MY MATE

MY MATE
36



Author Pov


Sudah lewat satu minggu setelah penandai Ashley. Kedua orangtua Drey berencana secepat mungkin melangsungkan pernikahan mereka dan mengangkat Ashley sebagai pendamping Drey dan Luna di Moon Stone Pack ini.


Hubungan Ashley dan Drey juga nampak lebih dekat dan menghabiskan waktu bersama-sama. Walaupun seperti itu, kewajiban Dreys sebagai seorang Alpha untuk mengurus pack dan para rakyatnya tidak pernah dia tinggalkan atau lengah sedikit pun, Drey terus mengecek dan melatih perkembangan para anggota dan penjaga dipack ini.


Sedangkan pekerjaan kantor keluarganya, Drey juga selalu mengerjakan dan melakukan meeting dengan orang yang ingin kerjasama dengan perusahaannya. Beta Alrick selalu berada disamping Drey untuk mengontrol setiap pekerjaan dikantor, sedangkan Gamma Louis ditempatkan untuk mengecek semua werewolf disini.


Selama seminggu juga Ashley mendapatkan hadiah berupa benda pipih yang canggih atau biasa disebut smartphone yang diberikan Drey untuk bisa menghubungi dirinya jika berada diluar pack atau menghubungi teman lamanya yaitu Khaterina yang sudah lama tidak bertemu.


"Kau tidak boleh pergi keluar dari perbatasan pack ini, kau mengerti? Aku meninggalkanmu sebentar karena urusan penting yang menyangkut perusahaan keluarga. Jika kau keluar tanpa sepengetahuan warrior atau Gamma Louis, aku tidak akan segan-segan menguncimu didalam kamar!" Kata Drey disamping Ashley yang sibuk mendengarkan ucapannya.


"Iya iya aku mengerti, kau selalu saja berbicara seperti itu berulang kali jika kau ingin pergi. Aku bukan anak kecil lagi Drey yang harus kau berikan ancaman seperti itu." Ucap Ashley kesal.


"Aku tidak mengancammu Sweetheart, aku hanya memberikanmu nasihat. Kau tahu sendiri jika sifatmu sama seperti Geigi." Ujar Drey.


"Sifat seperti apa?" Tanya Ashley.


"Keras kepala." Jawab Drey dengan tenang. Ashley melototkan matanya, lalu melayangkan pukulan dibahu kiri Drey.


"Kau ini!!" Kata Ashley kesal dengan wajah yang cemberut dan bibirnya yang manyun.


Drey tertawa melihat Matenya kesal karena dirinya. "Kau ingin tahu? Itu memang benar adanya, tapi percayalah bagaimana pun sifatmu aku akan selalu mencintaimu." Ujar Drey sambil memeluk Ashley dari samping dengan gemas.


"Kau ini semakin hari semakin jago merayuku." Ucap Ashley melirik kearah Drey.


"Aku tidak merayumu, astaga. Aku berbicara serius dari lubuk hatiku yang paling dalam." Kata Drey melebih-lebihkan ekspersinya.


"Kau menggelikan Drey!! Kau pergi sana, Beta Alrick pasti sudah menunggumu." Ucap Ashley mendorong tubuh Drey yang memeluk pinggangnya.


"Terlalu kasar..." bisik Drey ditelinga Ashley.


Ashley kembali melototkan matanya mendengar bisikan Drey. "Aku tidak kasar padamu, hanya saja aku tegas kepadamu. Seperti kamu tegas dengan para warriormu. Ingatlah sifat ini menurun padamu, Alpha." Kata Ashley berbicara panjang lebar.


Drey hanya tersenyum mendengarnya. "Aku mencintaimu, sampai ketemu nanti. Ingat pesanku baik-baik Sweetheart." Ucap Drey lalu mencium sekilas bibir Ashley dan kedua pipi Ashley yang bersemu merah. Tanpa memikirkan detak jatung Ashley yang sudah tidak karuan, Drey bangkit dari duduknya dan keluar dari kamar meninggalkan Ashley yang terpaku.


"Sadarlah Shey!! Kau seperti orang bodoh saja." Sahut Chara tertawa mengejek menyadarkan lamunan Ashley.


"Aku bodoh kau juga termasuk!" Kata Ashley.


"Mengapa kaus selalu kesal jika berbicara denganku!" Ucap Chara tersinggung.


"Aku tidak kesal denganmu, kau saja yang mudah tersinggung." Ujar Ashley tenang.


"Ah sudahlah, kau selalu saja membuat situasi agar kita berdebat. Lebih baik aku tidur dan memimpikan Greyson!" Kata Chara lalu memutuskan Mindlink dengan Ashley.


