MY MAFIA CEO

MY MAFIA CEO
BAB 91



" Hei !!!!! " teriak isabel kesal namun terlambat karena pintu apartemen sudah lebih dulu menelan mark membuat isabel mendengus seraya mengusap dadanya .


" dasar gila " ucap isabel seraya berjalan menuju kamar nya .


*******


di mansion selepas menyajikan sarapan clea naik ke lantai atas sambil membawa senampan makanan untuk anak kecil yang tengah berada di dalam kamar.


sebelum masuk clea mengetuk pintu kamar sebentar baru lah ia masuk dan melihat anak kecil itu tengah duduk diam menghadap ke arah luar jendela .


" sekarang waktunya makan " ucap clea membuat anak kecil itu menoleh ke arah clea yang sudah duduk di dekatnya.


" aaaaaaa buka mulut mu nak " ucap clea lembut mengarahkan sesuap nasi ke depan mulut anak kecil itu .


dengan mantap anak itu menerima suapan demi suapan yang clea masukan ke dalam mulut kecilnya , anak itu hanya diam menikmati sambil memperhatikan wajah clea yang tengah menyuapinya .


" satu suapan lagi aaaaaa"suapan terakhir clea berikan dan langsung di lahap sang anak kecil .


tanpa sadar mata anak kecil itu semakin lama semakin mengembun hingga dengan cepat sang anak mengalihkan pandangan nya kesamping dan dengan cepat menghapus air mata yang keluar tanpa permisi.


clea melihat itu namun ia bersikap seakan tak melihat hal itu , ia mengambil segelas air di nampan dan memberikan nya pada anak kecil itu .


" kau ingin ikut diri ku ke taman ? " pertanyaan clea langsung di sambut anggukan antusias dari anak kecil itu.


dengan cepat clea pun mengendong dengan perlahan anak itu dan mendudukinya ke kursi roda di samping tempat tidur dan mereka berdua berjalan menuju taman.


di taman clea duduk di kursi ayunan bersama anak kecil itu sambil mengamati sekeliling taman , mereka berdua diam cukup lama sampai anak kecil itu terkejut ketika mendengar sebuah siulan yang di buat oleh clea .


baru saja anak itu terkejut karena clea tiba-tiba bersiul ia lebih terkejut lagi ketika melihat dua buah hewan buas berlari kencang ke arah mereka dan aneh nya clea malah nampak tersenyum senang membuat anak itu heran .


ketika dua hewan buas itu hampir mendekati mereka anak itu langsung memejamkan mata pasrah jika ia nantinya harus berakhir menjadi santapan dua hewan buas itu .


beberapa detik memejamkan mata tidak ada tanda-tanda terkaman atau terjangan yang di lakukan hewan buas yang anak kecil itu rasa tapi tiba-tiba sebuah gelak tawa membuat anak itu membuka matanya perlahan .


yang ternyata dua hewan buas yang tak lain dan tak bukan adalah cacan dan leo saat ini tengah mengelus-ngeluskan kepala mereka ke wajah serta kaki clea membuat anak kecil itu terperanjat .


"apa kalian sudah makan hemmm? " tanya clea kepada kedua hewan buas itu .


clea nampak asik mengelus bulu-bulu cacan dan leo sampai ia hampir melupakan jika dirinya membawa seseorang bersama nya yang mana saat ini orang itu tengah terduduk kaku memandang takut ke arah dua hewan buas itu .


" tenang lah nak mereka tak akan menggigit mu " ucap clea menenangkan anak itu , walaupun clea berucap seperti itu tetap saja anak itu masih belum bisa tenang.


clea pun mulai menenangkan anak itu sambil membujuk agar ia tak perlu takut dengan cacan dan leo , clea yang masih melihat wajah ketakutan anak itu pun mengusir cacan dan leo untuk kembali ke kandang .


meskipun kedua hewan buas itu nampak tak rela tapi mereka tetap berjalan kembali ke kandang mereka , akhirnya anak kecil itu menghela nafas lega karena nyawanya sudah tak terancam lagi .


" mereka adalah hewan peliharaan suami ku " ucap clea membuat mata anak kecil itu nampak melotot mendengarnya .


bagaimana bisa seorang memikirkan untuk memelihara seekor hewan buas bahkan tak hanya satu melainkan dua sekaligus ? pikir anak kecil itu menatap clea heran .


nampak sepertinya anak kecil itu mungkin akan enggan ke taman ini lagi jika seorang diri bisa-bisa dirinya berakhir menjadi santapan kedua hewan buas itu .


