MY MATE

MY MATE
02



Disana Alisya melihat ada seorang pria tampan dengan rambut coklat tua, mata hitam, rahang yang kokoh dan juga dada yang bidang.



"KIM SEOK JIN?"


Alisya terkejut dengan pria yang berada di depan pintu kamar miliknya, karena dia mirip dengan idolanya dan tanpa sengaja mengucapkan nama idolanya. Jangan terkejut karena di dunianya dulu Alisya(Aghnia) adalah seorang fangrill yang mengidolakan boyband BTS.


"Siapa itu kim seok jin?" pria disana memandangnya dengan aneh dan marah?. kenapa dia tampak marah? apakah dia mengucapkan hal yang salah? atau prilakunya?.


Itulah pertanyaan yang sekarang berada di kepalanya.


"Bukan urusanmu wahai Alpha Daren" Alisya hampir lupa dengan siapa nama pria didepannya dan yah dia adalah Daren mate dari Alisya, ralat mantan mate Alisya.


Tatapan Daren menjadi dingin dan yang membuat orang hampir terkejut adalah ucapannya "Terserah kau saja, dan aku datang kemari hanya ingin memberi tahu kalau aku akan menikah bulan depan"


"Kalau kau sudah bicaranya lebih baik kau keluar dari sini aku tidak ingin melihat dirimu lagi"


"Baiklah, lagi pula hanya itu yang ingin aku katakan" setelah itu Daren pergi tanpa melihat dua kali pada Alisya.


"Nona kau jangan sedih yah karena Alpha Daren akan segera menikah" Mia menunjukan raut wajah simpati pada Alisya bagaimana tidak Daren adalah mate Alisya tapi dia akan segera menikah dengan wanita lain, bukankah itu menyakitkan?.


"Aish...kau tidak perlu khawatir seperti itu padaku karena aku baik baik saja dan aku akan menemukan pasangan yang lebih baik dan juga tampan dari pada bajingan itu" Alisya menunjuka ekspresi bangga pada wajahnya dan saat dia hendak pergi Mia menghentikannya.


"Tapi nona siapa itu tadi Kim seok jin?" yah tidak heran Mia tidak mengenal Artis tampan itu inikan dunia immortal mana ada boyband korea.


wajah Alisya sedikit memerah saat membayangkan wajah idolanya "Dia adalah suami masa depanku" setelah itu dia cekikikan sendiri tapi disatu sisi Mia merasa bingung.


"Tapi nona bagaimana kalau dia sudah menemukan mate nya atau apakah dia itu un- mate?"


Ekspresi Alisya menjadi sedikit gelap "Dia tidak memiliki mate Mia" setelah itu Alisya berjalan keluar sambil menggerutu.


'Bagaimana bisa Jin memiliki mate iya kalau dia adalah Werewolf tapi diakan manusia ah... kalau dia memang seorang werewolf maka aku ingin menjadi matenya ah!! tidak mending Jungkook atau Jimin ah!! tidak, tidak lebih baik Taehyung' itulah yang terus Alisya gumamkan sambil berjalan taklupa di belakangnya ada Mia yang mengikuti Alisya.


"Kau mau kemana Alisya?" diruang tamu mannsion nya Alisya mendengar suara sedikit serak yang memanggilnya.


"Aku ingin pergi jalan jalan keluar ayah" Alisya langsung menghadap kearah suara itu untuk menghormati ayah dari Alisya.


"Baiklah, tapi jangan lama kau harus pulang sebelum matahari terbenam"


"Baik"


Setelah itu Alisya pergi dengan Mia kearah pasar gelap mungkin disana dia bisa menemukan hal yang menarik sekalian membeli baju untuk nya karena baju dalam lemarinya benar benar lusuh dan tidak modis untuk Alisya.


Didepan Alisya ada sebuah acara sayembara yang tengah berlangsung Alisya dan Mia menghampiri ketempat acara itu "Mia apa yang mereka hadiah kan untuk pemenang?"


"Sekarang siapa lagi yang ingin ikut bertarung lagi disini untuk mendapatkan hadiah?!!!"


Alisya yang sedang menatap pria tampan tadi segera mengalihkan pandangannya pada seorang pria pembawa acara tadi.


