MY MATE

MY MATE
20



Prank!!!


"Bagaimana bisa Sara adalah Luna Bluemoon pack!"


"Aku juga tidak tahu Lord!" jawab Jenglo membuat Slamor semakin marah.


Prank!


Prank!


Semua barang barang terbang ke segalah arah. Membentur semua yang menghalanginya.


"Maafkan aku Lord, aku akan mendapatkan apa yang kau butuhkan!"


"Tidak Jenglo. Aku tidak menyangka bahwa wanita secantik dan sekuat Sara adalah Luna yang harus aku lenyapkan sebagai pembalasan dendam!"


Slamor ambruk di singgah sananya, Dia tidak menyangka cintanya akan kembali sepahit ini.


Dia harus memusuhi klan itu. Dia tidak bisa dengan semua ini. Dia ingin memiliki Sara tanpa memusuhinya.


"Lord, aku dengar mereka telah menyatu. Akan sangat sulit untuk memisahkan mereka!"


"Itulah yang aku pikirkan Jenglo. Aku tidak bisa menerima kenyataan ini. Namun, aku harus menghancurkan mereka. demi Lady ku!"


"Benar Lord, kita harus menghancurkan mereka. Aku akan membantu mu" sahut Jenglo.


...----------------...


Sara bangun dari tidur nya, dia merasa tubuhnya jauh lebih ringan. Matanya nya melirik kearah samping.


Rava masih tidur dengan memeluk lengan nya.


"Apa yang telah terjadi?" gumam Sara tersenyum. Menutup wajahnya dengan selimut karena malu mengingat betapa nakal nya dia semalam.


Rava menggeliat, dia mendapat Luna nya tengah bersembunyi di dalam selimut.


"Sayang, mengapa bersembunyi. Aku tidak suka melihat selimut, tapi aku suka melihat wajah cantik mu" lirih Rava menyingkirkan selimut itu dari wajah Sara.


Sekarang tubuh polos itu terpampang jelas di matanya.


"Sangat indah" decak Rava kagum.


"Tentu saja, dia mate ku!" seru Arvie.


"Yah, terserah kau saja" dengus Rava acuh. Dia lebih memilih mencium Sara dan kembali memeluk tubuh indah dan gemoy itu.


"Aku tidak akan pernah menyalahkan mu atau bahkan menuduh mu. Hanya kau yang akan aku percaya" janji Rava.


Sara tidak menjawab, dia semakin masuk ke dalam pelukan Rava. Memejamkan mata saat Rava mengecup keningnya.


"Love you "


"Love you too"


Setelah penyatuan mereka, Rav Adan Sara semakin dekat. Kekuatan mereka saling bersatu dengan segel kekuatan Sara telah terbuka.


Rava akan membantu calon istri nya untuk mengendalikan kekuatannya.


"Sayang, ayo menikah" ajak Rava.


"Baiklah, kita akan menikah" jawab Sara tersenyum.


Melani tersenyum senang, dia memeluk putra dan calon menantunya secara bergantian setelah mendengar kabar ini.


"Terimakasih sayang, kamu sudah menerima permintaan mama" ucap Melani mengusap kedua pipi Sara.


"Tidak mama. Ini sudah menjadi tugas ku. Sudah menjadi tugas ku yang telah di tugaskan oleh moon goddess" balas Sara memeluk Melani.


Selama hidupnya, Melani lah yang sangat menyayanginya. Di saat semua orang menuduh dan menyiksanya. Melani lah yang selalu menerima dan menolongnya.


"Luna adalah ibu bagi ku, jika bukan karena Luna. Aku tidak akan sekuat ini, aku tidak akan mampu bertahan" lirih Sara.


"Tidak nak. Aku tidak melakukan apapun yang special. Karena semua ini adalah tugas ku"


"Tidak Luna, Aku sangat menyayangi Luna. Jangan berkata bahwa Luna memilikinya tugas seperti itu"


Mereka saling berpelukan. Johan dan Rava juga saling berpelukan. Mereka akan menjadi keluarga yang bahagia dan juga klan yang terkuat.


Semua orang di sibukkan oleh berbagai macam kegiatan pesta besar ayang akan di gelar.


Untuk kedua kalinya, Redmoon pack akan mengadakan pesta besar lagi.


Mereka lupa, jika di luar sana ada yang menantikan pesta besar ini.


Ada yang ingin menghancurkan pesta mereka.