" emmm pria galak itu sangat aneh " ucap anak kecil itu pelan namun masih di dengar oleh clea namun di tanggapi ibu bumil itu dengan tertawa kecil .


setelah perbincangan itu tak ada lagi yang buka suara , mereka berdua duduk diam sambil menatap tanaman bunga di taman clea yang nampak asik memandang hamparan bunga sedangkan si anak kecil nampak duduk diam seperti memikirkan sesuatu.


" emmm boleh ku bertanya sesuatu? " setelah saling diam cukup lama akhirnya anak kecil itu lebih dulu buka suara .


" ah silahkan " ucap clea sambil tersenyum lembut kearah anak kecil itu .


" bisakah kau bertahu aku alasan mengapa dirimu tak mau mengantar ku kepanti asuhan ? " pertanyaan anak itu membuat senyum di wajah clea memudar .


clea langsung mengalihkan pandangan nya ke arah hamparan bunga dengan wajah tenang nya ia diam selama beberapa detik hingga akhirnya menghela nafas .


" aku memiliki sebuah alasan untuk tak mengantar mu ke panti asuhan " ucap clea dengan tenang tanoa mengalihkan pandangan nya .


" alasan ? " alasan apa yang membuat wanita hamil yang duduk di samping nya ini sampai tak mampu mengantarnya ke panti asuhan , pikir anak kecil itu .


" alasan apa hingga dirimu tak mau mengantar ku kepanti asuhan ? " tanya anak kecil itu membuat clea tersenyum kecut sebentar sambil menunduk baru lah ia menegakan kembali pandangan nya menghadap hamparan bunga .


" apa kau percaya bahwa aku berasal dari tempat yang kau jadikan tempat tinggal itu nak ? " pertanyaan clea membuat anak itu bingung .


" maksud nya ? " pertanyaan itu membuat clea tersenyum kecil sebentar .


" maksud ku adalah bahwa diri ku berasal dari panti asuhan , panti asuhan yang sama yang merupakan tempat yang ingin kau jadikan tempat tinggal setelah sembuh " perkataan clea barusan membuat anak kecil itu terkejut .


ia memperhatikan clea dari atas sampai bawah , ia tak percaya bahwa wanita hamil di samping nya ini berasal dari panti asuhan , sulit untuk anak itu percaya bahwa clea berasal dari sana .


" tapi.....? " anak kecil itu nampak ingin mengatakan sesuatu tapi ia tak yakin untuk menyampaikan nya kepada clea .


" aku tau apa yang ingin kau katakan nak , kau pasti tak percaya aku berasal dari sana terlebih lagi aku menikah dengan seorang pengusaha terkenal di dunia " ucap clea dan mendapat anggukan dari anak kecil itu .


" sekarang kau sudah tau aku berasal dari sana dan kau pasti sudah mendapat garis besar alasan kenapa diri ku tak mau mengantar ku ke panti asuhan " ucap clea sambil menatap anak kecil itu .


" meskipun kehidupan di panti di penuhi orang yang sama takdirnya seperti kita tapi tetap saja kekosongan dihati yang menginginkan kasih sayang sosok orang tua tetap ada nak itu lah sebab nya aku tak ingin mengantar mu ke sana " ucapan clea membuat anak itu terdiam .


" meskipun begitu setidaknya kehidupan di panti masih baik dari pada hidup dengan 'mereka' " ucapan anak itu membuat clea terdiam beberapa detik .


" aku tetap tak akan mengizinkan mu atau mengantar mu ke panti asuhan " ucap clea dengan tegas membuat anak kecil itu kesal .


" kenapa hah tidak bisa kah biar kan aku pergi dari 'mereka ' ? , apa tuhan selalu mengirim orang-orang yang berusaha menghalangi jalan ku untuk pergi ? aku hanya ingin bebas dan memiliki kehidupan yang baik setidak nya sampai aku dewasa !!? " ucap anak itu dengan suara yang sudah naik 1 okta dan pergi dari taman itu dengan kursi rodanya .


namun baru saja berjalan dengan kursi rodanya , anak kecil itu menghentikan putaran kursi rodanya ketika mendengar ucapan clea yang membuat anak itu membeku .


" aku tak akan mengantar putra ku sendiri ke panti asuhan "


DEG...............


sampai sini dulu ya guys jangan lupa like and komen ya đź–¤


selamat membaca semoga sukađź–¤