
20 menit berlalu kini mereka sudah sampai di depan markas dan langsung berlari turun masuk ke dalam markas , mereka bertiga mendengar suara seperti bunyi gergaji kayu yang begitu menggema di dalam markas dan.......
DEG..........
ini gila !!!
" ALEX!!!" teriakan dari justin yang begitu menggema berhasil menghentikan aktivitas orang yang ia panggil , sedangkan orang yang di panggil hanya berhenti sebentar untuk menatap orang yang memanggil dirinya dengan tatapan datar kemudian melanjutkan aktivitas nya yang sempat terhenti.
" alex kau gila hah ? , hentikan sekarang!!!" bentak justin sambil merebut mesin gergaji dari tangan alex , kemudian menatap kesekitarnya yang di penuhi oleh potongan tubuh serta organ-organ yang hancur tak berbentuk .
justin menatap tak percaya pada sahabatnya yang berada di depan nya tersebut , yang nampak tenang melakukan hal brutal dan kejam sampai segila ini sambil menghisap cerutu yang nampak baru di hidupkan , yang membuatnya tak habis pikir sahabatnya ini masih nampak tenang bahkan disaat mengetahui sang istri di culik.
" istri mu di culik alex , D-I-C-U-L-I-K !!! dan kau malah melakukan hal gila seperti ini , kau tau dirimu membuang banyak waktu dan apa ini kau terlihat tenang di saat seperti ini " tukas justin marah , alex yang mendengar ucapan sahabatnya itu langsung menyugar rambut basah nya ke belakang hingga di sela-sela jarinya keluar tetesan darah dari cipratan orang yang ia siksa.
" apa aku harus menangis atau aku harus menggila dan bertindak tergesa-gesa tanpa perhitungan, begitu justin? " justin terdiam .
" di saat seperti ini bersikap tenang adalah kunci utama nya dan kau harus ingat siapa musuh yang kita lawan , jadi jangan pernah mempertanyakan hal apa pun yang aku lakukan " ucap alex dingin dan menatap tajam sahabat nya tersebut membuat justin lagi-lagi diam .
kemudian mata tajam alex berotasi hingga pandangan nya terkunci kepada satu tawanan black wolf yang tersiksa namun dengan kondisi mengenaskan , yang mana kedua tangan nya patah namun yang membuat orang bergidik ngeri adalah ketika melihat bekas patahan di kedua tangan yang memperlihatkan tulang putih yang keluar di antara belahan daging yang terbuka dan jangan lupa darah yang keluar membanjirinya .
" perlahan atau cepat ? " tanya alex datar sambil berdiri tepat di depan tawanan tersebut hingga membuat tawanan tersebut mendongak untuk melihat wajah alex yang bak malaikat kematian .
" ce-cepat " tawanan black wolf tersebut tau maksud dari ucapan alex 'perlahan atau cepat ' ia tau makna dari dua pilihan tersebut yang mengisyaratkan bahwa ia memilih cara untuk bertemu malaikat maut yang sesungguhnya secara perlahan atau cepat dan ya , tawanan black wolf mengatakan cepat .
" tunjukan di mana tuan mu"
********
di lain tempat.
"ugh...."suara leguhan meluncur manis keluar dari bibir kering clea , wanita hamil itu mengerjap beberapa kali untuk memfokuskan pandangan nya yang kabur .
" awssss shtttt" pening , rasa pertama yang clea rasakan ketika berhasil merasakan kesadaran nya , kemudian ia pun mengalihkan pandangan nya ke arah lain yang mana terdapat ketiga sahabatnya yang dalam kondisi terikat sama seperti nya.
clea berusaha mencari sesuatu untuk bisa membuka ikatan tali yang mengikat tubuh nya namun nihil , kemudian pandangan clea meneliti setiap detail ruangan yang saat ini mengurung mereka hingga matanya bertemu tatap dengan kamera CCTV di pojok ruangan .
" hah konyol " clea seketika tersenyum sinis melihat hal tersebut , menurut clea mereka terlalu konyol dengan meletakkan CCTV secara terang-terangan yang mana malah membuat musuh yang di tawan akan bertindak tenang dan hati-hati , tapi jika CCTV itu di letakkan secara sembunyi-sembunyi maka clea jamin mereka akan mendapat untung yang lebih besar .
" terlalu bodoh "
" uhuk .... uhuk.... " suara batuk membuat pandangan clea mengarah ke samping yang mana saat ini mona ternyata sudah siuman .
" mon lo oke " tanya clea khawatir terlebih sang sahabat mengalami luka di wajah dan anggota tubuh lain nya .
" hemm gue oke clea " ucap mona serak , nampak sekali ia menahan sakit di tubuhnya terlebih luka di kening dan bibirnya masih mengeluarkan darah yang lumayan bahkan sebagian darah sudah kering .
mona mengangkat wajah nya yang tadi menunduk kemudian mengalihkan pandangan nya ke arah clea dan betapa terkejutnya ia melihat sang sahabat yang mengalami luka lebih serius.
" clea luka lo banyak banget " pekik mona yang kini giliran khawatir melihat sang sahabat.
