MY MATE

MY MATE
32



Author Pov


Drey menatap sosok Ashley yang tidak bergeming sama sekali dipintu yang sudah tertutup kembali. Kilatan cahaya menandakan jika itu bukanlah Drey melainka Greyson Wolf dari Drey keluar kembali.


Sesegera mungkin Ashley menyadarkan dirinya sendiri. Berusaha tidak takut dan memberanikan diri untuk mendekat kearah Drey yang seperti tahanan diikat oleh rantai besi dikedua tangannya yang tergantung.


Suara geraman keluar dari mulut Drey, lalu berkata. "Kau ternyata tidak mempunyai rasa takut sudah datang kepadaku diwaktu yang salah!"


"Drey..." Kata Ashley tidak menggubris ucapan yang dikatakan Greyson.


"I'am Greyson!!" Geramnya marah.


"Greyson? Itukah kau?" Tanya Ashley dengan hati-hati. Walaupun dadanya kini berdegub dengan cukup keras.


"Kenapa? Sekarang kau sudah merasa bersalah datang kemari saat aku ini sosok Grey bukan Drey?" Ucap Greyson yang terus menggeram marah.


Ashley tidak langsung menjawabnya, dia sangat bingung yang hatinya rasakan saat ini adalah membenarkan ucapan Greyson. Dia seharusnya tidak datang kemari, tapi itu juga salah.


"Tenangkan dirimu, Grey. Bicaralah baik-baik apa yang kau inginkan?" Kata Ashley kemudian.


"Kau masih bertanya kepadaku, Mate? Kau bertanya aku menginginkan apa?!!" Ujarnya dengan intonasi suara yang dinaikkan.


Tangannya meronta-ronta agar ranti besi yang mengikat tangannya terlepas. Benar saja, rantai itu dengan mudah terlepas dari kedua tangan Drey. Bukankah seorang Alpha memiliki kekuatan besar ketimbang para rakyatnya? Tentu saja Drey bisa melakukan itu.


Greyson melangkahkan kakinya mendekat kearah Ashley. Namun Ashley melakukan hal sebaliknya, dia memundurkan langkahnya saat Greyson mendekatinya. "Apa yang kau inginkan." Ucap Ashley dengan bibir bergetar ketakutan.


Tanpa disadari tubuh Ashley sudah menabrak sisi dinding ruangan ini. Membuatnya tidak bisa berkutit atau pun lolos dari Greyson. Tubuh Drey atau pun sekarang yang sedang dikendalikan oleh Greyson, berhasil mengunci pergerakan Ashley dengan kedua tangannya.


"Lepas... Lepaskan aku." Pinta Ashley dengan nada seperti ingin menangis.


"kau tidak boleh menangis, Mate. Bukan kah kau bertanya kepadaku apa yang kumau saat ini?" Kata Greyson sambil men-sejajarkan wajah mereka.


"Apa?" Tanya Ashley takut.


"Aku ingin sekali menandaimu sekarang! Tapi Human ku ini sangat pengecut dan terlalu takut melakukan hal itu, alasannya karena kau belum siap!" Ucap Greyson dengan suara mendalam dan begitu tegas, disetiap katanya dia tekan.


"Aap... apa yang dikatakan Drey memang benar, aku belum siap akan hal itu." Kata Ashley tanpa sadar karena rasa takutnya oleh tindakan Wolf dari Drey.


"TAPI KITA SEBAGAI MATEMU BERHAK MELAKUKAN ITU!!" Teriak Greyson marah memukul dinding disamping wajah Ashley membuat Ashley terlonjak kaget.


Greyson menjauhkan tubuhnya dan melakukan hal yang sama itu terulang kembali. Greyson mengacak seluruh benda yang ada didalam ruangan ini, membanting kursi kearah dinding sampai hancur tak berbentuk.


"Kau memang tidak mencintai kita!! Aku sudah duga akan hal itu." Ucap Greyson nyalang sambil terus merusak seluruh barang.


"Aku tidak pernah berkata seperti itu!!" Kata Ashley berani berbicara, entah dari kekuatan mana dia menepiskan rasa takutnya.


"Jika seperti itu mengapa kau tidak menyanggupi apa yang Drey katakan waktu itu?!" Ujar Greyson geram. Suara ketukan pintu ruangan dan teriakan khawatir tidak membuat Greyson dan Ashley menanggapi itu.


Ashley tidak menjawab ucapan Greyson. Melihat jika Ashley tidak bisa menjawabnya, senyuman sinis keluar dari bibir Greyson. "Kau tidak bisa menjawab bukan? KAU MEMANG TIDAK BISA MENJAWABNYA SAMPAI KAPANPUN KAU PASTI TIDAK AKAN MELAKUKANNYA, KAU SENANG MELIHAT DREY SETIAP HARI MENYEMBUNYIKAN HASRAT INGIN MENANDAIMU? Kau senang melihat Matemu tersiksa?" Ucap Greyson begitu panjang. Intonasi suaranya kadang naik dan kadang turun, namun rasa tegas tidak berkurang dari setiap ucapannya.


