
"Kenapa aku malah mereject nya? Kenapa aku menyakitinya? Kenapa aku malah meninggalkannya?" Daren terus bertanya dalam hatinya terlalu banyak kata Kenapa dalam pikiranya. Dia tampak sangat menyesal sudah meninggalkannya, tapi bukan Daren namanya kalau cepat menyerah "Tidak... aku tidak bisa seperti ini terus....aku akan mendapatkanmu suka atau tidak kau akan tetap berada disisiku" setelah mengatakan kata kata yang terdengar sangat dingin, warna mata Daren berubah warna yang awalnya berwarna hitam sekarang berubah menjadi warna emas yang menandakan sisi serigal Daren lah yang telah mengambil alih tubuh Daren.
"Alfred segera siapkan 100 warrior tingkat A sekarang kita akan menjeput Luna kita" Daren memindlink Alfred dia adalah Beta dari Silver moon pack.
"Baik Alpha" Alfred merasakan bulukuduknya berdiri setelah mendengar mindlink dari Alphanya tersebut dia tidak pernah merasakan hawa semenyeramkam ini dari Daren, sebenarnya Alfred ingin bertanya kenapa Daren memintanya untuk menyiapkan 100 warrior tingkat kelas A? Perlu diketahui bahwa warrior tingkat kelas A itu memiliki kekuatan yang hampir setara dengan seorang Alpha!! Tapi Alfred segera mengurungkan niatnya karena merasakan suara berbahaya dari seorang Daren.
Tanpa berpikir lama Alfred segera menyiapkan 100 warrior tingkat kelas A.
...
Sedangkan disisi lain
Aaron masih mencoba untuk menenangkannya dan Alisya yang merasakan kehangatan yang tersalur ke hatinya segera menjadi tenang dan mengusap air matanya. Melihat bahwa matenya sudah berhenti menangis Aaron merasa lebih tenang dan tanpa disadari dia mengulas sedikit senyuman di wajah tampannya. "Bagaimana dengan aku saja yang mengantarmu" Aaron mengajukan pendapatnya tapi tetdengar seperti perintah.
Alisya berpikir dalam hatinya "Kalau Aaron yang mengantarku itu akan terlalu mencolok karena sudah terlihat dari aura kepemimpinannya jadi itu akan terlalu bresiko".
"Tidak, aku menolaknya karena itu pasti akan ketahuan oleh kedua saudari tiriku dan juga ibu tiriku kalau kau itu adalah seorang Alpha, akan terlqlu merepotkan jika mereka mengtahuinya" memang benar apa yang dipikirkan oleh Alisya bahwa penyihir tua itu pasti akan mencelakainya kalau dia tau bahwa Alisya menemukan mate barunya dan itu seorang Alpha lagi.
Sepertinya untuk satu hal ini Aaron tidak bisa protes karena sudah terlihat dari raut wajahnya yang menunjukan ekspresi serius dan suara yang mengandung peringatan "Baiklah, tapi kau akan tetap dijaga oleh beberapa warrior bayangan untuk menjaga keamananmu" Aaron hanya bisa pasrah dan tertunduk lesu.
...
Didepan sebuah mansion ada seorang gadis cantik dan imut yang tengah berjalan menuju gerbang mansion yang tampak menjulang tinggi, gadis itu berjalan dengan anggun dan penuh wibawa benar benar berkharisma. Gadis itu terus berjalan sampai menuju pintu mansion tersebut setelah membukanya gadis itu lalu menuju ruang keluarga.
Diruang keluarga tersebut terdapat seorang wanita yang sudah cukup tua dengan kedua gadis yang tampak hampir mirip. Salah satu pelayan yang berada tak jauh dari ruang keluarga tersebut nampak sembari membawa 3 teh memiliki raut wajah terkejut saat tanpa sengaja melihat gadis yang tengah berjalan, pelayan itu berteriak "Nona Alisya!!".
Mia segera berlari dan menumpahkan minuman itu dia segera mendekati Alisya "Nona apa kau terluka? apa mereka melakukan sesuatu kepada nona? apa nona mem"
"Dimana ayah" sebelum Mia menyelesaikan ucapannya Alisya memotong ucapannya "Kenapa kau mencari ayah" itu adalah suara Lucy yang selalu sinis pada Alisya "Aku tidak bertanya padamu Lucy" Alisya kembali membuka suaranya dengan dingin.
"Kamu..." Lucy menunjuk Alisya dengan geram.
"Dimana ayah Mia?" Alisya tidak menanggapi Lucy tapi sebaliknya bertanya pada Mia "Tuan ada di dalam ruang kerjanya nona" "Baiklah sekarang kau ikuti aku" Alisya sekarang berjalan menuju ruang kerja ayahnya yang berada di lantai 2 "Baik nona"
Tokk! tokk! tokk!
"Masuk"
Setelah mendengar suaranya Alisya langsung masuk kedalam "Ayah" Alisya menatap seorang pria setengah baya yang sedang sibuk membaca "Hmm" hanya itu jawaban dari ayah Alisya "Aku sekarang akan pergi dari rumah ini, aku akan pidah dan tinggal di sebuah rumah dekat pedesaan bagian Timur" Alisya langsung pada intinya karena dia tidak suka hal yang terlalu berbelit belit "Terserah padamu" lagi lagi Ayah Alisya hanya menjawab singkat "Dan aku ingin kau berjanji padaku" kali ini ayah Alisya menatap Alisya "Apa itu?" "Aku ingin kau menjaga Mia karena aku tidak akan membawanya pergi bersamaku" Jujur saja kalau dia meninggalkan Mia disini dia akan merasa gelisah dan juga jika dia membawa Mia ikut bersamanya itu akan lebih beresiko jadi dia akan meninggalkan Mia dengan meminta Ayahnya untuk menjaga Mia.
"Tentu" setelah itu Ayah Alisya kembali sibuk membaca lagi.
Tokk! tokk! tokk!
Saat Alisya akan berbalik untuk pergi dia mendengar seseorang mengetuk pintu. "Masuk" itu adalah suara ayahnya lalu datang lah Mia "Ada apa?" "Maaf mengganggu Tuan tapi diluar ada Alpha Daren yang ingin menemui Nona Alisya sekarang ini"
"Ada apa bajingan itu datang kemari dan mencariku? apa dia belum puas untuk menyiksa tubuh ini?"
"Baik aku akan segera menemuinya"