MY MATE

MY MATE
26



Author Pov


Malam hari pun datang, para werewolf keluar dari packnya untuk berdoa dan meminta kekuatan mereka bertambah kepada moon goddess. Disisi lain, dikeluarga Anderson. Mereka sudah berkumpul diruang tamu untuk bersiap keperbatasan sungai Emerland.


Walaupun Luna Qiandra sempat menentangnya karena wilayah tersebut dikenal berbahaya. Namun Ashley meyakinkan Luna Qiandra.


Tak lupa Wyersa pun turut hadir karena undangan dari Ashley. Ashley, Drey, Geigi, Luna Qiandra, Alpha Sean dan Wyersa berkumpul diruangan tersebut. Sedangkan Beta Alrick dan Gamma Louis berada diambang pintu rumah menunggu mereka.


"Apakah kau yakin ingin pergi kesana?" Tanya Luna Qiandra untuk kesekian kalinya. Dengan sabar Ashley menganggukkan kepalanya dengan yakin.


"Oh ayolah Mom, kau sudah bertanya seperti itu berkali-kali kepada kita!" Ucap Geigi dengan jengah, sedangkan Luna Qiandra melotot kepada anak perempuannya.


"Kita bisa pergi diroftoop rumah ini dan mendapatkan cahaya bulan diatas sana." Kata Luna Qiandra. Sedangkan Alpha Sean melepaskan Luna Qiandra yang sedari tadi tidak ingin diatur olehnya.


"Tapi Mom, ini rencana kita jauh-jauh hari. Aku pasti bisa." Sahut Ashley dengan senyum menenangkan, walaupun didalam hatinya merasa takut dan cemas.


"Kita tidak punya banyak waktu, bulan purnama akan segera muncul. Kita harus pergi kesana untuk mendapatkan cahaya itu lebih awal." Ujar Wyersa mengingatkan keluarga yang sedang berdebat dihadapannya.


Ashley bangkit dari tempat duduknya. "Aku harus kesana! Ini adalah impianku, maafkan aku sudah menentang kalian!" Kata Ashley lalu berlari meninggalkan mereka.


"ASHLEY!!!" Teriak mereka serempak, namun Ahsley tidak memperdulikan hal tersebut.


"Beta Alrick, Gamma Louis kejar Ashley sekarang!!" Perintah Alpha Sean yang diangguki oleh keduanya.


Sedangkan Drey, sudah menyusul Ashley yang pergi terlebih dahulu meninggalkannya. Kaki Ashley terus berlari membelah gelapnya hutam malam. Ada perasaan takut menyelimuti hati Ashley, namun rasa takut tersebut terkalahkan dengan rasa yakinnya.


Sedangkan dibelakang, Drey terus berlari sambil mengeluarkan indra penciumannya. Greyson menggeram marah saat Drey kehilangan jejak Matenya. Dibelakang Drey, Beta Alrick, Gamma Louis dan Geigi menyusul Drey.


"Apakah kau sudah menemukan kak Ashley berlari kearah mana? Aku takut dia tersesat!!" Ucap Geigi penuh kekhawatiran. Sedangkan Drey tidak menjawabnya, dia terlalu fokus mengendus aroma Matenya.


"Dia berlari kearah sini!" Ujar Drey saat penciumannya kuat tepat jalan kearah selatan. Dia melototkan matanya. "Dasar bodoh! Kenapa dia berlari kearah selatan!! Seharusnya kearah barat, oh moon goddess lindungi Mateku!!" Lanjut Drey sambil menahan amarah dan sesekali memaki kebodohan Ashley.


"Sebaiknya kita berganti shift terlebih dahulu agar kita bisa mengejak kak Ashley dengan cepat." Saran Geigi yang diangguki oleh kedua algojo tersebut. Tanpa memikir panjang suara retakan tulang begitu keras berbunyi. Drey langsung berganti shift dan menampakan sosok Grey dengan bulu berwarna abu-abu tebalnya.


Diikuti oleh suara retakan tulang Geigi, Beta Alrick dan Gamma Louis. Mereka sekarang berganti shift dengan wolfnya masing-masing. Grey langsung berlari begitu cepat mendahului mereka.


Disisi lain Ashley tengah bingung sedang dimana dia sekarang. Dia baru menyadari jika dirinya tidak tahu dimana arah sungai Emerland. Saat ditengah kebingungan. Suara geraman dan pijakan ranting kering membuat Ashley ketakutan.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang, Shey!" Tanya Chara melalui Mindlink.


"Aku tidak tahu. Maafkan aku Char maafkan aku tidak mendengarkan ucapan mereka." Jawab Ashley dengan rasa bersalahnya.


"Kita harus memikirkan jalan keluar Shey, bukan meminta maaf seperti ini." Ujar Chara menahan emosinya.


Ashley hanya terdiam, semak-semak yang berada didekatnya bergoyang-goyang menandakan ada sesuatu dibalik semak tersebut. "Drey...." Lirih Ashley mengingat Drey.


Seekor serigala melompat kearahnya dari balik semak tersebut. Bertambah dua dari balik pohon. Ashley menatap para serigala tersebut yang dia yakini adalah Rogue diwilayah ini.


