
tak terasa air matanya menetes membasahi pipinya dan berakhir menetes di kelopak mata clea yang tertutup , alex menyerah.
ia menyerah saat ini , dirinya sudah tak mampu lagi untuk membentengi dirinya agar tak menangis tapi kini ia sudah tak sanggup lagi , ia sudah tak memiliki tenaga untuk menahan benteng pertahanan dirinya .
wanita yang ia cintai sepenuh hati dan menjaga nya dengan nyawanya kini malah tergeletak tak sadarkan diri dan tak berdaya di dalam pelukannya demi menghalau satu pukulan lagi dari tongkat besi yang di layangkan alberto kepadanya.
" upsss sepertinya aku salah sasaran yah tapi bagus lah setidaknya kau bisa melihat orang yang kau cintai tak berdaya di hadapan mu sama seperti ku dulu hahahaha" ejek alberto setelah sadar dari keterkejutan nya , sebenarnya ia tak menyangka clea dapat lepas dari pegang kedua anak buahnya tapi mungkin karena kekuatan cinta wanita tak berdaya di depan nya itu bisa melakukan nya.
" baik lah sekarang giliran mu alex "
hap .........
alex dengan tenang nya menangkap sambutan dari tongkat besi yang di layangkan alberto padanya dengan sebelah tangan tanpa melihat kearah alberto .
" kau pikir setelah kau membuat wanita yang ku cintai seperti ini diriku akan diam saja alberto luciano " alex mengadah menatap alberto dengan tatapan dingin nan menusuk miliknya dengan tangan sebelah yang masih memegang clea dan sebelahnya lagi memegang tongkat besi alberto.
" kumohon bertahan lah sebentar lagi honey " bisik alex , ia pun merebahkan tubuh tergeletak tak berdaya milik clea di lantai besi pelabuhan yang basah , alex pun bangkit dengan sedikit sempoyongan karena sedikit banyak nya pukulan tongkat besi yang di layang alberto di tubuh ya mempengaruhi tubuhnya.
DOR....... DOR ........
DOR ...... DOR ........
DOR ....... DOR ........
tanpa di sangka-sangka semua orang alex dengan cepat mengambil pistol yang sebelumnya ia letakkan di belakang pinggang nya sesaat sebelum ia berlutut di depan alberto .
alex membabi buta menembak anak buah alberto yang ada di sekitarnya hingga hanya menyisakan alberto dan dua anak buahnya yang sebelumnya memegang istrinya .
" sial sial sial arghhhhh panggil anak buah yang lain !!! " alberto membentak kedua anak buahnya yang ada namun sebelum mereka sempat berlari menuju markas mereka mendengar suara langkah kaki orang banyak yang memecah hening nya malam membuat semua orang mengalihkan pandangan mereka menuju asal suara.
alberto yang mendengar itu tersenyum licik merasa bahwa itu adalah anak buah nya , namun di detik berikutnya ia dibuat terkejut kala sebuah peluru bersarang di salah satu kaki anak buahnya yang tersisa .
semua keterkejutan nya hilang di saat melihat pasukan militer bersenjata lengkap dan juga sekelompok orang-orang berbaju hitam menodongkan senjata kearah mereka yang sudah dapat semua orang tebak bahwa itu adalah bala bantuan dari alex .
" sorpresa "
[kejutan ]
DOR .......
DOR .......
alex menembak kedua lutut alberto membuat sang pemilik diri seketika terjatuh dalam posisi berlutut tepat di depan alex , kini semua keadaan berbanding terbalik kini giliran alex yang menguasai keadaan saat ini .
para pasukan militer dan juga anak buah alex dengan sigap mengerubungi alberto dan dua anak buah nya yang tersisa , melihat itu alex langsung menggendong sang istri yang sempat ia baringkan di lantai besi pelabuhan .
