MY MATE

MY MATE
35



Author Pov


Ashley yang masih berada diWalk in closet sedang memperhatikan dirinya dipantulan cermin. Dia melihat sisi bagian leher maupun pundaknya yang semalam ditusuk oleh gigi taring milik Drey.


Seingat dirinya dia merasakan rasa sakit yang teramat sangat saat dagingnya terkoyak oleh taring Drey. Namun, tidak ada bekas luka atau apapun yang Ashley dapati dipundak maupun lehernya. Dia mencari tanda yang diberikan oleh Drey juga, namun nihil, dia tidak menemukan dimana tanda itu disembunyikan.


Namun yang Ashley dengar sebelum benar-benar tertidur mendengar jika Drey mengatakan dirinya sudah menjadi milik Drey sepenuhnya, dia sudah ditandai sekarang dan Drey sudah menegaskan kepemilikannya.


Entah mengapa memikirkan hal itu hati Ashley menghangat darahnya pun berdesir hanya karena mengingat namanya saja. Apakah ini yang dinamakan keterikatan seorang Mate?


Setelah selesai sarapan bersama, Ashley langsung diajak oleh Geigi diteras belakang rumah. Mengajaknya untuk duduk dan berbincang-bincang, sedangkan Drey hanya mengangguk mengijinkan aku untuk sekedar berbincang dengan adiknya ini.


"Katakan padaku, apakah semalam kak Ashley benar-benar sudah ditandai?" Kata Geigi untuk kesekian kalinya namun tidak langsung direspon oleh Ashley.


"Memangnya kenapa?" Hanya itu ucapan yang keluar dari mulut Ashley saat menjawab pertanyaan Geigi.


"Aku hanya bertanya," kata Geigi sambil mengangkat kedua bahunya. "Coba ku lihat, dimana kak Drey memberi tanda itu." Lanjutnya sambil membuka sedikit kerah baju yang dikenakan Ashley.


"Tidak tahu. Aku saja susah menemukan dimana dia membari tanda itu." Ucap Ashley begitu saja.


"Benarkah seperti itu?" Kata Geigi menyipitkan matanya menatap Ashley.


"Apa pernah aku berbohong padamu?" Jawab Ashley mengikuti menyipitkan matanya.


Kemudian mereka tertawa bersama menyadari tingkah laku keduanya. "Ah sayang sekali aku tidak melihat bentuk ukiran seperti apa yang diberikan oleh kakakku." Ucap Geigi.


"Nanti aku akan bertanya kepadanya."


"Ah ya, kak Ashley aku hampir lupa jika mempunyai janji dengan..." perkataan Geigi menggantung.


"Dengan siapa?" Tanya Ashley bingung.


"Tidak, tidak ada. Kau tidak usah tahu." Kata Geigi dengan wajah gelagapan.


Ashley yang melihat wajah Geigi menyipitkan matanya lalu tersenyum misterius dan berkata. "Apakah kau memiliki seorang pacar, huh?" Tanya Ashley menyelidiki.


"Aku bilang tidak." Ucap Geigi menepis.


"Katakan saja padaku, adik kecilku." Ujar Ashley sambil menyenggol bahu Giegi.


"Astaga, aku harus pergi dulu. Bye kak, aku mencintaimu." Kata Geigi cepat dan mencium sebelah kanan pipi Ashley.


Ashley hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum geli melihat tingkah laku Geigi yang sedang salah tingkah. Gadis tersebut berdiri dan keluar dari rumah untuk sekedar berkeliling dan mungkin mencari keberadaan Drey.


Langkah kaki kecilnya terus menelusuri setiap pack ini. Hingga akhirnya langkahnya terhenti saat mencium aroma maskulin dan kayu-kayuan yang begitu menenangkan hatinya.


Itu adalah aroma dari tubuh Matenya. Ashley bisa merasakan jika ikatan dengan Drey semakin kuat yang dia rasakan. Apa ini larena Drey sudah menandainya? Mungkin saja.


Ashley mendekati aroma tersebut yang semakin memabukkan, hingga menjuru diruangan berlatih. Matanya melihat Drey yang namanya sudah memenuhi isi kepala Ashley sedari tadi, lelaki tersebut tengah melatih para anggota Pack dengan kekuatannya, Ashley terpaku melihat setiap gerakkan yang Drey buat entah itu menghindari pukulan atau memukul.


Lamat-lamat dilihat, Ashley terbawa suasana saat wajah dari Matenya begitu bertambah tampan berkali-kali lipat, tubuh yang kekar dan gestur yang tegas membuatnya semakin bertambah tampan dimata Ashley.


