
Author Pov
Ashley, Drey, Geigi, Beta Alrick dan Gamma Louis akhirnya sampai diperbatasan sungai Emerland. Beta Alrick dan Gamma Louis ditugaskan untuk berjaga-jaga agar tidak ada Rogue atau hewan buas lainnya yang menghampiri mereka.
"Lima menit lagi bulan akan datang." Kata Geigi melirik kearah Ashley dan Drey.
"Apakah kau sudah siap, Sweetheart?" Tanya Drey sambil memegang tangan Ashley erat.
Ashley mengangguk yakin, menunggu detik-detik bulan purnama datang. Detik demi detik hingga menit kelima selesai, mereka melirik kearah belakang karena ada langkah seseorang menghampiri mereka.
"Wyersa?" Kata Ashley. Wyersa yang dipanggil hanya tersenyum tipis.
"Ini waktunya Luna Ashley." Ucap Wyersa bersamaan dengan munculnya bulan purnama besar yang terselimuti awan hitam.
Tubuh mereka yang terkena sinar bulan purnama mendapatkan kekuatan lebih dari moon goddess. Drey memejamkan matanya mneyerap energi baru didalam tubuhnya, begitupun yang dilakukan oleh Geigi, Beta Alrick dan Gamma Louis.
Sedangkan Ashley mengikuti intrupsi yang diberikan oleh Wyersa. "Tutup matamu biarkan tubuhmu serileks mungkin, biarkan cahaya itu masuk kedalam tubuhmu. Tenang pikiranmu harus tenang, berusaha dalam pikiran untuk bisa berganti shift. Lakukan dengan fokus Ashley!" Kata Wyersa yang dilakukan oleh Ashley.
Sebisa mungkin Ashley merileks-kan pikirannya. "Ayo Chara ini waktunya." Ujar Ashley kepada Chara melalui Mindlink.
Suara retakan tulang dan rintihan kesakitan keluar dari tubuh Ashley. Wyersa yang melihat tersebut tersenyum senang karena Ashley melakukannya dengan baik, sedangkan Drey dan Geigi menatapnya cemas.
"Kalian tidak usah khawatir. Luna Ashley sedang berusaha berganti shift dengan wolfnya." Kata Wyersa berusaha menghilangkan rasa khawatir pada mereka.
"Kau bisa Shey, kau harus bisa." Ucap Drey didalam hatinya.
Suara retakan itu semakin keras, suara geraman keluar dari bibir Ashley. Mata hitam kecokelatannya kini berubah menjadi warna emas. Tubuh Ashley kini sudah berubah menjadi serigala saat cahaya bulan purnama memberikan cahayanya begitu banyak kepadanya.
Suara lolongan dari serigala putih tersebut terdengar sangat merdu. Dia Ashley!! Dia berhasil!! Kini Chara keluar dari tubuh Ashley. Disisi lain Drey, Geigi, Beta Alrick dan Gamma Louis terpaku melihat perubahan dari Ashley. Berbeda dengan Wyersa yang tersenyum senang sehingga dia ingin sekali menangis.
Serigala Ashley atau yang kita sebut adalah Chara membalikkan tubuhnyan menatap mereka. Drey tanpa sadar melangkahkan kakinya menghampiri Chara.
"Lihatlah anakmu ini Li! Dia akan menjadi gadis setengah White Witch keturunan darimu." Ucap Wyersa didalam hati.
"Chara," ujar Drey pertama kalinya. "Kau sangat cantik, bulu-bulumu sangat halus." Lanjutnya sambil mengelus bulu putih Chara yang sangat lebat.
Sedangkan Chara meresponnya dengan mencodongkan moncongnya kearah Drey. Drey tertawa senang karena wolf dari Ashley begitu manja kepadanya, berbeda dengan humannya.
"Siapa nama wolf kak Ashley?" Tanya Geigi berjalan mendekat kearah mereka berdua.
"Chara." Jawab Drey diselingi senyuman. Geigi menyapa Chara dengan wajah senangnya. Sedangkan reaksi dari Chara dia melompat dan berputar-putar dengan senang, sesekali melolongkan suaranya tanda terimakasih kepada moon goddess.
Sekitar tiga puluh menit mereka berada disitu, membiarkan Ashley merasakan perubahan shift dengan wolfnya. "Sudah waktunya untuk pulang, Mom dan Dad pasti sudah menunggu kita." Kata Geigi.
Serigala Chara memundurkan tubuhnya, mengikuti intrupsi yang Wyersa ucapkan kembali agar Chara berganti dengan Ashley. Dengan fokus akhirnya Ashley kembali seperti semula, hanya saja pakaian yang dikenakan Ashley koyak. Namun untungnya Geigi membawa jaket cadangan untuk berjaga-jaga.
