
ya devano benar !! ia adalah suami yang paling tidak becus menjaga istrinya sendiri di saat dirinya memiliki ribuan anak buah , memiliki kekuasaan yang tak main-main bahkan uang yang tak terhitung tapi semuanya apa ? , dirinya yang memiliki segalanya tapi tak mampu menjaga istrinya sendiri membuat alex malu dan kecewa pada dirinya sendiri .
" kau benar...... "
alex tertunduk mencerna segala ucapan devano yang notabene nya adalah putra nya , apakah ia saat ini masih pantas di sebut suami ? , bahkan rasanya kata itu tak pantas melekat pada dirinya .
sedangkan devano mengigit bibir bawah nya berusaha meredam suara tangis nya bahkan kini jari-jari tangan nya memutih kala genggaman nya semakin kuat , ia benci situasi ini !!!.
GREP ........
tanpa basa-basi devano memeluk alex dengan erat , menyembunyikan wajah nya di ceruk leher alex berusaha menutupi pandangan agar alex tak melihat wajah nya yang menangis , sekuat-kuatnya devano ia tetap lah masih kecil di saat seperti ini yang ia perlukan adalah tempat bersandar meskipun tak hanya devano sendiri yang merasakan .
kejadian beberapa saat lalu hanya lah sebagian dari pelampiasan sisi dirinya yang takut kehilangan clea , cahaya yang menyinari kehidupan nya yang gelap dirinya takut kehilangan sosok ibu yang selama ini dirinya impikan dan inginkan , devano hanya takut kehilangan oleh sebab itu lah dirinya melampiaskan semua nya kepada alex namun dirinya sadar bahwa alex tak salah .
alex terkejut disaat dirinya mendapat pelukan tiba-tiba dari devano yang baru saja memukuli dirinya habis-habisan tapi kini putra nya tersebut memeluknya sangat erat bahkan alex dapat merasakan basah di sekitar ceruk leher nya terlebih suara isak devano yang berusaha anak itu redam , namun bukan itu yang membuat alex terkejut melainkan pelukan yang di lakukan devano padanya .
pelukan ini , pelukan yang memang saat ini dirinya perlukan bahkan sangat-sangat dirinya ingin kan sejak beberapa hari lalu saat belahan jiwa nya di renggut paksa darinya dan baru saat ini ia mendapatkan , terasa nyaman dan sedikit menenangkan membuat alex dengan cepat membalas pelukan sang putra tak kalah erat seolah takut saat-saat ini seperti ini hilang .
mereka adalah dua orang yang sama-sama takut kehilangan sosok yang saat ini tengah terbaring tak berdaya di bankar rumah sakit , sosok penting dalam kehidupan mereka masing - masing , dalam pelukan itu mereka berdua larut dalam perasaan mereka hingga devano melepaskan pelukan nya dan menatap wajah alex yang di penuhi lebam namun tak mengurangi kadar ketampanan pria yang kini sudah berstatus sebagai seorang ayah dari 3 orang anak .
" Guarda tutto "
[balaskan semuanya ]
"Tutto il dolore che hanno dato a mamma e anche mia sorella, guidare tutto il loro dolore "
[semua rasa sakit yang mereka berikan kepada mommy dan juga adik-adik ku , balaskan semua rasa sakit mereka]
"Non farli morire facilmente anche se necessario per loro come se morti, ma il respiro è ancora sui loro corpi"
[jangan buat mereka mati dengan mudah bahkan jika perlu buat mereka seolah mati namun nafas masih berada pada tubuh mereka]
devano dengan tegas mengucapkan kata demi kata tersebut di depan alex yang kini sudah tak lagi berekspresi , ia ingin agar alex membalaskan semua rasa sakit yang clea rasakan bahkan melebihi sang mommy dan devano percaya alex pasti sangat bisa di percaya dalam hal balas - membalas.
ucapan devano barusan membuat alex tertegun karena dirinya sempat melupakan sesi acara membalas semua yang di rasakan sang istri dan juga dirinya dengan cepat alex bangkit dari posisinya meskipun sedikit goyah , ia melihat kearah sang putra yang kini sedang menatapnya dengan tatapan yang di penuhi harapan membuat senyum kecil terbit dari bibir nya .
sebelum pergi ia mengacak-ngacak rambut sang putra dan langsung pergi dari sana dengan di iringi tatapan devano yang menatap punggung kokoh alex yang kian menjauh , "DADDY " teriak devano membuat langkah alex berhenti .
" PASTIKAN DADDY PULANG HIDUP-HIDUP DAN JAGA DIRI MU BAIK-BAIK !!! " teriak devano dengan lantang membuat hati alex menghangat mendengar teriakan itu bahkan kini senyum kecil kembali terbit di bibirnya , ia pun melanjutkan langkahnya tanpa membalikkan tubuhnya membuat devano tersenyum melihat kepergian sang daddy.
" kau pasti bisa dad " gumam devano .
*******
"eeeughhh" suara leguhan keluar begitu lembut dari bibir seorang wanita yang kini nampak terusik di bawah gulungan selimut tebal yang melapisi tubuh nya yang nampak tak mengenakan apa pun itu .
"awssss sa-kit sekali !!!! " ringisan keluar begitu saja kala wanita itu merasa sakit dan remuk di seluruh area tubuhnya , namun wanita terkesiap kala kesadaran nya mulai kembali di saat kepingan-kepingan memori memasuki pikiran nya .
"ti-tidak , tidak mungkin bukan " pandangan wanita itu beralih menatap kesamping tempat tidur dan mendapati punggung telanjang seorang pria yang membelakanginya membuat wanita terkejut hingga bangkit dari tiduran nya , membuat gelombang pada kasur itu mengusik tidur pria di sampingnya.
