
Author Pov
Hari dimana bulan purnama.....
Sudah 3 hari Ashley tidak sadarkan diri. Sekarang Ashley dirawat dikamar Drey karena Drey yang meminta agar Ashley lebih nyaman dikasurnya.
Jika kalian bertanya bagaimana kondisi Drey saat ini adalah Kacau! Mata sayu dan kantung mata yang hitam, rambut dan baju yang lusuh, badan yang mulai lemah dan sedikit kurus seperti bukan seorang Alpha.
Pekerjaan menjadi terlantar, alhasil Alpha Sean menggantikan sesaat sebagai Alpha dan Beta Alrick mengurus semua pekerjaan. Drey saat ini tidak peduli tentang apapun selain Matenya, melihat Ashley seperti ini setengah jiwa Drey melayang bersamanya.
Tentu saja, jika seorang Werewolf menemukan pasangan itu artinya akan terikat jiwa penuh, jika salah satu darinya pergi maka yang bisa dilakukan Matenya adalah menunggu Moon Goddess mengambil nyawanya juga.
Itulah mengapa Werewolf dianggap sebagai pasangan yang begitu setia pada Matenya, walaupun tidak semua. Mungkin saja ada yang meriject atau meninggal sebelum bertemu Matenya.
Pintu kamar Drey terbuka, menampakan sosok gadis bertubuh ramping dengan nampan makanan diatas tangannya. Gadis itu Geigi. Dia melangkahkan kakinya kearah sang kakak yang tengah termangu melamun sambil mengarahkan pandangan matanya kearah Ashley yang masih betah menutup matanya.
"Kak?" Panggil Geigi pelan sambil mengelus pundak Drey dengan tangan kirinya. Drey melirik kearah adiknya dengan wajah datar dan dingin.
"Kau harus makan, kasihan Ashley jika melihatmu sekacau ini." Katanya lagi sambil melirik kearah Ashley dengan sendu.
"Jika dia kasihan padaku, kenapa sampai sekarang dia belum membuka matanya?" Ucap Drey dengan suara pelan dan serak.
Geigi yang berusaha menahan air matanya agar tidak terjatuh, dia pun berkata. "Biarkan kak Ashley tidur. Aku yakin tidak lama lagi dia akan sadar, seperti yang dikatakan Wyersa kemarin."
Drey hanya dia saja, "Kak, demi kak Ashley kau harus makan. Jika kau sakit siapa yang mengurus kak Ashley nanti?" Ujar lagi Geigi.
Drey termenung mendengar ucapan Geigi. "Jika kau sakit siapa yang mengurus kak Ashley nanti." Kata-kata Geigi terus berputar diotaknya seperti kaset rusak.
"Taruh saja disana, nanti akan aku makan." Jawab Drey.
"Baiklah aku taruh diqtas nakas, kau harus memakannya saat aku kembali lagi." Ucap Geigi sambil menaruh nampan makanan tersebut diatas nakas.
"Aku pergi dulu, ada jadwal kelas dikampus. Aku menyayangimu." Pamit Geigi kepada kakaknya dan mencium sebelah kanan pipi Drey. Drey hanya tersenyum tipis menanggapinya.
Setelah Geigi pergi dan menghilang dari balik pintu kamar, Drey menghela nafas beratnya. "Sampai kapan kau terus menutup matamu!" Ujar Drey kepada Ashley yang tak lepas menggenggam tangannya.
Namun tiba-tiba jari-jari Ashley bergerak dan membuat Drry yang tengah menggenggamnya terkejut. "Ashely." Kata pertama yang keluar dari mulut Drey.
Drey langsung Memindlink Gamma Louis. "Gamma Louis panggil dokter Andrew ke kamarku cepat!!" Perintahnya.
"Baik, Alpha." Jawab Gamma Louis lalu Drey memutuskan Mindlink. Menatap Ashley penuh harap jika dia akan segera sadar.
"Alpha Drey." Ucap Andrew diambang pintu kamar.
"Masuk, periksa Mateku tadi jariny bergerak." Kata Drey cepat.
Dr. Andrew langsung memeriksa denyut nadi Ashley, kedua mata dan detak jantungnya. "Tak lama lagi luna Ashley akan tersadar." Ujar Dr. Andrew setelah memeriksa dengan senyuman hangat dibibirnya.
Ada rasa bahagia dihati Drey, seperti kehidupan baru menyambutnya. Dia langsung menggenggam tangan Ashley dan tangan satunya mengelus pipi Ashley yang pucat.
Perlahan mata yang begitu lama tertutup kini terbuka. Manik mata hitam kecokelatan yang sangat Drey rindukan kini terbuka dengan sempurna.
Ashley tersadar dari pingsannya yang hampir masuk hari keempat. Ashley mengerang kesakitan dikepalanya. "Argh.." Erangnya sambil memegang kepalanya.