Jaket tersebut Drey kenakan dipundak Ashley. Terlihat dari wajah Ashley yang terlalu lelah karena pergantian shift nya. "Apa kau masih kuat berjalan?" Tanya Drey khawatir.
Ashley hanya tersenyum lalu mengangguk. Tapi tak butuh waktu lama tubuhnya oleng dan terjatuh didada Drey yang memegang kedua pundaknya. "Ashley!"
"Kak Ashley!!"
Mereka semua panik. "Dia hanya pingsan untuk sesaat karena tubuhnya terlalu lelah. Luna Ashley memang wanita tangguh, bawa dia kembali kepack, Alpha." Ujar Wyersa yang diangguki oleh Drey.
Drey menggendong tubuh Ashley dengan gaya bridal style. Berlari sekuat tenaga menuju Moon Stone Pack. Diikuti oleh mereka dibelakangnya.
Luna Qiandra dan Alpha Sean yang menunggu mereka pulang akhirnya bernafas lega. Walaupun saat Drey pulang dengan keadaan Ashley tak sadarkan diri membuat Luna Qiandra sangat khawatir.
Untungnya Wyersa dengan sabar menjelaskan apa yang sudah terjadi kepada mereka.
"Syukurlah itu sangat baik. Terimakasih moon goddess." Syukur Luna Qiandra sambil menatap keatas.
"Luna Ashley akan segera tersadar dari pingsannya. Jika sudah sadar pastikan Luna Ashley harus sering berlatih dan untuk Alpha Drey aku harap kau segera mengumumkan calon Luna dipack ini." Kata Wyersa panjang.
"Tentu saja, saat pengangkatan Ashley nanti kau harus datang, Wyersa." Ucap Alpha Sean.
"Dengan senang hati, Alpha Sean. Kalau begitu aku pamit terlebih dahulu, sampaikan salamku kepada Luna Ashley." Ujar Wyersa sambil berdiri dari duduknya dan menjabat tangan mereka satu-satu.
"Biarkan Gamma Louis mengantarmu sampai kerumah." Kata Luna Qiandra yang diangguki oleh Gamma Louis disebelah.
"Terimakasih, selamat malam." Pamit Wyersa.
Kini tinggal Drey, Geigi, Luna Qiandra dan Alpha Sean yang berada diruang tamu. "Lalu?" Sahut Alpha Sean kepada Drey.
"Lalu apa?" Tanya Drey bingung.
Alpha Sean berdecak kesal, anak lelakinya ternyata tidak langsung merespon apa yang dia maksud. "Kapan pernikahan dan pengangkatan Ashley akan terjadi?" Kata Alpha Sean dengan kesal yang terpendam.
Sedangkan Luna Qiandra dan Geigi menahan tawanya agar tak pecah saat Drey tidak konsen berbicara dengan Ayahnya.
"Secepatnya." Ucap Drey yakin.
"See? Apakah Ashley akan siap?" Ujar Luna Qiandra mengangkat sebelah alisnya.
"Tentu saja dia harus siapa." Kata Drey lagi dengan penuh keyakinan.
"Jika begitu, bicaralah besok kepada kak Ashley." Kali ini Geigi mengangkat bicara.
"Why not?" Ucap Drey tersenyum. "Aku kembali kekamar ingin melihat Ashley dan beristirahat. Selamat malam semua." Lanjut Drey pamit lalu berjalan kearah tangga menuju kamar.
"Selamat malam." Ucap mereka bertiga serempak.
Sesudahnya didalam kamar, Drey mendeketkan kearah Ashley yang tertidur dengan lelap. Ditatapnya setiap inci dari wajah Ashley, hidung sedikit mancung sedikit, bulu mata yang lentik, kulitnya yang masih pucat dan bibir yang seksi.
Drey mengelus pelan pipi Ashley. Sampai tangannya berhenti dibibir ranum milik Ashley, sekelebat pikiran negatif menyerang pikiran Drey.
"Dia sangat cantik Drey!! Aku ingin kau segera mengklaimnya!" Ujar Grey uring-uringan didalam sana.
"Kau harus sabar untuk hal ini! Aku tidak ingin membuat Mateku nanti takut kepada kita!" peringat Drey kepada Wolfnya. Grey hanya menggeram marah kepada Drey.
Namun ucapan dan pikiran Drey seperti tidak selaras. Wajahnya dekat dengan wajah Ashley, tanpa berpikir panjang bibirnya mencium bibir pink Ashley. Disaat Ashley tengah tertidur Drey melakukan hal itu?
***°TO BE CONTINUE°
Hai up nih😁 Akhirnya aku selesaikan part Ahsley berganti shift dengan Chara. Jangan lupa vote, like&comment untuk DreyShey🤓
See you next part🌻***