
" tapi sikap...... "
" tidak semua orang menunjukan kasih sayang mereka dengan perlakukan seperti pada umumnya , semua orang punya cara mereka tersendiri untuk menunjukan kasih sayang mereka " potong clea yang mana membuat devano terdiam .
" sama seperti daddy mu dia memiliki cara dia sendiri untuk menunjukan kasih sayang nya , meskipun sikapnya menunjukan seperti ia tak suka pada mu namun hatinya menunjukan hal yang berbeda dan itu merupakan keunikan daddy mu " ucap clea membuat devano menatap punggung alex yang baru saja masuk ke dalam mansion .
ia mengingat kembali akan sikap alex mulai dari pertemuan pertama mereka , saat alex menjemputnya di rumah sakit hingga sekarang alex memang tak pernah berbicara lembut kepada nya tapi sikap alex itu membuat devano merasakan perasaan yang berbeda .
jika di pikir-pikir sikap alex kepada nya tanpa sadar sedikit menghibur nya bahkan terkadang alex hampir membuat nya jantungan akan sikap daddy barunya itu tapi entah mengapa yang tumbuh di hatinya adalah perasaan khusus untuk alex yang tidak bisa ia ucapkan dengan kata-kata.
" asal kau tau nak daddy mu itu memiliki hati sekeras batu dan sikap sedingin es batu juga tapi jika ia dengan orang terdekatnya nya sikap nya berubah walaupun sedikit kaku dan sikapnya kepada mu yang banyak bicara itu menunjukan bahwa dirimu sudah dia anggap sebagai orang terdekatnya " ucap clea sambil tersenyum lembut .
" dan asal dirimu tau daddy mu memiliki tingkat ke gengsian yang sangat tinggi bahkan di atas rata-rata haha" ucap clea sambil tertawa kecil yang mana tawa clea membuat senyum kecil terbit di bibir mungil devano yang mendengarnya.
devano sudah yakin akan hal itu terlebih lagi alex berasal dari kalangan atas yang pastinya. para kaum atas menjunjung tinggi harga dirinya bahkan hampir semua orang kalangan atas memandang remeh orang yang berada di bawahnya .
" tapi meskipun memiliki tingkat kegengsian yang besar bukan berarti jika daddy mu bersalah pada orang lain ia tak mau meminta maaf , daddy akan meminta maaf jika dia memang salah namun jika tidak ia tak akan meminta maaf atas kesalahan yang tidak ia perbuat dan itu merupakan prinsip daddy mu" ucapan clea barusan membuat pikiran devano yang baru saja berpikir alex sama seperti orang kalangan atas lain nya seketika hilang kala mendengar hal tersebut .
" kau harus tetap ingat setiap manusia itu sama tidak ada yang kaya atau pun yang miskin dalam hal kemanusian , jadi jika memang kita bersalah minta maaf lah tapi jika kita tidak bersalah dan dituduh atas kesalahan yang bukan di karenakan diri kita berusaha cari jalan menengah yang tak merugikan siapa pun nak " pesan clea barusan langsung devano simpan di dalam otak kecilnya , ia akan selalu mengingat setiap perkataan clea yang sekarang menjadi ibu nya.
mereka pun melanjutkan perbincangan antara anak dan ibu sambil menikmati kaindahan taman sampai matahari sudah berada di atas kepala dan mereka memutuskan masuk kembali ke mansion .
clea mendorong kursi roda devano masuk ke dalam mansion , mereka berdua berpapasan dengan alex yang sudah berganti pakaian tengah berjalan menuju ruang kerja nya .
alex berjalan melewati mereka saja seolah seperti tak melihat kehadiran clea dan devano membuat dua orang tersebut mengerjap karena ulah alex , apa kami transparan ? pikir mereka berdua .
clea pun hanya geleng-geleng melihat tingkah suaminya sampai mereka kembali bertemu dengan cassandra yang tengah berpakaian untuk pergi berkebun .
" mommy mau kemana ? kenapa berpakaian seperti itu" tanya clea heran melihat mertuanya .
