan crazy up😍
See you next part🌻***