
Aaron terlihat senang di segera tersenyum lebar, Alisya merasa gelisah karena sudah berbohong pada Aaron tapi biasanya di kehidupannya yang dulu Aghnia tak pernah merasakan rasa gelisah ataupun bersalah karena dulu dia sedikit tak punya hati.
Dengan wajah tersenyum gembira Aaron berkata "Kalau begitu mulai hari ini kau akan tinggal bersamaku". Alisya tampak terkejut bagaimana mungkin dia yang masih dibawah umur yaitu 16 tahun akan tinggal dengan seorang pria dewasa yang sudah matang?! "Apa!? tapi aku kan masih berumur 16 bagaimana nanti kata orang?. Tapi tunggu dulu, bagaimana kalau kau tunggu usiaku untuk mencapai usia 20? bukankah itu ide yang bagus?" Alisya mengusulkan sebuah ide yang dia miliki, sebenarnya dia memiliki sebuah alasan yaitu agar dia bisa memiliki banyak peluang untuk balas dendam.
Aaron merubah ekspresinya menjadi gelap dan dingin "Tidak" dia mengatakan satu kata itu dengan suara yang rendah dan sarat akan kemarahan. "Tapi kenapa, bukankah itu ide yang bagus?" Alisya tampak bingung dengan apa yang sedang dipikirkan oleh pria di depannya ini "Karena kau adalah mateku, dan sepasang mate tidak boleh berpisah atau berjauhan karena itu akan menyebabkan pasangan kalian menjadi semakin lemah dan akhirnya akan mati. Bukankah kau pasti sudah mengetahuinya?" Alisya tampak tercengang sebegitunyakah akibatnya? sungguh beresiko tinggi tapi kalau dia tinggal bersama Aaron maka dia akan sulit untuk melancarkan misinya. "Baiklah, tapi aku memiliki sebuah syarat" Alisya mengajukan sebuah syarat pada Aaron sedangkan Aaron menaikan sebelah alisnya "Apaitu?" tanya balik Aaron pada Alisya. "Yaitu kau dilarang untuk menggagalkan semua rencanaku dan juga kau dilarang mengganggu diriku saat sedang sibuk. Bagaimana apa kau setuju?" Alisya sebenarnya tidak mau tinggal bersamanya tapi seprtinya Aaron adalah tipe orang yang keras kepala jadi lebih baik untuk dirinya mengalah dan meminta sebuah syarat agar dia tidak mengganggunya. "Apapun yang kau minta pasti aku akan setuju begitu pula dengan persyaratanmu aku akan setuju" Aaron menjawabnya dengan suara yang penuh kepercayadirian yang sangat tinggi.
Sepertinya tidak ada cara lain lagi selain untuk mematuhinya jadi lebih baik menurut saja "Baiklah, tapi aku belum meminta izin pada ayahku jadi aku akan pulang sebentar untuk pulang dan kembali lagi" Aaron tampak berfikir sejenak "Baik tapi kau harus ditemani oleh seseorang" mendengar kata ditemani Alisya langsung bersemangat dia memikir seorang pria tampan yang telah membawanya kemari.
Tidak tau kenapa rasanya Alisya sangat ingin menangis padahal dia tak pernah gampang menangis hanya karena seseorang telah membentaknya tapi sekarang berbeda dengan apa yang dirasakan oleh Alisya yang merasa sangat ingin menangis "Ka...kau mem..bentak..ku?" Alisya sudah tidak tahan ingin menangis.
Seketika Aaron kembali sadar apa yang telah dilakukan olehnya pada matenya sendiri "Tidak, bukan itu maksudku sayang aku benar benar tidak bermaksud untuk membentakmu tadi aku sungguh menyesal" Aaron terus membujuk Alisya agar dia tidak menangis terus karena pada saat melihat matenya menangis Aaron merasa hatinya benar benar sakit. Aaron pun memeluk Alisya agar dia merasa lebih tenang.