
" aku akan benar-benar menuntup rumah sakit itu jika sampai 20 menit lagi tak ada dokter yang datang " gumam alex , entah itu hanya sekedar ancaman ata?u sungguhan jika itu terjadi hanya saja tak ada satu orang pun yang menganggap itu hanya bualan karena ?selama ini apa yang menjadi an?caman alex selalu menjadi kenyataan yang pastinya tak menjadi kenyataan yang baik .
x
hingga menit yang kedua puluh seorang dokter wanita datang dengan nafas terengah-engah karena harus berpacu dengan waktu , untung nya dokter itu memang sedang di perjalan yang akan melewati perumahan masion megah alex.
" selamat siang tuan " ucap sang dokter sambil berusaha mengatur nafas .
" hemm" hanya gumam yang keluar dari mulut alex tapi matanya melotot ke arah sang dokter wanita dan mendelik menggunakan ekor matanya ke arah sang istri yang tengah berbaring sambil meringis pelan.
dengan secepat kilat sang dokter memeriksa perut clea yang mana tak jauh dari sana ada alex yang mengawasi bak elang dengan mata tajam nya , ia meneliti setiap gerak - gerik sang dokter sampai selesai memeriksa sang istri.
" kondisi nona dan janin nya baik-baik saja hanya terjadi kram ringan yang mungkin di sebabkan faktor terlalu banyak beraktivitas , saya harap nona jangan terlalu banyak beraktivitas terlebih lagi saat ini anda tengah hamil besar " penjelasan dokter di simak baik-baik oleh alex dan clea .
setelah selesai memeriksa clea sang dokter diantar alex sampai ke depan pintu kamar , namunbaru saja dokter itu keluar kamar dan berbalik ingin mengucapkan salam perpisahaan pintu kamar sudah di tutup oleh alex tepat di depan wajah sang dokter wsnita membuat dokter tersebut elus-elus dada melihat perilaku alex .
tuan alex lain kali jika memberi waktu 10 menit saja untuk ke mansion anda biar siapa pun yang nanti ke sini langsung di pecat bahkan nanti jika saya kembali lagi ke sini saya langsung mengundurkan diri , ya entahlah itu pun jika saya mampu .
dokter wanita itu bergumam di dalam hati sambil terus menantap pintuh kokoh yang berdiri di hadapan nya ini , ingin sekali rasanya dokter wanita itu menendang pintu di depan nya ini sampai hancur kemudian menyeret alex dan menerjunkan nya dari lantai atas ini tapi sepertinya hayalan nya terlalu tinggi .
setelah mampu mengendalikan diri dokter itu pun akhirnya pulang menuju ke rumah sakit , sedangkan di dalam kamar alex tak henti-hentinya berdecak kesal setiap melihat ke arah sang istri .
bahkan clea yang tengah berbaring di kasur king size itu hanya melihat wajah sang suami sambil terus mengerjap setiap alex berdecak kesal , entah apa yang ia perbuat . pikir clea.
clea tak tau saja jika alex tengah meredam rasa kesalnya , ingin sekali mengomeli sang istri tapi wajah polos nan tak berdosa milik sang istri membuat nya tak sanggup untuk memarahinya .
" istirahat lah aku akan kembali ke ruang kerja ku " ucap alex sambil mengencup kening sang istri dan berlalu pergi dari sana .
clea pun menuruti kata sang suami karena ia sendiri juga lelah , karena memang beberapa hari ini jarang sekali beristirahat .
*******
hari demi hari sudah berlalu kini sisa satu hari lagi sebelum keberangkatan clea dan yang lain nya ke indonesia untuk mengadakan acara 7 bulanan clea .
di mansion clea begitu heboh menyiapkan segala macam perlengkapan membuat alex mengurut kening nya pusing akan tingkah istrinya itu , padahal semua perlengkapan mereka sudah ada semua di mansion indonesia.
