
di tempat lain saat ini kaysa dan juga justin sedang sedang bersembunyi dan mengintai rumah seorang wanita yang mana wanita tersebut tidak ia kenal.
" tuan sampai kapak kita akan bersembunyi seperti ini " bisik kaysa pada justin yang sedang melihat-lihat sekitar mengawasi keadaan.
" tunggu sebentar " bisik justin kemudian ia mengeluarkan sebuah buket bunga mawar merah dari dalam jas nya.
" itu untuk apa tuan" tanya kaysa.
" untuk wanita yang mampu merebut hati ku itu , jadi begini kau nanti alih kan si satpam nya dengan pura-pura bertanya dan saat itu lah aku meletakkan buket bunga ini di depan pintu rumah nya , kau harus terus bicara seakan kau tersesat sampai aku keluar dengan aman oke " ucap justin menjelaskan rencana nya pada kaysa dan langsung di angguki kaysa .
๐๐ฅ๐ค๐จ๐ค๐๐ ๐จ๐๐๐๐ก๐ช๐ข ๐ฃ๐ฎ๐......
******
setelah 30 menit akhirnya justin dan kaysa selesai membuat rencana mereka hanya untuk meletakkan buket mawar tersebut di depan rumah sang wanita misterius yang mampu merebut hati justin.
kemudian kaysa bersiap-siap dengan penampilan yang sengaja ia acak-acak dan menambahkan sedikit air di pinggir mata nya seperti seakan menangis.
" permisi pak satpam " ucap kaysa sok polos yang mana sengaja ia buat-buat.
" ada apa ya nona " ucap satpam yang nampak menelisik penampilan clea dari atas sampai bawah .
" bapak tau nggak di mana rumah saya " tanya kaysa bego pada satpam yang mana membuat sang satpam bingung.
" mana bapak satpam tau non " ucap satpam itu dengan menatap kaysa aneh akibat perkataan kaysa.
" masa bapak nggak tau rumah saya bapak kan satpam " ucap kaysa yang mana membuat sang satpam tersebut berasumsi bahwa kaysa gila.
" saya emang satpam non tapi bukan berarti tugas saya jadi tukang cari rumah orang " ucap satpam
" bapak nggak mungkin tau rumah saya , orang rumah saya nggak ada " ucap kaysa dengan bego nya sebab otak nya saat ini sedang kosong memikirkan kalimat supaya justin aman .
" lah kalo rumah nya teh nggak ada ngapain tadi nyariin rumah nya sama saya atuh , miris juga ya zaman sekarang cakep - cakep kagak waras " ucap sang satpam dengan logat betawi nya seraya menatap kasihan pada kaysa , kaysa yang mendengar itu pun tersinggung.
" bapak kalo ngomong jangan sembarangan ya saya itu masih waras , saya itu asisten teman nya pemilik perusahaan besar bapak tau nggak " ucap kaysa nyaring yang mana membuat sang satpam bertambah yakin bahwa kaysa orang gila
" tu kan mana ada orang nggak waras jadi asisten nya teman pemilik perusahaan besar , kalo gila boleh tapi kalo bermimpi terlalu tinggi jangan nanti gila kaya sekarang non , baru kali ini ketemu orang gila yang level nya udah di luar batas " ucap sang satpam
" bapak tau nggak justin xavier pemilik salah satu perusahaan besar di dunia , pasti bapak tau dong . nah itu tuh tuan saya " teriak kaysa pada sang satpam yang tidak mempercayai dirinya .
" susah ya kalo bicara sama orang yang kurang waras " ucap kaysa dengan ngegas yang mana membuat sang satpam menatap aneh.
" neng teh sadar diri dulu atuh yang gila siapa yang di katain gila siapa , emang ya anak muda zaman sekarang gara-gara hal sepele jadi stres " ucap satpam seraya geleng-geleng kepala .
justin yang sudah selesai meletakan buket bunga nya pun langsung ingin mendatangi kaysa namun ketika ia mendekati kaysa betapa terkejut nya justin melihat kaysa yang benar-benar mendalami rencana mereka tadi . terlihat dari penampakan kaysa yang nampak marah-marah seraya mengacak-ngacak rambut nya . dengan cepat justin menghampiri kaysa ketika melihat sang asisten nya tersebut ingin melempar sang satpam dengan sepatu hak nya.
" pak satpam jangan bicara aneh-aneh ya ngatain saya gila segala bapak kali yang gila " teriak kaysa seraya melepas sepatu hak nya ingin melempari sang satpam.
" eh neng kalo saya gila mana mungkin saya kerja jadi satpam , bukan saya yang gila neng tapi eneng , datang-datang nanya di mana rumah nya di katain nggak tau malah di bilang nggak punya rumah nah itu nunjukin bahwa neng itu memang gila stres sinting" ucap satpam seraya menunjuk-nunjuk kaysa dengan tongkat satpam nya.
sampai nya di tempat kaysa , justin langsung merangkul bahu kaysa berniat menjauhi kaysa dan si satpam namun kaysa terus berontak .
" maafin istri saya ya pak maklum lagi kambuh " ucap justin yang mana membuat kaysa langsung menoleh ke arah justin.
" oh iya pak tapi saran saya nanti jangan di biarin keluyuran ya pak takut gigit orang atau mukul orang dan juga kalo perlu di masukin rumah sakit jiwa aja , kasian juga ya bapak muka di atas standar kok punya bini sinting " ucap satpam tanpa rasa bersalah
kaysa yang mendengar ucapan satpam yang menyuruh justin memasukan nya ke RSJ pun bertambah marah.
" eh pak satpam yang muka nya jelek kaya badut teman nya ondel-ondel , saya ini masih waras ngapain mau masukin saya ke RSJ bapak tuh yang gila , dan juga siapa yang istrinya dia ,orang saja masih single" teriak kaysa pada sang satpam sambil berontak seakan ingin menerjang sang satpam jika terlepas dari rangkulan justin.
" tuh kan bapak liat sendiri bini nya udah nggak mampu di obatin kaya nya tu pak kudu di bawa ke RSJ aja , nggak ngakuin bapak suami nya lagi kalau saya mah saya cari bini baru atuh
" ucap sang satpam seakan mengompori justin.
" saya tapi cuman pura-pura akting aja supa.... " belum sempat kaysa melanjutkan omongan nya , justin sudah lebih dulu menutup mulut kaysa . bisa berabe nanti kalo rencana mereka ketahuan .
" hempttt" guman kaysa yang mana mulut nya masih di bekap justin.
" saya permisi dulu pak" ucap justin menyeret kaysa menjauh.
di dalam mobil kaysa langsung mengomel-ngomel justin tanpa henti.
" tuan tadi ngapain ngelerai saya , saya itu marah banget sama tu satpam bisa-bisa nya ngatai saya gila tau bapak satpam nya tu yang gila . tuan tau nggak pas saya bilang nama tuan si bapak nggak percaya kalo tuan pemilik salah satu perusahaan besar di dunia" cerocos kaysa tanpa henti sedangkan justin hanya mangut-mangut mendengar nya.
sampai sini dulu ya gays jangan lupa like and komenโค makasih udah mau baca yaโค