
" itu istri kesayangan mu sudah datang " ejek alberto membuat pandangan alex menatap tajam lurus kedepan berusaha memfokuskan pandangan nya untuk memecah gelapnya malam .
" cl-clea....... "
clea yang di paksa oleh dua anak buah alberto kini sudah sampai tepat di samping sang dalang di balik ini semua , alex melihat sang istri dari atas sampai bawah dengan keadaan yang begitu memprihatinkan membuat ia begitu terkejut terlebih darah selalu menetes deras di setiap langkah sang istri .
alex beberapa kali menggelengkan kepalanya berusaha menfokuskan pandangan nya akibat matanya yang sudah berembun namun bukan berembun karena akan menjatuhkan air mata melainkan ia sedang berusaha mengendalikan emosinya hingga membuat matanya memerah dan berair namun bukan ingin menangis.
" honey " panggil alex membuat clea yang sendari tadi menunduk kini menegakkan pandangan nya menatap ke arah asal suara yang memanggil nama nya .
" a-alex" ucap clea lirih dengan air mata yang sudah kembali luruh kala melihat sosok pria yang ia cintai kini berada di depan nya .
clea lantas tersadar bahwa sang suami tak sepantasnya datang kesini , ia pun lalu menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha mengkode sang suami namun alex tak memahaminya .
" per-gi " dengan sekuat tenaga clea membentuk gerakan bibir untuk menyuruh sang suami pergi dari sini , ia sudah tak mampu lagi menggeluarkan suaranya .
sedangkan alex yang melihat gerakan bibir sang istri yang menginginkan nya pergi lantas langsung menggeleng keras membuat clea memejamkan matanya melihat betapa keras kepalanya sang suami .
ingin rasanya clea berlari kearah sang suami dan menyeretnya pergi menjauh dari sini tapi itu semua hanya keinginan nya semata , kala kenyataan nya ia tak bisa melakukan apa - apa meskipun sang suami berdiri tepat di depan matanya.
hanya perlu beberapa langkah untuk sampai kehadapan sang suami namun clea maupun alex tak bisa , mereka bagai di halangi tembok pembatas tak kasat mata yang tidak bisa di lewati satu sama lain .
" bagaimana alex rasanya ketika melihat orang yang kau sayangi menderita dan terluka tepat di depan mata " ucap alberto seraya menatap dingin kearah alex yang masih berfokus menatap sang istri .
" hah ku yakin kau pasti tak akan pernah bisa menjabarkan bagaimana rasa sakit nya , BEGITU PULA DENGAN DIRI KU DULU ALEX SAAT KAU DENGAN KEJAM NYA MEMBUNUH AYAH KU TEPAT DI DEPAN MATAKU DAN SEKARANG RASAKAN BAGAIMANA RASA NYA SAAT INI JIKA KAU DIPOSISI KU DULU !!! " teriak alberto marah bahkan wajah yang sudah memerah akibat emosi yang sudah tak terbendung lagi .
" aku membenci mu alex sangat membenci mu karena mu aku kehilangan figur ayah dalam hidup ku sedangkan kau memiliki figur ayah dan ibu yang lengkap dalam hidup mu , kau membuat diriku harus merasakan bagaimana kerasnya dunia di saat diriku belum siap hahahaha tapi hari ini aku akan merayakan pesta kebahagian ku di saat aku membunuh dirimu dan istri beserta calon anak mu hahahaha" alberto berbicara panjang lebar sambil sesekali tertawa bak orang gila .
ia pun langsung mengambil satu tongkat besi dan menarik tubuh lemah clea dan langsung menghentakkan nya dengan kasar hingga clea langsung berada di posisi berlutut tepat di depan alberto , saat akan mengayunkan tongkat besi yang ia pegang untuk memukuli tubuh clea ......
bruk .......