Ashley kesal, bukankah Chara yang selalu membuatnya terpancing emosi? Dasar serigala tak tahu diri. Ashley kembali merebahkan tubuhnya.


Dirumah ini sangat sepi, Geigi pergi kuliah, orangtua Drey pergi berlibur lima hari yang lalu. Katanya ingin menghabiskan waktu berdua saja. Ashley kembali terenyuh, memang benar adanya jika pasangan Mate di Moon Stone Pack terkenal sangat harmonis.


Setiap para werewolf atau warrior yang Ashley lewati membungkukkan sedikit badannya. Keluarga Drey bilang dirinya harus terbiasa akan tindakan itu, dan Ashley menganggukkan membiasakan dirinya dengan hal itu. Ashley hanya membalasnya dengan senyuman terbaik yang dia punya.


Matanya menangkap sosok gadis kecil yang tengah menangis dan membenamkan wajahnya. Ashley berniat mendekatinya lalu mendudukan dirinya disamping gadis kecil tersebut.


"Hei manis, kau kenapa?" Tanya Ashley sambil mengelus bahu gadis kecil tersebut.


Gadis itu mengangkat wajahnya menatap wajah Ashley. Mata hitam pekatnya berkedip saat melihat wajah Ashley. "Luna Ashley?" Kata gadis kecil tersebut sekitar berumur enam tahun.


"Iya? Kenapa kau menangis?" Kata Ashley.


"Ibuku..." ucap gadis tersebut dengan suara sayunya.


"Ada apa dengan ibumu?"


Tanpa menjawab gadis bertubuh kecil dan sedikit gemuk itu menarik tangan Ashley untuk ikut dengannya. Bertepatan dengan Gamma Louis yang lewat ditempat itu.


"Luna Ashley!" Panggil Gamma Louis sambil sedikit mempercepat langkahnya mendekati Ashley. Gadis kecil tersebut ketakutan melihat Gamma Louis dan bersembunyi dibelakang tubuh Ashley yanhg sudah berdiri.


"Ada apa Gamma Louis?" Tanya Ashley saat Gamma Louis sudah ada didepannya.


"Kau ingin kemana? Kenapa keluar dari kamar tanpa sepengetahuanku?" Kata Gamma Louis.


"Apakah itu harus?" Ucap Ashley menaikkan sebelah alis kirinya.


"Ini adalah perintah dari Alpha Drey untukku memantau Luna dimana pun." Ujar Gamma Louis.


Saat ingin menjawab ucapan Gamma Louis, gadis tersebut menarik-narik ujung baju Ashley. Ashley meliriknya bersamaan dengan Gamma Louis.


"Astaga maafkan aku, sayang. Kau ingin membawaku kemana?" Kata Ashley. Gadis kecil itu tidak menjawabnya melainkan menarik tangan Ashley untuk mengikuti langkah kakinya yang kecil.


Ashley hanya mengikutinya saja kemana gadis itu membawanya, begitupun dengan Gamma Louis yang mengikutinya dari belakang. Gadis tersebut membawa Ashley disebuah rumah kecil yang masih berada dipack ini.


Mereka masuk, dan pertama kali mereka melihatnya terdapat sesosok perempuan yang tengah berbaring lemah diatas kasur. "Bantu ibuku yang sedang sakit, Luna Ashley." Ucap gadis tersebut dengan anda anak kecilnya yang memohon.


Ashley melangkah mendekati perempuan yang sedang memejamkan matanya dan wajahnya yang begitu pucat. Ashley terkejut. "Astaga, Gamma Louis cepat angkat dia dan bawa kerumah sakit pack!! Dia tidak sadarkan diri." Kata Ashley memerintahkan Gamma Louis yang diangguki cepat olehnya.


Saat Gamma Louis mengangkat tubuh wanita tersebut, gadis kecil itu berlari menyeimbangi langkah Gamma Louis menuju rumah sakit pack.


Ashley mengikutinya dari belakang dan menutup rumah kecil tersebut, namun saat ingin menyusul tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang dari belakang membuatnya terkejut. Mulutnya dibekap oleh kain, Ashley memberontak namun dia dibius oleh kain itu dan menyeretnya keluar dari pack tanpa sepengetahuan para penjaga.


Ashley tidak sadarkan diri digendongan lelaki tersebut dibawa lari oleh seseorang memakai jubah hitam yang pergi berlari meninggalkan pack dengan cepat seperti kilatan petir.


***°TO BE CONTINUE°


HAI!!! Gimana part ini? Ah menuju war ya🤓 Nanti kita tarung-tarung oke, haduh spoiler ya😂 Oke jangan lupa like, vote dan comment buat up selanjutnya😍


See you next part🌻***