MY MAFIA CEO

MY MAFIA CEO
BAB 104



masalah sebenarnya terletak pada pakaian yang di kenakan oleh ke empat pria tersebut yang tidak akan sesuai jika menaiki motor tersebut , bagaimana tidak mereka semua menggunakan tuxedo mewah di tambah lagi kaca mata hitam yang bertengger manis di hidung mancung mereka menambah kesan aneh jika mereka menaiki motor.


dengan pogah-pogah mereka pun mengambil helm yang di berikan oleh masing-masing wanita , mereka pun memasang helm dengan hati-hati takut rambut yang baru saja di poles indah hancur hanya karena memakai helm.


" kay gue nggak bisa ya naik motor , lo aja yang di depan " ucap justin membuat kaysa tertawa mengejek mendengarnya.


" udah laki-laki , muka oke eh giliran di ajak naik kendaraan orang susah nggak bisa " sindir kaysa membuat justin geram namun kali ini ia mengalah karena apa yang di ucapkan kaysa tak ada salahnya .


tak jauh beda dari justin , william pun tak ingin di depan ia menyerahkan semua tugas mengendari motor di lakukan oleh mona karena jujur ia tidak bisa sekaligus takut .


beda halnya dengan justin dan william , alex dan mark memilih di depan karena mereka menjujung tinggi jiwa gentle man , untuk alex sendiri ia sudah pasti jelas harus di depan karena tidak mungkin dirinya menyuruh sang istri yang mengendarai apa lagi clea tengah hamil dan jangan lupa ia yang membawa seorang bocah yang berdiri di depan stang motor .


beruntung alex dan mark masih bisa mengendarai motor karena pernah menggunakan moge jika tidak mungkin saat ini mereka akan senasib dengan justin dan william.


mereka pun berangkat dengan riang nya para wanita tersenyum senang , namun semua harus lenyap kala justin yang sudah lebih dulu berteriak kencang padahal kaysa baru saja melajukan motor keluar dari halaman mansion .


sedangkan william diam kaku dengan wajah pucat sambil memeluk mona dari belakang dengan erat dan tak lupa membaca seribu guna macam mantra berharap selamat sampai tujuan .


" aaaakkkkhhhhhhhh mommyyyyyyy aaaaaaaa " teriak justin semakin kencang kala kaysa dengan jahil nya memainkan gas motor yang membuat justin makin erat memegang pegangan belakang motor dan juga helm di kepalanya .


" diem ah jangan teriak-teriak malu !!! " bentak kaysa namun justin seolah menulikan telinganya ia tetap berteriak ketakutan karena kaysa membawa motor dengan liar .


" iiihhh lepasin nggak jangan modus ya peluk-peluk gue !!!! " kini giliran mona yang kesal karena semakin lama william semakin memeluk erat mona , wajar saja william seperti itu karena mona membawa motor dengan kecepatan di atas rata-rata bahkan membuat yang lain nya tertinggal jauh .


beda hal nya dengan kaysa dan mona yang membawa motor dengan laju beda hal nya dengan alex dan mark yang membawa motor mereka dengan kalem bahkan saking kalem nya devano yang tadi bersemangat kini malah kesal karena ulah alex yang membawa motor dengan kecepatan yang sangat pelan bahkan seorang kakek tua yang menggunakan sepeda butut nya mampu membalap motor alex dan mark membuat devano kesal .


" dad kenapa kau membawa motor nya lambat sekali , lihat kakek itu saja hanya menggunakan sepeda tapi mampu membalap motor kita ? " kesal devano membuat alex yang tengah berkonsentrasi penuh membawa motor pun berdecak kesal .


" heiiii pria tua itu tidak membawa siapa pun sedangkan aku membawa kau dan istriku jadi jangan bandingan kita dengan pria tua itu bocah " omel alex membuat clea yang di belakang kesal mendengarnya.