" siapkan helikopter sekarang " perintah mark yang dengan sigap melihat tuan nya yang sudah menggendong clea , karena ia tau bahwa pasukan militer yang di kirim mateo pasti sebagian nya menggunakan helikopter untuk lekas sampai ke pulau ini begitu pula dengan anak buah tuan nya.
dua orang dari pasukan militer memisahkan diri mengikuti alex karena mereka bagian di bidang perawatan pasukan militer , mark yang melihat tuan nya sudah masuk ke dalam helikopter yang sudah sampai di pelabuhan langsung memberi kode untuk mereka lekas berangkat karena nyonya mereka butuh penanganan segera .
setelah selesai melakukan hal tersebut mark lantas langsung menyuruh beberapa anak buah alex untuk mengikat alberto dan dua anak buah nya kemudian menyuruh mereka berjaga sedangkan ia dan pasukan militer mateo dan anak buah alex yang tersisa masuk ke dalam markas untuk menyelamatkan ketiga sahabat clea yang masih berada di dalam.
********
" nona mereka bertiga kita apakan ? " tanya anak buah alberto kepada bianca yang tengah berduduk santai di atas kursi dengan kedua kaki yang berada di atas meja .
" terserah kalian saja tapi ku saran kan untuk menghabiskan malam bersama mereka dan sepertinya mereka masih ck rapat " bianca tersenyum licik setelah mengucapkan hal tersebut sambil memandang ketiga wanita yang terikat di depan nya itu .
bianca begitu puas melihat wajah ketiga nya yang nampak pucat seraya menatap tajam dirinya kala mendengar saran bianca kepada anak buah alberto , siapa yang tidak tau maksud dari ucapan bianca.
" bawa mereka dan bersenang-senang lah " ucap bianca membuat senyum sumringah tercetak jelas di wajah anak buah alberto di saat mereka akan menikmati santap yang lezat .
" kau dasar manusia ban*sat " bentak mona marah , ia begitu jijik dengan wanita yang ada di depan nya ini .
" oh wow mulut mu pedas sekali nona aku sedikit sakit mendengarnya hiks " bianca menanggapi bentakan mona dengan ucapan yang mengejek .
sontak saja selepas kepergian bianca para anak buah alberto langsung menatap lapar ke arah mereka bertiga membuat mona marah begitu pula dengan kaysa dan isabel .
" baik lah sayang ku mari kita bersenang-senang malam ini " salah satu dari mereka maju dan mendekat ke arah isabel , perawakan pria tersebut yang berperut buncit dan berwajah jelek membuat isabel langsung menangis histeris dan memberontak berusaha melepaskan diri.
ia tak ingin apa yang ia jaga selama ini di renggut oleh pria menjijikan di depan nya itu , terlebih melihat pria berperut buncit itu semakin mendekat membuat ia ingin melarikan diri dari sana.
"JANGAN MENDEKAT , KUBILANG JANGAN MENDEKAT !!! BERHENTI DI SANA BAJ*INGAN " teriak isabel histeris sambil menggeleng-gelengkan kepalanya namun pria tersebut malam menyeringai sambil menjilati bibirnya .
" berhentilah berteriak sayang ku , simpan saja suara mu untuk mende*ahkan nama ku sepanjang malam " pria tersebut menggotong tubuh isabel bak karung beras kemudian meninggalkan semua yanga ada di ruang tersebut .
" MAU KAU BAWA KEMANA DIA BERENG*EK , LEPASKAN DIA !!! " teriak mona marah melihat isabel yang terus berontak dan menangis histeris di dalam gendongan pria berperut buncit itu .
" diam lah tak perlu mengkhawatirkan wanita itu ia akan bersenang-senang dengan pria maniak itu , sedangkan kalian berdua bersiaplah untuk melayani kami hahaha"
*******
mark bersama pasukan militer damn anak buah tuan nya berhasil memasuki markas alberto setelah beberapa saat melakukan baku tembak , mark membagi pasukan dan anak buah alex dalam beberapa kelompok untuk berpencar sembari menunggu bala bantuan yang akan datang .
ada yang ke arah selatan , utara , timur dan barat yaitu ia dan beberapa pasukan militer mateo , mereka bergegas memisahkan diri ketempat masing-masing yang sudah di tentukan .
mark dan pasukan militer yang ada di belakang nya bergegas ke arah barat untuk menghabisi sebanyak mungkin anak buah alberto dan yang terpenting mereka menyelamatkan ketiga sahabat clea .
