
karena tak punya pilihan mark menotok belakang leher isabel untuk membuatnya pingsan sebentar , karena ini bukan waktu yang tepat untuk menyelesaikan masalah isabel.
mark lantas langsung merobek selimut tersebut hingga kemudian mengikat dirinya dan isabel yang memeluk nya dengan posisi seperti kukang , kini mereka berdua bagai kepompong hidup .
di sisi lain justin dan william yang baru saja sampai di pulau tersebut langsung memasuki bagian dalam markas musuh dan langsung berpencar mencari sesosok orang yang merupakan target penting yang harus mereka berdua selamatkan .
justin menyusuri bagian markas sebelah utara sesuai dengan informasi anak buah alex bahwa kaysa ada di salah satu ruangan di sana , sedangkan william menyusuri markas bagian selatan untuk menyelamatkan mona .
mereka berdua begitu panik sekaligus khawatir kala mengingat perkataan anak buah alex bahwa kedua wanita tersebut di bawa paksa untuk melayani nafsu bejat anak buah alberto , baik justin maupun william mereka sama-sama berlari secepat mungkin ke arah tujuan masing-masing berharap kedua wanita tersebut masih dalam keadaan baik-baik saja .
BRAK ......
BRAK ......
di tempat yang berbeda dalam waktu yang bersamaan justin dan william menendang pintu ruangan yang di yakini di dalam ruangan tersebut terdapat orang yang mereka cari .
" KAYSA !!! "
"MONA !!! "
di tempat justin saat ini , ia tengah di hadapkan dengan sebuah pemandangan yang mampu membuatnya emosi hingga ia berteriak lantang memanggil nama wanita yang harus ia lindungi .
" ju-justin " kaysa mengalihkan pandangan nya ke arah depan pintu ruangan yang terdapat justin di sana sedang memandang kearah ia dan pria tua yang saat ini tengah menjambak rambutnya.
" APA YANG KAU LAKUKAN PADA WANITA KU SI*LAN " teriak justin marah dan langsung menerjang memukuli pria tua yang tadi menjambak rambut kaysa dengan membabi buta melampiaskan emosi yang sudah menumpuk di dadanya.
kaysa yang melihat betapa marah dan kejamnya justin memukuli pria tua yang tadi menampar , memukul serta menjambak rambutnya di buat lega bahkan dalam hatinya kaysa berharap pria itu menghembuskan nafasnya dengan menderita .
DOR ......
kaysa memejamkan matanya dengan erat bahkan remasan tangan di baju sobek yang menutupi dadanya mencengkram dengan kuat, seolah berusaha meyakinkan dirinya untuk tak histeris kala melihat pria yang berusaha melecehkan nya kini tergeletak tak berdaya dengan kepala nya berlubang akibat peluru yang di tembak kan justin setelah puas memukul habis pria tua tersebut .
" justin " panggil kaysa dengan suara seraknya tanpa membuka kedua matanya yang tertutup rapat , membuat justin mengalihkan pandangannya ke arah kaysa yang dalam kondisi sangat tak pantas .
" kita pergi dari sini sekarang " justin melepas jas yang melekat di tubuhnya dan memasangkan nya ke bahu kaysa , mereka berdua keluar dari ruangan terkutuk itu dengan justin yang mengendong kaysa .
sedangkan di tempat lain tepatnya di ruangan yang william dobrak pintunya tadi , ia di suguhkan pemandangan yang begitu mengejutkan hingga membuat tubuhnya mematung di tempat .
" ENYAH KAU DARI HADAPAN KU MANUSIA BANG*AT "
" BAJ*NGAN "
" PERGI LAH KAU KE NERAKA SANA!!! "
teriakan yang berisi sumpah serapah itu di lakukan oleh wanita yang ingin william selamatkan , ya wanita yang saat ini tengah berteriak tersebut adalah mona namun sepertinya william terlambat .
maksudnya adalah terlambat menyelamatkan pria yang saat ini sudah tergeletak tak berdaya di bawah kendali mona , yang tengah memukul dengan membabi buta pria di bawah kendali nya itu dengan sebuah asbak kaca yang berukuran sedang namun mampu membuat pria yang setengah telanjang itu di buat tak berdaya .
william yang melihat betapa mengenaskan nya pria tersebut di buat meringis namun tak berniat sedikit pun menarik mona untuk berhenti memukuli kepala pria yang dapat di perkirakan justin berusia matang tersebut , ia membiarkan nya saja supaya mona bisa melampiaskan seluruh perasaan nya .
ia lebih memilih menonton sambil menyandarkan bahunya ke samping pintu melihat aksi mona , sampai di rasa william mona sudah puas ia pun mendekati wanita tersebut .
" kau membuat nya berhenti bernafas nona monalisa monica " william melirik sekilas kearah jasad pria yang kepalanya sudah remuk mungkin ? akibat pukulan asbak yang mona berikan hingga pria malang itu harus meregang nyawa .
" saatnya kita keluar dari ruangan ini " ucap william dan langsung menggendong mona ala bridal style
*********
" kumohon bertahan lah sebentar lagi , demi aku dan bayi-bayi kita honey " bisik alex di telinga sang istri yang saat ini tengah memejamkan mata dengan kepala yang terus mengeluarkan darah .
akhirnya heli yang di tumpangi alex dan clea baru saja mendarat di atap gedung , alex turun dengan menggendong clea di ikuti dua petugas perawat militer , para perawat yang melihat alex langsung mendekatkan brankar yang sudah di siapkan dua perawat tersebut untuk meletakkan clea yang sudah tak berdaya .
melihat clea yang sudah berbaring di atas brankar mereka langsung berlari kecil menuju lift , di dalam lift alex tak henti-hentinya memandang ke arah sang istri dengan pandangan yang di liputi perasaan khawatir yang luar biasa .