" ah mommy hanya ingin berkebun di taman belakang " ucap cassandra sambil membenarkan topi bundarnya .
" kau ingin ikut sayang? " pertanyaan cassandra mengarah kepada devano yang duduk di kursi roda , bukan untuk ikut membantu berkebun hanya untuk melihat dirinya berkebun .
" emmm diriku baru selepas dari sana " ucap devano kaku membuat cassandra tersenyum kecil mendengar nya , ia pun berlalu pergi setelah mencubit kecil hidung mancung devano.
selepas mengantar devano ke kamar nya clea kembali lagi ke lantai bawah untuk membuatkan suaminya kopi .
di ruanh kerja alex nampak tengah asik membolak-balikan dokumen yang ia pegang sambil sesekali membubuhkan tanda tangah nya di atas kertas penting itu , wajahnya sangat serius sampai tak sadar jika clea sudah ada di hadapan nya sambil membawa secangkir kopi .
clea yang merasa kehadiran nya tak di hiraukan suaminya pun nampak manyun seakan dokumen di tangan suaminya itu lebih baik dari dirinya , tapi entah kenapa tiba-tiba perutnya sedikit kram .
" akhhhh shttttt sa-kit" alex yang mendengar rintihan seseorang pun mendongak dan mendapati sang istri yang tengah memegang perut besarnya sambil bertumpu di meja kerja nya .
lantas saja alex langsung berdiri dan menghampiri sang istri bahkan dokumen yang ia pegang tadi entah terlempar ke mana akibat ulah alex .
" di mana yanh sakit ? di sini atau di mana ? " alex langsung memberikan pertanyaan beruntun kepada clea sambil menggendong istrinya itu ke luar dari ruang kerja nya dan membawa nya ke kamar mereka .
" sayang turun kan aku ini hanya kram sedikit saja " ucap clea namun alex seolah tak mendengar ucapan sang istri .
sampainya di dalam kamar mereka alex langsung merebahkan istrinya dengan hati-hati kemudian mengambil ponselnya dan menekan salah satu nomor yang langsung menuju ke tempat kepala rumah sakit milik nya.
" kirim dokter wanita ke mansion sekarang jika dalam 30 menit tak datang bersiap lah rumah sakit akan ku tutup " tak ada salam pembukaan yang hangat atau sekedar basa-basi dari alex yang ada kepala rumah sakit mendapat perintah sekaligus ancaman yang mana membuat kepala serumah sakit langsung gelagapan mencari dokter di rumah sakit pimpinan nya untuk ke mansion alex .
clea yang mendengar ucapan alex yang berbicara di telepon langsung melotot , bagaimana bisa suaminya itu meminta dokter langsung ke sini dan mengancam nya sekaligus , pikir clea .
" sayang kenapa harus panggil dokter bukan kah ada suster yang merawat devano panggil dia saja " tawar clea namun alex langsung menggeleng .
" tapi ...... " clea tak berani melanjutkan ucapan nya kala melihat wajah suaminya yang nampak tak bisa di ajak kompromi akhirnya ia pasrah sambil merutuk mulutnya tak bisa menahan ringisan tadi .
alex berjalan mondar mandir menunggu dokter dari rumah sakitnya entah kenapa alex merasa ia sudah menunggu sangat lama padahal baru 10 menit sejak ia menelpon kepala rumah sakit .
" aku akan benar-benar menuntup rumah sakit itu jika sampai 20 menit lagi tak ada dokter yang datang " gumam alex , entah itu hanya sekedar ancaman atau sungguhan jika itu terjadi hanya saja tak ada satu orang pun yang menganggap itu hanya bualan karena selama ini apa yang menjadi ancaman alex selalu menjadi kenyataan yang pastinya tak menjadi kenyataan yang baik .
hingga menit yang kedua puluh seorang dokter wanita datang dengan nafas terengah-engah karena harus berpacu dengan waktu , untung nya dokter itu memang sedang di perjalan yang akan melewati perumahan masion megah alex.
sampai sini dulu ya guys jangan lupa liek and komen ya 🖤
selamat membaca semoga suka 🖤