Dengan taring tajam dan mata mengkilat tajam membuat tubuh Ashley bergetar ketakutan. "Jangan... Jangan mendekatiku!! Pergi kalian serigala bodoh!!" Teriak Ashley tanpa sadar mengatai Rogue tersebut bodoh.


"Drey!!! Drey!!! Selamatkan aku!!!" Ucap Ashley didalam hatinya berharap Drey akan datang menyelamatkannya. Salah satu Rogue tersebut meloncat dan yang dipikirkan Ashley adalah dia akan mati malam ini.


Saat Rogue tersebut melompat kearahnya, mata Ashley memejam dengan kuat sambil meringkuk ketakutan seperti janin bayi didalam kandungan. Satu menit, dua menit dan lima menit, namun Ashley tidak merasakan rasa sakit karena terkaman Rogue tersebut.


Matanya masih terpejam tapi telinganya mendengar cakaran demi cakaran. Karena rasa penasarannya, perlahan mata Ashley terbuka untuk melihat apa yang tengah terjadi saat ini. Pertama kali yang Ashley lihat adalah serigala besar berbulu abu-abu lebat tengah menghabisi ketiga Rogue tersebut dengan amarah yang begitu besar.


Ashley terpaku melihat pertarungan tersebut. Matanya beralih kearah salah satu Rogue yang sudah terkapar mati dibawah tanah dengan tubuh yang terkoyak hancur karena cakaran. Sedangkan Rogue yang kedua tangan kananya terpisah dari tubuhnya. Rogue terakhir masih bisa melawan serigala besar tersebut.


Namun tak butuh lama, Rogue tersebut terlempar jauh dan badannya terbentur pohon sehingga pohon tersebut tumbang bersamaan dengan Rogue tersebut terkapar mati dengan tubuh yang tidak utuh karena banyak luka.


Ashley yang melihat kejadian tersebut tiba-tiba teringat masalalu dimana kedua orangtuan-nya meninggal dalam keadaan naas. Ashley ingin sekali berteriak, namun teriakan itu seolah tercekat ditenggorokannya. Tanpa disadari air mata Ashley turun sedari tadi.


Serigala abu-abu tersebut perlahan mendekatinya. Ashley merasa takut saat jarak antara serigala tersebut semakin dekat dengannya. "Jangan bunuh aku, aku mohon." Ucap Ashley dengan nada yang bergetar takut.


Serigala tersebut menggeram, mendekatkan moncongnya kewajah Ashley dan mengelus-eluskan diwajah Ashley. Perlakuan dari serigala tersebut membuat Ashley sedikit bingung.


"Hai Mate! Ini aku Grey!!" Kata serigala tersebut melalui Mindlink. Ya serigala itu adalah Greyson. Drey yang melihat Wolfnya itu menggelengkan kepalanya.


"Kau mengataiku bodoh namun kau sendiri juga bodoh! Ashley tidak akan mendengarkanmu melalui Mindlink, karena kita belum mengklaimnya!" Kata Drey didalam sana sambil tertawa. Bisa-bisanya Drey tertawa mengejek Grey.


"Diam kau!" Ucap sinis Grey.


"Ini sudah waktunya, berganti shift cepat!" Kata Drey. Grey hanya menurut saja, karena Ashley pun belum mengetahui wujud dirinya sebagai serigala dari Drey.


Serigala tersebut perlahan mundur menjauhi Ashley yang masih menatapnya dengan bingung. Suara geraman sekaligus retakan tulang membuat Ashley yang mendengarnya ngilu, tak butuh waktu lama serigala tersebut berubah kembali menjadi Drey yang bertelanjang dada karena bajunya robek.


"Drey..." Ucap Ashley begitu pelan. Drey melangkah mendekati Ashley yang masih terduduk dengan wajah yang begitu sembab.


"Ashley apa kau baik-baik saja, Sweetheart?" Tanya Drey dengan cemas lalu memeluk Ashley begitu erat.


Ashley membalas pelukan tersebut, lalu berkata. "Maafkan aku Drey, maafkan aku karena meninggalkan kalian dan pergi sendirian disini."


"Ssttt, lupakan yang terpenting kau selamat sekarang." Kata Drey menenangkan, tangannya terangkat mengelus rambut Ashley.


Saat Drey tengah menenangkan Ashley. Geigi datang menghampiri mereka bersama Beta Alrick dan Gamma Louis yang sudah kembali dari wujud Wolfnya.


"Kak Ashley kau baik-baik saja?" Tanya Geigi menghampiri mereka. Ashley mengangguk dan melepaskan pelukan Drey.


"Maaf Alpha, bulan purnama setengah jam lagi akan terjadi. Sebaiknya kita harus cepat- cepat kesana." Ujar Beta Alrick.


Drey melihat kearah Ashley. "Kau bisa melakukan ini Sweetheart?" Tanya Drey. Ashley hanya menganggukkan kembali kepalanya. Lalu membawa Ashley pergi kearah barat yang seharusnya menjadi jalan keperbatasan sungai Emerland.


***°TO BE CONTINUE°***


***Hai!! Maaf untuk part ini kalo kurang jelas dan maaf aku belum bisa nyampe dipergantian shift Ashley😭 Tapi aku usahain nanti malam up lagi. Semoga suka!! Jangan lupa Vote, Like&Comment untuk DreyShey..🤗


See you next part🌻***