" gue nggak apa-apa mona ini nggak sakit kok" jawab clea berusaha menenangkan sahabatnya meskipun jika ia boleh jujur luka yang ia alami ini sebenarnya sakit sekali , tapi di kondisi seperti ini bukan hal yang tepat untuk mengeluh rasa sakit .
" lo bohongkan , nggak mungkin itu nggak sakit bahkan darah nya aja sampai sebanyak itu " ucap mona marah membuat clea hanya mampu tersenyum membuat mona tak habis pikir melihat sang sahabat yang masih bisa tersenyum di saat seperti ini.
" itu luka dalem banget clea kaki lo pasti bakalan sakit kalo jalan , kening lo juga berdarah banyak banget dan apa itu wajah lo juga penuh memar " mona begitu syok dan juga marah melihat kondisi sahabatnya , bahkan orang-orang yang menculik mereka tak kasihan dengan sahabatnya yang saat ini tengah hamil
" aws........aduh....." suara desisan serempak keluar dari mulut kaysa dan isabel yang baru sadar dari pingsan mereka.
" kalian baik-baik aja?" tanya clea dan mendapat anggukan kecil dari mereka berdua.
" kita di mana sekarang? " tanya kaysa membuat clea menghembuskan nafas kasar karena ia sendiri tak tau mereka ada di mana .
" gue nggak tau kita ada di mana sekarang dan udah berapa lama kita ada di sini gua nggak tau kay , tapi gue tebak kita kita udah nggak di indonesia " ucap clea sambil memandang kamera CCTV dengan pandangan yang tajam .
" WHAT!!! " pekik kaysa takut dan khawatir karena mereka di culik dan di bawa ketempat yang bahkan mereka tak tau di mana .
" lo tau kita udah nggak di indonesia lagi dari mana clea? " kini giliran isabel yang bertanya membuat clea mengalihkan pandangan nya dari CCTV.
" kau lihat arsitektur ruangan ini isabel begitu khas serta berbeda dan jauh dari gaya arsitektur budaya indonesia , kemudian kau lihat lantai kayu ini ? itu bukan kayu yang berasal dari negara kita dan satu lagi yang paling penting suhu udara disini jauh berbeda dari negara kita isabel , kau merasakan nya bukan dingin sekali di sini beda hal nya jika di indonesia meskipun dingin bagaimana pun namun dingin di sini begitu menusuk di bandingan di negara asal kita dan jika kau tak percaya di sini tak ada pendingin ruangan namun mamou menghasilkan suhu yang dingin " jelas clea tenang membuat ketiga sahabatnya mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru ruangan yang mengurung mereka dan tepat sesuai penjelasan clea di sini begitu berbeda .
" bisa saja kan semua bahan di sini hasil impor " isabel mengeluarkan alibinya berupaya meyakinkan dirinya bahwa mereka masih di indonesia.
" lalu suhu di sini juga hasil impor isabel ? tidak bukan , sekalipun di sini semua impor lalu untuk apa membuang uang hanya untuk sebuah ruangan kosong seperti ini " ucap clea sambil memandang kembali kamera CCTV yang memantau meraka membuat orang yang berada di balik layar monitor menyeringai mendengar perbincangan mereka.
"Hai una moglie intelligente Alexandro
[kau memiliki istri yang pintar alexandro] "
*******
tak terasa waktu berjalan dengan cepat kini bulan yang bersinar terang kembali menyinari sang malam bahkan rasanya baru beberapa jam yang lalu adalah siang tapi sekarang ternyata bulan sudah bersinar terang , seolah waktu seperti ingin cepat berlalu .
tak......
suara sepatu pantofel begitu terdengar nyaring saat langkah kaki seorang pria baru turun dari pesawat pribadinya , suasana yang begitu hening membuat suara hentakan kecil sepatu tersebut begitu terdengar .
" selamat datang tuan " suara serempak begitu terdengar kala menyambut kedatangan pria tersebut .
" ke markas sekarang mark "
" baik tuan "
ya pria yang baru datang tersebut adalah alexandro dan asisten nya yang baru saja sampai di negara yang kelahiran nya namun bukan untuk pulang ke mansion tempat tinggal nya melainkan untuk menjemput sang istri .
15 buah kuda besi meluncur meninggalkan bandara , kumpulan kuda besi tersebut melaju membelah jalanan hingga menarik perhatian para pejalan kaki maupun pengendara lain yang masih berlalu lalang di malam hari , entah siapa orang yang di kawal sampai sebanyak itu ? pikir orang-orang.
tak perlu waktu lama kini mereka sudah sampau di depan markas dan langsung di sambut barisan anak buah mafia nya namun di lewatkan alex dan mark begitu saja .
" siapkan kapal menuju pulau xxxxx sekarang juga " perintah alex tegas , kemudian berjalan masuk menuju ruangan untuk berganti pakaian tanpa ada kata istirahat bahkan sejak malam kemarin hingga sekarang .
ting......
[kepulau xxxxxx alexandro dan datang lah sendiri untuk menjemput istri kesayangan mu di sini ]
" tunggu aku honey , sebentar lagi " gumam alex sambil melihat isi pesan dari nomor yang tak di kenal , bahkan tanpa pesan itu pun alex sudah tau di mana keberadaan istrinya .
sampai sini dulu ya guys jangan lupa like and komen ya đź–¤
selamat membaca semoga sukađź–¤