
Alisya segera menyadarkan dirinya dari perasaan yang membuatnya merasa nyaman Alisya mencoba untuk menjauh dari pria yang memeluk dirinya, yah setidaknya mencoba untuk melepaskan dirinya "Em...bisakah kau melepaskanku dan kita mulai berbicara? aku merasa tidak nyaman dengan jarak yang sangat intim, dan juga apakah kau tidak merasa malu karena memeluk seorang wanita di depan banyak bawahanmu?"
Pria itu segera menyadari bahwa matenya merasa tidak nyaman karena banya orang yang melihat dirinya, wajahnya langsung gelap dan sepertinya para warrior merasakan hawa dingin yang tidak mengenakan. "Kalian semua cepat keluar" suaranya terdengar suram. Merasa keadaan tidak baik para warrior segera menunduk "Baik Alpha" jawab mereka bersamaan dan semuanya keluar.
Alisya merasa kagum dengan pria yang berada di hadapannya ini sepertinya dia memiliki banyak pengaruh jadi Alisya berfikir untuk sedikit memanfaatkannya. "Nah karena sekarang hanya tinggal kita berdua bagaimana kalau kita langsung bernegosiasi. Jadi apa permintaanmu agar kau dapat melepaskanku?" Tanpa menunggu jawabannya Alisya langsung pada pertanyaannya.
Seketika atmosfer pada ruangan tersebut berubah menjadi suram dan pria yang berada di depan Alisya memiliki ekspresi wajah yang menyatakan bahwa dia sedang tidak dalam suasana hati yang senang "Apakah sebegitu inginkah kau pergi dariku?" suara pria itu terdengar rendah dan mengandung kemarahan.
Merasa tidak aman Alisya segera mengerti dan mencoba membujuk pria di depannya "Ah..hahah, bukan seperti itu aku hanya tidak ingin bahwa keluargaku khawatir padaku karena aku tidak pulang, jadi kau jangan marah dulu yah?" Alisya mencoba untuk bersikap manis dan sopan.
Seketika atmosfer kembali normal dan Alisya menjadi tenang kembali "Jadi sebenarnya kau hanya merasa cemas kalau keluargamu khawatir padamu?" pria itu sekarang tampak seperti anak kecil dan dia tersenyum manis pada Alisya.
'Kenapa aku merasa sangat bahagia kalau melihat dia tersenyum? dan kenapa juga aku merasa tidak rela untuk membohongi dia dan meninggalkannya?' banyak kata kenapa pada otak dan semua pikirannya.
Alisya buru-buru menjawab "Tentu saja, apakah kau fikir aku berbohong?" Alisya sekarang tersenyum kaku dan tangannya mulai dingin. "Kenapa tanganmu gemetaran dan sangat dingin?" pria itu memegang tangan Alisya dengan kasih sayang, Alisya merasa sedikit tersetrum saat pria itu memegang tangannya tapi perasaan hangat langsung menjalar dalam hatinya. "Ah tidak apa ini hanya karena aku merasa kurang sehat" sebenarnya Alisya berbohong alasan kenapa tangannya dingin adalah karena dia sudah berbohong itulah keunikan dirinya.
"Apakah kau mau aku panggilkan dokter?" pria itu tampak sangat khawatir dengan keadaannya. "Itu tidak diperlukan. Sekarang yang aku perlukan hanyalah mengetahui siapa dirimu karena aku tidak mengenalmu" Alisya sekarang bersikap serius.
"Ok, jadi Aaron apa alasanmu untuk menculikku kemari?" Alisya merasa bingung kenapa Aaron ingin menculiknya apakah pemilik tubuh sebelumnya melakukan suatu hutang kepada pria ini, tapi setelah melihat dari ingatan pemilik sebelumnya dia tidak pernah bertemu Aaron.
"Karena kau mateku" singkat, padat ,dan jelas itulah Aaron.
'Pantas aku bisa mencium aroma mawar dan coklat yang sangat memabukkan jadi ternyata dia adalah mate baruku' Alisya sekarang mengerti kenapa banyak perasaan yang tumbuh pada dirinya untuk pria ini.
☆Biasanya seorang werewolf akan bisa mencium aroma tubuh dari matenya yang bisa membuatnya ketagihan untuk tetap bersama matenya☆
"Ouh begitu, jadi sekarang kau mau agar aku tetap tinggal bersamamu dan menjadi Luna dari pack ini?" Alisya mencoba untuk menafsirkan semua tindakan Aaron.
"Ya"
"Baiklah tapi aku masih memiliki beberapa urusan yang belum aku selesaikan jadi aku tidak bisa kalau untuk saat ini aku menjadi Luna" Alisya mencoba mengatakan pendapatnya pada Aaron.
"Baiklah, aku setuju asalkan kau tinggal bersamaku dan menjadi pendampingku untuk selamanya" Alisya tidak menyangka kalau Aaron akan setuju dengan permintaannya tapi untuk jawaban ke-2 Alisya cukup ragu karena sepertinya dirinya tidak akan bisa selamanya menjadi pendamping untuk Aaron tapi dia tetap menjawab "Baik, aku setuju".