
Author Pov
Pagi hari yang sudah memasuki jam 8 pagi dimana Moon Stone Pack ramai akan datangnya semua para Werewolf tertinggi seperti Alpha dan para tetua. Tak ketinggalan Luna Emily dan Alpha Sean datang bersama Khaterina dan Edward.
Disisi lain dimana Ashley sedang dihias oleh tangan seni Geigi yang kebetulan suka sekali Make-up. Tak lupa Khaterina ikut membantu dalam hal itu, sedangkan Ashley seperti boneka mainan yang pasrah akan apa yang pemiliknya lakukan.
Polesan demi polesan menghiasi wajah Ashley yang pipi nya tidak setirus dulu, walau kulit putih pucatnya masih terlihat namun aura kecantikkannya terus saja memancar. Ini yang membuat Drey memutuskan untuk cepat-cepat mengklaim Ashley menjadi miliknya dan Luna diMoon Stone Pack.
Sekitar 1 jam berakhir, akhirnya Ashley keluar dengan gaun putih yang mengembang dibagian bawah, ditangannya memegang sebuket bunga berwarna putih dan biru seperti dekor pesta. Rambut dikepang besar dan mahkota kecil bertengger cantik diatas kepala Ashley.
Semua tamu menatap kagum kearah Ashley yang berjalan dikarpet merah ditemani oleh sang Ibu yaitu Liena dan juga Khaterina disebelah kirinya. Sedangkan Alpha Sean, Luna Qiandra, Geigi, Drey, Alpha Shawn dan Luna Emily sudah berada didepan mereka.
Taburan bunga diberikan disetiap langkah kaki Ashley, degup jantungnya tentu saja sangat keras. Sedangkan Chara juga merasakan hal itu, setelah berada didepan podium. Drey yang masih terpaku oleh kecantikkan Ashley disenggol bahunya oleh Geigi untuk segera sadar.
"Kak bukan saatnya untuk melamun!" Bisik Geigi kesal. Drey tersadar dan menggelengkan kepalanya. Segera mungkin tangannya diulurkan kearah Ashley yang sudah berdiri menunggu.
Ashley membalas uluran Drey dan menaiki podium kecil yang sudah disiapkan. Seorang tetua atau bisa kita sebut pendeta berjalan menghampiri mereka berdua dengan benang suci ditangannya.
Sebenarnya jika kalian ingin tahu, Drey juga merasakan deguban yang cukup keras. Takut dan gemetar Drey sembunyikan dengan baik dibalik wajah tegas dan datarnya, namun setelah melihat wajah Ashley otomatis Drey langsung mengembangkan senyumannya.
"Para hadirin semuanya, untuk tidak membuang waktu lama kita mulai acaranya sekarang," ucap pedeta tersebut sebelum menatap kedua mempelai didepannya yang sudah saling menggenggam kedua tangan mereka yang sudah terikat oleh benang suci.
"Drey Malvis Anderson as Alpha Moon Stone Pack, apakah kau menerima ikatan suci ini secara sepenuh hati dan berjanji terikat sepenuh jiwa dengan Mate yang sudah ditakdirkan oleh Moon Goddess, dan menerima Ashley Stormi sebagai istri dan ratumu?" Ucap sang pendeta.
"I do." Ujar Drey dengan yakin dan tegas sambil terus menatap lekat kearah Ashley yang juga membalas tatapannya. Seperti mengunci tatapan mata mereka.
"Ashley Stormi, apakah kau menerima ikatan suci ini secara sepenuh hati dan berjanji terikat sepenuh jika dengan Mate yang sudah ditakdirkan oleh Moon Goddess, dan menerima Drey Malvis Anderson sebagai suami dan rajamu?" Ucap sang pendeta mengulangi.
"I...." ucapan Ashley menggantung sesaat membuat semua orang cemas akan jawaban selanjutnya. Begitu pun dengan Drey yang sudah tidak tahu caranya bernafas dengan benar. "I do." Sambung Ashley dengan senyuman diwajahnya.
Semua tamu dan juga Drey bernafas lega saat mendengar ucapan Ashley selanjutnya. "Drey Malvis Anderson dan Ashley Stormi, diberkatilah kalian oleh Moon Goddess menjadi pasangan abadi seumur hidup." Kata pendeta sambil memberikan sebuah cahaya kecil dikening mereka masing-masing sebagai berkat.
