
sampai nya di mansion clea langsung di sambut hangat oleh kedua orang tua alex di depan pintu mansion.
" kau sudah merasa baik nak" ucap cassandra dengan lembut seraya memegang tangan clea membawa nya menuju ruang tengah
" sudah lebih baik nyonya" ucap clea sopan sedangkan alex langsung melangkahkan kaki nya menuju kamar nya entah apa yang ia kerjakan.
" jangan panggil aku nyonya panggil aku mommy kau akan menjadi calon menantu ku" ucap cassandra .
" begitu pula dengan diriku kau harus menyebut ku daddy sama seperti alex " ucap mateo.
clea yang mendengar itu pun badan nya bergetar dan mata nya berair siap menjatuhkan air mata bahagia nya melihat betapa baik nya kedua orang tua alex pada nya bahkan menerima nya dengan baik tanpa peduli siapa dirinya.
cassandra yang melihat itu pun langsung memeluk clea dan seketika itu juga tangis haru clea pecah . cassandra pun langsung menepuk-tepuk punggung clea menyalurkan kasih sayang nya.
" mommy hiks ... hiks" ucap clea menangis tersedu-sedu menggambarkan perasaan nya saat ini.
" ya nak aku sekarang mommy mu" ucap cassandra lembut masih memeluk clea.
setelah mampu menguasai dirinya akhirnya clea pun melepaskan pelukan nya pada cassandra , dengan mata yang sembab .
" terimakasih atas semua nya " ucap clea serak namun mengandung kelembutan.
" kami yang harus nya berterima kasih kepada mu karena kau bisa meluluhkan hati bocah nakal yang dingin itu " ucap mateo yang mana di angguki cassandra.
" itu sudah tugas diri ku dad" ucap clea sambil tersenyum lembut . kemudian mereka pun berbincang hangat tanpa mereka sadari ada orang yang melihat semua kejadian tersebut sambil tersenyum samar.
setelah berbincang-bincang akhirnya mereka pun kembali ke kamar masing-masing , clea pun langsung menuju kamar nya untuk membersihkan dirinya .
clea yang baru selesai mandi pun keluar dari kamar mandi nya dengan hanya menggunakan handuk yang mana hanya menutupi sedikit paha nya dan payu*aranya yang memiliki ukuran 35A , tanpa clea sadari ada orang lain di kamar nya .
ketika mata nya mengarah ke tempat tidur nya betapa terkejutnya clea melihat alex yang tengah duduk di kasur nya sambil menatap dirinya yang hanya menggunakan handuk tersebut.
" arghh!!!!! " teriak clea dengan cepat clea berlari menuju walk in closed untuk memakai pakaian nya . didalam walk in closed tak henti-henti nya clea menggerutu alex bahkan wajah nya saat ini sudah merah padam apabila mengingat kejadian tadi.
" aku sungguh malu" gumam clea ketika ingin keluar dari walk in closed.
dengan mengumpulkan keberanian nya akhirnya clea pun keluar dari walk in closed nya mendekati ke arah alex dengan wajah merah padam nya.
" sayang kenapa kau bisa disini" ucap clea gugup menatap alex yang hanya berwajah datar .
" apakah di larang"ucap alex dingin yang mana membuat lidah clea kalut akibat mendengar perkataan alex.
" ahaha tidak maksud ku apa kah ada yang kau ingin kan " ucap clea canggung dan gugup akibat sikap alex yang sekarang.
" tidak " ucap alex singkat kemudian ia berdiri tepat di depan clea dan mendekatkan wajah nya ke telinga clea.
" punya mu cukup besar" bisik alex kemudian dengan santai nya ia melangkahkan kaki nya keluar meninggalkan clea yang tertegun sebentar kemudian tersadar .
" mesum!!! " pekik clea kepada alex yang sudah mencapai pintu keluar.
