MY MAFIA CEO

MY MAFIA CEO
BAB 92



namun baru saja berjalan dengan kursi rodanya , anak kecil itu menghentikan putaran kursi rodanya ketika mendengar ucapan clea yang membuat anak itu membeku .


" aku tak akan mengantar putra ku sendiri ke panti asuhan "


DEG...............


tunggu sebentar ? apa kah ini perasaan nya saja atau hanya pendengaran nya salah dengar tapi entah mengapa mendengar ucapan clea barusan membuat perasaan yang merindukan sosok ibu hadir di hatinya .


" apa alasan ku untuk mengantar putra ku sendiri ke panti asuhan di saat aku masih bernafas " ucap clea dengan lembut .


DEG..... DEG.......


untuk sesaat anak kecil itu mematung terdiam membelakangi clea seolah anak itu benar-benar ingin memastikan bahwa ia tak salah dengar akan ucapan clea .


" apa maksud mu ? " ucap anak kecil itu sambil berbalik menghadap clea dengan wajah yang di buat setenang mungkin .


" kau meminta ku mengantar mu kepanti asuhan , bagaimana bisa aku mengantar mu ke sana di saat aku masih ada dan sanggup menjaga dan menghidupi mu nak " ucap clea .


mendengar ucapan clea barusan badan anak itu bergetar , tangannya mengepal keras seraya memejamkan mata sekuat mungkin seolah ia takut ini hanyalah mimpi dan ia tak ingin karena terlalu mengiginkan kasih sayang orang tua ia malah mengiginkan clea menjadi ibu nya .


walaupun ini hanya mimpi tapi terlalu berani sekali dirinya memimpikan hal yang terlalu jauh dari batas hanya karena clea merawatnya dengan penuh kasih sayang yang bahkan selama ini baru pertama kali ia mendapat msrasakan kasih sayang tersebut.


tapi boleh kah ia jujur kalau hati nya saat ini sangat senang bahkan jika ini mimpi ia tak rela jika nanti ia terbangun dan kehilangan mimpi seindah ini .


" maksud mu...... putra?..... menjaga dan melindungi ku ..... maksudmu ap...... "


" maksud ku adalah kau mulai sekarang adalah putra angkat ku , putra angkat dari seorang alexa clea lucia nak " ucap clea dengan senyum lembutnya bahkan matanya sedikit berkaca-kaca .


DEG...........


tubuh yang tadinya bergetar kini semakin bergetar kala mendengar ucapan clea yang mengatakan bahwa mengangkat dirinya sebagai putra angkatnya .


apa kah ini mimpi ? tidak !! ini bukan mimpi ataupun hayalan maupun ilusi melainkan ini kenyataan yang selama ini hanya menjadi hayalan anak kecil itu .


perlahan tapi pasti kini mata anak kecil itu semakin lama semakin mengembun hingga setetes air mata jatuh dari kelopak mata indahnya tanpa permisi .


" ini pasti mimpi " gumam anak kecil dengan suara yang bergetar sambil menunduk.


pikiran nya selalu mengatakan ini mimpi namun hatinya tak sejalan dengan pikiran nya yang mengatakan ini adalah kenyataan , bahkan ia tak bisa membedakan ini mimpi atau kenyataan hingga sebuah sentilan di dahinya mengenjutkan dirinya .


" ini bukan mimpi " ucap seseorang dengan nada dingin yang ternyata adalah alex yang kembali lagi ke mansion nya karena tak jadi ke perusahaan .


anak kecil itu memandang ke arah alex dengan tatapan penuh tanda tanya namun di balas alex dengan tatapan acuh sambil mendorong kursi roda anak itu mendekat ke arah clea yang duduk di ayunan taman .


hati anak itu malah kembali bimbang kala melihat alex di sini ia takut tadi hanya sebuah candaan yang di buat oleh clea terlebih lagi tak mungkin alex mengangkat nya sebagai putra angkat apa lagi sikap alex yang selalu kesal kepada nya membuat anak itu akhirnya menganggap ini semua candaan saja .


" kau yakin mengangkat anak nakal ini sebagai putra kita ? " tanya alex dan dijawab anggukan mantap oleh clea .


alex duduk di ayunan sebelah clea mereka berdua duduk berhadapan dengan anak kecil itu alex nampak bersitegap dada menyenderkan tubuhnya di kursi ayunan dan menatap teliti ke arah anak kecil itu .


