
Sedangkan ditempat lain yaitu di Silver Moon Pack, ada dua sepasang Mate yang sudah cukup tua tapi tidak bisa menghilangkan aura seorang pemimpin yang sedang duduk di sebuah ruangan yang terlihat seperti ruang kerja.
Tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka dan muncullah seorang pria tampan dan gagah tersebut dari balik pintu. "Mom, dad?" pria muda itu berjalan mendekati orang yang disebut ibu dan ayah nya saat mendekat pria itu bertanya "Apa yang sedang kal..." belum sempat menyelesaikan kalimatnya tiba tiba
Plakk!!
Wanita paruh baya yang disebut ibu itu menampar anaknya sendiri dengan sangat keras sampai terlihat bekas lima jari di pipi sebelah kanan pria muda itu. Pria itu nampak sangat terkejut sambil memegang sebelah pipinya dengan tangannya. Ia sangat terkejut adalah karena ibunya itu tidak pernah sekalipun memukulnya malah biasanya ibunya itulah yang selalu membelanya tapi ada apa dengan sekarang ini.
Dengan raut wajah terkejut pria itu mencoba bertanga pada ibunya "Mom kenapa mom memukulku? Sebenarnya apa salahku hingga mom memukulku?" pria itu masih mencoba mengembalikan ekspresi terkejutnya. "Kau bilang kenapa!? Seharusnya Mom yang bertanya kenapa kau mereject mate mu Daren?!!" wanita itu berteriak kepada anak kesayangannya sampai mengeluarkan air mata. "Jadi hanya karena ja**ng itu Mom sampai memukulku seperti ini!?" Daren berteriak pada ibunya itu dengan menggunakan AlphaTone nya. Pria disamping wanita setengah baya itu mulai mengeraskan tinjunya yang tak lain adalah Ayah Daren, dia sedang berusaha untuk tidak melukai anaknya yang sudah meneriaki Mate sekaligus ibu Daren sendiri.
"Kau bilang hanya!? Apa kau gila?! Sejak kapan mom mengajarkanmu jadi B**N*SEK Daren?! Apa itu ada hubungannya dengan kekasih J***ng mu itu?!" ibu Daren yang bernama Amanda itu menangis histeris karena dia merasa sangat kecewa dengan anak yang selama ini dia rawat dengan baik yang malah menjadi pria Brengsek.
Daren merasa terkejut lagi "A..apa yang... dad katakan.... jadi se...selama ini ak..aku sudah salah paham pada mateku sendiri?" Darena mulai merasa sakit hati seluruh tubuhnya berkeringat dingin dan mulai pucat "Dad tolong katakan yang sebenarnya" Daren berkata pelan tapi masih dapat didengar oleh Hendric.
"Dulu saat ibu Alisya meninggal, Alisya merasa hancur dan dia berlari menuju perbatasan pack, lalu kakak mu Ana melihat Alisya yang berlari dan segera menyusulnya. Saat sampai Ana mencoba membujuk Alisya untuk kembali ke dalam Pack tapi saat mereka akan kembali banyak Rogue yang mengelilingi mereka, Ana mencoba melawan semua Rogue itu tapi mereka terlalu banyak dan Ana terbunuh oleh para Rogue itu tapi sebelum Ana meninggal dia mengirim Mindlink pada Dadd dia berkata 'Lindungilah Alisya dengan seluruh jiwa kalian jangan sampai dia terluka karena dialah yang di takdirkan' setelah itu Ana meninggal dan jasadnya menghilang walaupun semua warrior mencarinya tetap tidak ditemukan" Hendric menceritakan semua kebenaran yang harus diketahui anaknya. Daren merasa hatinya hancur berkeping keping dan menangis tanpa suara. Daren terus bertanya dalam hatinya kenapa dia mereject mate nya dulu dan kenapa juga Dadd tidak menceritakan ini dari dulu.
Seperti mengetahui isi pikiran anaknya Hendric menjelaskan kembali "Itu semua adalah permintaan dari kakak mu agar menyembunyikan semua ini dari siapapun termasuk dirimu tapi siapa sangka bahwa kau adalah matenya" Daren kembali menangis karena tapi air matanya lebih deras dan dia menangis karena menyesalli semua perbuatannya pada matenya.
Begitu pula dengan Amanda yang sudah dari tadi menangis terhisak-hisak air mata. Lalu mereka berdua pergi meninggalkan Daren yang tampak sangat hancur.