Sara melesat ke puncak bukit, mencari Jeyran di rumahnya.


"Hey kenapa kau berteriak, aku tidak tuli!" dengus Jeyran kesal.


Sara tercengir, dia langsung memeluk Jeyran erat. Membuat pria itu terkejut, namun tetap membalas pelukan Sara.


"Hey..." Peringat Rava.


Sara mendelik kesal pada calon suaminya, Jeyran adalah kakak sepupunya. Tapi, Rava malah cemburu.


"Dia kakak ku! kenapa kau harus cemburu!"


"Jangan larang aku memeluk adik ku!" ketus Jeyran.


"Kau..." Rava hendak menyerang Jeyran. Namun, Tatapan mata Sara menghentikan niatnya.


Jeyran menjulurkan lidahnya, seakan meremehkan dirinya.


"Sara, apa yang membawa mu ke sini dan sebahagia ini?" tanya Jeyran.


"Kak, aku akan menikah dengan Rava. Aku sudah mengetahui segalanya. Dan ternyata pria yang merupakan raja Demon itu adalah musuh kita!"


"Benarkah? apa kau sudah mengetahui segalanya?"


"Tentu saja aku sudah mengetahuinya. Kau pasti sudah tahu soal penyatuan ku kan"


Jeyran mengangguk, dia memang sudah mengetahui semua itu. Dia merasakan apa yang telah adik nya rasakan.


"Apa kalian tidak akan melepas pelukan itu? aku tidak bisa melihatnya!" ketus Rava protes.


"Cih, kau mengganggu saja" dengus Sara kesal. Dia melepaskan pelukannya dengan Jeyran. Kemudian mereka duduk di bangku biasa Sara dan Jeyran duduk.


"Apa dia tidak memiliki mate?" tanya Arvie.


"Aku tidak tahu, dan tidak mau tahu" ketus Rava. Dia terlanjur kesal melihat Sara terlalu dekat dengan pria lain termasuk keluarganya.


"Kak, ayo tingga lah di Blue Moon pack. Kita akan memulai hidup di sana. Aku tidak mau kakak tinggal jauh dari sisi aku!" pinta Sara.


"Tidak bisa Sara, aku ingin di sini!"


"Tapi kak, aku ingin membuat rencana dengan kakak di sana. Aku tidak bisa membuat rencana di sini bersama kakak!"


"Tapi Sar.."


"Sudahlah, kau ikuti saja apa yang di inginkan Mate ku. Jika kau menolak maka, kau akan tetap pergi ke sana!" ujar Rava yang langsung membungkus Jeyran dengan mantranya.


"Hey, kenapa aku harus kau perlakukan seperti ini??" teriak Jeyran. Dia berada mengambang di udara.


"Wah, honey. Ide yang sangat bagus dan mempermudah kita untuk membawanya" kekeh Sara memuji Rava.


"Terimakasih sayang, ayo kita pulang!"


Sara mengangguk setuju, dia menggandeng tangan Rava, lalu melesat cepat dengan Jeyran juga ikut melesat bersama mereka.


Setelah tiba di pack, Jeyran di tempatkan di kamar yang sudah di khususkan untuk nya.


"Sayang, apa ini cukup untuk nya?" tanya Rava.


"Yah, cukup sekali sayang"


Brak.


Secara tiba-tiba Jeyran langsung terjatuh di atas ranjang ketika mantra itu hilang.


"Oh astaga, mengapa aku di pertemukan dengan dua manusia yang tidak punya hati ini" lenguh Jeyran mengusap punggung nya yang terasa sakit.


"Beristirahat lah kakak. Aku akan menyuruh omega memberimu makanan!"


"Bersiaplah kakka ipar" ujar Rava. Dia membawa mate nya pergi, meninggalkan kamar Jeyran yang masih meringis kesakitan.


"Huh,..."


Rava dan Sara berjalan mengelilingi pack, mengecek apakah rancang pesta telah berjalan atau masih belum ada pergerakan.


"Heh!" Sara meneriaki Suna yang saat itu melintasi mereka dengan kepala menunduk.


Sun berhenti, menunduk memberikan hormat pada mereka.


"Iya, ada apa Luna?" tanya Suna sopan.


"Tidak ada, aku hanya ingin meneriaki mu seperti kau meneriaki ku dulu!" ujar Sara sinis.


Rava menegakkan tubuhnya. Dalam sekejap, tubuh sunah langsung melayang dan menubruk dinding.


Brug.