MY MATE

MY MATE
46



Author Pov


Setelah menempuh jarak cukup jauh, akhirnya mereka sampai didepan Moon Stone Pack. Yang langsung disambut oleh para penjaga dengan membungkukkans sedikit tubuhnya saat Alpha Sean dan Ashley turun dari mobil.


Alpha Sean mengajak Xastel untuk langsung kerumah sakit pack. Diikuti oleh Ashley disamping mereka, sesampainya didepan pintu rumah sakit. Ashley langsung membuka pintu dan dirinya melihat Geigi disana, ya dia sudah kembali kepack setelah 1 minggu tidak kembali.


"Geigi? Kau sudah kembali?" Tanya Alpha Sean sambil masuk kedalam ruangan tersebut.


Geigi yang dengan wajah sembab karena menangis tahu jika kakaknya seperti itu langsung menghamburkan kepelukan sang Ayah. Geigi menangis didada bidang Alpha Sean, dia berkata. "Maafkan aku tidak tahu soal kondisi kak Drey, aku sangat menyesal tidak menanyakan kabar kepada kalian hiks, maafkan aku Dad hiks."


Alpha Sean langsung membalas pelukannya dan mengelus surai rambut panjang milik anaknya, berusaha menenangkan dengan segala kata yang diucapkan. Disisi lain, Ashley langsung dipeluk oleh kedua wanita tersebut yang tak lain kedua ibunya.


"Kau baik-baik saja nak, aku sangat mencemaskanmu." Ujar Liena sambil melepas pelukannya san mengelus singkat rambut Ashley dibarengi dengan senyuman manis.


"Sudah ku bilang Ma, aku akan baik-baik saja." Kata Ashley membelas senyuman. Luna Qiandra tak kalah terharunya saat suami dan calon menantunya membawa perempuan tersebut.


Sedangkan Xastel langsung memeriksa keadaan dari Drey dengan mengecek tangannya dan juga detak jantung. Wyersa masih berada disitu, Geigi sekarang bergantian sedang memeluk Ashley menumpahkan segala kerinduannya.


"Racunnya sudah ingin menyebar keseluruh tubuh, jika tidak cepat disingkirkan. Akan sangat bahaya untuk tubuhnya." Ucap Xastel setelang mengecek kondisi Drey.


"Apakah anakku akan selamat?" Tanya Luna Qiandra dengan cemas yang sedang dipeluk oleh Liena.


Xastel hanya tersenyum sebagai jawaban. "Apa aku bisa mendapatkan segelas air putih?" Kata Xastel kepada mereka.


"Tentu, tentu saja." Ujar Liena melepas pelukan dan mengambil segelas air putih diatas nakas lalu diberikan kepada Xastel.


"Wyersa, Luna Ashley. Bolehkah aku meminta bantuan kalian? Racun ini begitu sangat berbahaya. Dengan sihir kalian juga Drey masih bisa hidup sampai hari ini." Ucap Xastel.


Ashley dan Wyersa mengangguk menyanggupi, lalu mereka bertiga bekumpul. Xastel memberikan segala taktik yang akan mereka lakukan, Xastel menyuruh Ashley untuk berbaring diatas sofa.


Sedangkan Wyersa dia merapalkan segala mantra disamping Ashley yang sudah berbaring. "Kau harus merilekskan badanmu, melepas semua beban pikiran. Bayangkan jika dimimpimu Drey akan datang, tutup matamu dan masuklah kedalam mimpi dan temui Drey didalam sana." Titah Xastel kepada Ashley yang sudah melakukan perintahnya.


Setelah dirasa Ashley sudah berada dialam bawah sadar, Xastel melirik kearah Wyersa lalu menganggukkan kepalanya sekali. Wyersa yang paham apa maksud dari itu pun membalas anggukan, tak lama sebuah cahaya masuk kedalam tubuh Ashley dan mengantarkan sepenuhnya kealam lain.


Sedangkan Alpha Sean, Luna Qiandra, Liena dan Geigi berharap-harap cemas menyaksikan mereka bertiga yang entah sedang apa mereka lakukan.


Ashley tertidur, Wyersa terus menyentuh dada kanan Ashley agar mantranya tak hilang. Sedangkan Xastel bangkit dari duduk jongkoknya dan menghampiri tempat tidur yang Drey baringi.


Xastel mengambil segelas air putih tersebut dan merapalkan mantra dilihat dari mulutnya yang bergerak membaca kata. Setelah selesai, air tersebut dia minumkan kearah mulut Drey dengan mengangkat sedikit kepalanya.


Setelah meminum, Xastel kembali membaca sebuah mantra. "Dengan izin dari Moon Goddess, biarkan sepasang Mate bertemu dialam bawah sadar. Bawa Drey kembali dan satukan mereka selamanya." Diakhir kalimat yang Xastel bacakan tak bisa mereka dengar.


