
Author Pov
Ashley menatap putus asa kepada sosok lelaki yang tengah terbaring lemah diatas kasur rumah sakit. Melihat Drey dengan banyaknya luka cakaran dan goresan sewaktu bertarung membuat Ashley ingin menangis kembali. Dokter yang datang untuk mengontrol keadaan Drey bilang, racun dari Wolfsbane dan bunga Mortem sudah menyebar dijantungnya, dia bilang harus segera mencari obat penyembuh untuk mencegahnya menyebar keseluruh tubuh.
Ashley tidak tahu apa yang harus dilakukannya, obat apa yang harus di berikan untuk Drey agar kembali pulih? Seolah-olah alat bantu medis yang terpasang didada dan juga hidung Drey menjadi harapan terakhir Ashley untuk Drey tetap hidup.
Sejak kemarin Ashley tidak tidur, air mata yang sudah tak bisa turun lagi siapapun yang melihatnya akan sangat iba melihat Ashley sekacau itu. Para rakyat Moon Stone Pack terus mencari info agar mendapatkan obat terbaik untuk Alpha nya.
Tiba-tiba sebuah usapan kecil Ashley rasakan dipundaknya saat termenung menatap wajah Drey. Ashley melirik dan mendapati Alpha dan Luna dari Silver Moon Pack, yaitu Shawn dan Emily yang datang di Moon Stone Pack kembali.
"Luna Ashley, kami berpamitan terlebih dahulu untuk kembali ke Pack." Ujar Shawn yang berdiri disamping istrinya yaitu Emily.
"Maaf kami harus meninggalkanmu disaat seperti ini." Emily memeluk Ashley. Walaupun tahu pelukkannya tidak mengurangi sedikit pun kadar kecemasan dan kesedihan Ashley.
"Tidak papa, aku mengerti. Bagaimana pun Silver Moon Pack membutuhkan kalian disana." Kata Ashley memaksakan senyumannya.
"Jika kau butuh bantuan kami, tinggal hubungi saja." Ucap Shawn sambil memeluk pinggang Emily.
Ashley mengangguk dan tersenyum hangat. "Terimakasih, maaf sudah merepotkan kalian." Ujar Ashley tak enak hati.
"Tidak masalah, seharusnya aku yang meminta maaf karena tidak membantu menyerang Pearl Moon Pack." Kata Shawn sambil tersenyum namun masih tegas.
Ashley hanya tersenyum kecil, sekali lagi Emily yang sudah dekat dengan Ashley memeluk kembali tubuh Ashley dan berkata. "Kau harus kuat, jaga kesehatanmu juga."
"Pasti." Kata Ashley.
"Drey pasti akan bertahan, Shey. Dia adalah lelaki yang kuat dan keras kepala, lelaki seperti dia tidak akan tumbang dan menyerah begitu saja melawan sakitnya." Ucap Shawn lagi berusaha menguatkan Ashley yang sudah mulia berkaca-kaca.
"Tentu, dia akan baik-baik saja." Kalimat tersebut seolah seperti menguatkan dirinya sendiri. "Terima kasih atas segala bantuan kalian." Lanjutnya.
"Itu gunanya keluarga." Ucapan terakhir Shawn sebelum mereka pergi dari ruangan tersebut yang diantar oleh Ashley sampai depan pintu ruangan.
Ashley kembali mendekati dan duduk disamping ranjang Drey yang masih setia menutup matanya. Ashley mengenggam jari tangan Drey dan mengusapnya, jari yang kokoh jika langsung terkena sentuhan Ashley lelaki tersebut akan menggenggamnya tanpa melepaskan, dia merindukan itu.
Satu bulir bening terjatuh meluncur bebas dipipi mulus Ashley. Gadis tersebut mengingat jika saja Drey melihatnya menangis pasti lelaki tersebut tidak suka dan akan marah. Drey tidak suka melihat dirinya menangis, perjalanan mereka sudah cukup panjang. Ashley tidak ingin pergi atau ditinggal pergi oleh Drey, dia sudah mencintainya.
"Lihat Drey, aku sudah banyak menangis hari ini! Bangunlah. Apa kau tidak ingin memarahiku?" Ashley yang sebenarnya tidak menyukai sifat perintah dari Drey kini memohon kepada Drey untuk bangun dan memarahinya.
"Aku mohon hiks... bangun Drey, bangun. Hiks." Isakkan tangis Ashley keluar kembali, dirinya menangis untuk kesekian kalinya.
"Nak, istirahatlah wajahmu sangat lelah." Sahut Liena dari belakang bersama dengan Luna Qiandra dan Alpha Sean. Ibu dari Ashley sudah berada diMoon Stone Pack sejak kemarin.
"Nak, istirahatlah. Wajahmu begitu sangat lelah dan pucat, nanti kau akan jatuh sakit." Sahut Liena lagi kepada anak gadis satu-satunya dengan nada khawatir.
