MY MATE

MY MATE
01



Di depan pintu Alisya melihat ada pelayan pribadinya yang sedang menunggu di depan pintu mannsion dengan raut wajahnya yang nampak sangat khawatir.


Saat dia melihat Alisya yang berjalan menuju mannsion dia tampak bahagia dan senang "Nona anda darimana saja?" tapi saat matanya melihat penampilan sang majikan dia menjadi kembali khawatir "Nona apa yang terjadi pada anda?! kenapa pakaian anda sangat berantakan?!"


"Ah...sudahlah Mia aku tidak apa-apa, ini hanya luka kecil saja tidak masalah jadi, kau tidak perlu sekhawatir itu padaku" balas Alisya yang tampak malas dan lelah.


'Aneh kenapa sekarang sikap nona jadi seperti sekarang, biasanya nona selalu berkata lemah lembut. Ah tidak masalah yang penting nona baik-baik saja' ada perasaan aneh dalam pikir Mia pada majikannya.


"Mia?!" seketika Mia kembali sadar dari lamunnannya setelah mendengar majikannya sedikit berteriak. "Ah, ya ada apa nona?".


"Apa yang kau lamunkan dari tadi sampai aku memanggilmu berulang kali tapi kau tetap diam?" Alisya bingung apa yang sedang dari tadi di lamunkan ole Mia.


"Ah, tidak ada saya hanya merasa khwatir pada anda karena dari tadi nona Lucy dan nona Luna sudah pulang tetapi anda belum pulang juga jadi saya merasa sangat khawatir pada anda. Jadi kalau saya boleh tau sebenarnya apa yang terjadi pada anda?".


Aliaya yang mendengar pertanyaan dari Mia perasaannya sedikit terkejut tapi segera menormalkan kembali "Hem..Mia lebih baik kita masuk dulu aku ingin mandi dulu karena aku merasa kurang nyaman dan lengket"


"Nona maafkan saya, saya terlalu khawatir pada anda jadi saya melupakan anda maafkan saya nona" Mia merasa bersalah pada nonanya itu betapa bodohnya dia sampai bisa melupakan penampilan nonanya itu.


"Sudahlah, tidak perlu meminta maaf seperti itu ini bukanlah masalah besar jadi ayok kita masuk dulu"


"Baik"


Lalu mereka berdua berjalan masuk kedalam mannsion, didalam mannsion ada dua orang paruh baya yang sedang duduk sambil minum teh."Dari mana saja kau Alisya? apa kau tidak tau bahwa sekarang sudah sangat malam untuk seorang gadis berjalan diluar sendirian?" kata seorang pria setengah baya yang tampak masih tampan itu.


"Ayah tidak perlu khawatir padaku aku cuman mencari angin saja setelah dari pesta itu" ucap Alisya tak acuh itu. "Baiklah, kalau kau tidak masalah kau boleh pergi" ucap pria setengah baya yang dipanggil ayah oleh Alisya tampa melihat kearah Alisya.


"Terimakasih ayah"


Setelah itu mereka Alisya dan Mia langsung pergi ke arah kamar Alisya untuk pergi beristirahat.


Sampai di kamar Alisya, Mia langsung melayani Alisya dengqn baik dari membantunya mandi,sampai memilihkannya pakaian tidur untuk Alisya.


"Nah,nona sekarang bolehkah saya bertanya kepada anda sebenarnya apa yang terjadi kepada anda nona?" Mia benar benar penasaran apakah benar nona hanya pergi mencari angin saja tapi itu tidak mungkin karena keadaan nona benar benar kacau.


"Baiklah, aku akan menceritakannya padamu" lalu Alisya menghela nafas sejenak untuk menghilangkan rasa penatnya "Aku di rejecet ole bajingan itu" Alisya mengatakan itu dengan wajah tanpa emosi sedikitpun di wajahnya.


"APA?!!"


Mia tampak tak percaya pada apa yang di dengar oleh telinganya bagaimana mungkin seorang Werewolf bisa setenang itu saat Matenya mereject dirinya.Mia sekarang benar-benar bingung sebenarnya ada apa dengan semua perubahan sikap pada nona, apakah mungkin itu semua karena nona di reject oleh Alpha Daren? tapi itu tidak mungkin jadi sebenarnya ada apa ini.


"Lalu sekarang apa yang akan nona lakukan setelah di reject oleh Alpha Daren?" Mia benar-benar khawatir pada Alisya kenapa nasibnya sangat tidak menguntungkan.


"Setelah ini aku akan balas dendam pada bajingan itu beraninya dia meject-ku akan kubuat dia merasa sangat menyesal karena sudah membuangku" Alisya benar benar marah saat ini dia akan membalaskan dendam Alisya pada bajingan sialan itu.


"Nona anda tidak boleh berkata seperti itu pada Alpha bagaimana kalau Alpha mendengar hal ini dia pasti akan membunuh nona" Mia sangat panik sekarang bagaimana kalau nona dalam bahaya karena mengucapkan perkataan yang tidak pantas kepada Alpha.


"Tapi sekarangkan tidak ada yang mendengar aku bicara apa, kecuali kalau kau melaporkan aku pada bajingan itu" sinis Alisya pada Mia


"Mana mungkin saya berani mengkhianati nona saya tidak akan pernah melakukan itu pada anda" Mia merasa panik saat itu, bagaimana mungkin dirinya mengkhianati majikannya sendiri sungguh konyol.