" honey tak perlu membawa apa pun , di mansion sana barang-barang mu lengkap " ucapan alex membuat kegiatan clea yang tengah membuat bajunya ke koper terhenti .
ia menengok ke arah suaminya selama beberapa detik membuat alex menatap balik istrinya juga untuk beberapa detik mereka diam sambil bertatapan hingga semakin lama wajah clea semakin rusak karena ingin menangis .
"eh? " alex bingung melihat perubahan wajah istrinya yang sudah siap meluncurkan air matanya membuat alex menggaruk ujung pelipisnya .
masalahnya yang membawa koper yang banyak itu pasti diriku honey!!!!!.
suara hati alex sudah menggema kemana-mana namun suara hati hanya dapat ia dengar sendiri tak bisa ia ungkapkan di hadapan sang istri bisa-bisa clea tak mau bicara lagi padanya .
istrinya ini sangat tak mau membebani orang jika alex menyuruh anak buah nya membawa koper sang istri.
***kau kan suamiku kenapa harus mereka?
sayang kau malas sekali hanya membawa itu saja !!
kau lemah sekali sayang hanya membawa koper segitu*** ?!!
pasti masih banyak lagi ucapan demi ucapan clea yang membuat alex seperti tak berguna menjadi suami , itu lah sebab nya alex tak ingin clea membawa banyak koper .
" sayang mengertilah di pesawat nanti banyak yang akan ikut devano ,justin , william , kaysa , mona , mark , isabell,mommy, daddy , mommy mauren dan daddy farel juga ikut dengan kita jika kau yang satu orang membawa sebanyak itu untuk dirimu lantas dimana yang lain nya meletakkan koper mereka ? " mendengar hal itu clea tersadar ia menoleh ke sekeliling nya dan mendapati 4 koper yang berisi perlengkapan dirinya seorang tidak termasuk baju alex di dalam nya .
clea langsung menggaruk kepala nya karena tak memikirkan itu sebelumnya , dimansion sana baju dan apa-apa nya sudah lengkap lantas untuk apa ia membawa barang sebanyak ini .
alex yang melihat reaksi istrinya yang sudah mulai mengembalikan baju yang ia packing tadi akhirnya bernafas lega , rupanya istrinya tak tau jika clea membawa seisi kamar mereka pun pasti bakal muat di pesawat alex yang super besar tersebut tapi di karena istrinya yang polos akhirnya percaya .
di kamar devano , saat ini anak kecil itu nampak sudah membaik ia sudah tak menggunakan kursi roda lagi dan luka nya sudah mulai mengering , ia saat ini tengah memuat pakaian nya ke dalam koper mini sesuai dengan perintah clea padanya.
ketika asik memuat pakaian alex datang dan menyenderkan bahunya di pintu menatap apa yang di kerjakan putra tampan nya itu , alex bangga kepada devano ia sangat mandiri terlebih lagi sikap nya itu ... ck bahkan ia seperti jiplakan alex ketika kecil.
" khem" devano yang mendengar suara deheman seseorang pun menoleh dan mendapati alex yang tengah menyandarkan tubuhnya di pintu dan tengah menatapnya.
" daddy? " ucap devano seraya mengangkat alis nya membuat alex berdecak .
" bantu daddy tampan mu ini " ucap alex dan langsung menggendong devano menuju kamar ia dan clea .
" daddy aku bisa jalan sendiri " ucap devano sambil berontak karena ia merasa sudah dewasa membuat alex gemas dengan putra nya ini ia sama sekali tak berniat menurunkan putra nya .
mereka berdua sampai di kamar alex dan di sambut oleh clea yang tengah terduduk lelah di atas kasur king size mereka , alexdan devamo mendekat .
" biarkan pembantu saja yang merapikan nya nanti " ucap alex membuat clea menoleh ke arah suami nya yang membawa putra tampan nya.
sampai sini dulu ya guys jangan lupa like and komen ya 🖤
selamat membaca semoga suka 🖤