MY MATE

MY MATE
37



Author Pov


Hari sudah berganti sore, pack masih dengan keadaan yang sama saat Drey meninggalkan untuk urusan kantor. Drey buru-buru keluar dari mobil dan berjalan bergegas menaiki anak tangga menuju kamarnya, dia sangat merindukan Matenya saat ini.


Drey langsung membuka pintu kamar tersebut, namun yang dilihat oleh matanya tidak ada sosok Ashley disana. Kakinya melangkah masuk mencari keberadaan Ashley sekaligus meneriaki namanya.


"Ashley kau dimana!!" Teriak Drey namun tidak ada respon sama sekali dari gadis tersebut. Hanya keheningan yang menjawab.


"Sweetheart!!" Katanya lagi dengan intonasi nada yang meninggil, lagi-lagi nihil. Perasaan cemas langsung menyelimuti hatinya, Drey bergegas pergi dari kamar mencari disekeliling pack.


Semua rakyat yang ditemuinya mengatakan hal yang sama, yaitu tidak mengetahui atau tidak melihat keberadaan Lunanya. Drey semakin kalang kabut, muka penuh amarah, dingin dan kejamnya dia keluarkan.


"Gamma Louis, kau dimana?!" Ucap Drey memindlink Gamma Louis.


"Diruang latihan para anggota warrior, Alpha." Jawab Gamma Louis. Drey yang mendengarnya langsung melangkah pergi menemui Gamma Louis.


Dengan langkah tegas dan besarnya, Drey memasuki ruangan latihan dan menemukan Gamma Louis yang tengah melatih salah satu warrior. Drey mendekat kepadanya, semua yang berada diruangan menundukkan sedikit tubuh mereka sebagai hormat.


"Kau lihat Ashley dimana?" Tanya Drey to the point.


Gamma Louis mengernyitkan dahinya sedetik kemudian dia baru menyadari jika Ashley tadi bersamanya. Mengapa dia lupa akan hal itu?


"Maafkan saya Alpha, saya tidak becus menjaga Luna Ashley..." ucapan Gamma Louis terpotong oleh Drey.


"Langsung keintinya saja." Potong Drey cepat.


"Saat itu ada anak gadis kecil yang meminta bantuan Luna Ashley dan kebetulan aku melihat mereka dan mengikuti dari belakang. Anak kecil tersebut membawa kerumah kecil dipack kita, mendapati ibunya yang tengah pingsan. Luna Ashley panik dan langsung menyuruhku membawa wanita tersebut kerumah sakit pack, dan setelah itu aku tidak tahu Luna Ashley berada dimana, maafkan saya." Jelas Gamma Louis panjang lebar, diakhir kalimat merasa menyesal karena itu.


Drey yang sedari tadi menyimak penjelasan dari Gamma Louis menatapnya nyalang. "BAGAIMANA KAU BISA TELEDOR SEPERTI INI?? MENJAGA LUNA KALIAN SAJA TIDAK BECUS!!" Teriak keras Drey menumpahkan amarahnya.


"Kerahkan semua warrior untuk mencari keseluruh pack maupun diluar pack, sekarang!!!" Perintah Drey yang langsung diangguki takut oleh Gamma Louis.


Para Warrior semua berpencar menjadi dua bagian. Untuk mencari diluar pack dan didalam pack. Beta Alrick yang mendengar Drey marah langsung menghampirinya.


"Kau ikut denganku mencari Ashley diluar hutan. Aku memiliki firasat bahwa Ashley dalam bahaya sekarang!" Kata Drey dengan suara dingin dan juga aura yang menyeramkan.


Beta Alrick mengangguk cepat, begitu pun dengan Gamma Louis yang ikut mencari bersama mereka. Orangtua Drey dan Geigi belum mengetahui hal ini karena mereka sedang tidak ada di Moon Stone Pack.


Drey, Beta Alrick dna Gamma Louis langsung berlari kearah pedalaman hutan yang sudah hampir pekat karena warna jingga sudah menghiasi langit.


Disisi lain, Ashley yang masih tidak sadarkan diri diikat didalam kamar bernuansa kayu cokelat. Sangat rapi jika untuk menjadikan ruangan untuk penculikan.


Lamat-lamat Ashley tersadar dari pingsannya. Tubuh yang terbaring lemah diatas kasur Ashley sedikit bergerak karena merasa kaku dan kram disekujur tubuh. Ashley mengerangkan suaranya karena terasa sakit dan berat dikepalanya saat mencoba bangun.


"Dimana aku?" Tanyanya entah pada siapa. Manik matanya mengedar menyapus seluruh ruangan tersebut. "Ini bukan kamar Drey!" Katanya lagi saat menyadari.