" sayang devano tidak salah yang salah itu kau yang membawa motor selambat ini


kapan kita akan sampai ? " kesal clea membuat alex berdecak kesal mendengar nya .


padahal niat bang toyib mah mau menjaga keselamatan istri dan anak eh ternyata abang tetap di salahin :p


" dad lebih laju lagi " ucap devano bersemangat bahkan ia tak sadar sampai berloncatan kegirangan membuat motor mereka sedikit oleng , dengan kesal alex pun mengeplak helm devano karena hampir membuat mereka terjatuh .


" apa kau ingin membuat kita terjatuh hah !!! " ucap alex kesal membuat devano mendengus mendengarnya sambil membenarkan letak helm nya yang tergeser akibat geplakan alex .


" salah kan daddy sendiri yang lambat " gumam devano namun masih di dengar oleh alex walaupun tidak jelas .


" apa yang kau ucapkan tadi hah " ucap alex garang namun tak di dengar oleh devano seolah pura-pura tuli .


mereka pun melajukan motor mereka hingga sampai di lampu merah , motor mereka berjejer rapi tepat di depan garis berhenti , orang-orang yang tengah berhenti di lampu merah nampak menatap aneh ke arah motor alex , mark dan kaysa .


pasalnya orang-orang heran melihat pakaian yang di kenakan oleh alex mark dan justin yang menggunakan stelan jas yang tak sesuai dengan kendaraan yang di pakai , seorang emak-emak yang membawa banyak barang bawaan nampak berhenti di samping motor alex yang berada di pinggir .


" ya alah mas sok-sok an pakai baju gaya orang-orang kantoran tapi naik motor nggak malu mas ? " sindir emak-emak tersebut dengan wajah songong nya membuat alex yang mendengarnya marah karena merasa tersindir sedangkan devano dan clea yang mendengarnya pun menahan tawa.


" kau!!!! " ingin rasanya dirinya mencincang wanita tua yang ada di samping motor nya ini karena telah berani merendah kan seorang alexandro namun sayang nya semua itu tak bisa karena situasi yang tidak memungkin kan .


" lah marah- marah saya kan bicara fakta dihhh" julid emak-emak tersebut dengan angkuh nya membuat nafas alex memburu , ia pun bersiap turun ingin memberi pelajaran namun ternyata dewi keberuntungan berpihak kepada wanita tua tersebut karena lampu sudah berubah hijau membuat emak - emak tersebut melajukan motor nya meninggalkan alex yang sudah kebakar jenggot akibat ucapan nya .


" HEI KAU AKHHHH SIALAN !!!"teriak alex tak terima membuat orang-orang menatap alex dengan tatapan aneh dan ada juga yang menggeleng kepala kasian akan nasib alex yang kurang waras menurut mereka .


" sudah lah dad , cepat berangkat " ucap devano membuat alex menghembuskan nafasnya kasar dan melajukan motor mereka menuju panti .


sepanjang jalan menuju panti banyak sekali adegan yang membuat motor ketiga orang tersebut di pandang aneh , salah satu faktor nya adalah justin yang tak bisa berhenti berteriak akibat ulah kaysa yang nampak tersenyum puas karena berhasil mengerjai justin .


sedangkan alex sendari tadi tak pernah berhenti mengumpat bagai kan membaca mantra kadang mengumpat justin dan kadang juga mengumpat para orang-orang yang memandang ke arah mereka dengan tatapan aneh membuat umpatan alex menjadi tak pernah putus-putus .


hari ini mungkin akan di ingat alex sebagai hari bersejarah karena entah sudah berapa puluh ribu kata yang sudah ia rapalkan hari ini , bahkan rahang nya sedikit kaku karena terlalu banyak mangap setiap kali berbicara .


sedangkan mark dan isabel nampak menggunakan motor dengan adem ayem nan kalem tak ada yang bersuara dan tak ada kehebohan seperti mereka , mereka berdua dari tadi diam karena mark yang tidak seprofektif alex dan tidak setakut justin dan william sedangkan isabel yang diam dan tak pernah protes pada mark membuat mereka nampak seperti pengendara lain .


sampai sini dulu ya guys jangan lupa like and komen ya đź–¤


selamat membaca semoga sukađź–¤