MY MATE

MY MATE
31



Author Pov


"Apa kau ingin mandi sebelum tidur, Drey?" Tanya Ashley saat mereka sudah berada didalam kamar.


"Ya." Jawab Drey dengan singkat dan suara dinginnya.


Ashley sangat bingung ada apa dengan sifatnya akhir-akhir ini? Tapi sebisa mungkin Ashley menepis rasa bingung akan perubahan Drey. "Baiklah, aku tidur terlebih dahulu." Ucap Ashley.


Drey hanya mengangguknya pelan lalu melangkahkan kakinya menuju Walk in closet. Ashley membaringkan tubuhnya diatas kasur king size milik Drey yang sudah dia tempati selama sebulan ini.


Pikirannya terus berkecamuk akan sikap Drey yang juga dingin kepadanya. Apakah dia memiliki salah kepada Drey? Benarkah seperti itu?


"Aku merasakan hal yang aneh kepada Mate kita, Shey." Ucap Chara melalui Mindlink.


"Kau benar, aku pun merasakannya." Kata Ashley membenarkan ucapan Chara Wolfnya.


"Aku takut jika dia meninggalkan kita." Ucap Chara dengan nada sedih.


"Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu Char? Tentu saja Drey tidak akan meninggalkan kita. Dia mencintai kita, kau tahu itu." Ujar Ashley marah karena pikiran Chara membuat kepala Ashley bertambah pusing. Tidak ada jawaban lagi dari Chara, mungkin dia sudah memutuskan Mindlink secaras sepihak.


Ashley mencoba menenangkan pikirannya dan menutup matanya. Walaupun mata Ashley tertutup, namun dia masih bisa mendengar saat Drey membuka pintu Walk in closet yang artinya dia sudah selesai mandi.


Sebisa mungkin Ashley memejamkan mata agar tidak melihat Drey untuk malam ini, bukan maksud Ashley ingin mendiami Drey. Namun dia ingin memberi waktu untuk menenangkan pikirannya.


Tapi langkah kaki Drey terdengar seperti mendekat kearah dirinya. Dadanya mulai berdegub kencang karena dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Drey padanya. Matanya sebisa mungkin tertutup seperti biasa tertidur.


Nafas hangat Drey menderu menyapu wajah Ashley yang mulus. Wajahnya dibelai selembut mungkin oleh tangan Drey, Ashley bisa merasakan benda kenyal mengecup dahinya.


Membuatnya ingin sekali membuka mata dan menatap manik mata biru cerah milik Drey yang menenangkan. Setelah mencium keningnya, bibir Drey berpindah kebibir tipis milik Ashley. Mengecupnya begitu lama dan melepaskan tanpa memanggutnya.


Detak jantung Ashley semakin tidak karuan saat Drey membisikkan sesuatu. "Aku mencintaimu, sangat. Aku harap suatu saat nanti kau siap untukku tandai sebagai Mateku seutuhnya."


Perkataan Drey membuat hati Ashley tertusuk seribu belati. Apakah dia sudah keterlaluan kepada Matenya? Apa dia tidak memberikan apa yang Matenya inginkan darinya? Rasa tulus Drey dia tolak karena ego dia belum siap? Apa Ashley merasa bersalah saat ini?


Perlahan Ashley bisa merasakan jika Drey menjauh dari dirinya, pintu kamar terbuka lalu tertutup kembali. Perlahan mata Ashley terbuka, mengintip apakah Drey keluar dari kamar atau tidak.


Dugaannya benar. Drey keluar dari kamar ini dan meninggalkannya untuk kesekian kali, air mata yang Ashley tahan kini meluncur bebas dipipi Ashley. Sesak dada memberenggutnya. "Maafkan aku, maafkan aku." Hanya kata-kata itu yang bisa Ashley katakan.


Pagi harinya. Pack masih terus berjaga-jaga karena tidak mungkin anggota dari Traffic tidak akan kembali menyerang Moon Stone Pack. Mereka tahu seperti apa Traffic ini.


Ashley keluar dari kamar menuju ruang makan untuk sarapan pagi. "Pagi semua." Sapa Ashley sesampainya dimeja makan.


"Pagi juga." Jawab mereka bertiga serempak.


"Drey mana?" Tanya Ashley.


Alpha Sean, Luna Qiandra dan Geigi menatap aneh dan bingung kepada Ashley. "Bukan kah kalian satu kamar? Mengapa kau bertanya kepada kami?" Tanya Luna Qiandra.


Ashley menepuk keningnya pelan, dia lupa jika semalam mereka tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. "Apakah kalian ada masalah?" Sahut Alpha Sean kepada Ashley yangs sedang meruntuki dirinya didalam hati.