Benang tersebut dibuka kembali dan ditaruh diatas nampan istimewa. Drey dan Ashley setelahnya langsung berpelukan dengan sangat erat.
"Terimakasih, terimakasih. Aku mencintaimu Shey!" Ucap Drey tak henti-hentinya sambil mencium pipi Ashley dan juga bibirnya sekilas lalu memeluknya kembali.
Orangtua Drey, Liena, Geigi, Alpha Shawn dan Luna Emily menghampiri mereka dan mengucapkan selamat kepada kedua pasangan yang hari ini sudah resmi terikat sepenuhnya.
"Aku titipkan anakku padamu Alpha Drey, jaga dia baik-baik. Dia adalah salah satu anak perempuanku yang cantik, sampai kapan pun dia akan menjadi anak kecil bagiku." Ujar Liena berpesan kepada Drey dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangis.
"Ashley sangat beruntung bisa menjadi Matemu." Ucap Liena menghapus sudut matanya yang tergenang air mata.
"Tidak Ma, aku yang sangat beruntung bisa bertemu dengan Ashley saat itu. Jika bukan karenanya mungkin aku sudah tidak akan berdiri disini bersamanya." Ujar Drey sambil memeluk tubuh Liena.
"Kak Drey! Kau harus berjanji untuk menjaga dan membuat kak Ashley tersenyum. Kak Ashley tidak suka dikekang, kak Ashley tidak suka diperinta seenaknya, kak Ashley..." Ucapan Geigi terpotong karena mulutnya dibekap oleh tangan milik Drey agar adik cerewetnya ini diam.
"Aku tahu adik kecil! Kau ini cerewet sekali." Ujar Drey sedangkan Geigi menghempaskan tangan Drey dan memberikan tatapan tajam kepada kakaknya.
"Aku membencimu! Mom kak Drey jahat kepadaku!" Kata Geigi merajuk sambil memeluk Luna Qiandra, semua orang tertawa melihat tingkah laku mereka.
Alpha Shawn dan Luna Emily melangkah maju mendekati mereka. "Kami ucapkan selamat untukmu Alpha Drey, Luna Ashley atas pernikahan kalian." Sahut Alpha Shawn sambil menjabat tangan mereka satu persatu.
"Terimakasih sudah datang, aku ucapkan selamat juga untuk hamilnya Luna Emily." Balas Drey dengan senyuman. Begitu pun yang dilakukan kedua wanita tersebut.
"Semoga kau cepat menyusul untuk memiliki momongan Shey." Kata Luna Emily.
"Do'akan saja yang terbaik Luna Em." Ucap Ashley dengan senyuman. Drey menatap Ashley dengan misterius.
"Tentu saja!" Balas Luna Emily dengan senang.
"Kalian nikmati acara ini dan hidangan yang sudah disiapkan." Kata Drey kepada mereka yang dibalas anggukan kepala dan pamit turun untuk makan.
Setelahnya Khaterina dan Edward menghampiri Ashley dan Drey. Tentu saja, Khaterina langsung heboh dan memeluk erat tubuh Ashley. "Astaga Shey!! Aku masih tidak menyangka gadis malas sepertimu sudah menjadi istri seorang Alpha yang kuat, aku ucapkan selamat untuk kalian berdua!! Cepat-cepatlah memberiku keponakan." Cerocos Khaterina panjang, sedangkan Edward yang sudah terbiasa dengan tingkah Matenya hanya menggelengkan kepalanya heran lalu menjabat tangan Drey dan memberikan selamat.
"Iya iya!! Kau cepatlah menyusul, ah ya Khat aku harap kau mengurangi sifat cerewetmu." Kata Ashley namun dengan nada bercanda.
"Ah baiklah, aku hanya mengucapkan seperti itu saja. Ayo Ed kita makan!" Ucap Khaterina menghiraukan Ashley yang sedang melotot kearahnya. Drey dan Edward hanya tertawa melihat tingkah persahabatan mereka.
Acara semakin meriah, dan ini saatnya Drey untuk mengumumkan sesuatu kepada seluruh tamu yang hadir.
***°TO BE CONTINUE°***
***Ayo tebak mau ngomong apaan Drey? Hahaha jangan lupa kasih Like, vote&comment buat hadiah pernikahan DreyShey. Oh iya mampir kecerita aku kedua yuk judulnya "About Rashi" tentang broken home gitu😁
See you next part🌻***