
ALISYA POV
Aku terbangun disebuah tempat yang sangat gelap dimanapun aku, aku merasa bahwa ini bukanlah dunia nyata jadi aku berusaha untuk bangun tetapi tiba tiba tempat yang awalnya gelap itu secara perlahan memperlihatkan setitik cahaya dan aku maju mendekat kearah cahaya itu berharap agar aku bisa terbangun kembali.
Saat aku sudah mendekati cahaya itu tiba tiba aku sudah berada di sebuah tempat yang nampak seperti sebuah kastil kuno dengan warna abu yang paling mendominasi kastil tersebut.
Merasa penasaran pada kastil kuno ini aku langsung mengelilingi kastil ini dan aku mulai menaiki tangga yang menuju lantai 3, di ujung lorong lantai 3 aku melihat ada sebuah pintu berwarna coklat. Entah dorongan darimana aku merasa bahwa aku harus menuju ke pintu itu. Tanpa disadari kakiku mulai melangkah mendekat lalu aku mulai membuka pintu coklat tersebut secara perlahan.
Di dalam ruangan yang besar ini aku dapat melihat bahwa ada sepasang makhluk yang tengah berdiri menatap keluar jendela.
Wanita yang tengah berdiri menatap keluar jendela itu menoleh ke arah samping kanannya lalu pria itu pun menatap ke arah samping kiri sehingga mereka saling menatap. Wanita itu terlihat sedang menggendong baya yang sangat imut, sepertinya itu adalah bayi perempuan.
Aku merasa ingin sekali memeluk mereka tapi aku tidak tau siapa mereka.
"Apa yang harus kita lakukan Jackson, aku tidak bisa terus seperti ini dan membiarkan anak kita mati" Wanita itu tampak sedih saat melihat bayi yang ada dipelukkannya.
"Sepertinya kita hanya memiliki satu cara Laura" pria itu menatap wanita didepannya.
"Apa itu?" Wanita itu kini melihat kearah pria tinggi dihadapannya.
"Kita harus menyembunyikan Alisya".
Aku terkejut saat pria itu mengatakan namaku. Tapi aku cepat berfikir mungkin saja Alisya yang dimaksud pria itu bukan aku. Tapi saat aku memperhatikan wajah wanita itu aku seperti melihat diriku hanya satu yang membedakan yaitu rambutnya yang berwarna silver. Jadi aku langsung memfokuskan semua inderaku pada mereka berdua.
"Tapi dimana kita akan menyembunyikannya?"
"Aku rasa Silver moon pack adalah tempat yang cocok, karena pack itu sangat kuat"
"Tidak bisa!!, disana ada beta Leon. Apa kau lupa bahwa dia adalah mantan mateku? bagaimana kalau dia membunuh anak kita?"
"Aku rasa tidak"
"Baiklah kita akan menyembunyikannya pada Leon"
Setelah ucapan terakhir itu tiba tiba aku dibawa ketempat lain.
Di tempat ini aku bisa melihat hutan yang sangat indah dan juga air sungai yang mengalir jernih.
Aku menikmati pemandangan di hutan ini lalu aku dikejutkan dengan sebuah suara seorang wanita. suara itu sangat menenangkan.
"Kau tidak perlu mencariku karena kau tidak dapat melihatku." suara itu kembali terdengar.
"Siapa kau sebenarnya! dan dimana dirimu!" aku berteriak pada suara itu.
"Kau tidak perlu tahu siapa aku, kau hanya perlu mengingat pesanku"
"Apa itu?"
"Hati itu yang diselimuti kegelapan dia lah pasangan yang tepat jaga hati sang penguasa cairkan hati yang beku tinggalkan yang sekarang karena dia bukan yang tepat"
"Apa maksudmu?"
"Yang sekarang hanyalah seorang penguji selamatkan hati sang penguasa hanya yang terkuat yang cocok dengan sang ahli" suara itu semakin lemah tidak terdengar.
"Hei tunggu sebenarnya apa yang kau maksud?! siapa itu sang penguasa?! dan siapa yang harusku tinggalkan?!" Aku berteriak pada suara yang sudah menghilang itu. Aku merasa ini hanya usaha yang sia-sia.
Saat aku ingin berbalik tiba tiba ada cahaya yang menghampiriku begitu terang hingga menyilaukan sehingga aku menutup mataku dan menghalangi mataku dengan telapak tanganku.
Saat aku terbangun ternyata aku sudah berada di sebuah ruangan yang berwarna putih nampak seperti ruang yang berada di rumah sakit. Lalu aku menoleh kearah pintu karena mendengar suara yang membuka pintu sehingga aku menolehnya.
"Alisya!!" lalu dibalik pintu itu aku bisa melihat dua orang laki laki dan mereka refleks berteriak karena terkejut.
Mereka adalah Aaron dan Daren. Mereka berlari menghampiriku. "Apa kau sudah bangun?!"
"apa ada yang sakit?!"
"apa kau membutuhkan aku untuk memanggil dokter?!"
Mereka terus bertanya padaku tapi aku merasa tidak ingin menjawabnya lalu aku bertanya pada mereka "Kenapa aku ada disini?"
Aku melihat raut wajah mereka nampak sedih "Kau sudah lama pingsan"
"Berapa hari?" aku bertanya seperti itu dan mereka nampak terkejut.
"Berapa hari?!! kau bertanya berapa hari?! kau tau, kau sudah pingsan selama 6 bulan!!" Daren dan Aaron berteriak histeris padaku akupun sama apakah selama itu tapi aku merasa baru tadi aku pingsan tapi ternyata sudah setengah tahun aku pingsan.