"Oh?! anda ingin bertarung disini nona?" pembawa acara itu melihat pada seorang gadis muda dan menyuruhnya untuk maju ke arena pertempuran.


Semua orang melihat kearah yang ditunjuk oleh pembawa acara, mereka sangat terkejut pada wanita itu. "Nona apa yang kau lakukan?! kau tidak bisa kesana disana sangat berbahaya bagaimana nanti kalau nona terluka parah. Saya mohon untuk tidak kesana nona demi anda"


Mia terus saja menghalangi Alisya untuk tidak pergi ke arena itu tapi Alisya itu keras kepala mungkin sebenarnya yang keras kepala itu Aghnia. "Sudahlah Mia aku akan melakukannya dengan cepat tenang saja, sekarang kau tunggu disini dan aku akan pergi kesana aku janji ini akan cepat yah" setelah itu tanpa menunggu Mia menjawab Alisya sudah pergi duluan.


"Nona siapa nama anda?" pembawa acara itu bertanya dengan ramah sambil tersenyum imut yang menampilkan lesung pipinya.


Alisya menampilkan ekspresi dinginnya "Alisya"


"Baiklah nona Alisya anda bisa bertarung sekarang peraturannya adalah anda harus melumpuhkan lawan sampai jatuh setelah itu anda akan menang" setelah mendengar peraturannya Alisya langsung memasuki arena pertarungan.


Disana ada seorang laki laki tubuhnya dipenuhi dengan tato, kepala botak, badan besar juga berotot dan di wajahnya terdapat luka goresan yang panjang.


"Gadis kecil lebih baik kau menyerah saja sekarang daripada kau nanti terluka" lawan Alisya itu menampilkan wajah dengan ekspresi sinis juga sedikit gelap.


"Tidak karena aku disini ingin mencari kesenangan mana mungkin aku melewatkannya" balas Alisya tak kalah sinis pada lawannya.


"Kau salah dalam mencari kesenangan" setelah itu pria berotot tadi menyerang Alisya secara brutal dan Alisya haya menampilkan senyum yang tak sampai pada matanya.


Pria berotot berlari kearah Alisya dengan mengepalkan tangannya untuk menonjok perut Alisya, dengan cepat Alisya menghindarinya. Menyadari bahwa serangannya gagal pria berotot lansung marah dan kembali menyerangnya secara membabi buta pada Alisya.


Tak diam saja Alisya juga menyerang wajah pria itu dengan pukulannya lalu menendang wajahnya juga menonjok perutnnya secara cepat dan pria tadi langsung ambruk saat menerima serangan dari Alisya.


'Eh? apakah dia pingsan? padahal diakan werewolf tapi kenapa bisa semudah itu yah atau apakah aku yang berlebihan?'


Alisya bingung dengan pria berotot itu apakah pria itu sangat lemah atau dia yang terlalu berlebihan dalam menyerang?.


Semua orang terdiam karena terkejut dengan gadis muda yang berada di tengah arena itu bagaimana bisa dia membuat pria menyeramkan tadi pingsan hanya karena serangannya itu, sungguh menakutkan.


"Waw!! selamat nona anda telah memenangkan pertandingan ini" semua orang kembali keakal sehat mereka dan melihat pembawa acara itu memberikan sekantung penuh uang.


Tak lama kemudian Alisya menerimanya dan langsung berjalan mendekati Mia yang tampak masih bingung. "Ayo Mia kita cari toko pakaian aku akan membeli beberapa pakaian disana".


"Nona bagaimana kau melakukannya?" Mia masih syok dengan apa yang dilakukan oleh Alisya tadi. "Tidak tau, aku hanya menyerangnya dan dia menjadi seperti itu" yah tidak dapat dipungkiri Alisya juga merasa bingung tapi dia tidak menanggapinya dan malah langsung pergi.


Tanpa sepengetahuan Alisya ada dua pasang mata yang terus memperhatikannya dari tadi. "Aku ingin kau mencari tahu darimana asal gadis itu nanti kau serahkan padaku" orang itu menyeringai 'Akhirnya aku menemukanmu setelah ini aku tidak akan membiarkanmu pergi dariku lagi'


Orang itu langsung berbalik pergi meninggalkan acara pertandingannya dan berlalu pergi kearah gerbang pack dan menghilang darisana.