MY MATE

MY MATE
28



Author Pov


Sudah hampir satu bulan Ashley tinggal di Moon Stone Pack. Hari-harinya dia lalui hanya dengan berada didalam kamar atau pun taman belakang pack, sesekali Ashley menyusup kedalam dapur dan memasak bersama omega-omega lainnya. Namun naas nya Ashley ketahuan oleh Gamma Louis dan langsung mengadukan kepada Drey, alhasil Drey menyeret Ashley keluar dari dapur.


Karena hal itu Ashley sangat marah kepada Gamma Louis karena sudah mengadu kepada Drey. Setelah 2 hari berlalu dari pergantian Shift Ashley, akhir-akhir ini Ashley sering dilatih oleh Drey dan sesekali membiasakan berganti shift dengan Chara. Kemajuan selama dua hari sangat terlihat jelas dari kegigihan Ashley, dan Drey sangat bangga kepada Matenya.


"Drey!!!" Pekik Ashley dari dalam Walk in closet. Sedangkan Drey yang berada diatas kasur sedang beristirahat terlonjak kaget diatas kasur karena pekikkan dari Ashley.


Drey buru-buru masuk kedalam Walk in closet. Mendapati Ashley yang sedang berdiri didepan cermin kamar mandi. "Ada apa, Sweetheart?" Tanya Drey saat melihat Ashley.


"Lihat dibagian leherku!!" Ucap Ashley sambil menunjukkan bagian bawah lehernya kepada Drey. "Apakah dikamar ada serangga? Mengapa leherku merah-merah seperti digigit serangga?" Ucap Ashley lagi sambil menatap heran kepada Drey.


Sedangkan Drey sendiri, dia menahan semburat tawa yang tertahan ditenggorokkannya. Banyangkan, jika dia tertawa pasti Ashley akan tersinggung.


"Hei aku berbicara padamu!! Mengapa kau diam saja?!!" Kata Ashley kesal.


"Coba kulihat bekas gigitan serangga itu." Ujar Drey sambil menyentuh bagian leher Ashley yang banyak bercak merahnya dengan sentuhan halus.


Ashley yang menyadari ada yang tidak beres, dia langsung menyingkirkan tangan Drey lalu menutup lehernya kembali dengan kedua tangannya yang menyilang didepan dada.


"Kau ini mencari kesempatan dalam kesempitan!!" Geram Ashley yang disahuti kekehan geli oleh Drey. Rupanya Ashley begitu peka apa yang dilakukan oleh dirinya.


"Sorry. Sepertinya kamar kita memang ada serangga, nanti aku suruh para omega-omega untuk membersihkan kamar." Kata Drey sambil tersenyum.


"Baiklah, kau boleh keluar lagi! Aku ingin mandi." Ucap Ashley mengusir Drey.


"Aku juga belum mandi pagi ini, bagaimana kalau kita...." Ucapan Drey terpotong oleh perkataan Ashley.


"Tidak, tidak!! Aku tidak ingin mandi bersamamu!!" Potong Ashley.


Alis Drey terangkat sebelah. Lalu berkata. "Siapa juga yang ingin mandi berdua bersamamu. Maksudku, setelah kau selesai mandi aku akan bergantian mandi. Ck ternyata Mateku menginginkan kita mandi bersama? Aku tidak akan menolaknya, yang ada aku akan meng-iyakannya dengan senang hati."


Mendengar perkataan Drey dan salahnya dugaan Ashley membuat dirinya merutuki kebodohan didalam hati. Dia malu sekarang, apa yang harus dia lakukan sekarang!! Taruh dimana muka Ashley, astaga!!!


"Kau ini!!" Ucap Ashley dengan amarah yang tertahan, dia melangkahkan kaki dengan menghentak-hentakkan kakinya kesal dan menutup pintu toilet didalam Walk in closet dengan bantingan.


Sedangkan Drey yang melihat kejadian tersebut antara senang karena berhasil bikin Ashley kesal atau merasa bersalah karena sudah menjahili Matenya. Drey menggelengkan kepalanya menyadarkan dari pikiran-pikiran didalam kepalanya, lalu berjalan keluar dari Walk in closet dan membaringkan kembali tubuhnya disenderan kasur sambil mengetik sesuatu dilaptop.


Tak selang beberapa lama, Ashley keluar dengan baju sehari-hari dan rambut yang basah dibiarkan terurai. "Kau sudah selesai mandi?" Tanya Drey basa-basi sambil menutup laptopnya.


"Ya." Jawab Ashley singkat sambil berjalan kearah cermin rias. Drey bangkit dari duduknya, berjalan kearah Walk in closet dan tidak berkata lagi dengan Ashley.


Saat mendapat sikap aneh dari Drey, Ashley merasakan ada hal yang disembunyikan dari Drey. Ah sudahlah, dia akan bertanya nanti.


