
Sara duduk di depan meja rias, menatap pantulan wajahnya yang semakin terlihat tirus dan cantik.
Dia menggelengkan sedikit wajahnya untuk melihat tanda yang terukir indah oleh Rava.
"Sangat indah" gumam Sara mengusap pelan tato berbentuk hati dengan gambar serigala memeluk bulan sabit.
Sara tersenyum, penyiksaan, penderitaan yang dulu dia alami. Kini telah berubah menjadi buah yang manis.
Mate yang dulu sangat membencinya, kini sudah mencintainya.
"Terimakasih moon goddess. Engkau sangat tahu apa yang aku butuhkan"
"Ayo sara, kita keluar. Acaranya pasti akan segera di mulai!" ajak Sari.
"Tentu Ri, ayo"
Sara pun melangkah keluar, dengan dress bernuansa Silver keputihan, menampakkan dirinya seperti seorang ratu yang sangat cantik.
Saat memasuki aula pernikahan, semua mata langsung tertuju kepadanya. Mereka berdecak kagum tanpa bisa berkedip.
"Ya ampun... Cantik sekali"
"Apa dia Luna kita?"
"Waw..."
Tidak ada yang tidak terpesona, semua kagum dan bangga memiliki seorang Luna seperti Sara.
"Lihat lah, semua orang mengagumi mate kita" seru Arvie cemburu.
Rava berdecih, mengolok Arvie yang terlalu posesif.
Rava berjalan maju, menyebut calon istri nya. Menggandeng tangan istrinya menaiki panggung untuk melakukan proses upacara pernikahan dan sumpah seorang Alpa dan Luna.
Johan maju ke depan, membawa sebuah keris di tangannya.
"Selamat datang, selamat menikmati acaranya wahai rakyat ku"
"Hari ini, Aku akan meresmikan. Pernikahan putra ku, sekaligus menetapkan sebagai Alpa king dan Queen Luna.
Anak ku, maju lah"
Rava menggandeng tangan Sara, berdiri di hadapan semua orang dengan gagah dan Cantik.
"Putriku" gumam Melani. Senyum bahagia terlihat jelas di wajahnya.
Proses pengesahan pernikahan langsung di lakukan. Johan mengambil kelingking Rava, dan juga kelingking Sara.
Kemudian, dengan gerakan cepat kedua jari itu di gores sedikit hingga mengeluarkan darah.
Dengan cepat, Sara dan Rava sambil mengucapkan sumpah kedua jari mereka di tempelkan.
"Untuk semua rakyat, kami akan mempertaruhkan jiwa dan raga untuk melindungi kalian semua. Bersama, saling mencintai demi kedamaian dan kelangsungan Bluemoon Pack."
Setelah mengucapkan sumpah, Rava langsung memeluk istrinya.
Mereka sudah sah menjadi suami istri dan juga pemimpin. Bersamaan itu, Para tamu undangan bertepuk tangan.
"Musuh!"
Mata Sara langsung berubah, dia mencium aroma demon di sekitar mereka.
Rava kaget mendengar gumaman istrinya.
"Musuh?" ulang Rava.
"Auuuuuuuu...."
Para Warior langsung waspada, para sekutu juga sudah mengambil ancang ancang.
Dengan mengucapkan beberapa mantra, para demon yang menyelinap menggunakan ramuan penghilang aroma dan memanipulasi penglihatan para vampir dan juga manusia serigala.
Wusss...
"Itu Mereka!!" seru para Warior yang langsung berlari mengejar sekelompok demon.
"Pa, bawa mama ke kamar rahasia"
"Baik" sahut Johan. Dia sadar, jika dirinya sekarang bukan lah manusia serigala yang kuat lagi.
Sedangkan Melani, dia merupakan Luna terkuat, namun usianya yang telah tua membuatnya tidak berdaya.
Lagi pula, jika sudah di tetapkan Luna yang baru, maka kekuatan milik Luna sebelumnya secara perlahan berpindah pada Luna selanjutnya. Yaitu Sara .
Sara dan Rava berlari keluar, berdiri di depan pasukannya menghadap para demon yang menantang.
"Slamor?" gumam Sara.
Rava menoleh, dia terkejut mengetahui istrinya mengenal musuh abadinya.
"Cih, kau masih mengingatku girl." Slamor tersenyum miring.
Sedangkan Rava, dia malah menggeram marah. Arvie meraung Raung ingin membunuh Slamor ketika mengetahui pria itu terlihat dekat dengan istri nya.
"Aku tidak tahu, bagaimana bisa kau berada di hadapan ku Slamor. "
"Kau sangat tahu Sara, bukankah aku sudah menceritakan semuanya pada mu?"