"Baguslah kalau kau tidak mengkhianatiku, sekarang kau keluarlah aku mau istirahat hari ini adalah hari yang sangat melelahkan" itu memang benar dia kan sudah ber-transmigrasi kedunia mitos jadi itu sangatlah melelahkan baginya.


"Baik"


⬅➡⬅➡⬅➡


Keesokan harinya Alisya bangun lebih awal dari pada jam tidur basanya saat dia berada di duniannya. "Ah...kenapa aku tidur disini aduh kepalaku sangat sakit" Alisya merasakan kepalanya masih sakit, setelah itu Alisya pergi ke kamar mandi untuk bersiap. Dia hari ini ingin pergi jalan-jalan bersama Mia.Yah siapa tau disana ada hal yang menarik dan menegangkan.


Saat setelah selesai mandi, Alisya pergi melihat isi lemarinya untuk mengambil pakaiannya karena dia lupa untuk membawa pakaian ganti saat tadi mandi. Alisya memilih pakain dari tadi tapi tidak ada pakaian yang layak untuk dipakai Alisya saat jalan jalan nanti karena semua pakaiannya sudah tua semua dan sangat tidak cocok untuk remaja berusia 16 disini.


"Huh! mana ada orang yang akan memakai pakaian seperti ini saat dia akan pergi keluar? hanya orang bodoh saja yang mau mengenakannya, coba lihat saja semua pakaian ini benar benar tidak staylist" Alisya dari tadi terus saja menggerutu karena tidak mendapatkan pakaian yang bagus.


Tidak beberapa lama Mia masuk dan melihat Alisya yang terus saja menggerutu "Nona ada masalah apa hari ini?" tanya Mia bingung karena dia melihat Alisya dari tadi terus saja menggerutu tidak jelas dan tanpa mengenakan pakaian hanya mengenakan handuk untuk menutupi tubuhnya.


"Ah..Mia untung kau datang sekarang bantu aku untuk mencari pakaian yang layak untuk ku pakai hari ini"


"Baik"


Setelah membuang begitu banyak waktu mereka masih belum juga menemukan pakain yang cocok untuk sang nona. "Ah..!!sudah berhenti sekarang!! aku benar benar lelah dengan semua pakaian ini!!" teriak Alisya sedikit frustasi dengan semua baju bajunya itu.


"Sekarang agar lebih cepat Mia pinjamkan aku salah satu pakaianmu" Alisya menyarankan hal ini pada Mia karena postur tubuh mereka sama. "Ta..tapi nona bukan kah itu tidak pantas untuk anda mengenakan pakaian pelayan?". Mia sedikit gugup karena takut dia berbicara salah pada nonanya.


"Ayolah apanya yang tidak pantas kaukan sahabatku jadi mana ada kata tidak pantas dalam hal itu. Sekarang pergi dan pinjamkan aku salah satu bajumu" perintah Alisya pada Mia. Mia segera mengangguk "baiklah nona" saat Mia akan keluar Alisya memanggilnya lagi.


"Ah, Mia ingat jangan bawakan aku pakaian rok tau gaun aku kurang suka dengan kedua pakaian itu" perintah Alisya lagi "baik".


Tidak menunggu lama Mia kembali lagi dengan membawa pakaian nya pakaian itu celananya jeans berwarna hitam pekat dengan atasan kaos panjang yang berwarna peach cerah.


"Nona ini adalah pakaian baru saya jadi saya bawa kesini untuk anda" Mia lalu menyerahkan pakaiannya pada Alisya "terimakasih Mia aku pasti aka mengembalikannya lagi padamu nanti" Alisya tanpa ragu mengambil pakaian itu dari tangan Mia "anda tidak perlu mengembalikannya lagi saya merasa tidak pantas untuk menerima kebaikan anda nona" Mia merundukan kepalanya karena merasa malu.


"Kenapa kau merasa tidak pantas bukankah tadi sudah kubilang bahwa kau adalah sahabatku jadi kau pantas untuk mendapatkannya".


"Sudahlah, sekarang kau tunggu disini aku akan ganti baju dulu dan nanti kau akan mengurus bagian rambut ku".


"Baik"


Setelah itu Alisya masuk kedalam kamar mandi untuk mengenakan pakaian yang diberikan oleh Mia padanya.Setelah semuanya rapih Alisya keluar dari kamar mandinya dengan mengenakan pakaian dari Mia.


"Silahkan duduk disini nona saya akan menyisir rambut anda" Alisya berjalan menuju meja rias yang sudah tua dan duduk menghadap cermin.


"Nah sudah selesai nona!"


Mia benar benar sangat kagum pada majikannya itu dia terlihat sangat imut dan cantik karena mukanya itu sangat mirip dengan orang asia dan kulitnya sangat putih seperti susu juga sangat halus ditambah dengan rambut yang di kuncir kuda taklupa dengan poni yang menambah kesan imut padanya.


"Wah nona anda benar benar cantik, pakaian sederhana saja bisa menjadi pakaian luar biasa saat anda yang mengenakannya" Mia benar benar sangat tidak percaya dengan matanya sekarang karena didepannya seperti muncul seorang peri.


"Ah...sudalah jangan memujiku lagi. Sekarang ayok kita pergi"


"Kau mau pergi kemana Alisya?"


Alisya mendengar suara laki laki di belakannya dan saat menolah dia sedikit tidak percaya karena orang ini bisa berada disini.