
Di dalam mannsion mewah ada seorang pria yang sangat tampan dengan wajah dingin juga mata yang tajam tengah duduk diatas kursi megah miliknya, didepannya ada seorang pria tengah bersujud dengan satu kaki di hadapan pria tampan tadi.
Pria yang sedang duduk itu menatapnya dingin dengan mata tajamnya dia bertanya kepada pria yang berada dihadapannya "Bagaimana, apa kau sudah mendapatkan informasinya?"
"Iya Alpha, saya sudah mendapatkan semua informasi tentangnya" pria yang dipanggil Alpha itu merasa puas tapi tidak menunjukan ekspresinya.
"Bagus, sekarang kau ceritakan semua tentangnya, jangan ada yang terlewat aku mau semua informasinya secara detil"
"Baik"
Pria yang tengah bersujud itu menundukan kepalanya dengan berbicara "Alpha gadis itu bernama Alisya dia adalah putri dari seorang beta di Silver Moon pack, dia memiliki dua orang saudari yang kurang menyukai dirinya, dan ada berita buruk Alpha, yaitu nona Alisya telah mengalami nasib yang buruk yaitu dia telah direject oleh matenya yaitu Alpha dari Silver Moon pack, Alpha Daren. Pada saat acara pengangkatannya sebagai Alpha yang baru, Alpha Daren mereject nona Alisya saat acara tengah berlangsung didepan semua tamu undangan. Saat itu nona Alisya merasa sangat sakit jadi dia berlari kearah perbatasan hutan Silver Moon pack dan mencoba utuk bunuh diri tapi niat itu tidak terjadi dan sekarang ada banyak perubahan nona Alisya dalam bersikap dia tampak lebih berani dan kuat setelah kejadian bunuh dirinya gagal. Hanya itu yang saya dapat Alpha".
Sang Alpha merasa benar benar sangat marah saat mengetahui bahwa mate-nya ingin bunuh diri karena bajingan sialan itu dia sangat ingin mencabik - cabik bajingan sialan itu sekarang juga.
Alpha itu kembali memasang wajah datar dan dingin seperti tembok saat dia menyuruh bawahannya "Baiklah, sekarang kau suruh semua para maid untuk menyiapkan kamarku untuk mate -ku dan kau Daniel sekarang kau jemput mate-ku dan bawa dia kemari kalau dia menolak seret saja dia tapi ingat jangan pernah 'menyakiti mate-ku" Alpha itu menekan suaranya pada kalimat terakhirnya.
Semua orang menjawab dengan bersamaan "Baik Alpha".
⬅➡⬅➡⬅➡
Saat diperjalanan pulang Alisya dan Mia mereka dihalangi oleh sekumpulan warrior yang memblokir semua jalan Alisya dan Mia.
Alisya memandang mereka semua yang menghalangi jalannya dengan tatapan dingin "Siapa kalian, kenapa kalian menghalangi jalanku?"
Dibalik para warrior itu keluar pria tinggi, tubuh yang ideal, rahang kokoh dan juga mata yang tajam. Hanya ada satu kata dalam benak Alisya yaitu 'Sangat tampan'
'Kenapa jantungku berdetak sangat cepat? apa aku menderita penyakit jantung atau aku...jatuh cinta pada pandangan pertama padanya? oh..tidak! Aghnia kau itu bagaimana dengan semua idolamu dan Jimin. Ah.. baiklah sekarang kau harus tenang'.
Alisya segera menetralkan detak jantungnya saat ini setelah membaik dirinya kembali bartanya dengan memasang wajah dinginnya kembali "Siapa kau, kenapa kau menghalangi jalanku?"
Pria tampan itu tersenyum manis pada Alisya yang kembali membuat dirinya tak berdaya 'Oh kumohon jangan tersenyum seperti itu nanti aku akan cepat mati karena penyakit jantung dan diabetes. Sepertinya untuk dilain waktu aku harus menghindari dirinya demi kebaikan jantungku'
"Perkenalkan Luna nama saya adalah Daniel saya beta dari DrakMoon pack. Saya diperintahkan oleh Alpha untuk membawa Luna ke DrakMoon pack bersama kami" pria itu tetap memasang senyum manis pada wajahnya.