" Keruang VVIP nomor 5 !!! " seru dokter saat pintu lift baru saja terbuka , karena memang dokter tersebut sudah menunggu kedatangan mereka .
sampainya di ruangan VVIP tempat clea di rawat alex langsung berhenti tepat di depan pintu ruangan yang mulai menutupi pandangan alex untuk melihat sang istri yang sudah dibawa masuk oleh dokter dan dua perawat .
hati alex rasanya remuk redam kala dirinya harus menyaksikan sang istri yang berbaring tak berdaya di atas brankar dan tengah di tangani oleh dokter dan dua perawat yang membersihkan darah yang terus keluar seolah tak ingin berhenti membuat tubuh alex luruh berlutut tepat di depan pintu ruangan VVIP tersebut .
" kumohon bertahan lah demi aku , demi putra kita devano , demi bayi-bayi kita dan demi semua yang kau sayangi honey "
" aku tak mengijinkan mu pergi dari ku "
suara serak dan lirih yang alex ucapkan seolah mewakilkan betapa hancurnya diri nya , bahkan luka yang ia dapatkan dari pukulan alberto seolah tak di rasakan oleh alex akibat luka hatinya yang luar biasa sakitnya melihat wanita yang ia cintai terbaring tak berdaya bahkan tepat di depan matanya .
ingin rasanya alex menangis sepuasnya untuk mengungkapkan sisa - sisa rasa di dadanya untuk mengurangi sedikit rasa sesak nya dan karena rasa sesak itu bahkan untuk pertama kalinya ia harus di hadapkan dengan ketidak berdayaan dirinya .
alex berusaha bangun untuk melihat istrinya dari kaca pintu ruangan meskipun ia tidak bisa merasakan bagaimana rasa sakit yang istri nya rasakan setidaknya dirinya harus terus mendampingi sang istri .
menit demi menit terus berlalu hingga tak terasa setengah jam berlalu , alex yang tanpa lelah berdiri di depan ruang rawat sang istri di kejutkan dengan dokter yang baru saja membuka ruang rawat sepertinya akan menjelaskan keadaan clea .
" bagaimana keadaan istri ku ? " alex langsung saja menyerbu dokter tersebut dengan. pertanyaan.
" begini tuan alex keadaan nyonya clea saat ini begitu mengkhawatirkan , kondisi nyonya yang begitu lemah selain karena kekurangan darah nyonya juga dehidrasi dan itu selain berdampak pada nyonya kondisi itu juga berdampak pada cabang bayi dalam kandungan nyonya tuan jadi.......... "
"jadi apa hah !!! " bentak alex tak sabaran karena sang dokter yang menggantung ucapan nya bahkan kini alex tengah mencengkram kuat bahu sang dokter .
" jadi kami terpaksa harus melakukan operasi cecar untuk menyelamatkan calon bayi-bayi dalam kandungan nyonya jika tidak di lakukan maka saya khawatirkan calon bayi-bayi anda dan nyonya tak mampu bertahan lebih lama karena kondisi nyonya yang semakin lemah tuan "
Deg ........
sakit , sakit sekali hati alex mendengar penjelasan sang dokter , bahkan kini tubuhnya makin melemas tanpa sadar dirinya hampir merosot ke lantai jika saja sang dokter tak menahan tubuh alex yang sudah lemas mendengar penjelasan nya.
tak cukup kah tuhan memberinya ujian? hatinya begitu lelah merasakan sakit bahkan hari ini alex sudah tak dapat menghitung berapa banyak hatinya seolah di remukkan oleh keadaan dan kenyataan pahit tentang keadaan sang istri, tapi kini tuhan kembali menghancurkan hatinya dengan keadaan yang mengharuskan mengeluarkan kedua calon anak nya bahkan sebelum waktunya .
orang tua mana yang menginginkan anak nya lahir prematur , lahir bahkan sebelum waktunya membuat hati alex semakin sakit jika memikirkan nya namun mau bagai mana lagi alex tak punya pilihan terlebih mengingat janji yang pernah ia buat di hadapan sang istri
yang pernah clea ucapkan kepadanya yang membuat alex terpaksa mengucapkan demi sang istri bahwa ia akan memilih calon bayi-bayi mereka baru setelah itu sang istri , namun entah kenapa sekarang terasa sulit menentukan pilihan.
pandangan alex beralih menatap kearah kaca yang ada di pintu ruangan yang langsung tembus kearah clea yang tengah berbaring di atas brankar dengan di temani berbagai macam alat membuat hati alex semakin sakit .
" lalukan yang terbaik untuk mereka dan selamatkan mereka untuk ku ........." gumam alex namun masih di dengar oleh sang dokter.
karena mereka cahaya di kehidupan gelap ku dan mereka juga adalah belahan jiwa ku .
kalimat tersebut hanya mampu alex ucapkan dalam hati meskipun dirinya ingin sekali mengucapkan nya namun mulutnya terlalu kaku untuk. mengucapkannya .
" ada satu lagi kendala tuan " ucap dokter membuat alex mengalihkan. pandangannya kearah dokter tersebut .
" stok darah yang sama dengan golongan darah nona di rumah sakit ini sedang kosong tuan terlebih golongan darah nona termasuk langka jadi kita haru cari pen....... "
" ambil darah ku , darah kami sama " potong alex membuat dokter mengangguk dan langsung menyuruh alex masuk ke dalam ruangan namun sebelum itu alex harus melapisi dirinya dengan pakaian medis.
sampai sini dulu ya guys jangan lupa like and komen ya guys 🖤
selamat membaca semoga suka 🖤