MY MAFIA CEO

MY MAFIA CEO
BAB 90



" bisa kah setelah aku sembuh kau antar aku ke panti asuhan ? " ucap anak kecil , clea pun berbalik sambil menatap anak kecil itu dengan mata sayu nya .


" tidak " ucap clea tegas kemudian ia melangkah pergi meninggalkan anak kecil itu yang nampak semakin mengepalkan tangan nya.


perasaan gelisah serta ketakutan menyusup ke dalam hati anak kecil itu , entah mengapa perasaan itu bisa tiba-tiba datang. ia sudah berusaha menekan perasaan gelisah serta ketakutan nya namun sekelebat bayangan akan kejadian buruk beberapa waktu lalu muncul di pikiran nya membuat perasaan itu ada .


anak kecil itu sudah cukup merasa kuat di usia nya yang sekarang bahkan tak semua anak seumuran nya mampu bertahan di posisi nya ,


tapi sepertinya tuhan selalu memberinya ujian kehidupan yang hampir membuat nya menyerah .


" kenapa ? "


" kenapa aku harus lahir ke dunia ini , aku tak menginginkan nya tuhan" ucap anak itu lirih .


ucapan lirih itu mengandung segala perasaan nya di setiap kata yang ia ucap kan seolah mewakilkan perasaan yang tak bisa di ungkapkan dengan kata - kata atau sekedar mengungkap kan nya dengan orang lain untuk berbagi rasa .


'mereka' yang selalu ia tanyakan kepada clea di setiap perasaan gelisah serta ketakutan yang ada di hati nya adalah orang yang menjadi dalang hingga ia berakhir di mansion alex , orang yang sama yang memberikan nya luka cukup dalam hampir di seluruh tubuh serta luka dalam di hatinya adalah 'mereka' yang ia maksud .


untuk sekarang ia tak ada keberanian untuk mengatakan alasan kenapa ia bisa berakhir dengan kondisi seperti ini kepada clea , ia tak ingin terlihat seperti seorang anak yang tak tau diri sudah cukup clea mau merawat nya untuk sekarang bahkan merawat dirinya dengan tangan clea sendiri .


ia tak ingin menjadi beban orang lain , yang menjadi masalahnya saat ini adalah setelah ia sembuh dirinya akan kemana ? , terlebih lagi ia yang masih berumur 5 tahun .


hingga tadi sebuah pikiran untuk tinggal di panti asuhan terlintas di pikiran nya sehingga ia mengumpulkan keberanian untuk mengatakan nya pada clea namun ternyata clea tak mau mengantarkan nya ke panti asuhan.


anak kecil itu akhirnya menghela nafas panjang berusaha untuk tidak memikirkan nya lagi , masih ada banyak waktu untuk dirinya berpikir dimana dirinya tinggal setelah sembuh .


baru saja selesai menghela nafas pintu kamarnya tiba-tiba di buka seseorang , ia pun melihat ke arah pintu kamar yang ternyata berdiri seorang pria tampan bak dewa yunani dengan stelan jas lengkap sambil bersitegap dada memandang ke arah nya .


yap siapa lagi jika bukan tuan alexandro , ia berdiri dengan gaya angkuhnya seraya memandang anak kecil itu dengan tatapan kesal nya walaupun wajahnya datar namun siapa pun yang melihat ke arah matanya orang akan tau bahwa sang penguasa bisnis itu tengah menatap kesal dan tajam ke arah anak kecil itu .


seperti ingin memangsa hidup-hidup sosok anak kecil polos yang ada di depan nya itu , seakan mengetahui tatapan kesal Alex yang mengarah kepadanya anak kecil itu mengangkat alis nya seakan menanyakan 'sedang apa alex berada di kamarnya '.


alex yang mendapat tatapan serta melihat anak itu mengangkat alis membuat alex mendengus seakan tau maksud dari anak itu , ia pun menatap tajam anak itu setajam-tajam nya bahkan tak tanggung - tanggung alex bahkan sampai melotot membuat dahi anak kecil itu berkedut .


