MY MATE

MY MATE
53. End



Author Pov


"Keajaiban pun terjadi, air mata Rapunzel menetes ke mata sang pangeran, dan dengan ajaibnya ke dua mata sang pangeran membuka dan bisa melihat kembali. Sang pangeran pun membawa Rapuzel pulang ke istana dan mereka berdua hidup bahagia untuk selamanya." Ujar suara lembut tersebut dengan menutup buku dongeng yang dipegangnya.


"Apakah mereka hidup diistana yang besar, mom?"


Perempuan tersebut tersenyum kearah putri kecilnya. "Ya, sangat besar sekali." Katanya.


"Wah pasti sangat seru benarkan Mars?" Tanya suara itu lagi, kepalanya menoleh kearah kanan dengan seorang anak lelaki seumurannya.


"Apanya yang seru? Mana ada pangeran langsung jatuh cinta begitu saja dan mengajak putri keistana. Itu hanya dongeng, tidak untuk kejadian nyata Ven!" Sahut anak lelaki tersebut mengejek yang tertidur disamping anak perempuan.


Venus mencebik mulutnya kesal. "Mom, bukankah itu benar adanya?" Tanya gadis kecil bernama Venus tersebut kepada Ashley. Ibunya.


"Ya tentu saja, sayang." Jawab Ashley tersenyum manis.


"Kau dengan Mars? Mom bilang itu benar." Kata Venus kearah Mars saudara kembarnya.


"Kau ini masih kecil Ven, kau tidak mengerti apapun saat ini." Ujar Mars sambil bangkit dari berbaringnya.


"Jika aku masih kecil, lalu kau apa? Bukankah kita kembar? Umur kita sama." Kata Venus berteriak dengan suara khas anak kecil 'cerewet dan lantang'.


"Terserah apa katamu, aku ingin bermain pesawat saja." Ujar Mars sambil memegang pesawat remot contro yang diberikan oleh Ayahnya - Drey.


"Apa Mom dan Dad bertemu setelah itu menikah?" Tanya Venus yang baru berinjak umur 10 tahun.


Memang benar adanya jika Ashley dan Drey tidak lama langsung menggelar pernikahan. Walaupun banyak lika liku yang dijalani, namun mereka bisa sampai ketahap ini.


"Ya, Mom dan Dad langsung menikah dan hidup bahagia bersama kalian." Sahut suara seorang lelaki berpakaian rapih dengan style jas yang gagah.


Venus mendongak kearah suara tersebut. "Daddy!!" Ucap Venus senang saat Drey kembali dari pekerjaan.


"Hai putri cantikku, kau tambah manis setiap hari." Ujar Drey sambil mencium pipi kanan Venus yang cubby.


"Mengapa Daddy tidak memberitahu kan kami jika ingin pulang?" Sahut lagi suara lelaki dibelakang Drey.


Ya, itu adalah Lucien. Anak pertama Ashley dan Drey yang beranjak dewasa berumur 17 tahun, sifatnya seperti Drey seusia Lucien. Dingin dan datar tidak memandang kepada siapapun.


"Lucien, kau sudah kembali dari rumah Oma Liena?" Tanya Ashley berdiri menghampiri mereka.


"Yes Mom, oma bilang titip salam untuk kalian." Jawab Lucien tanpa ekspresi, namun walaupun begitu Lucien sangat sayang kepada keluarganya.


"Daddy!!!" Teriak Mars sambil membawa pesawat controlnya dan langsung memeluk tubuh Drey.


"Singkirkan tanganmu Mars, aku ingin memeluk Daddy." Ucap Venus tak terima pelukkannya terganggu.


"Aku juga ingin memeluk Daddy, Ven!" Balas Mars tak ingin mengalah. Namun saat tatapan tajam yang diberikan oleh Lucien membuatnya menyerah. "Baiklah kau menang kali ini." Lanjut Mars sambil melirik tak suka kepada kakaknya.


Mars memilih memeluk Ashley dan menjauh dari Lucien. "Dad apakah ada hadiah untukku?" Tanya Venus meminta.


"Tentu saja tuan putri, tapi lebih baik kita makan siang terlebih dahulu. Perut Daddy sudah sangat lapar." Kata Drey sambil melirik kearah Ashley.


"Ah ya, anak-anak ini waktunya untuk makan siang. Setelah ini Aunty Geigi akan datang dan pergi kerumah Agamar." Ucap Ashley.


"Kerumah kak Agam? Yeay!! Ayo kita makan." Sorak senang Venus.


Keluarga kecil tersebut memakan makanan yang sudah disiapkan oleh Ashley. Tak lama Geigi datang membuat Mars dan Venus yang semula bertengkar terdiam oleh suara teriakan Geigi.


"Hai para ponakan Aunty yang ganteng dan cantik macam Aunty!! Aunty Geigi datang bawa eskrim untuk kalian." Kata Geigi dengan suara melengking. Lucien memutar bola matanya malas, sedangkan Ashley menegur anak pertamanya agar tak kebiasaan seperti itu.


"Yeay Eskrim!!" Sahut Mars dan Venus bersamaan dan berlari kearah Geigi yang bersama Matenya. Ya Geigi sudah menemukan Matenya.


"Apakah kita langsung ke Silver Moon Pack?" Tanya Drey setelah selesai makan.


"Ayo!!" Ucap mereka serempak, Lucien hanya diam disamping Ashley. Dia sangat menyayangi Ashley, tinggi badannya lebih tinggi dari Ashley.