"Oh god betapa tampannya mate kita! Aku tidak percaya jika kau sedang mengaguminya juga Shey." Sahut tiba-tiba Chara melalui Mindlink dan berhasil mengagetkanku.


"Aku ini Wolfmu dan sudah mengetahuimu semenjak kau kecil, aku tahu perasaanmu!" Ucap Chara dengan terkekeh.


"Diamlah!" Kata Ashley kesal lalu dia berniat untuk meninggalkan ruangan tersebut karena sudah tidak mood untuk melihat lagi.


Baru saja ingin melangkahkan kaki, tiba-tiba suara Drey memanggilnya dari belakang. "Shey!!" Panggil Drey dari belakang, langkah Ashley membeku saat mendengar suara derapan kaki Drey menuju kearahnya.


Aroma masuklin dan kayu-kayuan kembali Ashley rasakan begitu kuat dan sangat memabukkan dirinya. Ashley bisa merasakan tangan Drey melingkar dipingganya memeluk gadis tersebut dari belakang, Drey langsung menenggelamkan wajahnya didalam ceruk leher Ashley, menghirup dan menciumi dimana tanda itu bersembunyi.


Ashley yang mendapati perlakuan tersebut membuat bulunya meremang geli, didalam perutnya tiba-tiba seperti ada percikan-percikan yang menggelitik dan puluhan ekor kupu-kupu terbang didalam perutnya.


Lutut gadis tersebut lemas begitu saja, jika Drey tidak memeluknya dengan erat mungkin sekarang Ashley sudah terjatuh dilantai.


"Mengapa kau lari?" Tanya Drey setelahnya.


"Tidak ada." Jawab Ashley sambil meronta untuk dilepaskan pelukannya.


"Kau tidak ingin aku peluk?" Kata Drey saat mendapat perlakuan dari Ashley yang entah mengapa gerak tubuhnya berusaha menolak.


"Bau keringat." Kata itu keluar secara tiba-tiba dari mulut Ashley, dia merutuki mulutnya yang sudah berkata sembarangan.


Drey mengangkat sebelah alisnya bingung, namun setelahnya dia tersenyum dalam diam. Drey memutarkan tubuh Ashley agar berhadapan dengannya, Ashley terkejut dan tubuhnya langsung menabrak dada bidang Drey yang keras. Lelaki tersebut kembali memeluknya dari depan dengan begitu erat.


"Ucapanmu melukaiku Mate, kau tahu sendiri aku sudah mandi setelah dirimu." Ujar Drey.


"Lepaskan aku." Kata Ashley dengan degupan jantung yang tidak stabil.


"Biarkan seperti ini sebentar." Ucap Drey dengan pelan, atau bisa dikatakan dia berbisik.


Akhirnya Ashley hanya pasrah tubuhnya dipeluk oleh badan kekar milik Drey. Rasa begitu nyaman tak terelakkan yang dirasakan Ashley saat ini. Begitu pun dengan Drey yang merasakan kenyamanan dihatinya dan begitu menenangkan, matanya terpejam meresapi rasa untuk Ashley.


"Kau bisa merasakannya juga, bukan? Hubungan keterikatan kita sebagai Mate... Kau tidak bisa terungkiri lagi." Ucap Drey dengan suara yang begitu lembut.


Ashley hanya diam saja karena dia tidak tahu harus meresponnya seperti apa. "Akui saja jika sekarang kau adalah milikku, dan aku adalah milikmu untuk selamanya. Jangan pernah mengakhiri apa yang tengah dimulai, dan jangan memulai yang seharunya tidak kau inginkan." Kata Drey lagi. Astaga sejak kapan Drey menjadi sangat lembut dan puitis seperti ini.


"Apakah aku pantas menjadi pemimpin Luna dipack ini dan mendampingimu?" Ucap Ashley dengan nada ragu.


"Kau pantas, begitu pantas kekuatanmu akan melindungi pack kita. Berdamailah dengan hatimu, terima aku sebagai milikmu dan semua rakyat ini." Ujar Drey tanpa melepaskan pelukannya.


Ashley Stormi, seorang Shewolf dan setengah White Witch... Yang seakan sedang tersihir oleh ucapan Drey mengakui sudah menerima keterikatan dirinya dengan Drey sebagai pasangan yang sudah ditakdirkan oleh moon goddess. Tanpa disadarinya Ashley membalas pelukan Drey dan mengakui sebagai bagian jiwanya sekarang.


 


***°TO BE CONTINUE°


 


Hi!! Part ini dapet feel ngebahagiain gak sih? Aku bingung akhirnya nanti kaya gimana😂 Semoga suka, jangan lupa vote, like&comment buat DreyShey dan authornya🤗😘


See you next part🌻***