Hati Ashley tercenung, benarkah seperti itu adanya? Tanpa sadar Ashley membuat Drey tersiksa? Bukan kah itu bodoh?


Karena tidak ada jawaban dari Ashley, membuat Greyson semakin murka. Dia membanting kembali barang-barang disekitarnya. Saat tangannya ingin membanting meja kerjanya Ashley berteriak.


Gresyon menaruh kembali meja besar yang mampu diangkat oleh kedua tangannya tersebut. Dia mendekati Ashley mendorongnya sampai terpentok dinding lagi.


"Jika seperti itu lakukan sekarang!" Kata Greyson. Disisi lain Drey dengan sekuat tenaga mungkin berganti shift dengan Greyson, namun dia tidak bisa karena kekuatan Greyson dikeluarkan sepenuhnya. Drey sangat takut jika Wolfnya menyakiti Ashley.


"Tapi kembalikan Drey seperti semula." Ucap Ashley.


"Kau hanya menginginkan Drey? Kau benar-benar tidak mencintaiku?" Tanya Greyson. Baiklah, sifat keras kepala dan kebaperan Greyson datang lagi.


"Aku mencintai kalian berdua, kau mengerti? Sebaiknya kita duduk terlebih dahulu," kata Ashley sambil menarik tangan Greyson disofa ruangan yang belum hancur oleh Greyson.


"Jika aku melakukan Mating denganmu dan bukan dengan Drey pasanganku. Pasti Drey akan sangat sedih dan marah kepadamu. Seperti ini, jika aku berganti Shift dengan Chara wolfku dan Drey melakukan hal itu juga kepada Chara apa kau tidak akan marah dan sakit hati?" Sambung Ashley menjelaskan. Sedangkan Grey seperti murid yang tengah dinasehati oleh gurunya.


"Tentu saja aku akan sangat marah dengan si bodoh ini!" Kata Greyson kesal. Drey yang mendengar hal itu menahan amarah untuk tidak mengatai Wolf sialannya.


"Begitu pun dengan Drey, aku akan melakukannya. Tapi bukan denganmu, kembalikan Drey kewujud semula." Ucap Ashley begitu sabar mengobrol dengan Greyson. Dia tahu jika saja salah berkata, pasti Greyson akan sangat marah. Wolf ini begitu tersinggung.


"Aku akan mengembalikan Drey kewujud semula, tapi ada syaratnya." Ujar Greyson sambil mendekatkan wajahnya agar sejajar dengan wajah Ashley.


"Apa?" Kata Ashley.


"Cium aku untuk kedua kalinya sebagai tanda kau memang mencintaiku." Ucapnya sambil menunjukkan bibirnya.


"Seperti itu? Apakah aku harus melakukannya, Mate?" Ujar Ashley menggoda Greyson.


Greyson kesal, lalu berkata. "Kau tidak asik!"


"Baiklah." Ucap Ashley. Sedetik kemudian dia mencium bibir Greyson yang berwujud Drey.


Setelah melepaskan ciuman tersebut, sebelum pergi Greyson berkata. "Aku mencintaimu, dan Chara." Sambil tersenyum hangat sebelum manik mata tersebut berganti kembali dengan manik mata biru terang.


Chara yang mendengar hal itu didalam tubuh Ashley berjingkrak senang dan mengibaskan ekornya kekanan dan kekiri, sesekali melolongkan auman senang.


Drey sekarang sudah kembali menguasai tubuhnya. Matanya sayu dan tubuhnya lemas bersandar dipundak Ashley.


"Kau baik-baik saja?" Tanya Ashley begitu cemas sambil mengusap keringat yang berada dikening Drey.


"Aku baik-baik saja. Maafkan Wolfku sudah membuatmu takut." Ujar Drey serak.


"Syukurlah, aku sangat mencemaskanmu, tidak masalah. Aku tahu Grey sangat emosi." Kata Ashley bernafas lega.


"Jadi?" Ucap Drey.


"Jadi apa?" Tanya Ashley bingung.


"Ck, apa kau sekarang siap untukku tandai?" Kata Drey dengan gerlingan mata genitnya.


***°TO BE CONTINUE°


AYO siapa yang gak sabar liat Drey mating sama Ashley😂 Tunggu besok ya atau besok lusanya lagi hehehe. Jangan lupa vote, like&comment biar Author tambah semangat upnya😍


See you next part🌻***