Ashley kembali mencoba bangun dari tempat tidur dan menyandarkan tubuhnya dikepala kasur. Tiba-tiba pintu kamar tersebut terbuka namun sosok yang membuka pintu itu belum terlihat.


"Sudah terbangun dari tidur burukmu, Luna?" Ucap lelaki tersebut diselingi senyuman sinis.


"Ka... Kau...." Kata Ashley dengan terbata-bata. Lelaki yang Ashley tebak berumur jauh lebih tua darinya mengangkat sebelah kanan alisnya.


"Sebuah kehormatan jika kau mengetahuiku." Ujar lelaki tersebut.


"Aku, aku tidak mengenal siapa namamu. Tapi... Tapi wajahmu seperti tidak asing." Kata Ashley dengan nada takut.


"Ya memang benar kita pernah bertemu, bukan saat menyerang Moon Stone Pack saja. 14 tahun yang lalu aku juga menyerang Silver Moon Pack." Ucap lelaki tersebut dengan tangan kiri yang terangkat ingin menyentuh wajah Ashley.


Namun Ashley berhasil menghindar dan meringkukkan badannya takut. "Lepaskan aku, aku tidak mengenal kau siapa." Lirih Ashley dengan nada ingin menangis yang tertahan.


"Calon Luna untuk Moon Stone Pack ternyata begitu lemah dan cengeng," ucap lelaki tersebut meremehkan. "Ah ya, betapa tidak sopannya diriku tidak memperkenalkan diri." Lanjutnya.


"Lepaskan aku." Hanya itu ucapan yang begitu kecil Ashley ucapkan berulang kali dengan matanya yang sudah dibajiri air mata.


"Aku adalah Traffic Epilious. Mantan Gamma dari Alpha Keenan yang menjadi musuh dalam selimutku saat 14 tahun yang lalu, apa kau sudah mengenaliku gadis manis?" Kata lelaki tersebut yang bernama Traffic dengan senyuman sinis tak lepas dia berikan.


Ashley begitu terkejut, nama itu! Dia mengingatnya! Kejadian 14 tahun yang lalu merenggut nyawa kedua orangtuanya. Wajah dan nama itu, Ashley sangat membencinya. Gadis tersebut mendongakkan kepalanya, menatap marah kearah lelaki tersebut.


"Oh, oh. Lihatlah Luna dari Alpha Drey sedang marah," ucap Traffic terkekeh geli. "Kau sudah mengingatku rupannya. Jangan salahkan diriku jika memiliki dendam denganmu, karena kedua orangtuamu dan Alpha Sean. Sudah membuatku gagal menghancurkan Silver Moon Pack!!" Ucapnya lagi dengan amarah kali ini.


"Apa yang dilakukan oleh ayah dan ibuku sudahlah sangat benar karena mengabdi pada Alpha Keenan untuk Silver Moon Pack!! Kau hanya pengkhianat yang ingin menghancurkan pack kami!!" Kata Ashley dengan beraninya membuka bicara. Karena rasa takutnya berganti dengan rasa amarah yang dia pendam selama 14 tahun ini.


"Kau sangat berani rupanya? Aku tertipu dengan wajah lugumu itu. Kau berani membentakku, huh?" Ujar Traffic ikut berdiri dan berhadapan dengan Ashley sekarang. Traffic mendekatkan langkahnya dan mencapit dagu Ashley kuat sehingga Ashley mengaduh kesakitan.


"Lepas... Lepaskan aku!! Kau tidak berhak menyentuh wajahku!!" Ucap Ashley.


"Kali ini kau sedang berada diwilayahku, maka hakmu tidak ada! Aku sangat terkejut kau bisa seberani ini." Kata Traffic sambil menghempaskan wajah Ashley hingga terhempas kesamping.


Dengan gerakan cepat Ashley melayangkan serangan kaki yang berhasil membuat pertahanan Traffic runtuh dan terjatuh dilantai.


Karena serangan tiba-tiba dari Ashley membuat Traffic tidak bisa menghindarinya. Namun, disaat Ashley merasa puas karena kemampuan yang diajarkan oleh Drey bisa dia praktekan langsung membuatnya merasa senang dan kesempatan bagi Traffic membalas serangan Ashley.


Traffic bangkit dan langsung mengunci pergerakan Ashley dari belakang dan menekan keras kedua tangan Ashley yang membuat gadis tersebut mengaduh kesakitan.


 


***°TO BE CONTINUE°


 


HAI MAAP BARU UP😭 semoga suka sama part ini, terus dukung ceritaku ya😘 jangan lupa boom like, vote dan comment buat DreyShey dan author supaya semangat up😍🤗


See you next part🌻***