Makan siang akan segera dimulai, Drey juga sudah selesai dari ritual mandinya. Mereka keluar dari kamar dan turun tangga menuju meja makan yang sudah terisi oleh Alpha Sean, Luna Qiandra dan Geigi.


"Kalian lama sekali turunnya, aku sudah lapar!!" Protes Geigi.


"Maafkan kami membuat kalian menunggu." Ujar Ashley merasa tidak enak kepada mereka.


"Tidak masalah, ayo duduk kita makan." Kata Luna Qiandra.


"Kak, apakah aku boleh bertanya sesuatu padamu?" Tanya Geigi setelah makan siang berakhir, namun mereka masih duduk dimeja makan.


"Tanyakan saja, Ge." Kata Ashley dengan senyuman.


"Waktu itu Wyersa dan Mom bilang jika ibumu memiliki darah White witch dan itu juga terdapat dalam tubuhmu," Geigi berhenti sejenak menarik nafas dan melanjutkan kembali. "Itu artinya kau mempunyai sihir White Witch bukan?"


"Mungkin, tapi aku tidak merasakan sihir apapun saat aku berlatih atau semacamnya." Kata Ashley.


"Benarkan seperti itu? Lalu...." ucapan Geigi terpotong karena datangnya tiba-tiba sinar putih dan biru berada diatas meja makan yang mereka tempati.


Semua menatap heran kearah cahaya itu, namun mereka segera menyadari arti dari cahaya tersebut. "Sihir White Witch?" Ujar Drey pelan.


Dengan cepat kedua cahaya tersebut bersatu dan menciptakan gelombang hebat sehingga mereka terpental dari tempat duduk. Aura magic begitu terasa diruangan tersebut, namun seketika cahaya itu menjadi kecil, sangat kecil dan menghampiri Ashley yang masih terduduk dilantai.


Cahaya tersebut masuk kedalam dahi Ashley. Seketika dahi Ashley bercahaya dan meredup sehingga membuat Ashley mengerjapkan matanya.


"Apa itu?" Tanya Luna Qiandra heran.


"Tidak tahu, aku pikir itu adalah cahaya kemarin yang membuat Ashley tak sadarkan diri. Huft aku sangat tegang tadi." Kata Drey membuka suaranya.


Mereka serempak menghampiri Ashley yang masih terpaku. "Nak, apakah kau baik-baik saja?" Tanya Alpha Sean. Ashley masih bergeming ditempat.


"Ashley!!" Panggil Drey dengan intonasi suara tinggi membuat kesadaran Ashley kembali seperti semula.


"Aa.. apa tadi? Cahaya itu, mengapa masuk kedalam kepalaku?" Tanya Ashley bingung sambil memegang dahinya.


"Kami tidak tahu, lupakan saja yang terpenting kau baik-baik saja, Nak." Kata Luna Qiandra menenangkan.


Ashley hanya diam tidak menanggapi. "Kak sebaiknya bawa kak Ashley istirahat kedalam kamar." Ucap Geigi kepada Drey.


Drey mengangguk, mengangkat bahu Ashley untuk berdiri. "Kau ingin berjalan atau ku gendong?" Tanya Drey dengan nada begitu pelan.


"Jalan saja," jawab Ashley. "Mom, Dad, Geigi. Aku kembali kekamar dulu." Lanjut Ashley sebelum pergi kembali kedalam kamar. Mereka hanya mengangguk saja.


Ashley dan Drey sudah berada didalam kamar dan membaringkan tubuh Ashley. Namun, saat meletakkan Ashley ke kasur, tiba-tiba aroma vanilla dari tubuh Ashley menyeruak masuk kedalam hidung Drey.


Tubuh Drey menegang mencium aroma tubuh Ashley. Wangi Matenya tiba-tiba bertambah berkali lipat, Greyson yang berada didalam tubuh Drey menggeram ingin sekali berganti Shift dengan Drey. Dengan sekuat tenaga Drey menahan Grey agar tetap tenang.


Drey langsung menjauhkan tubuhnya dari Ashley. Menutup hidungnya dan memejamkan mata agar hasrat ingin menandai Ashley tidak terjadi. Ashley yang melihat kejadian tersebut merasa aneh sekaligus takut.


Mata Drey sesekali berganti dari biru terang dicokelat gelap. Menggerem dan mencoba menahan aroma yang keluar dari tubuh Ashley. "Aku tidak boleh menandainya sekarang. Aroma ini!! Kenapa memancingku ingin menandai Ashley!!" Kata Drey didalam hati.


Karena tidak ingin kejadian tersebut terjadi. Drey segera keluar dari kamar dan meninggalkan Ashley sendiri didalam.


***°TO BE CONTINUE°


H**ai maaf aku baru up😭 Semoga gak bosen sama cerita ini :) Kira-kira apa yang sudah terjadi sama DreyShey? Jangan lupa vote, like&comment biar lanjutannya malam ini😁


See you next part🌻***