"Aku tidak tahu apapun tentang musuhku!" bantah Sara lantang.
Slamor semakin tertawa, dia suka melihat mereka merubah pandangannya terhadap sara.
Jika mereka membenci Sara, maka akan mudah baginya untuk menghancurkan Bluemoon pack.
"Sudah lah Slamor, kau tidak perlu berpura pura. Kami tidak akan masuk ke dalam jebakan mu. Kami tidak akan berpikir bahwa kau dan Luna kamu berkerjasama.
Kau hanya ingin kamu berpikir begitu kan? cih..Sayang sekali!"
Lisa meludah ke depan, membuat Slamor merasa terhina.
"Kami tahu, kau mencoba untuk memanfaatkan kerapuhan Luna kami. Kau mencoba mengambil kesempatan bukan!" sambungnya dengan tatapan tajam.
Melihat matenya berganti shift, Arvie pun mengambil alih tubuh Rava.
Dengan saling menatap, keduanya tersenyum dan berpegangan tangan.
"Mate, apa kau ingin kepala Slamor sebagai hadia pernikahan kita?"
"Ide yang bagus" jawab Sari menyeringai.
Dalam hitungan detik, Sari dan Arvie melompat ke udara.
Kemudian mendarat ke tanah dalam wujud serigala besar.
"Auuuuuu...." Lolongan panjang dari Alpa king, menandakan peperangan di mulai.
Serigala lain langsung melolong menyahuti pemimpin mereka.
"Auuuu......"
Srak!!
Slesh..
Para Roque yang bersekongkol dengan para demon ikut muncul dari balik semak. Berlari untuk melawan pasukan Bluemoon pack.
Dalam beberapa menit saja, batang tubuh yang sudah tidak lengkap berserakan di tanah.
Tanah yang menjadi saksi perang kedua ini berubah menjadi merah.
"Awasss!!!"
Sara berlari kencang kearah Rava, ketika melihat Slamor dengan gesit melompat kearah Rava.
Slass....
Bruk.
Rava terpental, Slamor dengan gagah menindih tubuhnya.
"Rava!" pekik Sara.
Dengan membabi buta menghantam setiap musuh menghalanginya menuju kearah Suami.
"Mati lah kau!!" geram Slamor berusaha mencabut kepala Rava.
"Sialan!!!!"
Sara berlari sekencang mungkin, menghantam Roque yang ada di hadapan jalan nya.
Brak!
"Yattt....."
Bruk.
Dalam sekejap mata, tubuh Slamor melayang di udara.
Lehernya terasa di cengkam oleh sesuatu.
"Berani sekali kau menyentuh Mate ku!!!" ujar Sara yang telah berubah menjadi sisi lain nya selain serigala.
Melawan demon tentu harus menggunakan kekuatan demon.
Sara memiliki itu, darah demon yang mengalir di dalam tubuhnya langsung aktif ketika sebuah mantra tiba-tiba terlintas di benaknya.
Dengan kesempatan itu, Rava pun segera bangkit dan meneriaki istri nya agar menghempaskan Slamor ke tanah.
"Mate!"
Sara menoleh ke bawah, dengan satu gerakan. Tubuh Slamor langsung tiba di bawah.
Brak.
"Hyattt!!!!!"
Rava menarik kepala Slamor, sedangkan Sara. Dia menahan batang tubuh Slamor. Mengunci setiap persendian Slamor agar tidak bisa berbuat apa apa.
"Lord!!!" teriak Jenglo
Blus!
Sekali tebas, Malvin berhasil menebas kepala Jenglo.
Bersamaan dengan itu Rava pun berhasil memisahkan kepala dan tubuh Slamor.
Darah segar muncrat ke tubuh mereka, dan di anggap sebagai penghargaan olehnya.
"Auuuuu....." Lolongan dari Sara pertanda mereka telah menang.
Para Roque seketika melemah dan berhasil di jatuhkan.
Para demon yang masih kuat, melarikan diri aga tidak di tangkap dan di penjara.
"Auuuuu....."
Dua serigala besar langsung berjalan beriringan menghadap pada rakyatnya.
Sekutu bersorak senang, mereka menang. Seperti puluhan tahun lalu.
Vampir, penyihir dan peri langsung bersorak menyebut nama Sara dan Rava.
"Pesta!!!!" Teriak Lisa bahagia.
Sesuai janjinya, Arvie menggigit kepala Slamor, kemudian memberikannya pada Sari.
"Aku tidak akan ingkar janji" ujar Arvie bangga.
"Aku tahu itu" balas Sari.