"Aah tidak, hanya masalah sedikit." Kata Ashley dengan nada gugup.


"Benarkah seperti itu?" Kali ini Geigi menyahut.


"Mungkin," kata Ashley tertawa pelan. "Drey semalam keluar dan tidak kembali ke kamar. Aku pikir dia juga akan sarapan pagi bersama kalian." Kata Ashley lagi.


Tiba-tiba Beta Alrick datang dengan nafas tersenggal. "Salam Luna, Alpha, Nona." Ucap Beta Alrick sambil membungkukkan sedikit badannya.


"Ada apa Beta Alrick?" Tanya Alpha Sean.


"Alpha Drey." Kata Beta Alrick menyebut nama Drey, Ashley yang tengah meminum langsung tersedak lalu bangkit dari duduknya.


"Kenapa dengannya?" Tanya Ashley dengan cemas.


"Alpha mengamuk didalam ruangan pribadinya. Kami sudah mencoba menghentikannya namun gagal, Alpha bilang dia akan membunuh bagi siapapun yang mendatanginya saat ini. Karena itu maafkan kami karena sudah mengikat Alpha Drey dengan rantai agar tidak mengacaukan isi ruangan." Ucap Beta Alrick panjang.


Alpha Sean yang mendengar penjelasan dari Beta Alrick menangkap sesuatu apa penyebab dari masalah ini. Alpha Sean melirik kearah Ashley.


"Nak, aku ingin bertanya kepadamu." Kata Alpha Sean.


"Kenapa, Dad?" Ucap Ashley melirik kearah Alpha Sean.


"Apakah Drey sudah menandaimu?" Tanya Alpha Sean.


Ashley terkejut. "Ti...tidak, Drey belum melakukan itu karena aku bilang kepadanya jika aku belum.... Siap." Jawab Ashley yang memelankan suaranya diakhir kalimat.


Mereka bertiga terkejut. "Kau salah nak. Jika seorang Shewolf dan Hewolf sudah bertemu, seharusnya sesegera mungkin melakukan Mating kepada Matenya." Kata Alpha Sean sedikit marah.


"Aku harus bagaimana sekarang?" Ucap Ashley dengan pikiran yang menumpuk membuat otaknya tidak bisa bekerja dengan baik.


"Kau harus menghentikannya." Kata Luna Qiandra.


"Tapi itu akan sangat bahaya untuk kak Ashley!" Sahut Geigi yang sedari tadi diam.


"Itu jalan satu-satunya. Dan selanjutnya kau harus siap jika Drey menginginkannya, kau mengerti apa yang Daddy katakan?" Ucap Alpha Sean kepada Ashley.


"Tidak!! Aku tidak setuju. Jika kak Drey menyakiti kak Ashley bagaimana?!!" Ujar Geigi bersekukuh.


"Kau tenang saja, aku akan menanganinya." Kata Ashley lalu berlari meninggalkan mereka dan keluar dari rumah pack menuju ruangan pribadi milik Drey.


Sesampainya disana, Ashley melihat lima penjaga yang berada diluar ruangan. Salah satu penjaga mencegah Ashley masuk. "Maafkan aku Luna, saat ini Alpha Drey sedang tidak terkendali. Kami takut Luna terluka karena Alpha." Cegah salah satu penjaga tersebut.


"Biarkan aku masuk. Kalian tidak usah cemas, aku akan menanganinya. Percayalah! Hanya aku yang bisa menenangkan Alpha Drey sekarang!" Ucap Ashley sambil menerobos masuk kedalam ruangan tersebut.


Namun pintu tersebut lumayan kuat untuk didobrak oleh tubuh Ashley. "Bisakah kalian membukanya?" Kata Ashley kesal. Para penjaga tersebut mau tidak mau membuka pintu itu dan membiarkan Ashley masuk kedalam.


Saat pertama kali yang dilihat dari mata Ashley adalah. Kondisi Drey yang begitu kacau, lebih kacau dari semalam. Kedua tangannya terikat diatas dan kakinya dibiarkan saja.


Ashley menutup mulutnya namun tidak tergerak maju. "Drey...." Lirih Ashley saat melihat hal tersebut.


Drey mendongakkan kepalanya yang tertunduk, melihat wajah Ashley yang sedang terpaku disana. Ashley melihat manik mata Drey berwarna emas bukan biru terang, itu artinya dia Greyson bukan Drey!!


***°TO BE CONTINUE°


BOOMMM!!! YEAY update dua kali😁 hayo apa yang sedang terjadi sama Drey? Apakah Ashley siap untuk Drey tandai? Jangan lupa Vote, like&comment untuk part selanjutnya🤗


See you next part🌻***