"tuan!!! " teriak mark membuat semua pandangan orang mengarah kepada alex yang ternyata sudah berada dalam posisi yang sama dengan clea yaitu sama-sama berlutut dengan satu tangan mengangkat untuk memberi kode kepada mark untuk tak menghentikan nya.
clea yang memejamkan mata nya kini membuka matanya disaat ia tak merasakan apa pun sesuatu yang menyakitkan mendarat tubuhnya , ia mengadah menatap kearah alberto yang menatap ke depan .
lantas clea pun mengarahkan pandangan nya dengan memutar tubuhnya menghadap kedepan .
" a-alex " gumam clea dengan sisa tenaga nya kala melihat sang suami yang berlutut tepat kearah ia dan alberto membuat air mata clea kembali jatuh lagi dan lagi , ia menggeleng-gelengkan kepala berusaha menyadarkan dirinya bahwa itu hanya halusinasinya saja tapi kenyataan nya ......
alex memang tengah berlutut di depan mereka dengan kepala yang tertunduk menatap lantai besi pelabuhan , kepala yang selalu terangkat tegak di hadapan siapa pun kini tengah menunduk di hadapan banyak pasang mata hanya untuk sang istri , kaki sang suami yang selalu melangkah lebar dan pasti ke arah depan juga terlihat tak berdaya hingga membuat sang pemilik kini berlutut tak berdaya .
clea memukul dadanya pelan seraya menangis melihat sang suami yang rela menjatuhkan harga dirinya demi ia dan juga calon anak-anak nya .
tidak!!! dia bukan alex , dia bukan alex suamiku yang selama ini ku kenal , alex yang ku kenal dia tak kan pernah mau berlutut di depan siapa pun terlebih di depan musuh , ya dia bukan alex suamiku kan tuhan ? .
pikiran clea buyar kala mendengar langkah kaki alberto yang akan berjalan kearah suaminya , membuat clea dengan sigap memeluk salah satu kaki alberto berusaha mencegah pria tersebut mendekati suaminya .
" tidak-tidak jangan dekati dia kumohon jangan dekati dia " entah kekuatan dari mana clea menahan langkah kaki alberto seraya memohon dengan suara seraknya karena di paksakan berbicara .
" oh astaga hari ini aku begitu bahagia melihat sepasang suami istri yang memohon di bawah kaki ku untuk menyelamati satu sama lain , haissss aku sedikit tersentuh tapi....... "
" aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini , enyahlah kau dasar jal*ng " tanpa perasaan kasian alberto menepis tangan dan tubuh clea yang memeluk kakinya dengan kasar hingga membuat clea tersungkur jatuh dan membuat luka baru lagi di atas kening nya .
alex yang melihat itu ingin beranjak mendekati sang istri tapi anak buah alberto sudah lebih dulu memegang nya dengan erat membuat dirinya berontak namun tak berhasil lepas , ia hanya mampu memejamkan matanya seraya mengepalkan tangan nya dengan erat .
tak jauh berbeda dengan mark dan clea yang juga sama-sama sudah di pegang oleh beberapa anak buah alberto hingga mereka sudah tidak bisa melepaskan diri untuk menyelamatkan alex.
" tidak kumohon jangan pukuli dia kumohon padamu tuan !!! " clea memohon- mohon seraya menangis dan membenturkan kepalanya berulang kali ke lantai besi pelabuhan berharap alberto mau mendengarkan permintaan nya namun itu semua hanya harapan nya belaka .
bugh.......
bugh ........
" TIDAK !!!" teriak clea histeris kala melihat suaminya yang di pukuli dengan membabi buta oleh alberto membuat clea memberontak berusaha melepaskan diri .
" TIDAK KUMOHON JANGAN PUKULI SUAMI KU , KUMOHON BERHENTILAH HIKS..... " clea begitu histeris disaat alberto tanpa hentinya memukuli alex lagi dan lagi membuat wajah alex sudah berdarah .
clea menangis begitu histeris seraya memberontak namun upaya tak berhasil , begitu pula dengan mark yang juga memberontak namun tak kunjung bisa melepaskan diri akibat di pegang erat oleh 4 anak buah alberto .