Ashley menggelengkan kepalanya dan menundukan kepala. "Aku tidak ingin makan Ma, aku ingin Drey cepat sadar dan kembali pulih." Ujar Ashley dengan begitu lirihnya bersamaan dengan nada terisaknya.
"Kau tidak boleh seperti ini, Ashley." Ucap Luna Qiandra menyahut. Ashley tidak menjawabnya melainkan hanya tertunduk lesu.
Tiba-tiba pintu ruangan rumah sakit terbuka menampakkan sosok Wyersa dan juga Beta Alrick disampingnya. "Salam, Alpha." Ujar mereka serempak dengan menundukkan sedikit tubuhnya hormat.
"Apa Alpha Drey sudah siuman?" Tanya Wyersa sambil melangkah mendekati kearah mereka.
"Dokter bilang belum ada perkembangan dari tubuh Ashley." Jawab Luna Qiandra.
"Aku mempunyai solusi untuk mendapatkan obat agar menghilangkan racun Wolfsbane dan serbuk bunga Mortem." Lanjut Wyersa yang membuat Ashley semula menundukkan kepalanya kembali terangkat dan menatap Wyersa.
"Teman? Siapa? Katakan padaku!" Ucap cepat Ashley sambil berdiri dari duduknya.
"Dia keturunan Misca, sangat langka mendapatkan keberadaan mereka yang sudah semakin punah." Kata Wyersa.
"Misca?" Tanya mereka serempak. Sedangkan Beta Alrick memilih mengundurkan diri dan berjaga didepan ruangan setelah mengantar Wyersa.
"Bukankah diwilayah kita atau diperbatasan tidak ada seorang Misca?" Sahut Alpha Sean.
"Anda benar Alpha, kalian pasti mengerti apa maksudku." Ucap Wyersa dengan senyumannya.
"Keluar dari perbatasan sungai Eemrland? Itu sangat gila!!" Ujar Luna Qiandra menentang dan menolak persetujuan.
"Aku akan kesana!" Ucap Ashley tegas.
"Aku tidak mengijinkanmu!!" Ujar Luna Qiandra dan Liena bersama.
"Oh ayolah Mom, Mam. Apa kalian ingin melihat Mateku seperti ini terus?!!" Kata Ashley dengan nada bercampur.
"Tapi itu akan sangat membahayakan dirimu, banyak kawanan Vampire, Rogue dan semua binatang buas. Tempat itu sangat menyeramkan." Ucap Luna Qiandra lagi.
"Aku bisa menjaga diri, believe me." Ujar Ashley dengan nada lemahnya dan sedikit memohon.
"Tapi nak..." Ucapan Liena terpotong oleh Alpha Sean.
"Aku akan mengantarnya, Beta Alrick juga akan ikut bersama kita. Gamma Louis akan menjaga pack ini, dan kalian harus tetap menjaga Drey, pastikan Dokter Andrew selalu mengontrol keadaannya. Kita akan baik-baik saja dan membawa Misca kemari." Kata Alpha Sean panjang lebar dan tegasnya.
"Sean!!" Protes Luna Qiandra marah.
"Percayalah kepada takdir Moon Goddess! Jika kita pergi kesana, aku yakin Drey akan selamat." Ucapnya.
Luna Qiandra hanya menghela nafas pasrah dan berpaling muka kepada Alpha Sean. Sudah Alpha Sean duga jika istrinya akan sangat marah kepada dia. Untuk kali ini Alpha Sean tidak memperdulikannya terlebih dahulu, fokus terhadap penyembuhan anaknya.
"Dimana letak tempat tersebut?" Tanya Ashley kepada Wyersa.
"Tidak jauh dari sungai Emerland, kalian akan menemui sebuah rumah tua bertingkat didalam hutan, itu adalah rumah seorang Misca." Jawab Wyersa.
"Kita akan kesana satu jam lagi. Nak Ashley kau bersiap-siaplah terlebih dahulu, jika dirasa tubuhmu tidak enak biar Daddy dan Beta Alrick saja yang pergi." Kata Alpha Sean.
"Tidak Dad, aku akan pergi bersamamu. Tunggu aku bersiap-siap." Ujar Ashley menolak tidak ikut.
"Kau tidak boleh pergi sebelum mengisi perutmu terlebih dahulu sebagai bekal energimu." Sahut Liena kepada putrinya.
Saat Ashley ingin menolak, semua tatapan memohon mengarah kepadanya. Ashley mengehla nafas pasrah lalu berkata. "Baiklah."
***°TO BE CONTINUE°
Up yeay. Jadi gimana? Drey harus selamat apa pergi aja😆 Jangan lupa kasih like yang banyak, Vote besar²an dan Komen sebanyaaaakkkk mungkin😘🤗
See you next part🌻***