" ada apa dengan mu sayang kenapa bertanya itu terus ? " ucap clea sedikit. kesal.


" hanya memastikan saja , apa kau tak takut anak ini jelmaan siluman atau semacamnya ? " tanya alex membuat clea dan anak kecil itu melotot mendengarnya .


tak segan - segan clea langsung menghadiahi cubitan keras ke lengan alex karena berani mengatakan itu kepada putra nya .


" kau jahat sekali " ucap clea kesal namun alex hanya mengangkat bahunya acuh sedangkan anak kecil itu mengusap dadanya karena alex hampir membuatnya kesal sekaligus ingin menangis karena di curigai sebagai jelmaan .


alex pun berdiri dan mendekat ke arah anak kecil itu , ia pun berjongkok menyamakan tubuh mereka , alex pun menatap manik zamrud yang sama dengan nya itu dengan tatapan tegas nya .


" mulai sekarang sampai seterusnya diriku mengangkat mu sebagai putra ku , putra seorang alexandro kenzio mondro dan nama mu sekarang adalah devano alfano mondro " ucap alex tegas , dingin dan berwibawa sambil mengelus rambut hitam anak kecil itu .


tak tanggung- tanggung alex bahkan tak segan memberi nama marga mondro kepada anak kecil itu , sebuah keberuntungan langit yang membuat anak itu menjadi putra angkat alex .


mendengar ucaoan alex barusan manik zambrud anak kecil itu kembali bergetar hingga sebuah air mata kembali jatuh tanpa permisi , anak kecil itu langsung memeluk alex dengan erat dan di balas alex dengan pelukan lembut karena anak itu masih terluka.


" aisshhhh kau itu sudah besar kenapa harus menangis " ucap alex dengan suara pura-pura kesal sambil melepaskan pelukan mereka .


" apa kau benar-benar yakin mengangkatnya sebagai putra kita ? anak nakal ini cengeng sekali" ucap alex kepada clea namun kali ini clea menangapinya dengan tertawa kecil karena suami hanya bercanda ya walaupun wajahnya nampak datar dan serius.


" pergi ke kamar dan ganti baju mu sayang di sini kau hanya menganggu saja " usir clea membuat alex berdecak kesal ia pun berdiri dan melangkah .


namun baru saja ia melangkah untuk pergi panggilan anak kecil yang sekarang bernama devano itu membuat langkah alex terhenti .


" daddy" suara pelan nan lirih namun mampu menghentikan langkah seorang alex .


untuk sebentar alex berdiri membeku kala mendengar panggilan itu , panggilan yang amat ia nantikan ketika menjado seorang ayah namun ia tak menyangka akan secepat ini menjadi seorang ayah .


dengan cepat alex pu berbalik badan dan berjalan cepat ke arah anak itu dan langsung menyentil dahi anak itu dengan sedikit keras hingga membuat clea dan devano terkejut .


siapa pun akan berpikir alex pasti berbalik dan memeluk devano namun kenyataan nya alex malah menyentil dahi anak kecil yang ada di kursi roda itu .


" kau membuat ku jantungan " ucap alex sambil mengelus pelan dadanya dan berjalan cepat kembali ke mansion sambil menggerutu namun di dalam hatinya ia sebenarnya sangat senang mendengar panggilan devano yang nemanggilnya daddy , namun ia hanya tak ingin menunjukan nya .


clea yang melihat tingkah suaminya hanya mampu geleng-geleng karena ia tau suaminya itu sebenarnya bahagia namun ia menutupi nya dengan sikapnya .


" daddy mu memang begitu nak ia sebenarnya senang hanya saja berusaha menutupinya " ucap clea membuat ketaguan devano sedikit berkurang.


" tapi sikap...... "


" tidak semua orang menunjukan kasih sayang mereka dengan perlakukan seperti pada umumnya , semua orang punya cara mereka tersendiri untuk menunjukan kasih sayang mereka " potong clea yang mana membuat devano terdiam .


sampai sini dulu ya guys jangan lupa like and komen ya 🖤


selamat membaca semoga suka 🖤