
arghhhh .... kauuu iblissss alexandro kenzio mondro" teriak pelaku tersebut nampak sekali dari suara nya mengandung begitu banyak kebencian .alex yang mendengar itu pun hanya menyeringai .
" hah aku selalu mendengar kata itu setiap kali aku menyiksa musuh , ya itu sepertinya nama lain diri ku " ucap alex sambil menampilkan seringai kejam nya.
𝙚𝙥𝙞𝙨𝙤𝙙𝙚 𝙨𝙚𝙗𝙚𝙡𝙪𝙢𝙣𝙮𝙖......
sang pelaku yang mendengar ucapan alex yang seperti senang akan di sebut iblis pun sempat tertegun mendengar nya.
𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘬𝘢𝘪 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘴𝘦𝘣𝘶𝘵 𝘪𝘣𝘭𝘪𝘴.
sang pelaku tak habis pikir akan sifat alex tersebut , namun bukan waktunya ia memikirkan kan sifat alex .sekarang yang harus ia pikirkan sekarang adalah bagaimana cara nya supaya bisa terlepas dari alex .
" tak perlu berpikir akan sifat ku , kau bahkan tidak tau apa saja yang bisa aku lakukan " ucap alex seakan mengetahui jalan pikir pelaku.
" hemptt aku sungguh membenci wajah mu alex" ucap pelaku tersebut seraya menahan sakit .
" oh ya ? " tanya alex kemudian ia mendekat ke arah pelaku tersebut.
" aku tidak peduli "bisik alex penuh penekanan tepat di telinga pelaku tersebut bahkan sang pelaku bergidik ngeri mendengar nya.
dengan cepat ia melangkah menuju lemari tempat penyimpanan senjata penyiksaan khusus milik nya , ia ambil satu belati bergagang kan ukiran nama nya dan berbalik menghampiri sang pelaku.
tepat di depan pelaku alex berjongkok dan mencengkram rahang pelaku seraya mengusap wajah pelaku menggunakan ujung belati tersebut . sedikit saja tertekan maka bisa di pastikan wajah pelaku tersebut akan tergores.
" kau tau kenapa kau bisa disini padahal kau gagal menusuk ku dan malah menusuk wanita tadi " ucap alex masih memainkan belati tersebut ke wajah pelaku .
" itu karena kau melukai gadis kecil ku" ucap alex dan....
𝙎𝙍𝙀𝙏𝙏𝙏.... 𝙎𝙍𝙀𝙏𝙏𝙏....
tanpa rasa kasihan alex menggores kedua pipi pelaku tersebut cukup dalam bahkan sampai darah nya sampai muncrat ke wajah alex .
"arghhhhh arghhhhhh sakitttt akhhhh" jerit pilu pelaku tersebut ketika merasakan sakit di kedua pipi nya dan sebelah kaki nya yang sudah putus.
" ini masih belum seberapa di bandingkan sakit yang di alami gadis kecil ku , kau tau setelah kau menusuk nya ia tidak berteriak seperti wanita lain tapi ia malah menanyakan keadaan ku bahkan ketika nyawa nya di ujung tanduk. bahkan saat itu ia tersenyum manis meski bibir nya sudah pucat hampir kehabisan darah . maka dari itu kau harus membayar nya dengan setiap tetes darah yang berada didalam tubuh mu . " jelas alex dingin di sertakan seringai iblis nya.
" dia pan-tas men-dapat kan nya aki-bat men-jadi wanita mu ha-haha-ha" ucap pelaku tersebut terbata-taba akibat menahan sakit alex yang mendengar itu pun mencengkram kuat kedua pipi pelaku tersebut dengan kasar alex mendongakkan wajah pelaku itu tanpa basa basi alex langsung menusuk kedua mata pria tersebut.
tanpa rasa kasihan mendengar teriakan pelaku alex seakan tuli , belum puas setelah menusuk mata pelaku ia langsung membuka paksa mulut pelaku tersebut dan menarik lidah pelaku dan....
𝙎𝙍𝙀𝙏𝙏𝙏.....
lidah pelaku itu pun terpotong hanya dengan sekali tebasan . darah keluar dari kedua mata , mulut , kedua pipi dan bahkan tebasan di salah satu kaki pelaku tersebut pun belum juga berhenti darah yang keluar.
