MY MATE

MY MATE
43



Author Pov


Benar saja! Itu adalah Liena Evelyn, Ibu dari Ashley Stormi yang sudah meninggal 14 tahun yang lalu saat penyerangan Silver Moon Pack. Lalu mengapa Ibunya bisa kembali dengan selamat dan malam itu Ibunya menyelamatkan hidupnya.


"Mama..." Panggil Ashley dengan suara yang begitu lirih dan pelan sekali.


Namun Drey masih bisa mendengarnya. "Mama? Apakah itu Ibumu?" Tanya Drey yang berada disamping Ashley. Tetapi tidak ada jawaban dari Ashley karena terus menatap lekat kearah perempuan tersebut.


Disisi lain, perempuan berjubah tersebut menatap kearah Ashley, Drey dan Wyersa dengan senyuman yang begitu hangat. Membuat hati Ashley ikut menghangat dan darahnya berdesir hebat, seperti sebuah kerinduan yang menemukan rumah yang tepat.


"Ashley Stormi." Ucap wanita tersebut dengan suara begitu lembut dan tenang, membuat siapapun yang mendengarnya merasa nyaman.


Ibu dari Ashley atau kita panggil Liena, berjalan kearah Ashley dengan berlari sedikit. Namun, Drey langsung menjauh dari tubuh Ashley dan berlari kearah Traffic yang tergeletak lemah. Dengan cekatan yang cepat, Drey langsung berubah menjadi serigala Greyson dengan pergantian Shift cepat.


Tubuh serigala tersebut langsung menyerang kearah Traffic yang diam-diam bangkit dari tanah dan memegang sebuah belati perak yang dia yakini sudah dilapisi oleh racun Wolfbene. Belati tersebut sudah siap mengarah kearah Liena.


"Alpha Drey hati-hati!! Itu bukan hanya racun Wolfbene! Itu terlapisi serbuk bunga Mortem!!" Peringat Wyersa dengan teriakkan kerasnya membuat semua terkejut mendengar hal itu.


Bagaimana tidak, jika saja racun dari wolfbene bisa membunuh semua jenis Werewolf, bagaimana dengan bunga Morem yang dengan sekali sentuh bisa langsung meninggal! Itu adalah bunga paling mematikan yang langka dan paling ditakutkan. Apalagi untuk membunuh Sang Ratu, sekali sentuh maka nyawa tidak akan tertolong.


Drey yang sudah siap melompat kearah Traffic yang siap menusuk siapa saja dengan belatinya, langsung mencakar dan mencabik tubuh Traffic dengan dendam yang begitu kuat.


Traffic yang mendapatkan serangan mendadak, tersungkur kembali ketanah, belati yang dipegangnya menggoreng pinggang Greyson yang melolongkan suaranya menahan sakit dari goresan tersebut.


"DREY!!"


"ALPHA!!" Ujar mereka semua serempak. Para Warrior yang tersisa diperintah oleh Beta Alrick untuk menyerang Traffic sampai menemui titik akhir hidupnya.


Mereka semua bergerak maju menyerang Pack dan menghancurkan, tanpa peduli belas kasih entah itu kepada Werewolf perempuan disana. Sedangkan Liena terkejut dan mematung sambil memundurkan langkahnya menatap Drey yang sudah berganti Shift dan berlumuran darah.


Ashley, Wyesra dan Beta Alrick langsung menghampiri Drey yang sudah kesakitan. "Drey kau baik-baik saja? Kau harus bertahan. Kita akan kembali kepack dan membawamu kerumah sakit, kau tidak boleh pergi!" Ucap Ashley dengan nada bergetar dan terus berkata dengan mengulang-ulang setiap kata.


Kepala Drey ditumpu keatas paha Ashley dan menyadarkan Drey dengan menepuk-nepuk wajahnya agar tidak kehilangan kesadaran.


"Maaf.... maafkan aku yang, yang tidak bisa menjagamu dengan baik." Kata Drey dengan tenaga yang tersisa untuk berbicara.


Ashley menggelengkan kepalanya dan menitihkan air mata yang sudah membasahi pipinya sedari tadi. "Kau harus bertahan hiks, demi aku Drey demi aku, hiks." Ucap Ashley dengans sesegukan.


Liena menghampiri mereka dan menjongkokkan tubuhnya menatap mereka. "Bawa dia sekarang, racun akan semakin menyebar keseluruh tubuh jika tidak langsung mendapat pertolongan." Kata Liena kepada mereka.


Dengan sigap, Beta Alrick membawa tubuh Drey dan memasukkannya kemobil yang sengaja dia gunakan jika terjadi hal genting. Kecepatan tinggi melaju dengan pesat mobil tersebut.


Ashley terus berusaha menyadarkan Drey agar tidak tertutup matanya, karena itu akan sangat bahaya dengan hidupnya. Liena dan Wyersa terus merapalkan sihir agar Drey bisa terus kuat bertahan.