"Sweetheart, apakah kau baik-baik saja? Jangan paksakan tubuhmu untuk bangun." Kata Drey selembut mungkin.
Mata Ashley mengelilingi isi ruangan ini. "Dikamar?" Ucap Ashley dalam hati, lalu manik matanya menangkap sosok lelaki yang begitu kacau dilihat oleh matanya.
"Drey?" Ujar Ashley dengan suara lemah dan seraknya. Drey mengangguk begitu senang, lalu memeluknya begitu erat, tanpa disadari Drey menangis dibalik ceruk leher Ashley.
Dr. Andrew hanya membungkuk memberi salam lalu pamit keluar. Luna Qiandra langsung menghampiri Ashley dan Drey yang masih memeluknya, sedangkan Ashley tak berkutit karena bingung dia harus apa.
"Ashley, Drey." Sahut Luna Qiandra dibelakang tubuh Drey. Drey melepaskan pelukannya dan mengusap air matanya yang jatuh dipipi.
"Mom, Dad." Kata mereka berdua serempak.
"Kau sudah sadar nak, untunglah kita sangat mencemaskanmu." Ucap Luna Qiandra yang air matanya sudah terjatuh entah sejak kapan.
"Mom aku baik-baik saja tidak usah menangis." Kata Ashley sambil berusaha tersenyum.
"Apakah ada yang sakit, nak?" Tanya Alpha Sean yang berdiri disamping Luna Qiandra.
"Hanya sedikit pusing Dad, aku hanya pingsan bukan?" Ucap Ashley.
"Kau pingsan selama 4 hari, Shey." Sahut Drey yang sedari tadi menyimak pembicaraan mereka.
Ashley terkejut. "Selama itu? Bukankah aku habis berlatih denganmu tadi dan... Oh astaga, cahaya putih itu apa kah kau melihatnya juga Drey?" Kata Ashley mengingat ulang kejadian yang menimpanya.
Drey mengangguk lalu berkata. "Karena cahaya putih itulah yang membuatmu tak sadarkan diri selama 4 hari."
"Lalu apa yang terjadi setelah sampai aku tidak sadarkan diri selama itu?" Tanya lagi Ashley.
"Kau banyak bertanya, baru sadar dari pingsan kau tidak boleh banyak menguras tenaga. Istirahatlah." Kata Drey kepada Ashley.
"Aku sudah lelah beristirahat rasanya badanku kaku tidak bisa digerakkan." Ucap Ashley yang sedang merasakan tubuhnya seperti mati rasa.
"Kalau begitu apakah kau haus?" Tanya Luna Qiandra. Ashley mengangguk karena memang tenggorokkannya terasa sangat kering.
Drey mencoba membantu Ashley untuk menyenderkan badannya diatas kepala kasur. Dirasa posisinya sudah nyaman, Luna Qiandra memberikan segelas air putih kepadanya.
Ashley meneguk habis air putih tersebut hingga tandas, lalu melirik kearah Drey yang sedari tadi memperhatikannya.
"Ada apa denganmu? Kau terlihat sangat kucel dan jelek." Ucap Ashley dengan nada bercanda.
Drey berdecak kesal. "Semua ini gara-gara kau yang membuatku khawatir." Ujar Drey.
Ashley yang mendengar penuturan dari Drey tiba-tiba merasa salah. "Maafkan aku membuatmu seperti ini, lihat tubuhmu kenapa kurus seperti itu?" Kata Ashley sambil menatap tubuh Matenya.
"Dia tidak ingin makan sama sekali selama kau tidak sadarkan diri nak, jangankan untuk makan tidur saja tidak teratur." Ucap Luna Qiandra.
"Kau sangat jahat kepada tubuhmu sendiri, makanlah Drey." Ucap Ashley dengan nada membujuk.
"Aku akan makan jika kau yang menyuapinya." Ujar Drey menantang Ashley.
Sedangkan Ashley merasa kikuk akan situasi ini. Orangtua Drey yang mengerti situasi saat ini pun berkata. "Ah Sean, kita lupa jika ada urusan pekerjaan ayo kembali kedalam rumah."
Alpha Sean terkekeh lalu mengangguk, sebelum keluar Alpha Sean berkata. "Kau harus sabar menghadapi bayi besar, nak."
Kali ini bergantian Ashley yang terkekeh, sedangkan Drey hanya menatapnya kesal. Lalu mereka keluar dari kamar.
"Hai bayi besar, aku mengurusimu lagi!" Ucap Ashley dalam hati.
***°TO BE CONTINUE°***
***Hai maaf baru bisa up karena sibuk dan sedikit kehilangan alur😅 Semoga suka dan bisa up secepatnya. Jangan lupa Vote, like&commentnya teman😊
See you next part🌻***