" siapa pun kumohon selamatkan suamiku tolong !!! " suara clea memudar akibat hampir kehabisan tenaga , seolah sisa tenaga nya yang ada di renggut habis kala melihat sang suami di pukuli secara brutal di hadapan matanya .
rasanya seperti nyawanya diambil secara paksa dari raga nya membuat dirinya mati saat itu juga , mungkin ia masih bernafas saat ini tapi di dalam dirinya sudah mati saat satu pukulan tongkat besi mendarat di tubuh sang suami .
alex hanya diam dan tak merintih kesakitan di saat pukulan tongkat besi mendarat ditubuhnya , mungkin ini sakit tapi tak seberapa sakit disaat melihat sang istri yang memberontak dan berteriak memohon-mohon kepada orang yang saat ini memukuli nya untuk berhenti .
di setiap pukulan dan di setiap detik alex hanya mendengar suara permohonan dari mulut clea membuat dirinya mampu bertahan di setiap pukulan tongkat besi yang mendarat di tubuhnya , mata tajam nya kini memandang sayu kearah clea yang menangis seraya menggeleng-geleng ke arahnya .
" hah - hah - hah ku tak menyangka kau masih bertahan di pukulan ku yang ke - 29 kali ini alex , kenapa begitu susah sekali hanya untuk membunuhmu " alberto mengambil jeda untuk memukuli alex yang sudah begitu lemah setelah ia pukuli terus menerus bahkan mungkin di pukulan ke-30 pria di depan nya ini akan tumbang .
" hah-hah-hah baik lah satu pukulan lagi untuk satu nyawa mu alex jadi terima lah ini ....... "
bugh.......
alex memejamkan mata bersiap menerima pukulan dari tongkat besi yang di layangkan alberto namun beberapa detik ia menutup mata ia tak merasakan apa pun menyentuh tubuhnya , ia pun membuka matanya ......
deg.....
" clea " alex begitu syok kala melihat wajah istrinya tepat berada di depan matanya seraya tersenyum kecil kearah nya .
" aku men-mencintai mu alex"
bruk......
saat mengucapkan kalimat itu clea seketika ambruk menimpa tubuh suaminya sedangkan alex dengan reflek langsung menangkap tubuh sang istri dengan. pandangan mata yang masih begitu terkejut begitu pun dengan semua yang ada di sana .
hening......
semua terdiam baik alberto , alex maupun yang lain nya mereka semua terdiam melihat ke satu objek yang dimana alex dan clea yang berada di posisi berlutut saling memeluk dengan clea yang tak sadarkan diri di pelukan alex .
alex menatap tangan nya yang ia gunakan memegang kepala sang istri kini berlumuran dengan warna merah yang merupakan darah clea , ia lantas mengangkat kepalanya menatap kearah tongkat yang alberto pegang yang terdapat beberapa tetes darah yang menetes ke ujung tongkat.
" ti-tidak ja-ngan bilang kau yang menerima pukulan tadi hah !!! " bentak alex sambil terbata-bata , ia langsung memegang pipi lebam dan luka clea dengan tangan berdarah nya seraya sedikit menggoyangkan nya.
" bagai-mana bisa kau lepas dari mereka hah , harusnya kau diam di sana "
" hei kenapa kau menutup matamu honey "
" bangun !!! ini perintah honey ku bilang bangun "
" kau mencintai ku bukan jadi ayo buka mata mu dan bangun lah ayo bangun clea !!! "
alex berulang kali meneriaki dan membentak clea sambil menggoyangkan bahu dan menepuk pelan pipi sang istri berharap sang istri membuka mata namun ia tak mendapati apa pun .
tak terasa air matanya menetes membasahi pipinya dan berakhir menetes di kelopak mata clea yang tertutup , alex menyerah.
ia menyerah saat ini , dirinya sudah tak mampu lagi untuk membentengi dirinya agar tak menangis tapi kini ia sudah tak sanggup lagi , ia sudah tak memiliki tenaga untuk menahan benteng pertahanan dirinya .
sampai sini dulu ya guys jangan lupa like and komen ya 🖤
selamat membaca semoga suka 🖤