Aghnia tidak cukup bodoh untuk tidak mengetahui apa itu Luna. Luna biasanya gelar yang hanya diberikan pada seorang mate Dari seorang Alpha.
Sebelum Alisya bisa menjawab dirinya sudah diangkat terlebih dahulu oleh beberapa warrior dan Mia terus berjuang untuk menyelamatkan nonanya tapi tetap sia sia karena dirinya sudah dihalangi oleh sekumpulan warrior.
⬅➡⬅➡⬅➡
Merasa alarm tanda bahaya berbunyi Alisya kembali berontak tapi dia tidak bisa melakukan apa apa karena dirinya telah diikat di kepala ranjang.
Alisya merasa marah karena mereka telah menculik dirinya dan dia berteriak "Hei!! kalian semua cepat lepaskan aku!! kalau tidak.."
Sebelum Alisya menyelesaikan kalimatnya dari luar sudah ada sebuah suara yang memotong kata katanya "Memang apa yang akan kau lakukan?" setelah itu muncul seorang pria dengan ciri ciri yang sangat sempurna dengan mata berwarna hitam, rambut hitam, dada bidang yang terlihat dari balik pakaiannya, rahang yang kokoh dan tubuh yang tinggi hanya ada satu kata untuk deskripsi dari pria itu yaitu 'Sempurna'.
"Kalau tidak aku akan membunuhmu!!" Alisya mengerahkan semua tenaganya untuk bisa berteriak pada pria tampan itu.
Pria itu hanya tersenyum menawan pada Alisya dan kembali membuka suaranya "Yah itupun kalau kau bisa terbebas dari tali yang mengikatmu"
Merasa katanya benar, Alisya merasa putus asa sekarang.
Pria itu terkikik saat melihat raut wajahnya yang putus asa dia merasa terhibur dengan tingkah laku mate-nya.
Alisya merasa tidak akan ada peluang untuk kabur sebelum dirinya terbebas dari tali yang mengikat tangannya dia mencoba untuk menenangkan emosinya yang sudah meluap dari tadi dia berbicara dengan sangat lembut.
"Hei bisakah kau melepaskan tali ini, setelah itu kitakan bisa bicara baik-baik dan bernegosiasi sambil duduk" Alisya berkata dengan sangat manis dan tersenyum tapi dalam hatinya dia akan kabur setelah pria itu melepaskan dirinya.
Pria itu seperti bisa membaca pikiran Alisya dia menyeringai "Kalau kau mencoba kabur aku sarankan untuk tidak karena itu hanya akan sia sia. Penjaga semuanya masuk!!".
Setelah pria itu berteriak memanggil, banyak warrior yang masuk ke dalam kamar "Nah apa kau sudah melihatnya? mereka akan selalu mengawasi gerak gerikmu jadi lebih baik kau menyerah saja".
Merasa bahwa dia tidak bisa menyerangnya dia kembali putus asa "Baiklah aku tidak akan mencoba untuk kabur darimu aku bisa berjanji untuk itu tapi kau haru membuka tali ini dulu, kau tau ini menyakiti pergelangan tanganku" Alisya menunjukan ekspresi tersakiti yang menarik simpati banyak orang.
Pria itu langsung membuka talinya dan dia menunjukan ekspresi khawatir, dia merasa bodoh sangat bodoh karena sudah menyakiti mate-nya sendiri.
Dia bertanya dengan khawatir pada Alisya "Apa kau mauku panggilkan Dokter atau kerumah sakit?" pria itu merendahkan suaranya.
Alisya hanya menunjukan senyumannya dan kembali berkata "Itu tidak perlu aku hanya mengalami luka kecil saja tidak perlu sampai kerumah sakit".
Pria itu memeluk Alisya sambil terus berkata minta maaf. Alisya merasa sangat nyaman saat dirinya dipeluk oleh pria aneh ini tapi sialnya tampan.