Georgi nama Mate Geigi membawa mobil satunya berisikan anak-anak didalam, sedangkan Ashley, Drey dan Lucien lebih memilih memakai mobil yang satunya.


Rencana Drey dia ingin menghabiskan waktu berdua bersama Ashley karena selama seminggu dia tidak bertemu karena keluar negeri. Tapi anak pertamanya mengganggu rencana dia.


"Mom dan Dad akan pergi sebentar setelah menurunkanmu diSilver Moon Pack, jaga adik-adikmu dengan baik, dan jadilah kakak yang melindungi adik-adiknya." Ucap Drey sambil fokus kejalan.


"Jika kau ikut, Mars akan terus mengganggu Venus. Kau tau sendiri bukan?" Kata Ashley membantu Drey menyelesaikan misinya.


"Ah baiklah, bilang saja jika kalian ingin menghabiskan waktu berdua." Ucap Lucien dengan dingin mengetahui rencana kedua orangtuanya.


Ashley meringis sedangkan Drey tertawa pelan. "Jika kau tahu, mengapa tidak meng-iyakan dari tadi?" Kata Drey.


"Hanya iseng saja." Ujar Lucien bertepatan dengan mobil berhenti didepan Pack. "Aku pergi dulu, jangan lama-lama pulangnya." Lanjut Lucien mencium sekilas pipi Ashley.


Saat ingin turun, Drey berkata. "Apa kau tidak ingin mencium Daddy mu juga?" Tanya Drey menahan kesal kepada anaknya yang super dingin.


"Maaf Dad, aku tidak menyukaimu." Jawab Lucien lalu turun dari mobil dan menutup pintu mobil sambil melambaikan tangan masuk kedalam Silver Moon Pack.


Ashley, Chara dan Greyson tertawa mengejek mendengar penuturan anak tersebut. "Kalian bisa diam?" Ucap Drey kesal.


"Salahkan dirimu memiliki sifat seperti itu, inilah akibatnya menurun kepada anakmu sendiri." Ujar Ashley berusaha meredakan tawanya.


Drey hanya diam sambil melajukan lagi mobilnya, membawanya kearah sebuah pantai yang begitu indah. Mereka berdua turun, menghampiri meja beserta makanan yang sudah tertata rapih disana.


"Kau yang menyiapkan ini semua Drey?" Tanya Ashley.


"Tentu, kejutan! Aku tidak tahu harus melakukan apa untuk membuatmu bahagia Mate." Kata Drey sambil memegang kedua tangan Ashley.


"Aku sudah bahagia sejak bersamamu Drey, apalagi ditambah tiga anak kita. Aku semakin bahagia, rasanya waktu begitu cepat dilalui mereka sudah besar." Ucap Ashley mengenang.


Drey memeluk bahu Ashley lalu berkata. "Aku hanya takut jika semuanya belum cukup untuk membuatmu bahagia bersamaku. Karena untuk bersamamu kita harus membayar cukup mahal. Jadi, sudahkah aku melunasi hutangku yang aku ucapkan semasa kita menikah? Untuk membuatmu bahagia?"


Ashley sudah memberikan semua cintanya kepada Drey. Mereka berpelukan, Drey sangat bersyukur Ashley memberikannya tiga orang anak-----


"Walaupun mereka semua menjengkelkan dengan cara yang berbeda, tapi mereka menggemaskan. Dan yah aku mencintai mereka semua." Sambung Greyson yang bisa dirasakan mereka berempat. karena Chara juga termasuk.


"Tanpa keraguan!" Sambung Chara yakin.


Ashley mengelus tangan Drey seraya berkata. "Aku tidak bisa menuntut lebih jauh."


"Mengapa?"


"Karena bersamamu, sudah sangat sempurna." Ujar Ashley dengan senyuman terbaiknya.


"Karena kau selalu membuatnya seperti itu." Ucap Drey sambil mencium gemas pipi Ashley.


"Karena kita selalu berusaha mewujudkannya agar menjadi terlihat sempuran." Kata Ashley menambahi.


Drey tersenyum lebar, bibirnya mendarat dibibir Ashley. Dibawah naungan langit dan awan yang tebal, desir ombak pantai dan hamparan pasir putih menjadi saksi bisu perjalanan cinta mereka selama 18 tahun lamanya.


Dulu, Ashley selalu bertanya. seperti apa Matenya nanti, apakah Moon Goddess memberikan Mate yang terbaik untuknya? Pertanyaan itu kini sudah terjawab semuanya.


Drey.....


Lelaki yang dia cintai saat ini dan untuk selamanya, menghambiskan semua umurnya untuk hidup bersama Drey dan juga keluarga kecilnya.


Kini, Ashley tahu rasanya dibutuhkan.


Kini, Ashley tahu rasanya diprioritaskan.


Kini, Ashley juga tahu bagaimana rasanya dicintai.


Dan kini Ashley tahu rasanya kebahagiaan yang sesungguhnya.


Jadi gini, tidak ada lagi pertanyaan labil yang keluar dari mulut Ashley.


Karena kini, takdir berbaik hati dengan gadis yang dulu terlihat lemah yaitu Ashley.....


***°TO BE CONTINUE°


HAPPY ENDING HEHEHE, dapet gak feel nya? Semoga suka😭 so sebelum pisah aku mau ngucapin terimakasih banyak buat readers setia aku😍😭 Yang udah ikutin alur dari awal sampai akhir, sayang kalian😘 gak tau mau ngetik kaya gimana lagi pokoknya lop lop buat readers tercintaku dan lopyu dari DREY, ASHLEY, ANAK² DAN KELUARGA.


BYE!!!🌻***