Tidak butuh waktu lama, mobil tersebut sudah sampai didepan rumah sakit Moon Stone Pack. Beta Alrick langsung membopong badan Drey dan masuk kedalam rumah sakit tersebut dengan berlari.


Bersamaan dengan adanya Luna Qiandra dan Alpha Sean yang sedang berjaga disana. Mereka terkejut melihat anak lelakinya digotong tak berdaya. Mereka menghampiriny dengan raut wajah yang cemas.


"Apa yang terjadi dengan Drey?" Tanya Luna Qiandra menatap khawatir kepada anaknya. Sedangkan Drey sudah masuk kedalam ruangan dan diperiksa oleh dokter pack tersebut.


"Mom.." Kata Ashley dengan isakkan tangis dan memeluk tubub Luna Qiandra menumpahkan semua tangisnya.


"Drey hiks, Drey...." Ucap Ashley tak mampu berkata.


"Duduklah, tenangkan dirimu lali ceritakan." Sahut Alpha Sean disamping Luna Qiandra. Ashley hanya mengangguk menurut.


Setelah dirasa sudah membaik, Ashley lalu menceritakan kejadian demi kejadian yang menimpa mereka diPearl Moon Pack. Malam ini sudah menunjukkan pukul 1 malam.


"Drey terkena belati yang dilapisi racun Wolfbene dan bunga Morem." Katanya setelah panjang menceritakan.


Luna Qiandra dan Alpha Sean terkejut mendengar hal itu. "Bunga Morem? Bunga itu sangat mematikan jika tersentuh oleh kulit. Dan itu bunga yang sangat langka, hanya ada dibukit lembah dipersembunyian, darimana Traffic mendapatkannya." Ujar Alpha


"Aku tidak tahu, Dad." Kata Ashley dengan mengusap pipinya.


"Alpha Drey pasti bisa melewati masa kritis, Luna, Alpha. Kita berdo'a saja kepada Moon Goddess." Ujar Wyersa dengan maksud menenangkan.


"Semoga," kata Luna Qiandra dengan senyum, matanya menatap kearah samping Wyersa. "Kau.... Lili!" Lanjut Luna Qiandra saat menyadari wajah perempuan tersebut.


"Qiandra, ah maksudku Luna Qiandra." Kata Liena sambil menundukkan sedikit badannya.


Luna Qiandra bangkit dari duduk dan berkata. "Hai kau tidak boleh seperti itu, kita adalah teman! Mengapa kau memanggilku dengan sebutan Luna!"


"Aku merindukanmu." Ucap Liena lalu memeluk Luna Qiandra dan menumpahkan semua kerinduannya.


"Kau menghilang tanpa kabar, Li." Ujar Luna Qiandra sambil menangis terharu. Sedangkan mereka yang berada diruangan tersebut terasa melihat kedua sahabat bertemu dan melepas rindu.


"Mama, Mom." Sahut Ashley sambil bangkit dari duduknya.


"Ashley, anakku." Ujar Liena bergantian memeluk tubuh anaknya dengan erat.


"Mama kau darimana saja. Aku merindukanmu." Kata Ashley lagi.


"Maafkan Mama nak, aku pergi meninggalkanmu setelah perang pack. Ini demi kebaikanmu." Ucap Liena sambil melepaskan pelukannya dan mengusap air mata yang terjatuh dipipi Ashley.


"Aku sendirian Ma, 14 tahun aku tidak bertemu denganmu. Dimana Ayah? Apakah Ayah selamat juga?" Kata Ashley bertanya.


Liena menggelengkan kepalanya lemah. "Ayahmu tidak selamat, maafkan Mama sudah pergi tanpa membawamu. Maafkan Mama." Ucap Liena menyesal.


"Sudahlah, Ashley sekarang juga anakku. Ashley akan merasakan bahagia." Sahut Luna Qiandra menimbrung.


"Apa kau sudah bertemu dengan Matemu, nak?" Tanya Liena kepada Ashley. Luna Qiandra terkekeh geli saat meihat wajah Ashley bersemu merah.


"Oh astaga, apa tadi itu Matemu? Lalu? Alpha? Kau memiliki Mate seorang Alpha? Tunggu! Alpha, dari pack ini? Artinya, dia anakmu Qiandra?" Ucap Liena dengan begitu banyak pertanyaan didalamnya.


Luna Qiandra tersenyum hangat dan menganggukkan kepalanya. Liena terkejut dan setelahnya menatap Ashley dengan berbinar.


***°TO BE CONTINUE°***


***UP kan?😅 udah ya perangnya? Soalnya perang gak baik😂 Yeay menuju ending dong😍 Semoga suka dipart ini, jangan lupa like, vote&comment biar besok langsung update


See you next part🌻***