Sekali sapuan tangan, tersentak keatas dan berhasil membuat semua terkejut akan takut jika Drey tidak hidup lagi. Xastel mengambil nafas dalam-dalam, tiba-tiba sebuah cahaya putih keluar memancar dari tongkat kecil yang dibawa Xastel.


"Racun dari Wolfsbane dan serbuk bunga Mortem sudah keluar dari tubuh Alpha Drey, Ashley tengah menjemput jiwa Drey disana. Kalian tenang saja." Ucap Xastel setelah lama terdiam dan sibuk sendiri.


Disisi lain, ditempat yang begitu sangat asing bagi Ashley. Tempat yang begitu sangat cantik tumbuhan yang terawat, bangunan putih yang sangat indah dengan ukiran cantik membuat Ashley jatuh hati dengan tempat ini. Namun dia bingung dia sedang dimana sekarang? Bukankah terakhir kali dia berada dirumah sakit?


Pertama kali yang dia lihat adalah sosok lelaki yang gadis tersebut rindukan selama ini. Ya, itu adalah Drey! Tapi, siapa perempuan didepannya? Dia begitu sangat cantik.


"Drey!!" Panggil Ashley dengan suara lirih dan mulut bergetar. Lelaki tersebut menengok kearah suara yang memanggil namanya.


"Mate!" Ucap Drey saat mengetahui jika itu adalah Ashley. Mereka berdua seperti seorang remaja labil yang merindukan sang kekasih, sama-sama berlari kecil untuk sekedar berpelukan melepas rindu.


"Kembalilah Drey aku mohon, Mom, Dad, Geigi dan Ibuku menunggumu disana. Pack kita, kau masih bertanggung jawab akan hal itu, kembalilah... hiks." Kata Ashley dengan suara bergetarnya dan diakhiri dengan isakan tangis.


"Aku akan kembali, tapi aku harus izin terlebih dahulu kepada seseorang." Ujar Drey sambil menangkup wajah Ashley.


"Siapa?" Tanya Ashley sambil melepaskan kedua tangan Drey dari wajahnya dan mengusap air mata dipipinya.


"Moon Goddess." Kata Drey sambil melirik kearah seorang perempuan cantik dan anggun yang sedang memperhatikan mereka dengan senyuman.


Ashley terkejut, apakah dia benar sedang bertemu dengan sang dewi sekarang? Astaga, betapa cantiknya dia. "Dewi kita memang cantik Shey." Ujar Chara yang Ashley yakini tengah terkagum-kagum juga.


"Ashley Stormi? Kau adalah wanita kuat untuk mendampingi seorang Alpha seperti Drey ini. Aku tidak sembarangan mengasih nama gelar kepadamu sebagai Queen Luna kau harus melakukan hal yang terbaik untuk semua rakyat." Ucap Moon Goddess menasehati.


Ashley hanya mengangguk saja sambil terus menatap kagum kearah wanita tersebut yang memeliki suara yang begitu sangat tenang dan lembut.


"Apa tugasku sudah selesai sekarang?" Tanya Drey.


"Kembalilah kepada keluargamu dan juga Matemu, mereka menunggumu sekarang." Kata Moon Goddess mempersilahkan mereka kembali, namun sebelum mereka pergi. Moon Goddess memberkati mereka dengan menyentuh kening mereka.


Tak lama cahaya putih besar menutup pengelihatan mereka. Hingga akhirnya jiwa Ashley dan Drey Moon Goddess kembalikan diraga mereka masing-masing. Tubuh Ashley dan Drey sama-sama tersentak keatas, membuat semua yang berada diruangan terkejut dan menghampiri Ashley sebagian.


Wyersa melepaskan tangannya dari dada Ashley, begitupun dengan Xastel yang sudah berhenti merapalkan mantra-mantra. Lambat laun kesadaran Ashley muncul, ingatan Ashley langsung muncul saat sudah kembali keruangan tersebut.


"Ashley, kau sudah sadar." Ucap Liena kepada anaknya. Namun Ashley langsung bangkit dan menghampiri Drey yang masih terbaring.


Tak butuh waktu lama juga, mata Drey terbuka menampakkan manik mata berwarna biru cerah yang mereka rindukan.


"Drey kau sudah sadar, nak."


"Kak Drey, kau baik-baik saja?"


"Syukurlah, Moon Goddess mengabulkan permintaan kita."


Satu persatu ucapan tersebut menyambut haru atas kesadaran Drey. Sedangkan Ashley langsung menitihkan air mata dan memeluk tubuh Drey yang dibalas peluk oleh Drey juga.


***°TO BE CONTINUE°


Up dong. Aku gak tau ini dapet feel nya apa nggak😭 Semoga suka, jangan lupa kasih like, vote dan comment ya teman-teman🤗


See you next part🌻***