" aku ga-gal "
" gagal menjaga harta berharga diriku sendiri , bahkan parah nya direngut oleh pria tua yang pantas menjadi ayah hikss "
"siapa yang kau bilang tua " suara berat dan serak mengalihkan pandangan wanita yang tengah menangis meratapi nasibnya , bahkan tak menyadari bagian atasnya terekspos bebas.
DEG
"tu-tuan " cicit wanita itu dengan pandangan tak percaya menatap ke arah seorang pria yang tengah tiduran santai dengan rambut yang acak-acak kan , wanita itu tak percaya pria yang tidur di samping nya adalah tuan nya sendiri yang tak lain dan tak bukan adalah mark .
ya wanita yang sedang menangis meratapi nasib nya barusan adalah isabel , wanita itu kini di buat pening dengan masalah dirinya yang bingung kenapa bisa terbangun di samping mark tuan nya sendiri , seingat dirinya .......
"tidak mungkin bukan kalau tuan mark ya...... "pandangan isabel menatap lagi kearah mark yang nampak tiduran telentang dengan dada telanjang dan kini tengah menatap dirinya dengan pandangan yang tajam .
matanya membola sempurna melihat banyaknya tanda merah dan jejak kebiru-biruan di sekitar leher dan dada mark bahkan nampak sekali bibir pria itu terluka kecil yang entah ulah siapa , namun yang jadi pikiran nya sekarang apa ia dan mark melakukan hal itu mengingat kepingan ingan memori yang baru saja masuk di pikiran nya bahwa mark menolong nya di saat sebelum pria tua itu ingin melakukan hal menjijikan itu dengan nya.
" apa kau akan terus melamun dengan kondisi seperti itu ? atau kau ingin melanjutkan kegiatan malam tadi untuk kedua kalinya " pertanyaan yang di lontarkan mark membuat lamunan isabel buyar ia pun mengerjap bingung sampai ia mengikuti arah pandang mark yang sedang menatap ke arah dadanya yang terekspos bebes tanpa penghalang. apapun .
" TUAN KAU MESUM !!! " teriak isabel dan langsung menutupi tubuhnya dengan selimut membuat bagian selimut yang menutupi bagian bawah mark hampir terbuka karena tarikan tersebut , beruntung mark dengan cekatan menahan nya jika tidak aset pribadinya akan terpampang jelas .
mereka sama-sama diam setelah teriakan yang di lontarkan isabel , sibuk dengan urusan pikiran masing-masing hingga suara isakan tangis isabel menggema di dalam kamar yang di yakini adalah kamar hotel tersebut , membuat perhatian mark jatuh kepada isabel yang menangis terisak dengan menyembunyikan wajahnya di lipatan selimut tebal yang menjadi saksi bisu malam panjang mereka.
wanita mana saja yang berada di posisi isabel pasti akan menangis kala harta berharga mereka yang selama ini di jaga terenggut secara tak sengaja akibat kejadian yang tak terduga , isabel baru saja mengalami hal yang mampu mengguncang jiwa nya akibat hampir di perkosa tapi kini ia harus menerima kenyataan dirinya harus menghabiskan malam tak terduga dengan tuan nya sendiri yang entah apakah ini masuk dalam pemerkosaan atau ketidaksengajaan .
yang pastinya ini tetap lah salah di mata isabel , mau ini pemerkosaan atau hal apapun dirinya sudah kotor karena tak bisa menjaga dirinya dengan baik lalu bagaimana masa depan nya nanti ? apa ada pria yang mau menerima dirinya dalam kondisi yang sudah tak perawan? memikirkan nya saja membuat tangis isabel. kembali pecah .
hingga sebuah pelukan hangat merengkuh memeluk tubuhnya , " aku akan bertanggung jawab " bisik mark lembut.
DEG
isabel mendongak menatap majah mark yang berada beberapa senti di depan wajahnya , dapat ia lihat keseriusan di dalam mata mark setelah membisikan kalimat tersebut , tak ada sedikit pun kebohongan di sana dan isabel melihat itu tapi hatinya tak yakin .
" kita tak saling mencintai tuan dan juga ini bukan murni kesalahan anda " ucap isabel menatap mark dengan mata sembabnya , bahkan kini dirinya berusaha melepaskan diri dari pelukan mark namun ucapan. mark selanjutnya membuat isabel terdiam.
" cinta bisa datang seiring berjalan nya waktu dan juga diriku memang sudah saat nya untuk menikah dan memiliki anak , bahkan mungkin diriku tinggal menunggu hasil kerja keras kita " ucap mark santai membuat isabel tak mampu berkata-kata lagi , entah ia harus bahagia atau marah tapi untuk saat ini isabel tak mampu berkata-kata .
" tak perlu menjawab sekarang , kau bisa berpikir lebih dulu " lanjut mark , ia pun melepaskan pelukan nya dari isabel dan kembali merebahkan tubuh setengah telanjang ke kasur memperhatikan isabel yang duduk diam memikirkan sesuatu.
" apa kita nanti bisa bahagia ? " setelah lama berpikir isabel memberikan satu pertanyaan kepada mark .
" semua tergantung kepada diri kita masing-masing " jawab mark .
" sudah ku katakan tak perlu menjawab sekarang kau bisa memikirkan nya nanti , dari pada kau memikirkan hal yang tak penting lebih baik cepatlah membersihkan diri kita ke rumah sakit sekarang nyonya clea sedang di rawat " ucap mark membuat isabel terkejut dan ingin bertanya namun belum juga sempat ia bicara mark sudah lebih dulu mengendong dirinya ala bridal style .
sampai sini dulu ya guys jangan lupa like and komen ya 🖤
selamat membaca semoga suka 🖤