" kekanak-kanakan " gumam anak itu ,, meskipun pelan namun telinga alex yang tajam mampu mendengar hal itu .


sontak saja alex yang mendengar gumaman itu mengebrak pintu yang ada di samping nya hingga membuat anak kecil itu terlonjak kaget .


" kau harus nya sadar diri siapa yang anak - anak disini " ucap alex dingin kemudian berlalu pergi meninggalkan kamar anak itu dengan dengusan .


anak kecil itu melihat tingkah laku alex hanya dapat mengedip-ngedipkan matanya melihat tingkah alex barusan bahkan ia sampai tak sadar mengelus dada .


jika saja yang di posisi nya saat ini anak kecil pada umumnya mungkin sudah dari tadi menangis akibat tatapan alex , untung nya ia bukan anak yang seperti anak lain nya.


mateo bahkan terheran-heran kenapa putra kesayangan nya itu nampak berbicara sendiri bahkan sesekali geleng-geleng nampak memikirkan hal serius .


sampai di meja makan alex tak henti-hentinya berdecak kesal membuat mateo yang dari tadi memperhatikan putranya mengerutkan kening nya , tak hanya mateo bahkan cassandra dan clea yang baru datang membawa nampan makanan serta kopi memandang aneh ke arah alex yang masih larut dalam pikiran nya.


" sayang " panggil clea sambil menyentuh pundak sang suami membuat alex sedikit terkejut .


" kau kenapa alex ?, daddy perhatikan dirimu dari tadi nampak mengumamkan sesuatu sambil terus berdecak kesal " tanya mateo sambil meminum kopi miliknya .


" hanya ada sedikit masalah di perusahaan dad " ucap alex dingin dan tetap tenang .


jika aku mengatakan saat ini sedang mengutuk karena kesal pada seorang anak nakal maka daddy pasti akan menertawakan ku . batin alex .


" apa kau sudah memakan sarapan di kamar yang aku letakkan di atas meja sayang " tanya clea dan mendapat anggukan dari alex .


alex pun meminum kopi yang baru saja di sajikan oleh clea sebentar kemudian beranjak dari meja makan untuk berangkat ke perusahaan nya .


" aku berangkat dulu " ucap alex sambil mengencup manis kening clea dan tak lupa ia berjongkok di depan perut clea seraya mengelus dan mengencup tak kalah manis di perut besar clea .


" hati-hati dan jangan lupa makan siang " ucap clea lembut sambil menyerahkan kotak makan siang .


********


di apartemen mewah milik mark saat ini asisten tripleks itu tengah kalang kabut karena ia bangun ke siangan bahkan tak cuman mark saja yang ke sana - ke mari bak orang gila isabel juga malah ikut-ikutan karena ulah mark yang mengejutkan nya .


" kenapa tak membangun kan ku , apa kau hanya ingin makan gajih buta hah " omel mark yang kekesalan nya sudah berada di puncak .


karena ini pertama kali dirinya terlambat untuk berangkat ke kantor , entah apa yang terjadi dengan dirinya sampai dirinya bisa bangun siang hari .


" tuan bukan kah ini salah anda ? seharusnya anda tak mengunci pintu kamar anda , saya bahkan sudah mengetuk berulang kali tapi anda tak kunjung bangun jadi jangan salah kan saya " ucap isabel tak kalah kesal karena di salah kan oleh mark bahkan ia dengan sengaja menyiapkan keperluan mark dengan agak lambat .


" kau....... " mark geram hanya saja perkataan isabel ada benarnya namun karena gengsi dan juga tergesa-gesa untuk berangkat ke kantor ia pun memilih diam sambil meredam kekesalan nya.


" dasar pemalas " gumam mark ketika melewati isabel yang mana membuat isabel melotot mendengarnya .


" Hei !!!!! " teriak isabel kesal namun terlambat karena pintu apartemen sudah lebih dulu menelan mark membuat isabel mendengus seraya mengusap dadanya .


" dasar gila " ucap isabel seraya berjalan menuju kamar nya


sampai sini dulu ya guys jangan lupa like and komen ya 🖤


selamat membaca semoga suka 🖤