MY MATE

MY MATE
10



Selang beberapa bulan Alisya kembali pulih seperti keadaan sebelumnya malahan sekarang Alisya nampak sangat bersemangat entah karena alasan apa?....


Dan sekarang Alisya sedang merengek sambil mengayun ayunkan sebelah tangan Aaron "Ayo cepat, aku ingin melihat latihan para warrior"


Bukannya senang denhan tingkah Alisya yang sudah kembali bersemangat Aaron malah mengerutkan keningnya karena ada perasaan yang mengganjal dihatinya "Apa kau benar-benar ingin melihat mereka latihan?"


Alisya mendongakkan kepalanya keatas untuk menatap Mata Aaron yang memang lebih tinggi darinya "Tentu saja, memang apa lagi?"


Aaron kembali mengerutkan keningnya karena sebagai matenya dia dapat merasakan ada yang tidak beres dengan Alisya karena dia biasanya tidak seenergik ini "Benarkah?, maksudku apa kau tidak punya tipu muslihat apapun atau rencana seperti kau ingin kabur dariku saat aku latihan dengan para warrior dan kau akan pergi dengan Mantan matemu?" Aaron menekan kalimat terakhirnya karena dia merasa jengkel dengan kedatangan Daren ke packnya dan itu untuk menemui matenya!! bagaimana bisa Aaron tidak merasakan niat membunuh yang tinggi saat melihat Daren.


Alisya sedikit tersinggung dengan ucapan Aaron "Apa kau tidak mempercayaiku?" Alisya menyipitkan matanya.


"Bukan seperti itu, tentu aku sangat mempercayaimu tapi kau tau aku sering merasa curiga dengan sifat barumu akhir akhir ini"


"Memang apanya yang salah dengan sifatku?" Alisya merasa dia tidak berubah sama sekali yah mungkin ada sedikit seperti ingin terus terlihat cantik.


"Aku sering memergokimu saat kau sedang menatap para laki laki yang sedang berjalan di depanmu" Aaron menggeram saat mengingat tentang hari itu.


Alisya menyolot pada Aaron karena dia merasa Aaron terlalu mengekangnya "Bukankah wajar kalau aku melihat mereka, karena aku memiliki sepasang mata"


"Tapi kau melihat mereka dengan tatapan genit, apa kau tidak sadar?!"


"Apa maksudmu?, aku tidak pernah seperti itu! kau saja yang terlalu posesif!"


"Itu hal yang wajar bagi seorang pasangan yang mengkhawatirkan pasangannya"


"Lihat dia mengatakan hal itu seolah itu hal yang kecil menurutnya?! Huh!, tuhan berilah hambamu ini keluatan supaya aku tidak melemparnya dengan meteor"


"Terserah padamu, aku mau pergi sendiri dan menikmatinya tanpamu"


Alisya pergi keluar dari ruang kerja Aaron dan menuju halaman belakang mannsionnya. Disana dia sudah melihat banyak pemandangan yang memanjakan matanya.


Disana banyak warrior yang bertelanjang dada mereka berkeringat dan tubuh yang proposional dan itu nampak sangat menjernihkan mata.


"Lihat, baru sebentar aku meninggalkan mu dan kau sudah melihat kiri kanan, bukankah ucapanku benar adanya?"


Alisya terkejut mendengar suara berat dan sexy yang sudah sangat dikenal Alisya. Aaron. dia adalah Aaron.


"Terserah, dari pada aku meladenimu lebih baik aku memanjakan mataku" Alisya bersikap cuek sekarang pada Aaron karena dia masih marah pada Aaron.


"Memang apa kurangnya aku dimatamu? aku tampan dan memiliki tubuh yang atletis"


"Juga....aku sangat kuat saat diranjang"


Wajah Alisya sangat merah sampai ke belakang telinganya dia sangat malu dengan bisikan dari Aaron.


"*Hei! bukankah itu terlalu banyak!! itu tidak layak untuk dibicarakan pada seorang anak dibawah umur dan juga aku masih polos!?"


Author : "Apanya yang polos kau kan sering membayangkan hal itu dengan biasmu"😒


"Tentu saja karena bagi seorang fans itu No halu No life you know"😏


Author : "Serah!! memang beda otak seorang kpoppers?😑*


Balik topik


"Tidak, aku lebih menyukai beta-mu itu dia terlihat sangat tampan juga jangan lupakan roti sobeknya itu dicampur dengan keringat itu sangat.........sexy"


Setelah mengatakan hal itu Alisya merasa suhu lingkungannya berubah menjadi sangat dingin, sepertinya dia tau asal dari perubahan suhu ini.


Alisya menatap Aaron yang terlihat mengerikan, rahangnya mulai mengeras terlihat urat-urat di kepala dan tangannya juga kuku yang memanjang.


"Alpha tanpa seorang beta tidak akan terlalu bermasalahkan?" Alisya tersentak mendengar kalimat itu. Aaron pasti ingin membunuh Daniel dari inti ucapannya.


Alisya buru-buru memeluk Aaron dari belakang ketika melihat dia melangkah menghampiri Daniel. "Tidak! aku hanya bercanda sebenarnya orang yang paling tampan adalah dirimu dan yang paling aku inginkan hanyalah dirimu!"


Hening


Suasana saat ini hanya hening diantara mereka.


Alisya merasakan tubuh Aaron yang mulai rilex kembali dan memutar tubuh Alisya sehingga mereka berhadapan.


Aaron menyeringai pada Alisya dan itu membuatnya risih "Benarkah?"