" mungkin jika menikah nanti aku akan membuatnya semakin besar" ucap alex tersenyum geli dan dengan secepat kilat ia menutup pintu kamar clea melihat clea yang akan melemparinya dengan bantal.
wajah clea bahkan bertambah merah mendengar ucapan terakhir alex kemudian ia menutup wajah nya dengan kedua tangan nya seraya menginjak-injak lantai membuang rasa malu nya akibat kejadian beberapa waktu lalu.
******
𝘿𝙀𝙂....
hati clea dag dig dug serrr karena sudah tau siapa yang melakukan itu bahkan wajah nya merah merona.
" selamat pagi" ucap Alex seraya mengeratkan pelukan nya dari belakang tubuh clea .
" tuan eh maksud nya sayang lepas kan aku" ucap clea gugup
𝘴𝘪𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨 𝘬𝘶 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘦𝘵𝘢𝘬 𝘬𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘬𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘥𝘪 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 . 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘤𝘭𝘦𝘢
bukan nya melepaskan alex malah mengeratkan pelukan nya , akhirnya clea pun pasrah dan membiarkan alex memeluk nya toh hanya sebatas 𝙢𝙚𝙢𝙚𝙡𝙪𝙠 bukan lebih .
alhasil alex yang masih memeluk clea pun harus mengikuti clea ke sana ke mari seperti pinguin akibat clea yang tengah menyiapkan keperluan nya .
" bisakah kau diam " ucap alex seraya mengusap wajah nya di rambut clea yang lembut dan harum tersebut. clea yang mendengar itu pun memukul gemas tangan alex yang berada di perutnya.
" bagaimana aku bisa diam jika saat ini sedang menyiapkan keperluan mu " ucap clea.
" kau mulai berani memukul ku" gumam alex .
𝘴𝘪𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩. 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘤𝘭𝘦𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘦𝘳𝘪𝘵 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘭.
" ya ya aku salah " ucap clea mengalah kemudian alex langsung melepaskan pelukan nya dan melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi tanpa rasa bersalah .
𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘣𝘢𝘭𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘬𝘶 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘭. 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘤𝘭𝘦𝘢.
setelah semua siap clea pun langsung turun bergegas ke lantai bawah untuk membuat sarapan alex .
𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪 𝘴𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘩. 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘤𝘭𝘦𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘰𝘯𝘰𝘭𝘰𝘨.
setelah semua makanan siap dan sudah di sajikan berbarengan dengan alex yang baru saja turun yang sudah rapi hanya saja dasi nya ia lingkarkan saja di leher nya .
clea yang melihat itu pun menghampiri alex dan memakai kan dasi alex dengan rapi kemudian langsung mendudukkan dirinya di kursi , sedangkan clea dengan telaten ia mengambil lauk pauk untuk sarapan alex sedangkan alex hanya menatap datar clea seperti biasa.
" cepat lah sarapan dan aku tau aku cantik sayang " ucap clea lembut namun sombong alex yang mendengar itu pun mendengus sebal.
" kau semakin jelek " ucap alex tanpa berperasaan yang mana di balas clea dengan tawa kecil seraya melangkah ke dapur membersihkan peralatan memasak.
" sayang kau minum nya kopi , susu atau teh" teriak clea dari dapur alex yang mendengar nya pun geleng-geleng .
" susu saja" ucap alex dengan suara naik satu okta .
𝘱𝘢𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢 , 𝘳𝘰𝘮𝘢𝘯𝘵𝘪𝘴.
hah kata itu seakan menggambarkan suasana saat ini antara alex dan clea namun tidak pada kenyataan nya .
" minumlah" ucap clea lembut kemudian mendekatkan wajah nya ditelinga alex.
" supaya cepat besar" bisik clea sambil tertawa kecil dan melangkah meninggalkan alex yang mendengus kesal.
setelah sarapan alex langsung berangkat kekantor nya dengan di dampingi si asisten datarnya siapa lagi kalo bukan papan tripleks .
sampai sini dulu ya guys maafin author soal nya lagi ulangan otak author nggak mampu ❤