" dengan lidah ini kau mengatakan gadis kecil ku pantas mendapatkan nya akibat menjadi wanita maka kau salah besar " ucap alex seraya menghempas potongan lidah tersebut dan menginjak nya sampai hancur.
pelaku yang sudah nyawa nya di ujung tanduk pun hanya bisa pasrah menanti kematian nya yang sudah di depan mata. alex yang seakan tau bahwa pria tersebut sudah pasrah pun tanpa memberi ampun alex merobek baju pelaku tersebut dan mengobrak-abrik semua isi perut sang pelaku .
setelah selesai alex pun langsung langsung melangkah kan kaki nya menuju ruangan nya untuk membersihkan tubuh nya .
selesai membersihkan tubuh nya alex pun langsung melangkah kan kaki nya keluar markas ingin menuju ke rumah sakit tanpa mengucapkan sepatah kata pun bahkan sang asisten nya mark pun tak di hiraukan alex .
******
di rumah sakit alex pun langsung bergegas keruangan clea berharap gadis kecil nya itu bangun . sampainya di depan ruangan alex melihat kedua orang tua nya dan juga bianca sudah ada di dalam ruangan clea.
𝙘𝙡𝙚𝙠.....
alex masuk ke dalam ruangan dengan tersebut dengan pelan yang mana membuat kedua orang tua alex serta bianca melihat ke asal suara.
" kau dari mana saja alex " ucap mateo yang mana ia masih menggunakan seragam militer nya .
" ada urusan " ucap alex singkat tanpa melihat sang ayah sebab pandangan nya teralihkan melihat wajah clea yang masih menutup mata.
" bisakah tinggalkan kami " ucap Alex dingin yang mana mereka bertiga memahami jika alex ingin di tinggal berdua . hanya bianca yang sedikit tak rela meninggalkan alex berdua dengan clea yang masih menutup mata namun tak berani membantah perkataan alex.
" lihat lah dirimu seperti putri salju " ucap alex terkekeh kecil namun tersirat kesedihan di dalam nya.
apakah aku menyukai nya ? jika ya ,sejak kapan aku mulai menyukai dirinya .
pertanyaan itu selalu berputar-putar dalam pikiran alex , hanya jika berada di dekat clea alex merasa kan perasaan nyaman yang belum pernah ia rasakan sebelum nya ditambah oleh sikap clea yang lemah lembut dan sedikit nakal membuat alex merasa bahwa clea dari para wanita yang selama ini mengejar nya.
" jika memang aku menyukai mu maka tak akan ku biarkan kau jauh dari ku " ucap alex seraya mengencup tangan clea yang masih belum sadarkan diri.
" kau gadis yang kuat " ucap alex tersenyum kecil kemudian ia merebahkan kepala nya di samping tubuh clea.
kurang lebih 6 jam clea tak sadarkan diri akhirnya ia siuman , setelah pandangan mata nya mulai dapat menyesuaikan cahaya pemandangan yang langsung di lihat clea adalah wajah tampan alex yang datar bagai papan .
" minum lah " ucap alex menyerahkan minuman pada clea yang langsung di minum clea hingga habis.
" kau membuat ku khawatir " ucap alex langsung menyentil dahi clea yang mana membuat sang empu langsung mengaduh kesakitan.
" tuan kau jahat" ucap clea seraya mengusap-usap dahinya .
" mulai sekarang kau jangan pernah lagi menyebutku tuan " ucap alex yang mana membuat clea bingung.
" kau harus memanggilku sa-ya-ng mulai saat ini" bisik alex di telinga clea seraya menekan kata sayang . clea yang mendengar itu pun terkejut bukan main .
" apa!!!! " pekik clea seakan saat ini nyawa nya terlepas dari raga nya mendengar alex yang menyuruh dirinya memanggil sayang.
" tidak boleh menolak dan ini permintaan kedua ku" ucap alex dengan datar sedangkan dalam hati tertawa geli melihat reaksi clea.
" tidak saya tidak mau " ucap clea tegas setelah sadar dari keterkejutan nya .
" harus mau" ucap alex tak mau kalah .
" apakah tidak ada panggilan lain " ucap clea memelas terhadap alex . sedangkan alex hanya bersitegap dada seraya menatap tajam clea.
" ya ya baik lah " ucap clea yang saat ini nyali nya menciut melihat alex seperti itu.
" ucapkan " perintah alex yang mana membuat clea gugup.
" sa-ya-ng" cicit clea pelan bahkan mungkin hampir tidak terdengar akibat lidah nya yang kalut mengatakan kata 𝙨𝙖𝙮𝙖𝙣𝙜 .
" aku tidak mendengar" ucap alex seakan menggoda clea.
" sayang" ucap clea cepat tanpa melihat alex yang mana membuat alex mengulum senyum melihat semua itu.