baru saja mereka memasuki markas sebelah barat , beberapa anak buah alberto sudah menghadang langkah mereka hingga baku tembak lagi dan lagi tak terelakan yang sudah tentu di menangkan pihak mark yang membawa pasukan militer terlatih dan jangan lupakan mereka yang bersenjatakan lengkap.
beberapa menit melangkah mereka selalu di hadang anak buah alberto hingga sudah tak terhitung berapa ratusan peluru yang mark dan pasukan militer keluarkan , hingga melangkah beberapa menit mereka tak di hadang oleh anak buah alberto namun mark dan beberapa pengikutnya tetap mengecek setiap ruangan yang mereka lewati hingga pendengaran tajam mark mendengar suara teriakan seseorang dari pintu ruangan yang ada di depan nya .
" MENJAUH DARI KAU HIKS , PERGI KAU BAJ*NGAN MENJAUH DARI KU " teriak suara tersebut yang masih di tangkap segar oleh pendengaran mark , tanpa membuang waktu ia mendobrak pintu ruangan yang ada di depan nya itu .
BRAK .........
dengan sekali tendang pintu ruangan tersebut terbuka hingga pandangan mark menangkap sosok perempuan yang tengah menutupi tubuh nya yang terekspos dengan selimut sedangkan seorang pria yang di teriaki wanita itu tengah dalam posisi setengah telanjang .
" ISABEL !!! " teriak mark kala melihat sahabt clea sekaligus pembantu nya itu tengah menangis dan menutupi tubuhnya dengan selimut , ya wanita yang bergulung selimut itu adalah isabel yang hampir di perkosa pria berperawakan perut buncit itu .
" BANG*AT SIAPA KAU !!! BERANI SEKALI MASUK KE RUANGAN KU DAN MENGANGGU KESENANGAN KU " teriak pria berperut buncit itu marah dan menatap nyalang ke arah mark .
tanpa basa-basi mark langsung menerjang pria gempal itu dan memukuli nya dengan membabi buta dan berakhir dengan mati di ujung senjata api yang di pegang mark .
ia lantas menoleh ke arah isabel yang menangis histeris sambil mendekap erat selimut yang menutupi tubuhnya , mark mendekat ke arah isabel yang terisak tanpa di duga oleh mark .......
bugh ........
isabel langsung menubrukkan tubuh nya ke tubuh mark membuat mark yang belum siap langsung terhuyung kebelakang namun ia. masih bisa mengendalikan tubuhnya untuk tak terjatuh ke belakang .
" tu-an " cicit isabel dengan suara seraknya sambil menggesekkan wajahnya di dada bidang mark berusaha mencari tempat ternyaman .
mark di buat salah tingkah kala merasakan benda kenyal yang menempel di tubuhnya bahkan wajah nya memerah kala ia tau itu benda apa karena melihat selimut isabel yang sudah melorot memperhatikan punggung mulus nya.
" isabel tung....... "
" pa-panas emmm ahh" isabel yang semula memeluk mark kini bergerak gelisah dan ingin melepaskan pelukan nya dari mark namun ia kalah cepat kala mark malah mendekat punggung telanjang isabel untuk tak melepaskan pelukan nya .
" jangan berniat untuk melepaskan pelukan nya isabel " ancam mark sambil memejamkan matanya .
" sialan pria tua itu mencekoki nya dengan obat perang*ang " gumam mark saat matanya tak sengaja melihat kearah nakas yang terdapat botol obat dan gelas berisi air yang sudah tersisa sedikit.
karena tak punya pilihan mark menotok belakang leher isabel untuk membuatnya pingsan sebentar , karena ini bukan waktu yang tepat untuk menyelesaikan masalah isabel.
mark lantas langsung merobek selimut tersebut hingga kemudian mengikat dirinya dan isabel yang memeluk nya dengan posisi seperti kukang , kini mereka berdua bagai kepompong hidup .
sampai sini dulu ya guys jangan lupa like and komen ya 🖤
selamat membaca semoga suka 🖤