" terlalu cepat" ucap alex seakan senang menggoda clea yang mana nampak semburat merona di kedua pipi putih clea.
" sayang " ucap clea dengan nada biasa namun perlu memupuk kekuatan untuk mengucap kan kata tersebut.
" lihat diri ku dan ucapkan " ucap alex yang mana membuat clea mendengus kesal.
" sayang " ucap clea tersenyum terpaksa dan menatap alex yang mana membuat alex langsung menghadiahi kecupan singkat di bibir clea membuat clea terkejut .
" hadiah nya " ucap alex tersenyum samar membuat clea memukul gemas lengan berotot alex.
" dasar mencari kesempatan " ucap clea kesal namun wajah nya merah merona .
" baik lah saat nya kau makan " ucap alex membuka kotak nasi yang ia beli sebelum clea sadar , dengan telaten alex menyuapi clea sampai habis .
" setelah ini kau istirahat" ucap alex sambil membersihkan sisa bekas makanan tadi.
" tapi tuan eh maksudnya sayang kamu istirahat nanti dimana " ucap clea canggung dengan panggilan baru tersebut .
" di situ " ucap alex santai menunjuk ranjang clea yang lumayan cukup besar membuat clea kesal.
" tidak boleh" ucap clea karena ia tahu bahwa alex sekarang suka sekali mencari kesempatan.
" aku tidak perlu ijin mu gadis kecil" ucap alex kemudian melangkah mendekat ke ranjang clea dan merebahkan dirinya di samping clea.
melihat itu akhirnya clea pun pasrah sebab 𝙖𝙡𝙚𝙭 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙗𝙤𝙨 𝙨𝙚𝙜𝙖𝙡𝙖𝙣𝙮𝙖 .
dengan gerakan cepat alex pun memeluk clea dengan hati-hati takut terkena perut clea yang tertusuk. membawa clea kedalam dekapan hangat nya.
" sebentar lagi kita akan menikah kau harus cepat sembuh" ucap alex sambil mengelus-ngelus rambut clea yang berada di dadanya.
" emm" ucap clea singkat.
setelah 2 minggu di rumah sakit akhirnya clea di boleh kan pulang itu pun harus membujuk alex dengan 1001 cara agar mau memulangkan clea
𝘱𝘰𝘴𝘦𝘴𝘪𝘧
yah kata itu sangat cocok menggambarkan sifat alex yang sekarang, selain dingin dan kejam sifat posesif nya juga mulai melekat dalam diri nya jika menyangkut clea sang gadis kecil nya.
di dalam ruang inap , sebelum pulang clea masih membujuk alex agar tak mendiami semua orang . kalian tau kan kalo diam nya orang dingin gimana hiks ..
" sayang biarkan aku pulang , aku sudah sembuh" ucap clea lembut seakan sudah terbiasa mengucapkan sayang.
" tidak " ucap alex dingin
" ok baiklah aku akan di rumah sakit ini saja sampai berbulan-bulan , ya setidak nya aku tidak jadi menikah dengan dirimu sayang" ucap clea sok santai tapi lain dengan di hati
𝘰𝘩 𝘢𝘺𝘰𝘭𝘢𝘩 𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘬𝘶 𝘪𝘯𝘪 𝘱𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘳𝘢𝘱𝘶𝘩 𝘪𝘯𝘪 𝘵𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘶𝘳𝘢𝘯 . 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘤𝘭𝘦𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱-𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱 𝘤𝘦𝘮𝘢𝘴.
alex yang mendengar itu pun langsung berdiri mengemas barang-barang clea , dirinya tadi seakan melupakan momen itu . clea yang melihat itu pun bingung .
𝘴𝘦𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘪𝘵𝘶 𝘬𝘢𝘩 , 𝘢𝘵𝘢𝘶 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘥𝘢𝘳𝘪. 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘤𝘭𝘦𝘢 𝘣𝘪𝘯𝘨𝘶𝘯𝘨.
" cepat pulang aku tidak ingin lagi menunda pernikahan kita " ucap alex tergesa-gesa.
" sayang tenang lah masih ada hari esok tak perlu tergesa-gesa seperti itu seakan-akan kita akan menikah sekarang" ucap clea menenangkan alex .
setelah semua di kemas akhirnya clea pun benar-benar pulang ke mansion orang tua alex . diperjalanan alex sibuk dengan pikiran nya sedangkan clea nampak menikmati perjalanan pulang.
sampai sini dulu ya, jangan lupa like and komen ❤
selamat membaca semoga suka❤